NovelToon NovelToon
Teman Dekat

Teman Dekat

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Epik Petualangan / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:836
Nilai: 5
Nama Author: Rohos Otaku

Agnes hanya bisa memperlakukan Kelvin sebagai teman.. Begitu juga Kelvin.. Mereka benar hanya berteman biasa.. Bukan sebagai sahabat... Tidak bersapa saat di sekolah.. Tapi Agnes bisa saja keluar masuk rumah Kelvin seenaknya layaknya rumah sendiri... Bagaimana bisa??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rohos Otaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pekerjaan Dan Kepercayaan

" Kom. Dr Ag!! Kap. Dr Ran membutuhkan bantuan!!" suster memanggil Agnes.. Agnes buru-buru keluar lalu mengikuti suster tersebut...

" Kenapa dia??" Agnes bertanya kepada Randy.. Sambil melihat tubuh pria itu..

" Dia tidak sengaja memakan tumbuhan yang beracun saat keluar dari tenda.." jelas kapten Dirga...

" Dia pria yang kamu temui hari itu??" Agnes bertanya lagi.. Karna melihat tato yang ada di dada pria itu...

" Aku enggak akan merawatnya!!" tegas Agnes..

" Kom. Dr Ag!! Tolong.. Ini melibatkan nyawa manusia.." jelas Randy.. Lalu tiba-tiba keluar darah dari mulutnya..

" Komandan.. Tolong selamatkan dia.. Dia sekarang tidak bisa mengingat keluarganya..." jelas Dirga...

Agnes mengerut kedua keningnya lalu memakai sarung tangannya.. Agnes melihat mata pasien itu lalu memeriksa nadi dan menekan perut pasien.. Darah keluar lagi dari perutnya...

Setelah hampir satu jam Agnes menyelamatkan pria itu... Akhirnya tertolong... Pria itu masih tidak sadarkan diri karna Agnes memberikan suntikan obat tidur kepadanya...

" Bawa dia pergi sekarang... Pastikan dia sudah tidak ada di kamp ini.. Letakkan saja dia di tenda sebelumnya..." tegas Agnes...

" Tapi..."

" Aku tidak akan mengulang perkataanku.." dengan nada yang rendah lalu membuang sarung tangannya dan melepaskan seragam tentaranya karna memakai t-shirt tentara di dalam seragamnya..

Saat sudah malam.. Agnes masih duduk di dalam ruangannya sambil melihat komputernya...

Kelvin mendatangi Agnes.. Kelvin masuk, mengunci pintu, menutup tirai dan mematikan lampu ruangan lalu mendekati Agnes..

" Emang kamu sibuk apa??" sambil menunduk lalu mencium kepala Agnes..

" Apa kamu tau pulau XX??" tanya Agnes lalu berdiri dan minum air..

" Tau... Aku mendengar kalo di sana ramai pengusup.. Karna itulah kamp militer ini bisa ada.. Tapi ngapain kamu nanya?? Kita enggak ada hubungan diplomatik sama mereka.. Jadi kamu enggak bisa mohon penempatan di sana.." jelas Kelvin sambil memeluk Agnes dari belakang lalu mencium belakang leher Agnes...

" Kamu pasti sudah mengenal kapten Dirga.. Lalu ceritakan soal dia.. Keluarga?? Atau pun yang pernah bikin dia trauma..." lalu membalik kepalanya melihat ke wajah Kelvin...

" Enggak tau semua sih.. Yang aku tau dia itu kehilangan ayahnya karna perampokan di rumahnya.. Emang kenapa??" tanya kelvin sambil memeluk Agnes...

" Tanya aja.. Karna dia terlalu bersikap baik sama orang lain.. Jadi kamu.. Jangan pernah percaya sama orang.. Perlakuan bisa menipu mata orang.. Tapi sebuah firasat itu tidak pernah menipu orang.. Sedangkan kepercayaan juga bisa menipu orang..." lalu merangkul leher Kelvin..

" Apa yang kamu maksudkan?? Lalu apa aku harus percaya sama kamu??" tanya Kelvin... Lalu mengangkat tubuh Agnes

" Enggak.. Aku hanya kurang percaya sama orang.. Aku meragukan orang yang mereka luar yang enggak tau dari mana datangnya.. Itu saja..." sambil mengusap wajah Kelvin lalu mencium mulut Kelvin...

