NovelToon NovelToon
Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:33.9k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Dikhianati sahabat dan kekasihnya, Clarissa Anggreni mati dengan membawa dendam.

Takdir memberinya kesempatan kedua dalam tubuh Alisha Kirana Maharani, seorang istri culun yang direndahkan keluarganya sendiri.

Mereka mengira Alisha lemah.

Mereka tidak tahu bahwa jiwa yang kini menghuni tubuh itu adalah seorang ratu mafia yang siap membalas semuanya.

Apakah ia akan berhasil membalas dendam??Atau kembali kehilangan segalanya??

⚠️ Cerita ini adalah karya asli Alia Chans. Dilarang keras menyalin, menjiplak, mengunggah ulang, atau mengambil sebagian maupun seluruh isi cerita tanpa izin penulis. Hormati karya dan hak cipta penulis. ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pilih Kasih

Di ruang makan, suasana kali ini sangat berbeda. Alisha sangat diperlakukan istimewa oleh sang kakek.

Giovan mengangkat kelima jarinya. "Baik, Kakek!" ucapnya sambil tersenyum.

Setelah kepergian Edward dan Alisha, senyum Giovan dan keluarganya luntur. Mereka semua tampak menghela napasnya.

"Kita bak seorang pengawal yang menjaga seorang ratu, agar ratu itu tidak terluka. Tapi, sayangnya ratu itu terlalu lemah!" seru Fiona.

"Lemah apanya, Tante? Orang Alisha yang membunuh mayat-mayat itu!" ujar Giovan.

"Hah, kamu bilang apa, Gov?" tanya Emeline memastikan pendengarannya tak salah.

"Mereka semua mati karena Alisha, Mom," jawab Giovan.

"Ah, mana mungkin!" bantah Bramantya yang diangguki yang lain.

"Astaga, kalian bisa cek CCTV kalau tidak percaya! Awalnya aku sendiri tak yakin melihat Alisha bisa bertarung!" kekeh Giovan.

Christian, Fiona, dan Emeline menggeleng tak percaya. "Istri kamu itu terlalu lemah untuk bertarung!"

"Hm, betul. Digigit macan aja dia nangis!"

"Macan" adalah seekor anjing Corgi peliharaan Emeline dan keluarga Viscount. Dinamakan macan, karena anjing itu sering meraung seperti macan.

"Ya Tuhan! Terserah kalian saja, lah!" kesal Giovan yang memilih pergi.

---

"Minum teh madu ini, kau pasti syok berat, ya?" tanya Edward.

Clarissa hanya mengangguk saja sambil menikmati teh tersebut yang ternyata enak.

"Maafkan Kakek ya, Alisha. Kakek janji tidak akan ada orang yang berani menyakiti kamu lagi."

Clarissa dapat melihat ketulusan dari mata Edward. Entah apa yang membuat Edward sangat menyayangi Alisha, Clarissa juga tak tahu.

"Ayo habiskan tehnya, jangan memandang Kakek terus!"

"Hm."

Emeline dan Bramantya menuruni tangga bersamaan lalu mendekati Alisha yang sedang duduk.

"Ini kacamata mu, Alisha. Bukankah kamu suka pusing jika tidak pakai kacamata itu?" tanya Emeline.

Clarissa menggeleng sekilas.

"Tidak, sekarang aku sudah tidak membutuhkan kacamata itu lagi," jawabnya.

"Hm, bukannya kamu minus?" tanya Edward.

"Sudah sembuh," jawab Clarissa.

Walau bingung, namun Edward tetap memerintahkan Emeline untuk menyimpan saja kacamata tersebut.

Tak.

Clarissa menaruh gelas teh madu itu. "Habis. Sekarang aku ingin istirahat," ucapnya.

Edward mengangguk. "Kau istirahat di kamar tamu dulu ya, Alisha. Karena kamarmu sedang dibersihkan."

"Ya."

Dia bangkit dari tempat duduknya dan menatap Emeline, ibu dari Giovan.

"Em, Mommy," panggil Clarissa pada Emeline.

Mendengar Alisha memanggilnya "Mommy", membuat Emeline cukup terkejut, karena biasanya gadis itu akan memanggilnya dengan sebutan "Nyonya".

"Mom?" seru Clarissa lagi.

Emeline tersentak dan mencoba untuk tersenyum. "Ah, iya. Ada apa, Alisha?" tanyanya.

"Boleh aku meminjam bajumu? Jujur saja aku tidak menyukai baju-bajuku yang sekarang," jawab Clarissa.

Edward menatap ke arah menantunya menunggu jawaban dari Emeline. Sementara Emeline yang ditatap oleh Edward tentu saja langsung mengiyakan perkataan Clarissa.

