Mengisahkan tentang kisah cinta Daniel David Johanes seorang perwira angkatan laut yang bertemu dengan teman masa kecilnya Joanna Josephine Josep mahasiswi semester akhir fasultas kedokteran jurusan dokter gigi di Universitas Negeri Surabaya. Apakah Daniel bisa merebut hati Joanna yang sering dipanggil Anna ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal Yang Baik
Kurang lebih empat jam penerbangan di lalui oleh rombongan ini. Sampai di bandara Sorong, kami langsung di jemput dan dibawa ke sebuah hotel besar di kota Sorong. Rencananya lusa akan ada upacara serah terima dari yang lama ke yang baru .
Sore hari akan ada gladi resik, persiapan pelantikan. Di kamar hotel Anna sudah menggantung baju kebesaran suaminya dan perlengkapannya. Juga seragamnya sebagai seorang istri marinir angkatan laut.
"Sayang please istirahat."
Pintu kamar kami di ketok ternyata ajudan Daniel datang memberitahukan bahwa komandan pasmar mau ketemu. Ternyata ada banyak hal yang mereka bahas soal persiapan besok dan di bicarakan agar pada saat pelantikan nanti tidak ada kesalahan.
"Istrinya pak Daniel."
"Siap ibu, lagi istirahat sebentar."
"Iya, lagi hamil ya?"
"Siap, iya ibu."
"Sudah berapa bulan usia kehamilannya?"
"Siap, jalan empat bulan."
"Biar istrimu istirahat, biar sebentar sore bisa ikut gladi resik."
"Siap komandan."
Bapak dan Ibu komandan sangat perhatian. Bahkan beliau menyiapkan bantal khusus buat ibu hamil agar nyaman nanti di mobil. Sebenarnya ibu mau menyerahkan saat di bandara Surabaya. Karena sibuk lupa, barangnya ikut masuk ke bagasi pesawat.
"Mas itu bantal buat ibu hamil ya."
"Iya sayang. Hadiah dari bapak dan ibu komandan."
Anna sangat terharu dan senang, ternyata bapak dan ibu juga memperhatikan Anna. Saat ini Anna sedang siap - siap dia sudah menggunakan dress batik dan makeup natural tipis - tipis saja. Ajudan Daniel sudah membawa bantal itu dan di letakkan di mobil. Daniel memperhatikan. Setelah dilihat aman dan nyaman. Dia memperbolehkan istrinya masuk dan duduk di bantal itu.
Di lobi hotel tadi Anna sudah mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu komandan. Mereka seperti orangtua bagi Anna. Dan Anna sempat kenalan dengan dua anak laki - laki komandan. Hiskia dan Abel.
"Sayang, kamu harus kenal Letda Gio ini ajudannya mas dan Praka Bima yang menjadi supirnya mas."
"Salam kenal mas Gio dan Mas Bima. Asli mana?"
"Siap, saya orang Ambon."
"Sama dong dengan saya. Kalau Bima?"
"Siap ibu sama orang Ambon juga."
Markas besar pasmar tiga sangat besar. Perumahan dan perkantoran di satu kompleks yang di pagari.
"Ijin ibu, ini puskesmas yang nanti ibu bertugas."
"Sayang Gio ini yang urus kepindahan kamu disini."
"Dekat ya. Terima kasih Gio."
"Siap. Sama - sama ibu. Saya senang bisa membantu komandan dan istri."
Acara gladi resik berjalan lancar. Besok hari berharap semua berjalan lancar. Anna sedang berada di rumah dinas. Ternyata rumah dinasnya bagus. Bangunan baru. Kompleks ini khusus rumah perwira yang di jaga dengan pengamanan khusus. Rumah moderan klasik. Didalam rumah sudah ada sofa, meja makan, tempat tidur lengkap dengan lemari dan dapur yang sudah lengkap kitchen setnya. Barang elektronik yang tersedia AC, Televisi, Kulkas dan mesin cuci, juga kompor gas.
"Mas, sebenarnya sudah bisa kita tinggali ini."
"Iya sayang."
Di depan ada ruang hijau publik. Ada lapangan kecil dan ada beberapa mainan anak - anak. Dan ini juga bisa di jadikan tempat olahraga. Tampak Hizkia dan Abel lagi asik bermian.
" Tante Anna sini." Anna pun mendekati mereka berdua. Anna duduk bercerita dengan Hizkia sambil memperhatikan Abel bermain. Mami mereka lagi melihat rumah dinas yang akan mereka tempati selama berdinas nanti. Pukul tujuh malam mereka kembali ke hotel, karena ada makan malam bersama petinggi - petinggi angkatan laut di restoran hotel yang mereka tempati.
Makan malam petinggi diakhiri dengan acara rama tama santai. Ternyata di antara petinggi angkatan laut ini ada yang tahu istri dari Mayor Marinir Daniel Johanes pintar menyanyi dan bermain alat musik. Anna kaget waktu MC mempersilahkan Nyonya Daniel Johanes di persilahkan untuk menyanyi. Anna menghibur petinggi angkatan laut malam ini juga. Daniel hanya tersenyum melihat dan menikmati suara merdu istrinya. Selesai menyanyi semua berdiri dan bertepuk tangan. Muka Anna sudah memerah karena sedikit malu.
btw turut berdukacita juga atas dipanggil pulang Opa tercinta
sayang sekali, Alena sudah tidak perawan, kalau masih perawan, meskipun orang tua sudah setuju, tinggalkan saja Daniel, biarkan Daniel berjuang untuk mendapatkan Alena , ini ya sudah sulit
Anna harus jual mahal, supaya Daniel dapat pelajaran, kalau untuk mendapatkan kamu, Daniel harus berjuang
mestinya ceritanya Daniel dan Anna tidak tinggal satu rumah dulu yah, meskipun ada orang tua, biarkan Anna kost di luar, dan mereka berdua harus menjaga kekudusan mereka sampai selesai pemberkatan