NovelToon NovelToon
Aktris Ceroboh Milik Sang Mafia

Aktris Ceroboh Milik Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nadinachomilk

Laluna Roselyn memiliki karier yang sempurna sebagai aktris terkenal, sampai sebuah pengkhianatan menghancurkan hidupnya. Ia memergoki kekasihnya berselingkuh dengan asistennya sendiri. Dalam amarah yang tak terkendali, Laluna menyerang keduanya hingga kejadian itu terekam dan tersebar luas.

Dalam sekejap, citranya hancur. Dunia hiburan berbalik meninggalkannya, dan karier yang ia bangun bertahun-tahun berada di ujung kehancuran karena skandal tersebut.
Saat tidak memiliki pilihan lain, Laluna menerima perjodohan dari ibunya dengan Nathan Adikara, seorang pengusaha kaya yang terkenal dingin, kejam, dan sulit didekati.

Pernikahan mereka seharusnya hanya menjadi kesepakatan untuk menyelamatkan nama Laluna. Namun, hidup bersama Nathan membuatnya menemukan sisi lain dari pria itu. Di balik sikap dinginnya, Nathan ternyata adalah satu-satunya orang yang berdiri di sisinya ketika seluruh dunia menentangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadinachomilk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 Menikahlah denganku

Nathan menyandarkan tubuhnya ke kursi. Tatapannya tetap tertuju pada Laluna, seolah sedang menilai wanita di hadapannya.

"Karena saya punya alasan sendiri," jawabnya singkat.

Laluna mengernyitkan kening. "Alasan sendiri?" ulangnya.

"Ya."

Jawaban Nathan yang terlalu pendek membuat Laluna sedikit kesal. Selama ini ia terbiasa menghadapi wartawan, produser, bahkan orang-orang yang mencoba menjatuhkannya. Tetapi pria di depannya ini berbeda. Ia tidak mudah dibaca.

"Kalau begitu, aku juga ingin tahu apa alasannya," ujar Laluna menatapnya serius. "Aku tidak ingin menerima bantuan dari seseorang tanpa tahu apa yang dia inginkan."

Nathan mendekatkan wajahnya ke arah wajah Laluna yang membuat jarak di antara mereka begitu dekat, bahkan Laluna bisa menatap iris coklat milik pria itu, hidungnya yang mancung hampir menyentuh hidung miliknya.

" Bukankah ibu mu sudah menjelaskan syarat dari masalah ini?" ujarnya, pria itu pelan.

Laluna terdiam, ia menelan salivanya sejenak. Sambil menatap iris coklat milik pria itu. Keheningan menyelimuti suasana cafe itu, Laluna tertegun melihat wajah tampan itu hingga pria itu kembali memundurkan wajahnya menjauh dari wajah Laluna.

"Kalau ibumu lupa, saya yang akan menjelaskannya."

Nathan menatap ke arah seseorang yang mengamati mereka dari jauh untuk segera mendekat. Asisten Nathan segera melangkah ke meja Laluna, pria itu menyodorkan satu dokumen kontrak yang entah apa isinya.

"Bacalah," ujar Nathan, saat dokumen itu di taruh di hadapannya.

Laluna dengan ragu ragu mengambil dokumen itu, matanya memindai tiap kata yang tertulis di kertas kontrak itu. Hingga ia mengernyit pada salah satu kata yang membuatnya terkejut, sangat sangat terkejut.

"Apa? Pernikahan? Denganmu?" tanya Laluna, sambil menggeleng gelengkan kepalanya.

Nathan tidak segera menjawab. Ia hanya menatap Laluna dengan ekspresi tenang, seolah keterkejutan wanita itu sudah ia duga sejak awal.

"Ya," jawabnya singkat.

Laluna masih menatap dokumen di tangannya dengan tidak percaya. Ia membalik beberapa halaman, berharap ada kesalahan dalam kontrak tersebut. Namun, semakin ia membaca, semakin jelas bahwa semua yang tertulis di sana memang benar.

Pernikahan kontrak selama satu tahun. Dengan Nathan Wijaya? Pria yang baru saja ia temui beberapa menit yang lalu.