"Tentu saja boleh, Alisha. Mari ikut Mommy," ujar Emeline.

"Alisha," panggil Edward.

"Ya, Kakek?" sahut Clarissa.

"Jika kau tak suka dengan baju-baju mu, mulai besok pagi kau boleh berbelanja sesuka hatimu," ucap Edward.

"Terima kasih, Kakek."

"Sama-sama, Nak. Sekarang pakailah pakaian punya mertua mu dulu. Tapi, Emeline!"

"Ya, Dad?"

"Jangan kau kasih Alisha baju bekas! Biarkan dia memilih baju yang dia suka."

Emeline menganggukkan kepalanya. "Baik, Dad."

"Ayo, Alisha," ajak Emeline.

"Hm."

Clarissa mengikuti langkah Emeline dan masuk ke dalam kamar mertuanya itu. Emeline membuka pintu kamar yang ternyata isinya baju-baju, perhiasan, sepatu, heels, dan tas.

"Pilihlah yang kau inginkan. Semua ini baru, belum sama sekali aku pakai," ucap Emeline.

"Waw, kamar ini seperti surga bagi wanita. Semuanya ada," gumam Clarissa.

Emeline hanya tersenyum menyeringai saja ketika mendengar gumaman menantunya.

Clarissa hanya mengambil satu piyama tidur yang cukup seksi dan satu dress biru muda.

"Aku hanya meminjam ini saja," ucap Clarissa.

"Tidak usah pinjam. Itu semua kuberikan padamu!"

"Oh, oke. Terima kasih, Mamah mertua," ujar Clarissa seraya mengedipkan satu matanya.

---

Clarissa segera mandi dan mencuci rambutnya yang terasa lepek, lalu mengganti pakaiannya dengan piyama milik Emeline.

"Hais, kulitnya kenapa kering begini? Ini pasti Alisha gak pernah pakai skincare!" seru Clarissa sambil berkaca.

"Ini juga, kulitnya. Astaga, pantes aja Giovan gak tertarik. Toh kamu saja jelek, Alisha!"

"Bisa-bisanya, aku transmigrasi ke tubuh jelek seperti ini!" dumel Clarissa.

Clarissa mencoba mencari body lotion tapi, ia tidak menemukannya sama sekali.

"Si Alisha gak pernah beli body lotion, kali ya. Miskin amat, sih! Padahal suaminya kaya!"

Akhirnya Clarissa memutuskan untuk tidur saja, biar besok pagi dia akan berbelanja sepuasnya.

---

Malam harinya.

Jam 08.00 adalah waktu di mana semua anggota keluarga Viscount harus sudah berkumpul di meja makan. Jika ada yang terlambat, akan ada hukuman yang menanti.

Namun, saat ini sudah tepat pukul 08.00 dan Alisha belum juga muncul.

"Hah, mungkin Alisha ke tiduran. Giovan, sekarang kamu cek dia di kamar tamu," titah Edward.

"Baik, Kakek."

Derit kursi Giovan berbunyi menandakan jika pria itu sudah bangkit dari kursi tempat duduknya.

"Alisha telat karena dia tak tahu. Jadi buat kalian semua, jangan ada yang menghukumnya. Ingat?!"

"Ingat, Kakek."

"Iya, Dad."

Emeline dan Fiona tampak sama-sama tersenyum sinis saat mendengar perkataan Edward.

"Giliran cucu kesayangannya, tidak diberi hukuman meskipun telat. Sementara aku, kemarin hanya terlambat sedikit saat BAB, tapi tetap saja dihukum," batin Fiona.

---

Ceklek.

Giovan masuk ke dalam kamar Alisha dan dia cukup dibuat terkejut dengan penampilan gadis itu.

"Ciih, apa maksudnya dia dengan memakai pakaian seperti itu! Apa dia sedang berusaha menggoda aku?" batin Giovan.

"Ugh..."

Clarissa menggeliatkan tubuhnya dan membuat piyama pendek yang sedang dia pakai sedikit terangkat.

Giovan yang melihat itu semua, mencoba mengalihkan tatapannya dan fokus untuk membangunkan Alisha.

"Alisha, bangun!"

"Alisha!"

"Alisha!"

"Ugh!!"

Clarissa yang sedang tertidur tentu saja merasa terganggu dengan suara Giovan. Gadis itu membuka sedikit matanya dan langsung menarik tangan Giovan hingga jatuh ke atas tubuhnya.

SREEEKK.

BRUK.

"AAWWW!!" ringis Clarissa.

Keningnya dan kening Giovan beradu. Giovan segera menjauhi tubuh Alisha, namun istrinya itu justru menahan tangannya.

"Mau ke mana, hm?" tanya Clarissa dengan suara serak sambil merangkul leher Giovan.

