Dilarang Plagiat Karya Saya ‼️
Hidup sendirian berada di suatu pulau terpencil, kawasan tersebut sama sekali tidak pernah dikunjungi oleh manusia. Letaknya sangat jauh dan tidak diketahui, namun pada suatu hari seorang wanita cantik tersesat ketika dirinya healing sendirian.
"Merman? Bukannya merman itu hanya dalam mitos belaka? Hahaha, itu bukan merman!"
"Merman tidak mungkin ada dan mustahil jika muncul di dunia nyata! Mitos tetaplah mitos, dan tidak akan pernah menjadi nyata!"
"Hufh... aku salah melihat pasti!" Namun dugaannya salah, makhluk yang ia anggap mitos ternyata memang nyata.
"Ace..." Merman itu bergumam pelan.
"Hah? Kau mengatakan apa?" Dahi wanita itu mengernyit kebingungan.
"Ace... mm ngan igi!"
"....." Mengerjapkan mata dan terdiam membisu.
"Maksudnya?" Pikirnya wanita itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xeynica_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menangis
Namun tak segera diambil oleh pria itu melainkan dirinya bertanya pada matenya.
"Pakaian? Tapi menggunakan benda tebal ini rasanya hangat dan aku tak memerlukan itu." Balas Chio, pria itu menolak untuk memakai pakaian.
Wanita itu geram lantas berkata kembali.
"Pakai pakaian ini atau aku akan mengembalikan dirimu ke tempat asalmu" Ancamnya wanita itu, mendengar hal tersebut dengan cepat Chio berkata.
"Mate, aaaa kumohon jangan kembalikan aku kesana. Aku akan memakai pakaian yang kau maksud itu" Ujar pria itu dan suaranya terdengar lirih.
Setelah diambilnya pakaian itu, Chio tidak langsung memakainya justru dia memandang lekat benda yang dipegangnya.
***
"Aku akan keluar kamar sementara kau segera pakai itu" Katanya wanita itu, tapi sebelum pergi tangannya dicekal oleh Chio.
"Mate." Chio memanggil dirinya.
Lalu kemudian wanita itu menoleh ke arah pria itu, dan berkata.
"Kenapa?" Tanya wanita itu, Chio membalasnya dengan senyuman tipis.
"Um, aku tidak tahu cara memakai ini." Ujar Chio, suaranya begitu pelan.
Sedangkan wanita itu menghela nafas kasar, dia baru ingat bahwa Chio belum pernah memakai pakaian seperti itu sebelum dirinya membawa merman tersebut pulang ke rumah.
"Hah, baiklah. Aku akan membantumu memakai pakaian ini." Ucapnya wanita itu.
"Bagaimana? Apakah pakaiannya terasa pas di tubuhmu itu?" Tanya wanita itu, namun pria itu tidak menjawab pertanyaannya dan malah berkata lain.
"Waw, pakaian ini hangat sekali aku sangat menyukainya Mate." Balas Chio seraya berlompat-lompat di atas tempat tidur.
Melihat hal konyol pria itu segera wanita tersebut memperingatinya sambil berkata.
"Chio, hei kamu berhenti dan jangan melompat seperti itu nanti kamu jatuh loh." Ucap wanita itu, dan benar saja Chio menurut dan tak melompat lagi.
"Beruntungnya aku tadi tidak terbuka, hah selamat." Batin wanita itu sambil menatap Chio yang tengah duduk di pangkuannya.
"Hei, lepaskan dulu ya Chio pelukannya" Pinta wanita itu, namun pria itu semakin mengeratkan pelukan tersebut.
"Mate, berjanjilah kamu tidak akan mencari mate lain" Ucap Chio seraya menatap lekat wajah matenya.
Tetapi wanita itu terdiam saja tanpa membalas perkataan pria itu.
"Mate, berjanjilah padaku" Rengek Chio, pria itu memaksa matenya agar berjanji padanya untuk tidak mencari mate lain selain dirinya.
"Iya, aku berjanji tidak akan mencari mate lain" balas wanita itu, lalu Chio kembali memeluk tubuhnya.
"Mate, kamu milikku dan aku milikmu" Bisik Chio, sedangkan wanita itu bergidik ngeri saat mendengar bisikan pria itu.
"Aduh, bagaimana ini!?" Batin wanita itu seraya menggigit pelan bibir bawahnya.
"Bodohnya diriku ini, kenapa aku harus mengiyakan perkataannya itu. Argh, ini nanti bakalan susah terlepas dari merman Chio" Batinnya wanita itu menjerit kesal.
***
Di dalam kamar tersebut kedua insan tengah terdiam, lalu suara wanita itu memecahkan keheningan.
"Chio..." Wanita itu memanggilnya.
"Hm.." Chio menjawabnya dengan deheman.
"Lepasin aku" Pintanya wanita itu seraya melepaskan diri namun pria merman itu tak bergeming sedikit pun.
"Tidak mau, huh!" Balas Chio ketus.
"Astaga! Merman ini ya!" Wanita itu sangat geram sekali.
