Aku, *Aira Putri*, dipaksa nikah sama *Arka Mahendra* demi bayar utang rumah sakit mamaku.
Dia CEO dingin, tajir, dan paling benci sama wanita matre. Aku? Cuma karyawan biasa yg apes.
Aturannya jelas:
1. Gak boleh saling cinta
2. Gak boleh pegang tangan
3. Cerai setelah 1 tahun
Masalahnya...
Kenapa dia yg paling pertama nolongin pas aku diganggu?
Kenapa dia yg marah pas aku deket sama cowok lain?
Kenapa tatapan dinginnya bikin jantungku anget?
*Arka Mahendra* bersumpah gak akan jatuh cinta.
Tapi takdir bilang: *"Jodoh gak akan kemana"*
Akankah pernikahan kontrak ini berakhir di meja hijau... atau di pelaminan beneran?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nabila claraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11 - KELAHIRAN
JAM 1.30 PAGI - 2 MINGGU SEBELUM HPL*
Rumah sepi. Cuma ada suara AC.
Aira meringis di tempat tidur. "Mas..."
Arka langsung kebangun. "Kenapa Ra?"
Aira: "Perut... sakit. Kayak ditusuk."
Arka pegang perut. Keras. "Kontraksi?"
Aira: "Iya Mas. Tiap 5 menit."
Arka panik tapi berusaha tenang. "Bismillah. Kita ke RS ya."
Dia langsung angkat Aira. Gendong ke mobil.
*JAM 2.00 PAGI - DI MOBIL*
Arka nyetir sambil telfon.
"Bu! Aira kontraksi! Ke RS sekarang!"
Bu Ratna: "Bismillah nak. Mama nyusul."
Arka: "Ra, tarik napas. Buang. Aku ada di sini."
Aira pegang tangan Arka. Kenceng. "Mas takut."
Arka: "Aku juga. Tapi kita kuat ya."
*JAM 2.30 PAGI - IGD RS*
Suster: "Pak, pembukaan 4. Masuk ruang bersalin."
Arka: "Saya ikut!"
Dokter: "Boleh. Pakai baju ini."
Arka pake baju Ope. Tangan gemeter.
Aira di ranjang. Nangis. "Mas sakit..."
Arka kecup kening. "Iya sayang. Sebentar lagi ketemu ya."
*JAM 3.15 PAGI - PEMBUKAAN 7*
Aira jerit. "AAARGGHH MAS!"
Arka pegang tangan. "Tarik napas Ra. Buang. Pinter."
Keringat Arka bercucuran. Lebih panik dari Aira.
Bu Ratna + Ayah dateng. "Gimana?"
Arka: "Pembukaan 7 Bu. Doain."
*JAM 4.00 PAGI - PEMBUKAAN 10*
Dokter: "Udah. Mengejan ya Bu."
Aira: "Gak kuat Mas..."
Arka: "Kuat Ra. Buat Mahendra. Aku di sini."
Arka di samping. Usap rambut. "Satu... dua... tiga... NGEJAN!"
Aira teriak. Arka ikut teriak. "KUAT RA KUAT!"
*JAM 4.23 PAGI - BAYI LAHIR*
"UAAAHHH UAAAHHH"
Suara tangis bayi pecah di ruangan.
Suster: "ALHAMDULILLAH LAKI-LAKI! SEHAT!"
Arka diem 2 detik. Terus nangis. Kenceng.
"ANAKKU... ANAKKU LAHIR..."
Arka cium kening Aira. "Makasih Ra. Makasih."
Aira nangis. "Mas... liat... liat anak kita..."
Arka liat. Merah. Keriput. Tapi paling ganteng sedunia.
Arka: "Mirip kamu Ra."
*JAM 4.25 PAGI - ADZAN*
Suster bersihin bayi. Serahin ke Arka.
Arka gendong. Tangan gemeter.
Dia bisik di telinga kanan:
"Allahu Akbar... Allahu Akbar...
Asyhadualla ilahaillallah..."
Adzan. Pelan. Tapi tegas.
Di telinga kiri: Iqomah.
"Hayya 'alashsholah... Hayya 'alalfalah..."
Arka nangis lagi. "Selamat datang Mahendra..."
