NovelToon NovelToon
Ma Chérie, Don'T Run!

Ma Chérie, Don'T Run!

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: you see me

Bagi dunia, Hades Sterling adalah pengusaha kejam yang tak tersentuh. Namun bagi Persephone Sinclair, dia adalah suami posesif yang memanggilnya "Ma chérie". Percy suka petualangan dan kegilaan keliling dunia, sementara Hades suka membiarkannya bebas, dalam pengawasan ratusan pengawal bayangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon you see me, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16

​Dekapan hangat di atas rooftop privat itu meredakan seluruh sisa ketegangan yang sempat membakar malam. Di bawah pendar lampu kota Manhattan yang gemerlap, Hades membiarkan Percy bersandar cukup lama di dadanya, menikmati detik-detik ketenangan yang jarang mereka miliki setelah badai besar yang baru saja berlalu.

​Namun, udara malam yang semakin menusuk kulit membuat Hades akhirnya bergerak. Ia merenggangkan pelukannya sejenak, lalu menatap wajah sang istri yang kini tampak jauh lebih tenang.

​"Waktunya pulang, Ma chérie," bisik Hades lembut, mengecup pelan ujung hidung Percy.

​Percy tidak membantah. Ia mengangguk kecil, membiarkan suaminya mengenakan kembali mantel kasmirnya dengan rapi. Perjalanan kembali ke mansion utama ditempuh dalam keheningan yang nyaman, jauh berbeda dari keheningan penuh duri yang mendahului mereka sehari sebelumnya.

​Sesampainya di mansion, para pelayan menyambut kepulangan mereka dengan kepala menunduk hormat. Hades menuntun Percy langsung menuju kamar utama di lantai atas. Ruangan itu kini telah dibersihkan sepenuhnya oleh para pelayan digantikan oleh aroma lilin aromaterapi berkalem lavender yang menenangkan.

​Meskipun kedamaian telah kembali merajut hubungan di dalam kamar utama mansion Sterling, dunia di luar benteng mereka tidak tinggal diam.

​Jauh di sebuah ruang kendali tersembunyi di Eropa Timur, layar monitor besar milik Viktor menyala terang, menampilkan data-data rahasia yang berhasil dikumpulkan oleh jaringan mata-matanya. Iris Montgomery berdiri di samping Viktor, menatap tajam ke arah grafik pergerakan saham Sterling Global.

​"Hades mengira ia telah memenangkan segalanya dengan membawa istrinya kembali ke New York," desis Iris penuh kebencian, jemarinya mencengkeram tepi meja. "Tetapi ia tidak tahu bahwa benteng terkuatnya kini sedang menunggu retakan terkecil untuk dihancurkan dari dalam."

​Viktor menyeringai lebar, menyalakan cerutunya kembali. "Bagus. Kirimkan pesan anonim itu sekarang. Pastikan Persephone melihatnya dengan mata kepalanya sendiri... sebelum singa itu sempat menyadari ada duri baru yang tertancap di telapak kakinya."

​Di dalam sangkar emasnya, sang ratu baru saja menemukan kedamaian dalam dekapan suaminya, tanpa mengetahui bahwa badai yang jauh lebih besar dan berbahaya tengah bersiap menerjang dari balik bayang-bayang.

​Malam semakin larut, menyisakan keheningan yang damai di dalam kamar utama mansion Sterling. Di atas tempat tidur king size yang luas, Percy terlelap nyenyak dalam dekapan hangat suaminya. Lengan kokoh Hades melingkar protektif di pinggang ramping istrinya, sementara napas teratur sang penguasa berhembus pelan di dekat puncak kepala Percy. Setelah badai emosi dan perjalanan panjang yang melelahkan, malam ini tidak ada lagi isak tangis maupun ketegangan yang ada hanyalah cengkeraman kepemilikan yang teramat erat.

​Namun, kedamaian itu tidak berlangsung abadi di atas layar ponsel pribadi Percy yang tergeletak di atas nakas sebelah tempat tidur.

​Bling.

​Layar ponsel berukuran sedang itu mendadak menyala terang di tengah kamar yang temaram, memantulkan cahaya putih tajam ke dinding. Sebuah notifikasi pesan anonim masuk tanpa suara, namun cukup membuat getaran kecil yang memecah keheningan malam.

​Pesan Anonim:

"Kau pikir kau adalah satu-satunya ratu di dalam sangkar emas itu, Persephone? Coba tanyakan pada suamimu, apa rahasia besar yang ia simpan rapat-rapat di balik lemari besi ruang kerjanya sebelum ia membawamu masuk ke dalam sangkar tersebut."

​Ponsel itu kembali bergetar pelan, menampilkan satu lampiran foto buram yang memperlihatkan seorang wanita asing berambut pirang Iris Montgomery tengah berdiri di depan pintu ruang kerja pribadi Hades di masa lalu, disertai dokumen rahasia berlogo lambang Sterling.

​Percy, yang memiliki kebiasaan tidur tidak nyenyak akibat sisa-sisa trauma semalam, perlahan mengerjap membuka matanya. Cahaya terang dari layar ponsel yang menyala di sampingnya menarik perhatiannya yang masih setengah sadar.