Sebuah ide muncul di kepalanya, lalu dia berkata.
"Chio, jalan-jalan yuk" Ajaknya wanita itu.
Mendengar kata 'jalan-jalan' seketika pelukan dilonggarkan.
"Hah? Jalan-jalan?" kata Chio, tampak raut wajahnya yang kebingungan.
"Iya" Balas wanita itu sembari menganggukkan kepala.
"Apa itu jalan-jalan? Apakah ikan?" Pria merman itu bertanya pada dirinya.
Rasa penasaran muncul di dalam diri pria mermaid itu.
Namun tiba-tiba wanita itu tertawa terbahak-bahak serta menggelegar keras.
"HAHAHAHAHA...." Tawanya wanita itu sehingga membuat Chio terkejut, tawanya menyebabkan guncangan seketika pria mermaid itu terjungkal dari pangkuannya tanpa wanita itu sadari.
"Awshh..." Pria mermaid itu meringis pelan.
Kondisinya saat ini terbaring di atas kasur dengan kedua kakinya merentang lebar, lalu dirinya menangis lirih.
Sedangkan wanita itu masih tertawa sampai mengabaikan Chio yang tengah menangis tersebut, dengan sengaja Chio mengeraskan suara tangisannya yang melebihi dari tertawa wanita itu.
"HUWAAAAAAA, HIKSSS....."
Sontak wanita itu menghentikan tawanya sekaligus kaget ketika mendengar teriakan tangisan itu.
Lalu pandangannya wanita itu beralih menjadi melihat ke arah Chio, kedua netranya membulat.
"Chio?" Ucap wanita itu.
Dengan segera dirinya menghampiri pria mermaid itu. Dan setelah berada di dekatnya, wanita itu berkata.
"Chio, kamu tidak apa-apa kan?" Tanya wanita itu.
"....." Pria merman itu tak mengatakan apapun, dirinya menangis pilu.
"Hiks..hiks.." Ternyata tangisnya belum berhenti.
"Astaga, dia menangis karena apa?" Batinnya wanita itu bertanya, dia tidak menyadari bahwa penyebab Chio menangis itu karena ulahnya sendiri waktu tadi.
"Chio? Bukannya tadi kamu ada dipangkuanku ya? Justru kenapa dirimu terbaring? Lalu menangis karena apa?" Wanita itu bertanya dengan beruntun pada pria merman mungil itu.
"Hikss...hikss.." Dengan dirinya masih menangis, semampunya ia mulai menceritakan kejadian sebenarnya pada sang matenya itu.
"Hiks.. jadi tadi itu Mate tertawa loh" Ucapnya pria merman itu.
"Ya, terus?" Wanita itu menyela perkataannya.
"Tertawanya sampai goncang gitu..." Lalu pria mermaid memeragakannya.
"Seperti ini..."
"HAHAHAHAHAHA..."
"Pfftt..." wanita itu menahan tawanya.
"Goncangan itu sampai aku terjatuh dari atas tubuh Mate..."
"Lalu?"
"Dan bukk, aku jatuh deh ke benda empuk ini"
"Hm?"
"Kemudian, mmm...."
"Aku menangis, seperti ini..."
"HUWAAAAAAA HIKSSSS...." Pria merman memeragakan ketika dirinya menangis tadi, akan tetapi tangisan itu malah berkelanjutan sampai-sampai wanita itu kelabakan sendiri.
"Eh? Ehh, astaga! Jangan nangis lagi, Chio." Katanya wanita itu.
Lalu kemudian wanita itu perlahan menarik kedua tangan kecil pria merman, setelahnya mengangkat tubuhnya selanjutnya diletakkan kembali ke atas pangkuannya.
"Sttt..sudah-sudah, jangan menangis ya?" Wanita itu berbisik pelan tepat ke telinga pria merman itu.
Tangan miliknya mengusap surai pria merman dengan lembut, tubuhnya masih gemetar.
***
Beberapa menit kemudian.....
"Mate..." Chio memanggil dirinya setelah tangisnya mereda.
"Ya?" Kata wanita itu.
"Jalan-jalan apa?" Pria merman bertanya lagi.
"Haish, dia sangat ingin tahu apa itu jalan-jalan?" Ucap wanita itu dalam batinnya.
"Baiklah."
"Jadi jalan-jalan itu kita pergi ke luar, disana bisa menikmati udara segar, bermain, dan hal lainnya yang bisa dilakukan."
Mendengar jawaban dari matenya, Chio terdiam lalu menatap lekat ke arah wanita itu.
"Bermain?" Kata pria merman itu seraya memiringkan kepala ke arah kanan.
"Yeah, benar sekali."
"Kita bisa bermain disana."
"Aaaa, Mateku aku ingin bermain. Main, ayo main."
Pria merman itu mengguncangkan tubuh sang mate, sementara wanita itu diam saja ketika dirinya mendapati guncangan tersebut.
"Iya-iya, kita bisa bermain ya."
"Tetapi tidak sekarang."
"Mmm."
"Kenapa?" Pria merman bertanya dengan lirih.