NovelToon NovelToon
SATU MALAM DENGAN BERONDONG

SATU MALAM DENGAN BERONDONG

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / One Night Stand / Identitas Tersembunyi
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Terbangun di kamar hotel, Fela syok setengah mati saat membaca KTP yang terjatuh dari dompet pria di sampingnya. Dia masih anak SMA!

Fela langsung kabur ketakutan demi menyelamatkan reputasinya.

Namun dunia Fela berantakan saat Kenzo, si anak SMA itu tiba-tiba masuk ke kantor periklanannya sebagai anak magang baru.

Di depan rekan kerja, Kenzo adalah asisten yang sopan. Tapi di balik pintu ruang rapat, dia adalah berondong posesif yang siap menjerat Fela kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 5 Tugas pertama

"Kita belum tahu pasti apakah Kenzo yang kamu maksud itu adalah Kenzo yang sama dengan pemilik dompet malam itu. Bisa jadi ini cuma kebetulan yang mirip, kan?"

"Dia sudah bahas soal malam itu." Tambah Fela membuat Mirin makin melebarkan mata.

"Benarkah? Jadi Fix si Kenzo itu pria di hotel? Oh, itu sebuah kejutan."

"Kejutan yang menyebalkan. Meskipun karena salahku sendiri." Fela mengakui itu.

"Kamu pura-pura enggak tahu aja." Mirin punya ide.

"Aku juga sudah mengaku."

"Oh. Kamu mengaku kalau itu kamu?" Mirin terkejut.

"Ya. Bahkan. Aku sedikit memohon, Rin." Fela mengingat permohonan pada bocah itu dengan sebuah ancaman. "Bukan memohon sih, tapi ... Pokoknya aku bilang padanya untuk tetap diam."

"Responnya?"

"Tentu saja dia hanya tersenyum misterius. Entahlah. Aku akan bersiap resign. Proyek iklan ini sepertinya akan jadi terakhir proyek yang aku kerjakan." Suara Fela menurun.

"Ih, kenapa jadi mau resign sih?" Mirin jadi sedih.

"Mau gimana? Ini kan aibku. Kalau aku tetap disini, aku akan malu seumur hidup. Aku yakin bocah itu akan mengumumkannya pada semua orang tentang malam itu." Fela menyadari konsekuensi dari kesalahan fatalnya.

"Jangan gegabah dulu, Fel. Jangan langsung ambil keputusan ekstrem untuk resign. Karier yang kamu bangun dari nol di divisi periklanan ini terlalu berharga untuk dilepas begitu saja hanya karena gertakan seorang bocah."

Fela menarik napas berat, matanya menatap kosong ke arah genggaman tangan Mirin.

"Aku paham, tapi rasa bersalah ini saja sudah membuatku tidak bisa berkonsentrasi kerja. Ditambah lagi, aku harus melihat wajahnya setiap hari di kubikel yang sama. Setiap kali dia menatapku, aku merasa seperti dituduh sebagai penjahat."

"Tapi kalau kamu mendadak resign, Siska dan Bimo pasti curiga. Pak Gunawan juga tidak akan melepas manajer andalannya begitu saja tanpa alasan yang jelas. Lagipula, kalau Kenzo benar-benar berniat menghancurkanmu, dia pasti sudah mengadukannya ke HRD sejak hari pertama. Tapi buktinya? Dia malah menikmati permainan ini secara privat denganmu, kan?"

Fela tertegun. Kalimat Mirin ada benarnya, namun hal itu justru membuat bulu kuduknya semakin merinding.

"Itu dia yang menakutkan, Rin. Dia tidak ingin menghancurkan karierku dalam semalam. Dia sengaja menahannya... dia ingin melihat seberapa lama aku bisa bertahan di bawah kendalinya."

Mirin terdiam sejenak, ikut memikirkan motif tersembunyi anak magang khusus tersebut.

"Kalau begitu, kamu harus bertahan, Fel," ujar Mirin, mempererat remasan tangannya pada jemari Fela. "Kita lihat kartu apa yang sebenarnya dipegang oleh Kenzo."

Mirin mengambil tangan Fela dan menggenggamnya. Menyalurkan kekuatan pada temannya.

"Ini gara-gara Dion itu," ujar Mirin geram.

...----------------...

Esok hari.

Pilihan tugas pertama ini sangat solid. Karena Fela memegang peran ganda sebagai AE dan Manajer, tugas ini menjadi cara yang sangat cerdas bagi Fela untuk "menyingkirkan" Kenzo dari radarnya untuk sementara, sekaligus menguji kemampuan otak bocah itu.

Berikut adalah draf adegan kelanjutan di hari pertama kerja yang bisa langsung kamu sambung setelah adegan perkenalan di atas:

Setelah perdebatan kecil mengenai siapa mentornya, hari pertama Kenzo akhirnya dihabiskan di bawah pengawasan Bimo. Namun, keesokan paginya, Fela tidak bisa lagi menghindar.

Pak Gunawan memantau lewat pesan singkat, memastikan sang anak magang khusus mendapatkan bimbingan langsung dari sang manajer.

Fela berdiri di depan mejanya sendiri, menatap tumpukan map tebal berisi berkas cetak dan proposal kerja sama yang sengaja ia siapkan sejak subuh. Ketika langkah kaki yang familiar mendekat, Fela langsung memasang wajah sedingin es.

