NovelToon NovelToon
Suamiku Spesial

Suamiku Spesial

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Fantasi / Perjodohan
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Liora terpaksa menandatangani perjanjian pranikah dan dinikahkan dengan Alexander, seorang pria berkebutuhan khusus yang diasingkan keluarganya di sebuah desa terpencil. Ia pun pergi ke desa itu untuk merawat suaminya yang asing baginya. Namun, semakin lama merawat Alex, Liora mulai menyadari ada keanehan dan ketakutan dari warga sekitar terhadap pria itu. Ia pun curiga, jangan-jangan Alex tidak seperti yang terlihat. Di balik keterbatasannya, Alex ternyata menyimpan rahasia besar yang menjadi alasan keluarganya membuangnya. Liora kini harus mengungkap kebenaran di balik pengasingan suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Piknik di Air Terjun Tersembunyi

Pagi hari datang dengan cerah. Udara masih terasa sejuk, dan embun pagi masih membasahi dedaunan di halaman. Liora sudah bangun lebih awal, memastikan semua bekal untuk piknik sudah siap. Roti lapis, buah-buahan, dan puding labu yang sudah mengeras sempurna, semuanya tertata rapi di dalam keranjang bambu besar.

Alex juga sudah bangun dengan semangat. Ia mengenakan kemeja flanel berwarna biru muda dan celana panjang berwarna krem. Di kakinya, ia memakai sepatu bot yang kokoh, cocok untuk berjalan di medan berbatu.

"Liora! Alex sudah siap!" seru Alex dengan mata berbinar.

Liora tersenyum. "Bagus, Alex. Sekarang kita tunggu Rama."

Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan di pintu. Liora membuka pintu, dan Rama sudah berdiri di sana, mengenakan pakaian kerja yang rapi dan membawa sebuah tas ransel kecil.

"Selamat pagi, Nona Liora, Tuan Alex. Apakah kalian sudah siap?" tanya Rama.

"Sudah, Pak Rama," jawab Liora.

"Alex sudah siap!" tambah Alex semangat.

Mereka bertiga berjalan keluar dari rumah. Matahari pagi yang baru naik menyinari jalan setapak, dan udara segar pedesaan langsung menyambut mereka.

Rama memimpin jalan di depan. Ia berjalan dengan langkah yang mantap, sesekali menunjuk ke arah pepohonan atau bebatuan yang mereka lewati. Alex berjalan di tengah, dengan Liora di belakangnya.

Jalan menuju air terjun melewati area hutan yang masih lebat. Pepohonan tinggi menjulang di kiri dan kanan, dan suara burung berkicau riang menemani langkah mereka. Tanah di bawah kaki masih lembap oleh embun pagi, dan aroma dedaunan basah memenuhi udara.

"Jalan ini sudah saya bersihkan beberapa hari yang lalu," kata Rama sambil menunjuk ke arah jalan setapak. "Tetapi masih ada beberapa bagian yang belum saya sentuh. Jadi, harap berhati-hati, Tuan Alex. Jangan terlalu jauh dari saya."

Alex mengangguk. "Iya, Rama. Alex akan hati-hati."

Rama melanjutkan penjelasannya. "Di sisi kiri jalan ini, ada jurang yang cukup dalam. Jika kita jatuh ke sana, bisa berbahaya. Jadi, Nona Liora dan Tuan Alex harus tetap berada di jalan yang sudah saya tunjukkan."

Liora memandang ke arah kiri. Ia melihat lereng yang curam, dengan semak-semak yang tumbuh liar. Jatuh ke sana tentu sangat berbahaya.

"Di sisi kanan, ada sungai kecil," lanjut Rama. "Airnya tidak terlalu dalam, tetapi bebatuan di sana bisa licin. Jadi, jangan mencoba menyeberang tanpa saya."

Liora dan Alex mengangguk. Liora memperhatikan betapa detailnya Rama menjelaskan setiap jalan. Ia juga memperhatikan bahwa Alex—yang biasanya polos dan banyak bertanya—kali ini hanya diam dan mendengarkan dengan serius.

Liora melihat wajah Alex dari belakang. Untuk sesaat, ia melihat sebuah perubahan. Ekspresi Alex tidak seperti biasanya. Tidak ada senyuman polos. Tidak ada tatapan lugu. Alex tampak sangat serius, fokus pada setiap kata yang diucapkan Rama.

Liora mengerutkan kening. Matanya menatap punggung Alex yang berjalan di depannya. Alex sekarang berjalan dengan langkah yang lebih dewasa, lebih terarah. Tidak seperti anak kecil yang biasanya berlari-lari tanpa arah.

Namun, Liora memutuskan untuk tidak berpikir terlalu jauh. Mungkin Alex hanya bersikap serius karena sedang berada di hutan yang asing. Mungkin ia takut tersesat.