*JAM 4.30 PAGI - POTONG TALI PUSAR*
Dokter: "Pak, mau potong sendiri?"
Arka: "Saya... saya bisa?"
Dokter: "Bisa. Bismillah."
Arka pegang gunting. Tangan gemeter.
"Satu... dua... Bismillah."
_Gunting_
Arka nangis. "Ini anakku. Ini darah dagingku."
*JAM 5.00 PAGI - ARKA KULIT KE KULIT*
Mahendra ditaruh di dada Arka.
Arka: "Ini Papa Nak. Ini Mama."
Mahendra diem. Terus merem.
Aira liat dari ranjang. "Mas, ganteng banget."
Arka: "Iya. Campuran kita."
Arka: "Ra, makasih. Makasih udah berjuang."
Aira: "Makasih Mas udah nemenin."
*JAM 6.00 PAGI - KE RUANG RAWAT*
Aira dipindah. Mahendra di box bayi sebelah.
Arka gak lepas. Duduk di kursi. Liatin terus.
Bu Ratna: "Ark istirahat."
Arka: "Nanti Bu. Aku mau liatin dulu."
Arka pegang jari kecil Mahendra. "Kecil banget."
*JAM 8.00 PAGI - ARKA TELFON KELUARGA*
Arka video call. Suaranya masih serak.
"Assalamualaikum. Ini Mahendra Arka Mahendra."
Semua nangis di layar.
Nenek: "Cucuku... Alhamdulillah."
Arka: "Doain ya. Sehat-sehat."
*JAM 10.00 PAGI - AIRA MENYUSUI*
Suster ajarin. Arka di samping.
"Gini ya Bu. Pegang gini."
Mahendra nyusu. Aira kesakitan tapi senyum.
Arka: "Sakit ya?"
Aira: "Sakit. Tapi bahagia Mas."
Arka: "Kamu hebat Ra. Paling hebat."
*JAM 1.00 SIANG - ARKA TIDURIN MAHENDRA*
Arka gendong. Jalan-jalan di kamar.
"Shhh... tidur ya Nak. Papa ada di sini."
Mahendra tidur. Arka taruh pelan. Takut.
*JAM 3.00 SORE - ARKA GANTI POPOK*
Pertama kali. Grogi.
"Ini... gini ya?"
Aira ketawa. "Iya Mas. Pinter."
Selesai, Arka: "Aku bisa. Aku Ayah."
*JAM 6.00 SORE - ARKA PIDATO KE MAHENDRA*
Arka duduk. Mahendra di pangkuan.
"Mahendra, denger ya.
Papa dulu bukan orang baik.
Tapi karena kamu dan Mama, Papa mau jadi baik.
Papa janji. Papa gak akan ninggalin kalian.
Papa akan kerja keras. Jadi Ayah terbaik."
Aira nangis denger. Bu Ratna juga.
*JAM 8.00 MALAM - ARKA JAGA SEMALAMAN*
Aira tidur. Arka begadang.
Tiap 2 jam cek Mahendra. Ganti popok. Gendong.
Jam 2 pagi. Mahendra nangis.
Arka langsung angkat. "Shhh Papa ada. Gak usah nangis."
Dinyanyiin. Dzikir. Sampe tidur.
*JAM 7.00 PAGI - HARI KE 2*
Dokter: "Boleh pulang besok. Kalau sehat."
Arka: "Alhamdulillah."
Arka: "Ra, mau nama panggilan apa?"
Aira: "Den aja. Mahendra panggil Den."
Arka: "Oke. Den."
*JAM 12.00 SIANG - FOTO KELUARGA PERTAMA*
Fotografer RS.
Arka gendong Mahendra. Aira di sebelah.
"Klik"
Arka: "Ini foto pertama kita. Bertiga."
*JAM 4.00 SORE - ARKA TELFON RAKA*
Arka: "Raka. Anakku lahir. Laki-laki. Sehat."
Raka diem. Terus: "Alhamdulillah. Selamat ya. Jaga baik-baik."
Arka: "Makasih."
Tutup. Arka: "Udah selesai. Damai."
*JAM 9.00 MALAM - DI KAMAR RS*
Lampu dimatiin. Cuma lampu tidur.
Arka di kursi. Aira di ranjang. Mahendra di box.