"Duduk," perintah Fela tanpa memandang Kenzo yang baru saja tiba didepan mejanya.

Kenzo menurut tanpa suara. Dia menarik kursi putar di dekat meja Fela, lalu duduk dengan melipat tangan di dada. Seragam abu-abu putihnya hari ini tertutup jaket almamater sekolah yang sengaja dia buka ritsletingnya. Tatapan matanya yang tenang langsung tertuju pada tumpukan map di depan Fela.

"Karena posisi saya di sini adalah Manajer sekaligus AE yang memegang klien utama, kamu tidak akan belajar teori dasar dari buku," ujar Fela, suaranya sengaja dibuat seprofesional mungkin agar tidak bergetar. "Ini adalah riwayat kerja sama. Konsep iklan lama dan komplain dari tiga klien terbesar yang selama ini saya pegang sendiri."

Fela mendorong tumpukan map tebal itu hingga bergeser ke hadapan Kenzo.

"Tugas pertama kamu hari ini adalah merangkum semuanya. Saya mau kamu membedah apa yang disukai dan dibenci oleh ketiga klien ini dari gaya iklan divisi kita sebelumnya. Ketik rapi dalam bentuk poin-poin analisis, lalu serahkan ke meja saya sebelum jam pulang kantor. Paham?"

"Baik, Kak Fela."

Fela sengaja memberikan tugas yang sangat membosankan dan menyita waktu. Berkas-berkas itu tebalnya ratusan halaman. Fela yakin, bocah delapan belas tahun ini akan pusing dan tidak akan sempat mengganggunya seharian.

Kenzo menatap tumpukan map itu sekilas, lalu beralih menatap wajah Fela. Senyum miring yang sangat dibenci Fela perlahan kembali terukir di bibirnya.

"Merangkum cara kerja Senior selama jadi AE?" tanya Kenzo dengan nada baritonnya yang santai.

"Ya. Jangan ada yang terlewat."

Kenzo mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan, menopang dagunya dengan satu tangan di atas meja Fela. Jarak mereka mengikis, membuat Fela refleks menahan napas saat aroma parfum maskulin yang familiar itu kembali menyapa indra penciumannya.

"Tugas yang menarik," bisik Kenzo dengan kilat mata yang jahil. "Dengan begini, aku bisa tahu lebih dalam... seperti apa gaya Senior Fela kalau sedang melayani orang lain."

Tak!

Pena di tangan Fela tertekan keras di atas meja. Fela melotot tajam, sementara Kenzo hanya terkekeh pelan tanpa dosa, lalu menarik kembali tubuhnya dan mengambil tumpukan map itu dengan satu tangan.

"Akan saya selesaikan tepat waktu, Manajer Fela," ucap Kenzo formal, kembali memasang topeng anak magang yang penurut sebelum keluar menuju kubikel kerjanya di dekat Bimo. "Permisi," ujar Kenzo.

Fela tidak menjawab. Namun saat bocah itu sudah keluar, ia berdecak kesal.

"Itu anak siapa sih, kok lagaknya berani betul," gerutu Fela. Lalu memijit pelipisnya. "Ini memusingkan." Ia menunduk sambil tetap memijit kepalanya.

Semua terasa tidak sesuai dengan yang ia harapkan. Seperti rencana pernikahannya yang gagal karena kekasihnya yang berselingkuh. Mabuk berat yang bikin ia berakhir di atas ranjang bocah. Terakhir, bocah itu justru masuk tempat ia kerja jadi anak magang. Semuanya sungguh membuat menguras pikiran.

Tok! Tok!

Pintu kubus kerjanya diketuk seseorang. Itu Rico. Senior yang jadi andalan perusahaan. Anak emas. Dia pintar.

Bibir Fela tersenyum.

Kenzo yang melihat pria itu di depan pintu ruang kerja Fela, mendongak. Memperhatikan dari tempat duduknya.

"Dia siapa, Bang?" tanya Kenzo pada Bimo disampingnya.

Bimo mendongak menuju ke arah yang ditunjuk Kenzo.

"Rico. Senior paling dihormati disini. Dia anak emas perusahaan. Teman dekatnya Fela." Bimo menjelaskan.

Kenzo mengangguk sambil tetap memperhatikan mereka yang mengobrol di ruang kubus yang transparan setengah badan.

1
Rahma Inayah
ya iya lh kenzo ank pemilik perusahaan mkn sebagai mulai kerja dr bawah
Grareta
lanjutttt
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍
Rahma Inayah
Mash teka teki dgn Kenzo siapa sebrnya dia apakah ank pemilik perusahaan kah
Rahma Inayah
lnjut Thor
Rahma Inayah
lanjut Thor mkn seru
Rahma Inayah
mkn kah Kenzo ank pemilik perusahaan dimn Dela bernaung sekrg ini
Rahma Inayah
😅bocil jatuh cinta SM wanita dewasa ..lnjut Kenzo
🌸 Maya Debar 🌸
Tak tunggu selalu upnya Thor ❤️🤩❤️🤩🤩🤩🤩🤩💋
LisA: Terima kasih sudah baca😊
total 1 replies
Rahma Inayah
lnjut thor
Rahma Inayah
tp bocah bukan sembarang bocah tp bocah sultan
Rahma Inayah
🤭mmpir Thor moga bgus ceritanya
LisA: Terima kasih sudah singgah untuk membaca. Semoga berkenan.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!