NovelToon NovelToon
Keluargaku Adalah Hama

Keluargaku Adalah Hama

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Nikah Kontrak / Balas Dendam
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Aminah dipaksa Bekerja banting tulang untuk kesejahteraan semua anggota keluarganya tapi tak pernah dianggap sama sekali.

Bahkan lelaki yang dia cintai dan dia bantu mencapai cita-cita nya pun menusuknya dari belakang dengan memanfaatkan dirinya,

Mampukah dia bangkit setelah semua kesakitan yang dia terima

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5

Aminah kini menatap kasus orang tuanya yang murka kepadanya karena telah bermain membentak anak kesayangan mereka.

"Nah bantuanmu datang, hebat sekali jika itu kamu pasti mereka akan datang tanpa diminta sedangkan aku, bahkan ketika aku mengeluh karena sakit mereka mengatakan aku hanya drama".Ucaonya dengan dingin.

Kedua parubayah itu mematung mendengar ejekan sekaligus perkataan yang tidak mengenakan itu apalagi disaksikan oleh para tetangga sekitar rumah mereka.

"Aminah tutup mulutmu jangan buat malu keluarga yah, kami tidak pernah membedakan mu dengan ketiga adikmu". Cicit Herman menahan emosi.

Dia harus menahan amarah didepan para tetangga agar mereka tidak membicarakannya yang tidak-tidak dan merusak reputasi selama ini dia bangun.

Matanya menyala menatap sang anak dengan tatapan penuh peringatan untuk menghentikan semua ini matanya nyaris melompat karena melihat senyum sinis Aminah kepadanya.

"Kenapa?, Ayah takut jika semua orang tahu jika kalian bukanlah ornag tua yang baik dan bijaksana tapi ornag tua yang selalu memeras anaknya dan memperlakukan mereka berbeda? ". Jawab Aminah dengan dingin.

Para tetangga mulai berbisik mendengar perkataan Aminah barusan, mereka sungguh tidak menyangka jika keluarga Herman yang terkenal sangat baik dan harmonis ternyata hanya topeng belaka.

Melihat keadaan yang seperti ini membuat amarah Herman semakin membara begitu juga dengan Halimah.

"Dan kamu Lisa, jangan pernah lagi ikut campur urusanku karena kamu tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya jadi anak kandung rasa anak angkat, kamu tidak tahu rasanya diperas habis-habisan dan diperlakukan tidak adil jadi tutup mulutmu sebelum aku mem ust mulut cantikmu itu tidak bisa mengeluarkan suara". Ucapnya dengan tajam.

Dia mendekati snag adik dengan wajah garang dan akan memakan adiknya hidup-hidup, sebelum dia pergi dia ingin membuat orang-orang melihat wajah asli keluarganya yang selalu mengatakan dirinya adalah anak tidak tahu diri dan anak tidak berbakti.

"Dan kalian semua".

Aminah berbalik kemudian menatap para tetangga yang selalu menggunjingnya dan kadang meremehkan serta menganggap dirinya tidak tahu diri karena hasutan ibunya.

"Kalian hanya dengar sepihak dan tidak melihat langsung apa yang aku alami, jadi jangan banyak bicara seolah manusia suci yang tahu segalanya, yang merasakan semua itu adalah saya bukan kalian". Ucapnya dengan tatapan penuh luka.

kemudian tatapannya kembali kepada sang kedua orang tua dengan tatapan mati rasa dan sangat terluka.

"Andai aku bisa memilih aku ingin tidak dilahirkan dari keluarga yang hanya memikirkan dan membangun citra diatas penderitaan anak sulungnya".

Keduanya langsung panik melihat para tetangga kini menatap tajam mereka dengan sangat kesal.

"Jangan percaya kepada anak tidak tahu diri ini, dia sengaja bermain drama agar semua orang peduli dan perhatian padanya karena dia merasa kami tidak cukup baik dalam memberikan kasih sayang". Panik Halimah berusaha membangun kembali citranya sebagai ibu sempurna itu.

"Tidak mungkin, Aminah sekarang pergi dari ini pasti ada alasannya, Jangan-jangan benar yang dikatakan Aminah jika kalian orangtua pilih kasih". Ucap Ibu RT dengan melipat kedua tangannya.

"Benar itu ibu RT, Aminah tidak mungkin pergi dari rumah kalau mereka menyayangi dan membahagiakannya". Jawab salah satu tetangga depan rumahnya.