" Pikiranku enggak bisa berfungsi sekarang... Aku juga enggak tau apa yang aku lakukan saat ini.. Aku hanya berpikir ingin melakukannya denganmu saja.. Kamu bisa saja menolaknya.." bisik Kelvin...

" Bagaimana bisa aku menolaknya?? Aku sampai merasa sakit saat menahannya.." sambil membuka bajunya lalu mencium bibir Kelvin...

Kelvin meletakkan Agnes di atas meja lalu mematikan layar komputer Agnes sambil mencium bibir Agnes.. Agnes membuka baju Kelvin.. Mereka berciuman dengan intens...

" Hah.. Hah.. Apa kita bisa melakukannya di sini?? Apa tidak ada kamera??" Agnes bertanya kepada Kelvin..

" Enggak ada.. Ruangan ini aku baru saja merusak kameranya.." sambil melepas seluar Agnes.. Dan mencium leher Agnes..

" Aahh.. Hah.. Kamu sepertinya biasa melakukan ini.. Jujur saja kalo kamu pernah melakukannya sama wanita lain.." lalu membuka behanya..

" Enggak.. Aku enggak pernah.. Aku hanya bisa melakukannya sendiri sambil mengingat apa yang pernah kita lakuin..." sambil menusuk jarinya ke dalam milik Agnes..

" Aahhhh.. Apa enggak ada yang akan mendengar kita??" Agnes bertanya lagi..

" Enggak... Ruangan ini kedap suara.. Kamu saja yang bisa mendengar apa pun yang terjadi di luar.. Jadi kamu bisa mengeluarkan suaramu sekuat maumu..." menggoyangkan jari jemarinya di dalam milik Agnes..

" Aahh.. Aahhh.. Bajingan ini.. Rasanya tetap sama... Aahhh.. Aaahh.." kedua kaki Agnes menggeletar..

" Aahhh.. Apa kamu tetap mengingatnya?? Apa benar sama??" menggoyangkan jarinya dengan cepat sambil menghisap dada Agnes...

" Aahh.. Dasar gila.. Aku enggak bisa tahan.. Lakukan saja dengan milikmu.." sambil melepas seluar Kelvin lalu memegang milik Kelvin..

" Aahh.. Hah.. Aaahh.. Tanganmu.. Rasanya enak.. Aaahh.. Eeekkhh.. Aku sudah mau keluar.. Aaarrhh.." lalu menarik rambut Agnes dan mencium bibir Agnes dengan kasar...

" Ehh.. Eeeehhmmm.." desahan Agnes sambil memainkan milik Kelvin dengan tangannya lalu memasukkan milik Kelvin ke dalam miliknya...

" Haaahh.. Aaarrhh.. Eeewkkhhh..." Kelvin mendorong lalu melepaskan air benihnya ke dalam milik Agnes... Sambil menghisap dada Agnes... Agnes melingkarkan tubuhnya ke tubuh Kelvin...

Tiba-tiba pintu ruangan Agnes diketok oleh Monica...

" Apa dia keluar sama Kelvin?? Tanya Monica kepada Randy..

" Enggak tau juga.. Aku belum melihat Kelvin.." jawab Randy...

Kelvin masih menggerakkan pinggulnya dengan miliknya masih di dalam milik Agnes.. Sambil melingkarkan tubuhnya di tubuh Agnes lalu mencium bibir Agnes.. Agnes juga melakukan hal yang sama...

" Aahhh.. Aku enggak bisa menolakmu Kel.." Agnes berbisik ke telinga Kelvin.. Lalu menggigit telinga Kelvin..

" Tsk.. Apa aku hubungi dia aja??" tanya Monica

" Ehh ga usah.. Mungkin dia lagi sama Kelvin di luar Kamp.. Karna Kelvin gak butuh kebenaran dari siapa pun.. Ayoo.. Kita pulang dulu..." Randy menarik tangan Monica...

" Eerrrkkhh.. Eerrrrkkhh.. Hah.. Aaarrhh.." Kelvin melepaskan lagi air benihnya ke dalam milik Agnes...

Agnes dan Kelvin melakukan hubungan intim mereka sampai ke dinihari...

" Kamu bajingan.. Liat ini sudah hampir siang.. Lepaskan aku sekarang atau aku akan membunuhmu.." tegas Agnes...

" Enggak bisa.. Karna milikku enggak mau mati.. Lagian ini dinihari.. Normal jika dia tetap berdiri..." jelas Kelvin sambil memegang perut Agnes...

" Aku sudah enggak bisa menggerakkan kaki ku sialan!! Aku benar-benar sekarat.."

