NovelToon NovelToon
Sayembara Calon Istri Sang Mafia

Sayembara Calon Istri Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

​"Tiga hari untuk melenyapkannya, atau nyawamu taruhannya."
​Kenric Vane, algojo paling mematikan dari klan The Void, tidak pernah gagal dalam misinya. Namun, target kali ini berbeda. Dr. Alana Syahira, seorang psikolog cantik yang seharusnya mati dalam kecelakaan tragis, justru menatap tepat ke matanya tanpa rasa takut di ruang eksekusi.

​Bukannya memohon ampun, Alana justru mulai membedah kegelapan di jiwa Kenric dengan manipulasi kata-kata yang mematikan. Dia adalah satu-satunya orang yang berani menantang sang predator di sarangnya sendiri.

​Di sisi lain, persaingan takhta klan The Void memanas. Sang ayah memberikan syarat mutlak, siapa pun putra Vane yang memiliki istri lebih dulu, dialah yang berhak berkuasa.

​Kenric memutuskan untuk melindungi Alana dari kejaran musuh, membawanya masuk ke dalam lingkaran hitam keluarganya. Di bawah perlindungan Kenric, Alana terjebak dalam dunia yang penuh peluru, sementara Kenric terjebak dalam perangkap kata sang psikolog.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5 五

Mansion pribadi Kenric Vane tidak pernah terasa sedamai ini, setidaknya itu yang dipikirkan Kenric selama beberapa jam pertama setelah kepulangan mereka. Namun, bagi Alana Syahira, kedamaian itu hanyalah keheningan sebelum badai. Setelah membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan daster sutra pemberian pelayan Kenric yang terasa terlalu mahal untuk sekadar pakaian tidur, Alana dipanggil untuk turun ke ruang makan.

Ruang makan itu adalah definisi dari kemewahan yang dingin. Meja panjang dari kayu oak hitam yang dipoles hingga mengkilap, lampu gantung kristal yang memancarkan cahaya keemasan, serta jajaran peralatan makan perak yang tersusun simetris sesuai aturan fine dining. Kenric sudah duduk di ujung meja, masih mengenakan kemeja hitam yang kancing atasnya terbuka, tampak santai namun tetap memancarkan aura otoritas yang menekan.

"Duduk Alana." perintah Kenric tanpa menoleh, matanya terfokus pada segelas wine merah di tangannya.

Alana duduk dengan tenang, menjaga postur tubuhnya tetap tegak seperti biasanya. "Jadi Tuan Vane, setelah semua drama penculikan dan penyelamatan ini, apa rencana selanjutnya? Kau tidak mungkin mengurungku di sini hanya untuk menunjukkan koleksi marmer milikmu, bukan?"

Kenric meletakkan gelasnya. Suara denting kaca yang menyentuh meja kayu terdengar tajam. "Aku tidak suka berbasa-basi. Dady baru saja memberikan sebuah titah mutlak kepada kami putra-putra Vane. Ia ingin pensiun, dan syarat untuk mewarisi tahta tertinggi klan The Void adalah pernikahan. Siapa yang menikah duluan, dialah yang akan memegang kendali atas seluruh aset keluarga."

Alana terdiam sejenak, mencerna informasi yang baru saja ia dengar. "Dan... apa hubungannya denganku?"

Kenric menatap Alana tepat di manik matanya, sorot matanya sedingin es. "Kau tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini. Kau cerdas, kau berani, dan yang terpenting, kau berhutang nyawa padaku. Aku memutuskan bahwa kau adalah kandidat terbaik. Kau akan menjadi istriku Alana. Kita akan menikah secara resmi untuk mengamankan kedudukanku sebagai pemimpin tertinggi klan Vane. Sebagai imbalannya, kau akan mendapatkan perlindungan mutlak dari kejaran Red Scorpion's seumur hidupmu."

Alana tertegun. Jantungnya berdegup kencang, namun bukan karena romansa. Itu adalah rasa syok yang luar biasa. Menikah dengan pria yang hampir membedahku beberapa jam lalu? Pria yang merupakan mesin pembunuh berdarah dingin? Yang benar saja! pikir Alana.