"Tidak kok, siapa yang menjahati anak sendiri, dia itu sengaja melakukannya agar semua orang melihatnya dan mengasihani dia" Jawab Halimah memalingkan wajahnya yang memerah malu.

"Benar yang dikatakan istri saya, dia hanya ingin pergi dari rumah karena tidak mau memberi gajinya kepada kami, dia merasa sudha hebat karena memiliki gaji sendiri dan tidak butuh orang tua". Sungut Herman.

Beberapa detik kemudian dia menutup mulutnya karena akhirnya membongkar perbuatan mereka sendiri.

Tetangga mereka kembali mengunjungi, tatapan mengolok-olok dan menghina dari mereka langsung didapatkan olehnya, hancur sudah reputasi yang dia bangun selama ini

Aminah langsung masuk kedalam mobil begitu semua barangnya naik ke mobil itu.

Halimah segera menghadang mobil itu dengan merentangkan tangannya, dia tidak akan membiarkan Aminah pergi dari rumah itu, jika dia pergi maka semua kebutuhan rumah akan mati total.

"Tabrak saya jika kalian ingin membawa anak saya, dia tidak saya izinkan pergi". Teriak Halimah dengan wajah memerah.

Dia sudah sangat malu terpaksa sekalian malu saja daripada kondisi keuangan mereka mati total karena Aminah pergi dari rumah.

Para sopir menghela nafas kemudian memandang Aminah yang kini mengeraskan rahangnya, dia bukan tidak tahu mengapa kedua orangtuanya tidak mengizinkannya pergi bukan karena mencintai dirinya melainkan semua keuangan dirumah akan berantakan.

"Jalan saja pak, tabrak saja ibu saya jika dia masih ngotot berdiri disana, aku yakin ibuku tidka berani dan tidak akan mau mati sia-sia". Ucap Aminah dengan dingin.

Dia sudah tidak peduli jika orang-orang menganggapnya anak durhaka, baginya ibu dan keluarganya sudah keterlaluan kepadanya selama ini.

Sednagkan Halimah dan Herman tertegun mendengar ucapan anaknya yang biasanya sangat patuh dan sayang kepada mereka bisa berbicara seperti itu seakan mereka tidak penting lagi.

"Kurang ajar kamu Aminah". Halimah memukul kaca mobil yang tertutup disamping Aminah karena ingin memberi anaknya itu pelajaran.

"Dasar anak durhaka tidak tahu diuntung dan tidak tahu Terima kasih, menyesal saya melahirkan kamu kedunia ini, andai tahu kamu seperti ini seteleha dewasa, saya lebih baik tidak pernah melahirkan mu, sialan". Umpatnya dengan keras.

Aminah kembali mengeraskan rahangnya, niatnya semakin bulat untuk pergi dari sana.

"Jalan pak, mumpung ibu saya ada disamping ".

Sopir itu hanya bisa menghela nafas panjang dan mengangguk sambil mengemudikan mobil itu tidak perduli akan teriakan ibu Halimah yang keras begitu juga segala umpatannya.

"Maafkan keluarga saya yah pak, tolong jangan diambil hati". Ucapnya dengan sendu.

"Tidak apa-apa neng, bapak hanya heran saja kok keluarga kamu memperlakukan kamu seperti itu, bapak saja yang ornag lain begini kesal jadinya, apalagi kamu neng".

"Entahlah pak, sejak kecil perlakuan itu saya dapatkan makanya kadang saya berpikir jika saya ini bukan anak kandung mereka".

"Yang sabar yah neng, jangan terlalu dipikirkan".

Aminah hanya mengangguk dan memalingkan wajahnya kearah samping melihat jalanan, dia sudah tidak punya tenaga untuk melakukan banyak hal sedangkan dirumah Halimah mereka mendapatkan caci maki dari para tetangga mereka.

Para tetangga itu tidak pernah menyangka jika Halimah dan Herman melakuka itu kepada anak sulung mereka selama ini belum lagi umpatan dan sumpah serapah yang mereka lakukan barusan

"Pantas saja Aminah semakin kurus dan tidak terurus sedangkan ketiga adiknya sangat terawat tenyata kalian adalah kedua orangtua yang tidak punya hati sampai membedakan mereka seperti itu padahal mereka semua anak kalian".

"Jangan ikut campur, pergi kalian semua". Teriaknya tidak terima

1
Anime aikō-kā
Keluargaku Adalah Hama
Test Baru
kak kok belum up lagi 🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!