" Aku sepertinya mau kencing.." Kelvin berbisik

" Bajingan.. Keluarkan!!" Agnes mendorong tangan Kelvin.. Sambil berontak tapi di peluk kencang oleh Kelvin..

" Gimana juga.. Kamu goyang gitu malah air lain yang keluar nantinya.." lalu mendorong miliknya ke dalam dan melepaskan air benihnya.. Sambil menggenggam kedua dada Agnes...

" Aahh.. Haahhh.. Hah.. Aku bisa mati.. Aku capek.." Agnes bergumam lalu tertidur..

" Hah.. Haahh.. Maafkan aku.." Kelvin juga tertidur...

Tiba-tiba Agnes merasa kedinginan lalu meraba mencari selimut... Tiba-tiba Agnes ingat kalo dia lagi berhubungan sama Kelvin..

Agnes buru-buru bangun lalu membangunkan Alex.. Agnes memukul paha Alex lalu menumbuk paha Alex..

" Lepasin!! Lepasin!! Ini sudah siang..."

Kelvin bangun lalu kaget.. Perlahan menarik miliknya dari Agnes...

Mereka membersihkan diri dengan tisu basah yang ada di ruangan Agnes...

Tiba-tiba kedengaran team medis sudah berdatangan.. Kelvin dan Agnes saling pandang..

" Kok dingin di ruangan ini.. Apa Kom. Dr Ag lupa matiin ACnya.." salah satu suster bicara sambil mengetok pintunya memanggil Agnes.. Kelvin dan Agnes saling pandang lagi..

" Apa kalian liat Kom. Dr Ag??" suara Monica..

" Enggak Let.. Tapi ruangannya dingin.. Apa mungkin Kom. Dr Ag tertidur di dalam??" tanya suster itu

Agnes duduk di mejanya.. Lalu Kelvin duduk di sofa sambil kebingungan..

" Selamat pagi kep.. Maaf nyusahin kamu.." Monica bicara..

" Cekkkklek..." kunci pintu di buka.. Kelvin Agnes kaget.. Saat Monica ingin mendorong pintunya Agnes menolaknya.. Semua yang ada di ruangan terdiam...

" Pagi Kom. Dr Ag.. Apa kamu di dalam??" tanya Monica sambil mengetuk pintu ruangan Agnes..

" Kalo gitu biarin aja.. Mungkin dia baru bangun.. Karna semaleman buat laporan.." Randy bicara..

Tiba-tiba ponsel Kelvin berbunyi karna mendapat pesan dari Mayor ingin datang melihat kamp dan dalam perjalanan dari bandara Victoria...

" Haahh!! Kelvin memegang kepalanya..

" Dari bandara ke sini butuh 5jam.." Kelvin bergumam.. Lalu duduk lagi sebentar...

Agnes mendengar di luar sudah sunyi.. Agnes menyuruh Kelvin keluar..

" Kamu harus keluar sekarang!! Enggak akan ada yang berani nanya.. Lalu bawa sampah kamu ini.."

" Kamu gila?? Gimana caranya aku keluar??" Kelvin bertanya..

" Sekarang kita harus bekerja.. Pikirkan saja pekerjaan.. Cepetan.. Satu, dua, tiga.." Agnes membuka lampu, tirai lalu membuka pintunya dan mendorong Kelvin keluar dari ruangannya...

Semua yang ada di ruangan medis kaget.. Agnes hanya melihatnya dari cermin lalu duduk di kursinya.. Kelvin melihat ke arah Agnes lalu menghembuskan napasnya...

" Haahhh.. Bajingan ini.. Tsk.." Kelvin bergumam dan menggaruk kepalanya lalu berjalan menuju ke pintu masuk sambil membawa kantong sampah berwarna hitam di tangannya.. Semua yang ada di ruangan medis melihat ke arah Kelvin dengan wajah kaget...

" Tuh kan.. Enggak ada yang berani nanya dia.. Hihihi..." Agnes tertawa lalu melihat lagi komputernya..

Beberapa menit kemudian Agnes keluar.. Semua yang ada di ruangan juga hanya diam.. Agnes keluar lalu pergi ke rumah untuk mandi... Setelah itu datang lagi ke gedung medis..

Selepas satu minggu Agnes mendapat panggilan lagi dari kapten Dirga.. Agnes menyambut panggilannya..

" Kom. Dr Ag.. Pria ini muntah darah lagi.. Dia udah enggak makan dua hari ini.. Apa bisa di bawa ke sana??"