Arka: "Ra, 9 bulan nunggu. 9 jam lahiran. Worth it."
Aira: "Iya Mas."
Arka: "Makasih udah jadi Ibu. Makasih udah jadi rumah."
Aira: "Makasih udah jadi Ayah. Udah jadi suami."
Mahendra _ngik_
Arka langsung bangun. Gendong. "Ada Papa."
*JAM 12.00 MALAM*
Arka masih melek. Liatin mereka.
Dia bisik: "Ya Allah, terima kasih.
Kau kasih aku keluarga. Kau kasih aku kesempatan kedua."
Arka cium kening Aira. Cium kening Mahendra.
"Tidur ya. Besok kita pulang ke rumah."
*JAM 5.00 PAGI - HARI KE 2 DI RS - HARI KE 7 DI RUMAH*
*Hari 2 RS: Mandiin pertama*
Arka gemeter. "Pelan ya Nak. Ini Papa."
Mahendra diem. Pas disiram, melek.
Arka: "Pinter. Gak nangis."
*Hari 3 Pulang: Sampe Rumah*
Arka: "Selamat datang di rumah, Den."
Nata kamar bayi. Foto 100x. Video.
*Hari 4: Jurnal + Pijat*
Arka nulis: _Jam 12.15: Den BAK_
Belajar pijat bayi. Mahendra kentut.
Arka: "Nah kan. Lega."
*Hari 5: Jemur + Album*
Arka jemur 15 menit. "Ini matahari pagi Den."
Bikin album 50 foto. "Biar nanti Den tau."
*Hari 6: Video untuk Nanti*
Arka record: "Den, ini Papa. Umur kamu 7 hari.
Papa udah ganti popok 40x.
Papa udah begadang 7 malam.
Tapi Papa bahagia."
*Hari 7: 1 Minggu*
Arka: "Ra, udah seminggu kita jadi orang tua."
Aira: "Iya Mas. Cepet banget."
Arka: "Dan aku bahagia tiap detiknya."
Arka foto bertiga. Caption: _"1 Minggu Mahendra. Terima kasih Ya Allah."_
BB naik 300 gram. Dokter: "Bagus Pak."
*JAM 10.00 MALAM - HARI KE 7 - PENUTUP*
Arka: "Ra, kita hebat ya."
Aira: "Iya Mas. Makasih udah nemenin."
Arka: "Makasih udah jadi Ibu."
Arka peluk Aira. Tangan satu pegang box Mahendra.
"Ya Allah, 1 minggu udah. Lancarkan 39 hari lagi."
Arka bisik ke Mahendra: "Den, selamat tidur.
Besok kita minggu ke 2 ya."
Lampu dimatiin.
Di album, 100 foto.
Di HP, 50 video.
Di jurnal, 7 halaman.
Di hati Arka, cinta segede dunia.
*TAMAT BAB 11*
---
*CATATAN PENULIS* ✍️
*RANGKUMAN LENGKAP BAB 11:*
Kontraksi jam 1.30 -> Lahir jam 4.23 -> Adzan + potong tali pusar
2 malam begadang di RS + 5 malam di rumah
Arka belajar: mandiin, ganti popok, pijat, gendong, CPR, sendawa
Foto 100 + Video 50 + Jurnal 7 halaman + Album
Pulang ke rumah + jemur + masak + bersih-bersih
Telfon Raka + Video call keluarga
Nama: Mahendra Arka Mahendra. Panggilan: Den
BB naik 300 gram di minggu pertama
*VOTING BAB 12 WAJIB!!!*
A. *"40 HARI PANTANG"* \= Arka jagain Aira + Mahendra full 40 hari
B. *"AQIQAH DAN TASYAKURAN"* \= Arka potong 2 kambing + undang 200 orang
C. *"BULAN PERTAMA JADI ORANG TUA"* \= Begadang + ASI + Arka belajar semua
Komen A/B/C + VOTE ⭐ 24K ya! Kalau tembus Bab 12 aku up adegan Arka nangis pas pertama kali Mahendra manggil "Papa" + langkah pertama Den + ulang tahun 1 bulan 🔥
Gimana min nangis gak pas Arka adzanin Den? 😭
- _Penulis: Askara Senja_ -
---