Penyesalan yang selalu datang terlambat! Carla Magnolia Haines, menyesal meninggalkan suaminya demi pria yang ia pikir mencintainya, ternyata hanya menginginkan warisannya.
Saat ia mati ditangan pria yang ia pikir tulus mencintainya, barulah ia tahu suami kejam dan yang ia anggap terlalu kasar padanya, ternyata pria yang sangat tulus mencintainya.
Apakah waktu bisa diulang? ia ingin mengulang waktu bersama dengan suami kejamnya, dan mendengarkan suami kejamnya itu, dan bahkan akan membiasakan dirinya menerima sikap posesif suaminya padanya.
Aku ingin kembali! bhatin Carla penuh harap saat ia menutup matanya.
Akankah Carla dapat kembali lagi bersama suaminya, untuk mengulang waktu kebersamaan mereka, yang telah terbuang diantara mereka berdua, karena ulah orang ketiga menghancurkan rumah tangga mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 5.
Edgar yang masih berdiri melihat tiga mobil mewah itu pergi dari sana, perlahan menyunggingkan senyuman dengan pandangan mata yang terlihat senang.
"Carla! sepertinya aku tidak perlu memakai trik penuh perhatian lagi padamu! suami kejammu itu akan mewakili ku menindasmu!" gumam Edgar sembari semakin tersenyum senang.
"Besok aku dan Paman Haines tinggal datang mengambil tubuh tidak bernyawa mu! dengan begitu warisan mu itu akan jatuh ke tangan Paman sebagai Ayah kandungmu! ha ha ha haa... !!"
Edgar tertawa senang membayangkan Carla akan disiksa Alexander, mengingat tempramen kejam Alexander.
Melihat cara Alexander tadi membawa Carla jelas sekali terlihat, kalau amarah Alexander sudah membuat Alexander gelap mata, ingin menyiksa Carla karena telah selingkuh dengannya.
Sementara itu di Mansion Alford.
Bruk!!
Tubuh Carla di lemparkan Alexander ke atas tempat tidur, lalu Alexander mengikat pergelangan tangan Carla pada rantai, yang terikat dari ujung kepala tempat tidur kiri dan kanan.
Carla berupaya menghindari tangan Alexander, yang akan mengikat pergelangan tangannya, tapi tangan Alexander lebih cekatan dari pada tangannya.
Kejadian ini sama seperti dikehidupan sebelum ia kembali lagi.
Alexander kemudian melepaskan jasnya, lalu melemparkan jas itu ke sofa kamar.
Kemudian Alexander melepaskan dasinya, dan melemparkannya bergabung dengan jasnya.
Setelah itu Alexander menggulung lengan kemejanya sampai siku lengannya, dan membuka beberapa kancing kemejanya, memperlihatkan dada bidangnya yang berotot.
"Alex, lepaskan aku!" pinta Carla dengan suara yang terdengar tidak panik sama sekali, "Aku tidak akan lari lagi! percayalah padaku!"
Alexander tidak menjawab Carla, raut wajahnya terlihat sendu melangkah ke tepi tempat tidur, setelah ia selesai membuka tiga kancing kemejanya.
Dulu Carla akan berprasangka raut wajah Alexander itu terlihat sangat menakutkan, tapi saat ini ia melihat, kalau raut wajah itu sebenarnya terlihat sedih dan terluka.
"Akh!"
Alexander menarik kakinya, dan membuat tubuhnya telentang ditengah tempat tidur.
Suara rantai yang mengikat pergelangan tangan Carla, terdengar berisik saat Alexander menarik kakinya.
"Carla!"
Alexander menekuk satu kakinya naik ke atas tempat tidur, lalu tangannya perlahan menyentuh pipi Carla.
"Dengan cara apa yang harus kulakukan padamu, agar kamu mendengarkan ku?"
Carla yang berbaring telentang, diam tidak bergerak memandang Alexander.
Ia tidak menunjukkan rasa takut seperti biasanya kepada Alexander, dengan sentuhan jemari Alexander pada wajahnya.
Biasanya ia akan memalingkan wajahnya dengan dingin, dan tidak ingin menatap mata Alexander.
"Alex, aku tidak akan melarikan diri lagi darimu dikehidupan ini, tolong lepaskan aku" pinta suara lembut Carla sembari menarik tangannya yang terikat.
"Kamu pikir aku percaya padamu!" jawab Alexander dengan suara tercekat yang terdengar prustasi.
Alexander perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Carla.
Bibir Alexander kemudian mengecup leher Carla, lalu menghirup aroma tubuh Carla pada leher Carla.
"Kalau kamu tidak melepaskan tanganku, bagaimana aku dapat menyentuhmu?" masih dengan suara lembut, Carla mencoba terus membujuk Alexander, agar melepaskan ikatan rantai pada pergelangan tangannya.
"Kamu jangan membuat suara lembut untuk mengelabuiku, Carla! aku tidak akan tertipu!" sentak Alexander dengan raut wajahnya yang seketika menjadi dingin.
Carla dapat melihat mata sendu Alexander menatap matanya dengan lekat.
Carla merasa sangat bersalah sekali, telah melakukan banyak kesalahan, sehingga Alexander tidak percaya padanya.
"Kamu tahu tidak Carla-ku, aku ingin mata ini hanya selalu tertuju melihatku saja! bukan kepada laki-laki jelek itu!" jemari jempol Alexander mengelus mata Carla.
Carla mengedipkan matanya menatap mata Alexander, yan tampak mulai berkaca-kaca.
"Aku rasanya ingin melakukan sesuatu padamu, agar kamu tidak dapat pergi kemanapun, dengan begitu kita akan selalu bersama!"
Suara Alexander terdengar semakin tercekat, dan Carla merasa harus melakukan sesuatu, untuk membuat Alexander percaya padanya.
Carla mengangkat wajahnya, lalu dengan lembut ia mengecup bibir Alexander.
Alexander yang ingin mengungkapkan perasaannya lagi, seketika membeku dengan mata tidak berkedip, merasakan bibir lembut Carla mengecup bibirnya.
Bersambung........
tapi Clara nya tak ngeh dari awal🤣🤣🤣🤣🤣
napa terlalu lama nungul ya???