​Dengan gerakan lambat agar tidak membangunkan suaminya, tangan mungil Percy terulur meraba nakas dan mengambil ponsel tersebut. Sepasang mata ambernya menatap lekat-lekat isi pesan anonim di layar, membaca setiap kalimat provokatif yang sengaja dikirimkan untuk meracuni pikirannya.

​Jantung Percy mendadak berdegup kencang. Rasa penasaran yang bercampur dengan keraguan kelam seketika merayap naik ke dalam dadanya, mengusik ketenangan yang baru saja mereka bangun dengan susah payah.

Cahaya biru keputihan dari layar ponsel memantul di wajah Percy yang pucat. Kalimat demi kalimat dalam pesan anonim itu berputar-putar di dalam kepalanya, bagaikan racun perlahan yang merayap menembus pertahanan hatinya. Foto buram wanita berambut pirang yang samar-samar ia kenali sebagai Iris Montgomery, sosok yang namanya sempat menjadi duri di antara mereka berdiri tepat di depan ruang kerja pribadi Hades, memicu ribuan pertanyaan liar di benaknya.

​Rahasia besar apa yang disimpan suaminya?

​Percy menoleh pelan ke samping. Hades masih terlelap dalam tidurnya, napasnya teratur dan berat, lengan kekarnya masih mendekap erat tubuh Percy seolah tidak ingin melepaskannya sedetik pun. Di balik sosok dingin dan menakutkan itu, Hades selalu menunjukkan sisi protektif yang begitu mutlak kepada istrinya. Namun, bayangan bahwa suaminya mungkin menyembunyikan sesuatu yang besar darinya sesuatu yang berkaitan dengan wanita lain kembali mencuatkan rasa tidak aman yang sempat padam.

​Percy menggigit bibir bawahnya. Jemarinya yang bergetar menatap layar ponsel, ragu apakah ia harus mengabaikan pesan tidak jelas itu atau membiarkan rasa penasarannya membakar habis kewarasannya.

​Sikap keras kepala dan insting ingin tahu yang menjadi bagian dari sifat aslinya mulai mendesak keluar. Tanpa sadar, Percy melepaskan pelan-pelan lengan kokoh Hades dari pinggangnya, menggeser tubuhnya sangat hati-hati agar tidak membangunkan sang suami.

​Setelah berhasil lolos dari dekapan itu, Percy turun dari ranjang tanpa suara. Ia menyampirkan jubah tidurnya, melangkah pelan dengan ujung kaki di atas lantai kamar yang dingin. Tujuannya hanya satu membuktikan kebenaran di balik pesan anonim tersebut, malam ini juga, sebelum keraguan itu menghancurkannya dari dalam.

Langkah kaki Percy yang tidak bersuara membawanya keluar dari kamar utama, menuruni tangga demi tangga menuju lantai dasar mansion yang gelap gulita. Tidak ada rasa takut di dalam hatinya malam ini; rasa takut itu telah sepenuhnya berubah menjadi kilatan amarah yang dingin dan mematikan.

​Pesan anonim dan foto provokatif itu memang awalnya dirancang oleh Viktor dan Iris untuk menjatuhkan mental sang ratu, memicu kecemburuan, dan menghancurkan kepercayaannya pada sang suami dari dalam. Namun, mereka melakukan kesalahan fatal mereka membangunkan seekor singa betina yang salah.

​Percy bukanlah wanita lemah yang bisa diombang-ambingkan oleh permainan kotor orang asing. Ia sadar betul bahwa pesan itu dikirimkan oleh musuh suaminya untuk mengadu domba mereka. Dan bagi Percy, siapa pun yang berani mencoba mempermainkannya, mengusik rumah tangganya, dan mencoba memanfaatkannya sebagai alat untuk menjatuhkan Hades, harus membayar mahal harga dari kelancangan tersebut.

​Jika musuh-musuh suaminya mengira mereka bisa menggunakan dirinya untuk menghancurkan Hades, mereka salah besar. Percy akan menunjukkan kepada siapa pun di luar sana bahwa tidak ada yang boleh bermain-main dengan keluarga Sterling.

​Ceklek.

​Pintu ruang kerja pribadi Hades di lantai dasar tidak terkunci. Percy mendorongnya pelan, melangkah masuk ke dalam ruangan luas yang dipenuhi aroma khas bourbon dan kayu mahoni. Di sinilah rahasia imperium itu disimpan, dan di sinilah ia akan membongkar akar dari ancaman yang berani mengusik ketenangannya.

​Dengan mata amber yang menyala tajam dalam temaram cahaya lampu koridor yang masuk dari celah pintu, Percy mendekati meja kerja besar suaminya. Ia siap menghadapi apa pun kebenaran di baliknya, bukan untuk meruntuhkan Hades, melainkan untuk mencari tahu siapa musuh di luar sana yang harus ia hancurkan lebih dulu sebelum suaminya turun tangan.

1
Hema Simangunsong
sukaaaaa cerita nyaaa, tp bukan mau tamat kan ya cerita thor.
you see me: terima kasih kakak /Whimper/
belum tamat kakak, masih ada lanjutannya.
terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca karya saya kakak hema /Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!