"Aku pikir kamu ingin membantuku membersihkan skandal," ujar Laluna pelan. "Bukan, memintaku untuk menikah denganmu. Aku tahu di dunia ini tidak ada yang gratis, tetapi kenapa kamu meminta hal gila seperti ini kepadaku?"

Nathan menyilangkan tangannya di dada. "Aku hanya memintamu menikah denganku selama satu tahun, agar aku bisa menerima warisanku," ujarnya, santai.

"Tapi kenapa harus pernikahan?"

"Karena itu cara paling efektif."

Laluna tertawa kecil tanpa merasa lucu. "Efektif? Menikah dengan seseorang yang baru di kenal beberapa menit menurutmu efektif?Apa kamu tidak menyadari bahwa hal ini sangat sangat gila."

"Saya tahu."

Jawaban Nathan yang begitu cepat membuat Laluna terdiam. Pria itu benar-benar tidak memiliki keraguan sedikit pun.

"Kamu bahkan tidak mengenalku," ujar Laluna. "Kamu tidak tahu bagaimana sifatku, bagaimana kehidupanku, atau masalah apa saja yang mungkin muncul setelah menikah denganku. Aku ini artis besar yang bahkan gerak geriknya selalu di intai media. "

"Saya tahu."

Laluna menatapnya bingung. Nathan mengambil kopinya dan menyesapnya sebelum kembali berbicara.

"Saya tahu kamu seorang aktris yang sedang naik daun. Saya tahu kamu kehilangan beberapa kontrak setelah video itu tersebar. Saya tahu kamu bukan orang yang suka menyerah meskipun seluruh dunia sedang menyalahkanmu. Saya tidak peduli dengan hal itu."

Laluna terdiam. Entah kenapa, perkataan terakhir Nathan membuatnya sedikit terkejut.

Selama ini semua orang hanya melihatnya sebagai aktris yang membuat keributan. Tidak banyak orang yang mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi.

"Kamu menyelidikiku?" tanya Laluna.

"Saya hanya mencari informasi sebelum mengambil keputusan."

"Dan hasil penyelidikanmu membuatmu yakin menikah denganku?"

Nathan menatapnya lurus.

"Ya. Karena kamu adalah pilihan ibu saya."

Laluna menghela napas frustrasi. Ia meletakkan dokumen itu di meja.

"Aku tidak bisa langsung menyetujuinya. Aku tidak bisa tiba tiba menikah dengan orang yang baru aku kenal begitu saja."

Nathan hanya mengangguk, ia paham dengan keraguan dari gadis di hadapannya. Bagaimana pun juga menikah bukanlah hal gampang yang bisa dilakukan. Ia menaruh cangkir kopi ke arah meja.

" Saya akan memberimu waktu dua hari, putuskan lah akan hal ini. "

.....

Setelah berpikir selama dua hari, hari ini adalah hari dimana ia harus memutuskan apa ia menerima pernikahan dengan Nathan atau ia akan menolaknya. Laluna berjalan mondar mandir di depan taman rumahnya. Ia sudah janjian dengan Nathan untuk bertemu disana, karena selama dua hari ini para wartawan mulai bergerak untuk mencari dirinya yang tiba tiba menghilang.

"Apa aku harus menerimanya demi karirku? Atau aku menolaknya? Tapi karirku akan menjadi taruhannya," gumamnya.

Hingga pikirannya tiba tiba terbuyarkan saat suara dingin memecahkan pikirannya. Saat ia menoleh ke arah sumber suara. Sialnya, ia menginjak batu yang membuat tubuh Laluna kehilangan keseimbangan. Matanya membulat saat menyadari dirinya hampir terjatuh ke belakang.

Namun, sebelum tubuhnya benar-benar menyentuh tanah, sebuah tangan kuat segera menangkap lengannya.

"Berhati-hatilah."

Suara dingin itu membuat Laluna langsung membeku. Ia mendongakkan kepala dan kembali bertemu dengan tatapan tajam berwarna coklat milik pria yang selama dua hari terakhir terus memenuhi pikirannya.