Otaknya yang jenius sebagai psikolog langsung bekerja cepat. Dia tahu melawan Kenric dengan kekuatan fisik atau argumen logis saat ini tidak akan berhasil. Pria ini sangat keras kepala dan dominan. Dia harus menyerang dengan cara lain. Dia harus membuat Kenric menyesali pilihannya sendiri. Dia harus menunjukkan bahwa dia bukanlah istri impian yang bisa dibanggakan di depan Dady Vane.

"Jadi, kau ingin aku menjadi pion dalam permainan tahtamu?" Alana menyahut dengan nada yang tiba-tiba berubah sedikit lebih santai, hampir nakal. "Apa kau yakin bisa tahan denganku setiap hari Kenric?"

Kenric hanya mendengus sinis. "Aku melatih ratusan tentara bayaran setiap tahun di sekolah militerku. Mengendalikan seorang dokter sepertimu adalah perkara mudah."

Oh, benarkah? Kita lihat seberapa tahan kau dengan sisi lainku batin Alana dengan seringai tersembunyi. Selama ini, Alana selalu menjaga citranya sebagai wanita berkelas, kalem, dan sangat berpendidikan di depan publik. Namun, untuk menggagalkan rencana gila Kenric, ia memutuskan untuk meruntuhkan tembok harga diri itu.

Tak lama kemudian, pelayan membawakan menu makan malam mereka,sepiring nasi dengan steak wagyu yang lembut dan beberapa kondimen pelengkap. Kenric segera meraih pisau dan garpu peraknya, mulai memotong daging dengan gerakan yang sangat rapi dan elegan. Ia adalah pria yang mencintai kesempurnaan.

Namun, Kenric tiba-tiba berhenti. Matanya menyipit saat melihat apa yang dilakukan wanita di hadapannya.

Alana telah menyisihkan garpu dan pisaunya ke samping dengan suara berdenting yang sengaja dibuat keras. Tanpa ragu sedikit pun, ia mulai menggunakan tangan kanannya untuk mengaduk nasi dan bumbu daging di piringnya. Dengan santai, ia membentuk suapan besar dengan jemarinya dan memasukkannya ke dalam mulut dengan bunyi cap-cap yang sengaja ia lebih-lebihkan.

Kenric meletakkan pisaunya. Ekspresinya menunjukkan rasa tidak percaya bercampur jijik yang sangat nyata. Ia menatap butiran nasi yang menempel di sela jari Alana.

"Apa yang sedang kau lakukan? Gunakan peralatan makanmu Alana. Kau dididik di universitas ternama, bukan di tengah pasar." desis Kenric tajam.

Alana mengunyah dengan nikmat, lalu menelan makanannya sebelum menjawab dengan nada santai. "Kau tahu Kenric? Secara psikologis, menyentuh makanan langsung dengan ujung saraf di jemari itu meningkatkan nafsu makan dan membuat otak lebih bahagia. Makan dengan tangan itu terasa lebih nikmat, seru, dan yang paling penting... jauh lebih sehat secara alami."

"Sehat?" Kenric mengulang kata itu seolah itu adalah bahasa kotor. "Itu menjijikkan dan tidak higienis."

"Justru sebaliknya." Alana membalas dengan nada menggurui, tangannya yang kini berlumuran saus daging menunjuk ke arah garpu perak milik Kenric. "Kita tidak pernah benar-benar tahu apakah pelayanmu mencuci sendok dan garpu itu dengan benar. Ada ribuan bakteri yang bisa bersembunyi di celah logam. Tapi tanganku? Aku baru saja mencucinya dengan sabun. Makan dengan tangan adalah cara paling jujur dan bersih untuk menikmati hidangan. Lagipula, bumbunya jadi meresap sampai ke kuku."

Alana kemudian mengambil sepotong besar daging dengan tangan, lalu menjilati bumbu yang tersisa di jemarinya satu per satu dengan bunyi yang membuat Kenric memejamkan mata sesaat untuk menahan emosi.

