NovelToon NovelToon
Dicampakkan Suami, Aku Jadi Pengusaha Sukses

Dicampakkan Suami, Aku Jadi Pengusaha Sukses

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Orang Disabilitas
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Kania mengira pernikahannya dengan Firman adalah takdir bahagia. Selama dua tahun, Firman menjadi suami sempurna sekaligus pahlawan yang menyelamatkan ekonomi keluarganya.

Meski hidup dengan disabilitas pada kaki kirinya akibat sebuah kecelakaan, Kania tak pernah menyerah menjalani hidup. Ia percaya, selama Firman tetap berada di sisinya, semua kekurangan itu bukanlah penghalang untuk meraih kebahagiaan.

Namun, saat perusahaan Firman bangkrut, badai besar menghantam rumah tangga mereka.

Pria yang pernah berjanji akan terus menggenggam tangannya mendadak berubah dingin. Lalu, seorang wanita dari masa lalu Firman datang menawarkan suntikan dana untuk menyelamatkan perusahaan dengan satu syarat, Firman harus membuang Kania dari hidupnya.

Demi mengembalikan kejayaan dan mempertahankan ambisinya, Firman tak ragu mengkhianati janji suci pernikahan mereka.

Terluka hebat, Kania memutuskan pergi meraih kebahagiaannnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 21 Kebohongan Firman

Jam dinding di ruang tengah sudah menunjuk pukul setengah dua belas malam ketika suara pintu utama terbuka. Firman melangkah masuk dengan dasi yang sudah dilonggarkan dan jas tersampir di bahu kirinya.

Wajahnya terlihat sedikit lelah, namun ada seulas senyum samar yang tertinggal di bibirnya. Baru saja ia hendak menaiki anak tangga, suara teguran dari arah dapur menghentikan langkahnya.

"Firman. Kamu baru pulang malam-malam begini?" tanya Tuti yang baru saja keluar dari dapur sambil membawa segelas air putih hangat.

Firman menoleh, berusaha menormalkan raut wajahnya. "Biasa, Ma. Ada lembur. Akhir bulan banyak laporan yang harus diselesaikan."

Tuti mengangguk paham, ia berjalan mendekati putra sulungnya itu dengan raut wajah penuh harap.

"Gimana keadaan perusahaan? Sudah baik-baik aja, kan? Nggak ada masalah yang bikin pusing lagi?"

"Iya, Ma, aman. Untung ada Mawar, dia yang bantu Firman menangani semuanya. Kinerjanya cepat dan sangat cekatan, jadi beban kerjaku banyak berkurang akhir-akhir ini," jawab Firman lancar.

Senyum lega langsung mengembang di wajah keriput Tuti.

"Syukurlah kalau begitu. Mama ikut senang dengarnya, karena itu artinya sebentar lagi perekonomian keluarga kita akan membaik seperti semula. Mama sudah pusing mikirin tagihan bulan lalu."

"Pasti membaik kok, Ma. Tenang saja," hibur Firman. "Ya sudah, Firman ke atas dulu ya, mau istirahat. Capek banget."

Firman baru saja berbalik dan menapaki satu anak tangga ketika Tuti tiba-tiba melangkah maju dan menahan lengannya.

"Tunggu sebentar," ucap Tuti sambil mengernyitkan dahi. Hidung wanita paruh baya itu mengendus pelan udara di sekitar Firman. "Kok bau parfum wanita, Firman? Kamu ganti parfum?"

Firman seketika menegang. Jantungnya berdetak satu ketukan lebih cepat, namun ia berusaha keras mempertahankan ekspresi datarnya.

"Parfum apa, Ma? Nggak, aku masih pakai parfum yang sama kok."

Tuti tidak menyerah. Ia mendekat, mengendus kerah kemeja Firman dengan tatapan menyelidik.

"Iya, ini wangi parfum perempuan. Manis, bau bunga mawar campur vanila. Kamu habis pelukan sama siapa? Soalnya Mama nggak pernah cium aroma parfum sedada ini di tubuh Kania. Kania kan suka parfum wangi melati yang lembut."

Firman tertawa sumbang, berusaha mengusir kecurigaan ibunya. "Astaga, Mama ini ada-ada saja. Pelukan sama siapa sih, Ma? Paling ini tadi Mawar nggak sengaja nabrak aku. Namanya juga nggak sengaja, wajarlah kalau wanginya sampai nempel."

"Oh begitu," gumam Tuti perlahan, raut wajahnya kembali melunak.

Tuti tak menaruh curiga lebih jauh. Lagipula, Firman kan sudah menikah. Sebagai seorang laki-laki dewasa dan suami, Tuti sangat yakin putranya itu bisa menjaga diri dan membedakan batasan dengan teman perempuannya.

"Ya sudah kalau begitu. Cepat mandi sana," suruh Tuti.

"Iya, Ma. Firman ke kamar dulu."

Begitu membuka pintu kamar, suasana hening langsung menyambut Firman. Ia tidak menemukan keberadaan Kania di atas kasur. Pandangannya bergeser ke sudut ruangan, dan ternyata istrinya itu sedang melaksanakan salat malam. Dalam balutan mukena putih bersih, Kania tampak begitu khusyuk.

Bukannya menunggu atau menyapa istrinya, Firman yang merasa bersalah sekaligus lelah justru memilih abai. Tanpa mengajak bicara sedikit pun, ia masuk ke kamar mandi, membersihkan diri dengan cepat, lalu langsung naik ke atas tempat tidur dan menarik selimut.