Laluna terdiam beberapa detik. Jarak mereka begitu dekat hingga ia bisa merasakan aroma parfum jasmine milik pria itu yang samar namun menenangkan. Nathan masih memegang lengannya, memastikan wanita itu berdiri dengan benar sebelum perlahan melepaskannya.

"Kamu selalu ceroboh seperti ini?" tanyanya datar.

Laluna langsung tersadar. Ia segera menarik tangannya dan merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.

"Aku hanya tidak menyangka kamu datang secepat ini dna kamu tadi mengagetkanku."

Nathan menatap jam di tangannya. "Kita sudah membuat janji pukul tiga."

Laluna melirik jam di pergelangan tangannya. Ia baru menyadari bahwa dirinya terlalu sibuk berpikir hingga lupa waktu.

"Ah... iya. Aku hanya..."

Ia menghentikan kalimatnya. Entah kenapa, menjelaskan bahwa dirinya sedang stres memikirkan pernikahan dengan pria di depannya terasa memalukan. Nathan hanya memperhatikannya tanpa berkata apa pun. Tatapan itu membuat Laluna semakin gugup.

"Aku sudah membuat keputusan," ujar Laluna akhirnya.

Mendengar itu, ekspresi Nathan sedikit berubah. Ia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.

"Apa keputusanmu? "

Laluna menarik napas panjang. Ia menatap pria di hadapannya dengan serius.

"Dua hari ini aku sudah memikirkan semuanya."

Ia mengingat kembali semua yang terjadi. Video yang menghancurkan kariernya. Orang-orang yang meninggalkannya. Tatapan hina dari publik. Dan kesempatan yang mungkin tidak akan datang lagi.

"Aku tidak bisa menyangkal kalau aku membutuhkan bantuanmu."

Nathan diam, membiarkan gadis itu melanjutkan ucapannya.

"Tapi aku juga tidak mau menikah hanya karena terdesak."

Tatapan Nathan semakin dalam yang membuat Laluna semakin gugup. Entah kenapa ia tidak biasanya merasa gugup jika ditatap seorang pria. Namun, ditatap Nathan membuatnya merasa benar benar gugup dibuat oleh pria itu.

Laluna menghela nafasnya sejenak, mencoba menenangkan dirinya.

"Aku menerima pernikahan kontrak ini."

Untuk pertama kalinya, Nathan terlihat sedikit terkejut meskipun hanya sepersekian detik.

"Tapi ada syaratnya."

Nathan mengangkat alisnya. "Syarat?"

"Ya."

Laluna menatapnya tanpa mundur sedikit pun.

"Selama satu tahun ini, kamu tidak boleh mengatur seluruh hidupku. Aku tetap bisa bekerja sebagai aktris. Aku tetap punya hak atas keputusan pribadiku. Dan yang paling penting..." Ia berhenti sejenak. "Jangan ada perasaan di antara kita, jalani pernikahan ini sebagai perjanjian bisnis saja."

Keheningan menyelimuti taman itu. Nathan menatap Laluna cukup lama. Wanita di depannya berbeda dari kebanyakan orang yang pernah ia temui. Kebanyakan orang akan langsung menerima tawarannya tanpa banyak bertanya. Namun Laluna justru berani membuat aturan, hal itu membuat Nathan benar benar penasaran dengan gadis yang sedari dulu ia perhatikan.

"Setuju," jawab Nathan.

Laluna sedikit terkejut. "Semudah itu?"

"Ya."

Jawaban itu membuat Laluna terdiam. Nathan kemudian mengeluarkan sebuah map hitam dari tangannya dan menyerahkannya kepada Laluna.

"Ini kontrak perjanjian kita, bisa tambahkan keinginanmu di kertas kosong di situ."

Laluna menerima map tersebut dengan ragu. Ia segera menandatangani kontrak pernikahan itu. Walau ini perbuatan tergila yang ia lakukan, tetapi tidak ada hal lain yang bisa membantunya untuk mengembalikan karirnya seperti semula.

1
Sri Sulastri
ceritanya bagus .sngga bosan untuk membacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!