Rahang Kenric mengeras. Ia adalah pria yang terbiasa dengan disiplin militer dan etiket kelas atas. Melihat seorang wanita yang seharusnya ia jadikan calon nyonya besar klan Vane makan seperti itu di meja makan mahoninya yang berharga... itu adalah siksaan visual.

"Hentikan itu." desis Kenric lagi. "Kau terlihat seperti wanita yang kehilangan akal sehat."

"Aku memang sedikit random Kenric. Kau saja yang baru mengenalku beberapa jam." Alana menjawab sambil tersenyum lebar, memperlihatkan butiran nasi yang masih tersisa di sudut bibirnya tanpa rasa malu. "Jika kau ingin aku menjadi istrimu, kau harus siap membawaku ke pesta-pesta mewah klanmu dengan gaya makanku yang seperti ini. Bayangkan wajah Dady Vane saat melihat menantunya makan wagyu pakai tangan kosong di depan para tamu kehormatan."

Kenric tidak membalas. Ia hanya menatap Alana dengan pandangan dingin yang seolah ingin menembus tengkorak wanita itu. Ia mulai merasa bahwa keputusannya mungkin akan menjadi tantangan paling berat yang pernah ia hadapi jauh lebih berat daripada menangani agen rahasia musuh.

Sementara itu, Alana bersorak di dalam hati. Ini baru langkah pertama. Jika makan pakai tangan sudah membuat Kenric gemetar menahan marah, dia sudah menyiapkan rencana kejutan lainnya untuk hari esok.

1
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
dah mampir aku
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
lahhh, digantung /Right Bah!//Right Bah!/ tau ah.. mau ngambek /Right Bah!//Right Bah!/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: yaudah, aku mau ngambek aja/Right Bah!//Right Bah!/
total 4 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
suka2 kau lah kak... mau kau tamatkan di tengah hutan pun aku diam duduk manis di sini😉 aku masih save kok no wa mu biar ku maki kau lewat wa
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: cihhhh laki mu emang sesat... nyaranin gantung di tengah hutan
total 2 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
🤣🤣🤣 naif kamu Alana.... orang klo dah menilai buruk akan terus menilai buruk ke depan nya juga... jaman sekarang penampilan itu akan di pandang sebelah....
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
cih, hanya pelayan aja sombongnya minta ampun, lebih baik pecat aja tuh pelayan daripada merugikan butik itu sendiri/Drowsy/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣🤣🤣 11 12 dasarrr
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Sepertina bibit2 cinta mulai anu 😅
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Kasian juga si Cene
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Kandidatna ga ada yg bener 🤣🤣 dah lah balik lagi ke Alana aja
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Maaf kamei aku lupa 😅🤭
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
/Joyful//Joyful//Facepalm/🤣🤣🤣 Alemong si Alana 🤣🤣/Facepalm//Facepalm/
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
Mangat bayang2 dada bidang nya
°RhaiKen™
ahayyy... kerasukan hantu bucin kak...🤣🤣
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
kerasukan hantu cinta
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
nda pp kok bobo berdua🤭
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
kamu cinta dia juga ngga PP.... buat apa coba menyelamatkan nyawa target kalau ngga ada love love🤣
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
🤭🤭🤭 boleh ku sebut kasar ngga si Celana itu
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: ngeselin
total 2 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
🤣🤣🤣 Ken kalau kata aku mah ya... kontrak Author mu dulu, dia pas kok
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: bantuin loh ya🤭 bukan selingan 🏃🏃🏃😉
total 4 replies
°RhaiKen™
/Curse//Curse//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ astagaa...sakit perut aku ikut ketawa...
kak semangat trz up nya y...✌️
°RhaiKen™: Iyah kak gpp.. semoga sehat selalu 🥰
total 2 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
/Shy//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ entah aku harus kasihan atau tertawa Ken🤭
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: dihhh kau nda terima? sini majuuuu...
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!