Beberapa belas menit kemudian, Kania menyelesaikan doanya. Ia melipat sajadah dan melepas mukenanya dalam diam. Gerakannya sangat tenang, namun jika dilihat lebih dekat, ada sorot mata yang luar biasa dingin dan tajam dari wanita ayu tersebut.

Mendengar suara gemerisik, Firman membuka sebelah matanya. Melihat istrinya sudah selesai, ia mencoba mencairkan suasana. Sejujurnya, ia rindu dilayani.

"Belum tidur?" tanya Firman basa-basi.

Kania berjalan menuju meja rias, menyisir rambut panjangnya tanpa menoleh sedikit pun ke arah suaminya.

"Seperti yang kamu lihat."

Suara Kania begitu datar, nyaris tanpa intonasi. Tidak ada sapaan hangat, tidak ada tawaran membuatkan teh, apalagi mengambilkan pakaian ganti seperti biasanya.

Sikap dingin Kania itu memicu rasa gengsi dan amarah Firman. Pria itu menyibak selimutnya dan duduk bersandar di headboard ranjang.

"Kamu ini kenapa, sih? Suami pulang malam bukannya disambut dengan senyum, dibikinkan minum kek, ini malah ketus begitu wajahnya," tegur Firman mulai terpancing emosi. "Aku ini capek cari uang buat keluarga, Kania!"

Kania meletakkan sisirnya. Gerakannya terhenti. Perlahan, wanita itu memutar tubuhnya, menatap tajam tepat ke manik mata Firman. Tatapan yang sukses membuat nyali Firman seketika menciut.

"Capek?" ulang Kania dengan nada meremehkan. Senyum sinis terukir di sudut bibirnya.

"Capek habis lembur kerja di depan komputer, atau capek habis tertawa-tawa di Kafe, Mas?"

Napas Firman seketika tercekat di tenggorokan. Wajahnya memucat pias.

"M-maksud kamu apa? Kafe apa? Aku kan dari kantor!"

"Berhenti membual, Mas Firman," desis Kania. Ia melangkah mendekati tepi ranjang dengan dada bergemuruh menahan amarah yang sudah ia tahan sejak sore tadi. "Kamu pikir aku bodoh? Kamu pikir aku hanya perempuan rumahan yang tidak tahu apa-apa di luar sana?"

"Kania, jaga bicaramu! Aku ini suamimu!" bentak Firman berusaha menutupi kepanikannya dengan bersikap defensif.

"Suami yang mana?!" serang Kania balik, suaranya naik satu oktaf namun tetap terkontrol agar tak terdengar sampai keluar kamar.

"Suami yang beralasan lembur tapi nyatanya asyik makan berdua, suap-suapan dengan perempuan bernama Mawar di kafe?! Suami yang pulang membawa aroma parfum wanita lain di kemejanya?!"

Kania menunjuk keranjang pakaian kotor tempat kemeja Firman berada dengan jari gemetar.

"Kamu pikir aku tidak mencium baunya saat kamu masuk kamar tadi? Nggak sengaja nabrak, katamu pada mama di bawah tadi? Nggak sengaja nabrak atau memang sengaja ditabrakkan dan saling berpelukan?!" cecar Kania telak tanpa ampun.

Firman benar-benar mati kutu. Mulutnya terbuka dan tertutup seperti ikan kekurangan oksigen, tak mampu menemukan satu pun kebohongan lagi untuk menyangkal fakta memalukan yang baru saja dilemparkan istrinya.

1
Itin
disini saya melihat seorang kakak yang menyayangi adiknya dan mau mendidiknya. walaupun dengan cara yang menyakitkan.
Itin
nikmatilah pilihanmu....
Deasy Suryandari
wuuiihh mantap
Dede Maesaroh
keren abiyu🥰
tinie
apakah mawar adik tiri🤔🤔
TPI dia bilang adik satu satunya

dari awal fillingku itu menggunakan firman pasti ingin merebut sesuatu dari sang Abang
hemm
Nice1808
bagus abi biar mawar gk sok lagi🤣🤣merebut suaminya kania dan skrg kania bersama kakaknya mawar🤣😂
Nice1808
hahhaha Firman distir oleh mawar mampuskan gara2 uang milyaran buat perusahaannya
Heni Setiyaningsih
/Rose/
Heni Setiyaningsih
dasar suami pecundang
Heni Setiyaningsih
semoga pita suara nya rusak bisr gak bisa teriak lg 🤣🤣🤣🤣
MamDeyh
Lanjuuut
Nice1808
biarkn firman dgn mawar kania, km dgn abngkya si boss abimanyu🤣🤭🤭
tinie
semangaat Kania
kamu pasti bisa bangkit kembali😭😭
MamDeyh
Lanjuuut lagi kak
Ma Em
Semoga Kania jadi sukses setelah diterima kerja , firman kamu pasti akan menyesal karena sdh membuang Kania istri yg baik dan berbakti meskipun selalu dihina dan direndahkan sama Bu Tuti sang mertua .
Nice1808
org tua sinting si tuti, ntar klo kania jd kaya kau ngemis2 krna mawar adiknya abimanyu bossnya kania🤭🤣
tinie
orang tua gila
kamu gak tau KLO mawar ingin menjadikan firman sebagai budak catur
yg harus kerja rodi
siap siap lembur stiap hari dan istri barumu akan menghabiskan uang perusahaan
dan Bu Tuti akan kehilangan jatah bulananmu
ahay
MamDeyh
Lagi kak...

Nah betul nih si 🌹 berduri adiknya si kulkas. Eng ing eng...
Dew666
Syukurlah langsung talak 3, kok aku malah hepi ya wkwk
Dede Maesaroh
amit"😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!