" Kapten.. Jujur saya merasa aneh dengan kemunculan pria itu.. Haahh.. Apa tidak ada tim medis yang mengikuti kalian??"

" Tapi kondisinya semakin parah.."

" Enggak!!"

Tiba-tiba sore itu terjadi kebisingan di luar ruangan medis saat Agnes memeriksa obat-obatan.. Agnes keluar lalu melihat mereka membawa pria itu ke sana...

" Apa yang kalian lakukan??" Agnes bertanya...

" Komandan.. Tolong.. Tolong selamatkan dia.. Dia punya anak untuk dihidupi.." mohon kapten Dirga..

" Gimana kamu tau?? Aku bilang biarkan tim medis di sana yang mengurusnya.. Lagian kamu bilang dia enggak ingat apa-apa.."

" Tolong.. Tolong.. Saya punya anak perempuan.. Tolong.. Selamatkan saya..." pria itu memohon dan mencoba menyentuh Agnes.. Agnes menepisnya.. Lalu kapten berlutut di depan Agnes...

Randy mencoba membantu pria itu tapi malah tambah mengeluarkan darah yang banyak dari mulutnya..

" Komandan tolong selamatkan dia.." kapten Dirga memohon sambil berlutut..

" Enggak!!" tegas Agnes...

" Komandan tolong.." kapten Dirga melutut lalu memegang kaki Agnes.. Agnes menarik baju kapten Dirga lalu menamparnya... Kelvin melihat itu kaget lalu mendekati Agnes

" Agnes!! Kamu apaan?? Ngapain kamu ngelakuin itu??" memegang tangan Agnes untuk melepaskan baju Dirga... Agnes mendorong Dirga ke dinding....

" Kenapa?? Ngapain kamu enggak mau membantu pria ini?? Dia hampir mati apa kamu tau?? Kamu membiarkannya selama berhari-hari..."

" Aku sudah bilang aku enggak percaya sama dia.. Dia hanya ingin membunuh dirinya sendiri.. Dia itu minum racun dengan sendirinya..." jelas Agnes..

" Nes!!" Randy berteriak karna pria itu kehilangan napas... Agnes hanya melihatnya lalu pergi.. Tapi Kelvin menarik tangannya...

Sementara Randy dan Monica memberikan pertolongan...

" Agnes!! Itu pekerjaanmu menyelamatkan orang yang sedang sekarat.. Kamu harus mendengarkan ku.. Aku yang menjaga tempat ini..."

" Aku berhak milih siapa yang mau aku selamatkan..." lalu pergi...

" Agnes!! Kom. Dr Agnes!! Lalu apa yang ingin kamu lakukan kalo sampai nyawanya benar-benar hilang.. Dia punya keluarga.. Kamu juga punya keluarga.. Berhenti meragukan orang lain... Lakukan saja pekerjaan mu.. Ini perintahku yang menjaga tempat ini..." tegas Kelvin...

" Kol. KV.. Aku sudah mengatakan dari awal.. Jangan salahkan aku kalo sampai terjadi sesuatu..." tegas Agnes lalu mendekati pria itu.. Dan menariknya ke ruang operasi.. Randy dan Monica mengikutinya..

Kali ini Agnes melakukan pekerjaannya tanpa bicara apa pun.. Hampir seluruh operasi di lakukan Agnes...

Suasana ruang operasi menjadi tegang.. Tidak sampai setengah jam pria itu diselamatkan oleh Agnes.. Selesai operasi Agnes keluar lalu membuang plastik apron dan sarung tangannya.. Agnes masuk ke ruangannya...

Kelvin menunggu di ruangan Agnes.. Agnes yang baru membuka pintunya ingin masuk ke ruangannya.. Tapi melihat Kelvin.. Agnes berdiri sesaat lalu meninggalkan ruangannya.. Kelvin mengejarnya

" Kom. Dr Agnes.." Kelvin memanggil Agnes.. Agnes berhenti sesaat lalu memalingkan tubuhnya..

" Kol. KV!! Saya pamit untuk hari ini.. Maafkan kelancangan saya barusan.. Kol. KV.." setelah memberi hormat Agnes memalingkan tubuhnya lalu keluar dari gedung rumah sakit itu...

Monica dan Randy membawa keluar pasien tersebut itu keluar dari ruang operasi.. Kapten Dirga buru-buru mendekati pria itu..

1
Amiera Syaqilla
hi
Rohos Otaku: Hai 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!