"Alisha, lepas!" pinta Giovan.

"Tidak! Kau sudah mengganggu tidurku, Giovan," ucap Clarissa sambil mendekatkan wajahnya ke arah wajah Giovan.

Giovan menahan tubuh Alisha. "Mau apa kau?" tanya Giovan.

"Menciummu," jawab Clarissa.

"Tidak boleh."

"Kenapa, hm? Apa karena kau belum pernah berciuman, Giovan?" tanya Clarissa seraya mengelus tengkuk suaminya.

Giovan menggelengkan kepalanya. "Bukan itu!"

"Lalu kenapa?"

"Karena kau bau jigong!"

"Hah, apa?!"

Clarissa segera mendorong tubuh Giovan dan mencium bau mulutnya sendiri.

---

Bersambung

1
Memyr 67
𝗂𝗇𝗂 𝖿𝗅𝖺𝗌𝗁𝖻𝖺𝖼𝗄 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝖾𝗉𝗎𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗍𝖾𝗋𝖻𝖺𝗅𝗂𝗄
Alia Chans: itu cerita berlanjut kk, kalo baca dari awal tanpa skip pasti nyambung😉
total 1 replies
Memyr 67
𝗆𝖺𝗂𝗇 𝗆𝖺𝗂𝗇 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗋𝖺𝗍𝗎 𝗆𝖺𝖿𝗂𝖺. 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗆𝗂𝗇𝗍𝖺 𝖽𝗂𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗇𝗀 𝗋𝖺𝗍𝗎
Memyr 67
𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽. 𝗂𝗍𝗎 𝖼𝗅𝖺𝗋𝗂𝗌𝗌𝖺. 𝗁𝖾𝗁𝖾
Memyr 67
𝖺𝗒𝗈 𝖿𝗂𝗈𝗇𝖺. 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗆𝖺𝗎 𝗇𝗀𝖾𝗋𝗃𝖺𝗂𝗇 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺? 𝗌𝗂𝖺𝗉 𝖽𝗂𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺 𝗒𝖺?
Memyr 67
𝗄𝖺𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗇𝖾𝗆𝖻𝖺𝗄 𝗉𝗂𝗋 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝗍𝖺𝗍𝖺𝗉 𝖺𝗉𝖾𝗅? 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗎𝗅𝖺𝗉 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗂𝗁𝗂𝗋 𝖺𝗉𝖺?
Memyr 67
𝖻𝖺𝗌? 𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂𝗆𝖺𝗇𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝖻𝗋𝖺𝗆𝖺𝗇𝗍𝗒𝗈 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂𝗉𝖺𝗇𝗀𝗀𝗂𝗅 𝖻𝖺𝗌?
Memyr 67
𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗏𝗂𝗓𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗇𝗍 𝗅𝖺𝗀𝗂. 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗅𝗂 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗇𝖺𝗆𝖺𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝖺𝗄𝗎 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝗂𝗇𝗂. 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖾𝗋𝗂 𝗅𝗂𝗄𝖾 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗂𝗇𝗂. 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗍𝖺𝗎 𝗇𝖺𝗇𝗍𝗂 𝗇𝖺𝗇𝗍𝗂
Memyr 67
𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗍? 𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗏𝗂𝗓𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗇𝗍? 𝖻𝖺𝗋𝗎 𝗆𝗎𝗅𝖺𝗂 𝖽𝖺𝗁 𝗍𝗒𝗉𝗈
Alia Chans: pliss, kecepatan ngetik kk /Smile/
total 1 replies
Memyr 67
𝖻𝗂𝗇𝗀𝗎𝗇𝗀 𝖺𝗄𝗎. 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽 𝗂𝗍𝗎 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗀𝗂𝗈𝗏𝖺𝗇𝗂? 𝗄𝖾𝗇𝖺𝗉𝖺 𝗉𝖾𝗋𝗎𝗌𝖺𝗁𝖺𝖺𝗇 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗋𝗂𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖾 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺?
Alia Chans: Kan mereka pasutri kk🤭😉
total 1 replies
nia_minyoongi
sukses selalu yaa.... makasih sudah mampir di novelku 😊
nia_minyoongi
suka yang alurnya mafia gini, 😍😍
nia_minyoongi
hi... aku mampir...
😍😍
nia_minyoongi
hi... aku mampir...
😍😍
Alia Chans: thank you😉
total 1 replies
Liflow White
bukannya prabu sudah mati kok hidup lagi, aku gak faham.
Alia Chans: blum mati kk🤭

mereka di bab sebelumnya kabur😉
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
ada ya racun itu beneran gt
Alia Chans: ada mungkin🤭
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
bikin cinta lalu hempaskan gt
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
bener tuh di catok biar lurus mulutnya eh sekalian otaknya di catok
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
NNT jadi pekara kalau gio ketemu El ya kan
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!