Mereka terus berjalan. Rama kadang-kadang berhenti untuk menunjukkan tanaman liar atau bebatuan unik. Alex tetap berjalan dengan tenang, matanya sesekali menatap ke arah Liora, lalu kembali ke depan.

Liora hanya tersenyum kecil di balik keranjang yang ia bawa. Tapi di dalam hatinya, ada sedikit kegelisahan yang tidak bisa ia jelaskan.

Setelah berjalan sekitar tiga puluh menit, suara air mulai terdengar dari kejauhan. Suara itu semakin keras seiring dengan langkah mereka.

"Sudah dekat," kata Rama sambil tersenyum.

Dan akhirnya, mereka tiba.

Liora terbelalak. Di hadapannya, sebuah air terjun yang sangat indah terbentang. Airnya jatuh dari tebing batu setinggi sekitar empat meter, menciptakan suara gemuruh yang menenangkan. Di bawahnya, sebuah kolam alami terbentuk, airnya jernih dan berwarna biru kehijauan. Cahaya matahari pagi menembus dedaunan, menciptakan kilauan di permukaan air.

"Wah!" seru Alex. "Air terjunnya besar sekali! Liora, lihat!"

Liora tersenyum. "Sangat indah, Alex."

Rama menunjuk ke arah sebuah bangunan kecil di dekat air terjun. "Nona Liora, di sebelah sana ada sebuah pendopo. Saya yang merawat dan memperbaikinya beberapa waktu lalu. Tempat itu cocok untuk kita berpiknik."

Liora memandang pendopo itu. Bangunannya terbuat dari kayu, dengan atap genteng yang masih utuh. Di dalamnya, ada meja kayu dan beberapa kursi. Pendopo itu tampak bersih dan sangat terawat.

"Pak Rama, Anda merawat tempat ini sendirian?" tanya Liora.

Rama mengangguk. "Iya, Nona. Setiap minggu saya membersihkan tempat ini. Kadang-kadang saya juga memperbaiki bagian yang rusak. Saya ingin tempat ini tetap indah untuk dinikmati."

Liora tersenyum. "Terima kasih banyak, Pak Rama. Anda benar-benar menjaga tempat ini dengan baik."

Rama tersenyum. "Ini sudah menjadi tugas saya, Nona. Baik, mari kita gelar pikniknya."

Mereka bertiga berjalan menuju pendopo. Alex membantu Liora menggelar tikar yang dibawa oleh Rama. Liora mengeluarkan bekal dari keranjang—roti lapis, buah-buahan, dan puding labu yang sudah dipotong menjadi beberapa bagian.

"Liora, puding labunya!" seru Alex dengan matanya berbinar.

"Iya, Alex. Kita akan memakannya setelah makan roti lapis," jawab Liora.

Mereka duduk di atas tikar, menikmati hidangan di bawah suara gemericik air terjun. Udara di sekitar terasa segar dan sejuk. Burung-burung berkicau di sekitar pendopo, menciptakan simfoni alam yang menenangkan.

Liora memakan roti lapisnya sambil menatap air terjun. Airnya jatuh dengan deras, tetapi di sekitar kolam, airnya begitu tenang dan jernih.

"Liora," panggil Alex.

"Ya, Alex?"

"Alex sangat senang bisa piknik dengan Liora dan Rama. Air terjun ini sangat indah. Liora juga sangat cantik."

Liora tersenyum, pipinya sedikit memerah. "Terima kasih, Alex."

Mereka bertiga melanjutkan piknik dengan suasana yang hangat. Rama sesekali bercerita tentang sejarah air terjun ini, dan Alex bertanya dengan polos, persis seperti biasanya.

Namun, Liora masih mengingat perubahan yang ia lihat pada Alex saat berjalan di hutan. Perubahan yang hanya berlangsung beberapa detik. Perubahan yang mungkin hanya imajinasinya.

Tapi Liora memilih untuk menikmati hari ini. Di bawah air terjun yang indah, dengan suami yang polos di sampingnya, ia merasakan kebahagiaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Piknik itu berlangsung dengan damai. Dan tidak ada yang tahu, bahwa di balik senyuman polos Alex, ada rahasia yang mungkin akan mengubah segalanya.

1
Ilfa Yarni
oooo jadi gitu tp syukurlah udah ga ada rahasia lg diantara mereka dan jg bisa bersikap sebagaimana mestinya dan skr kalian bisa menghadapi masalah bersama2
Ilfa Yarni
aku jg penasaran bukan km saja liora
wulaniii
gais like dan komen kalo bisa tonton yah biar dapet komisi 🤣
Alia Chans
Hadir Thor, penasaran banget ama lanjutan nya ...🤭🤭

saling support sabi kali😉
Muhajir Al musyaffa
halo kak aku punya karya loh mampir yu kak😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!