NovelToon NovelToon
Mantan Komandan Muda

Mantan Komandan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Penyelamat / Fantasi
Popularitas:673
Nilai: 5
Nama Author: Kanji Wara

Bima mengira ia bisa mengubur masa lalunya yang kelam di Desa . Mantan komandan regu pasukan khusus ini memilih hidup bersahaja sebagai petani jagung dan pemancing di tepi sungai demi melarikan diri dari trauma perang. Namun, kedamaian yang ia bangun susah payah runtuh setiap kali ia teringat pada Joni, sahabat sekaligus anak buahnya yang gugur dalam pelukan Bima akibat terjangan peluru senapan mesin musuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pemandangan baru

Setelah sesi sarapan pagi yang mengenyangkan itu usai, Bima tidak membiarkan piring-piring kotor menumpuk begitu saja. Dengan cekatan, dia merapikan meja makan dan membawa semua perangkat makan ke wastafel untuk dicuci bersih. Viona yang masih kekenyangan memilih untuk bersandar santai di sofa ruang tengah, menikmati sisa kenyamanan pagi sembari perlahan memejamkan matanya, terbuai ke dalam kantuk ringan akibat perut yang terisi penuh.

Melihat istrinya tertidur, Bima melangkah tenang menuju ruang gym pribadi yang terletak di bagian belakang villa mewah tersebut. Untuk memudahkan gerakannya, Bima melepas kaus dan celana panjangnya, menyisakan hanya sepotong celana pendek olahraga. Tanpa membuang waktu, dia mulai menggunakan satu per satu alat olahraga yang ada di sana, mulai dari angkat beban hingga latihan ketahanan fisik, demi menjaga stamina tubuhnya agar tetap berada di performa puncak.

Beberapa waktu berlalu, Viona terbangun dari tidur ayamnya. Dia mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan, namun ternyata Bima sudah tidak ada di ruang tengah. Rasa penasaran kembali menghampiri gadis itu. Dia pun bangkit dari sofa dan mulai berjalan-jalan menyusuri sudut-sudut villa yang luas untuk mencari keberadaan suaminya.

Setelah beberapa saat melangkah, pendengaran Viona menangkap suara dentingan besi yang samar. Dia mengikuti sumber suara tersebut hingga tiba di depan pintu kaca ruang gym yang sedikit terbuka. Di balik kaca itu, Viona menyaksikan sebuah pemandangan yang sangat menggugah dan seketika membuat napasnya tertahan.

Dia melihat tubuh Bima yang sangat atletis sedang mandi keringat di bawah sorotan lampu ruangan. Ada perubahan mencolok yang disadari oleh Viona. Dulu, sebelum mereka menikah, warna kulit Bima tampak agak gelap akibat terbakar matahari selama bertani di desa. Namun kini, setelah beberapa waktu menetap dan merawat diri di kota, warna kulitnya berubah menjadi sangat cerah, bersih, dan memancarkan kesan sehat. Otot-otot dadanya yang bidang tampak mengencang setiap kali Bima mengangkat beban, dan yang paling membuat mata Viona tidak bisa berpaling adalah guratan perutnya yang six pack—sebuah bentuk tubuh sempurna yang sangat dikagumi dan diidam-idamkan oleh kaum hawa.

Melihat bentuk tubuh suaminya yang begitu gagah dan menggoda, wajah Viona seketika memerah sempurna. Jantungnya berdegup sangat kencang bagai ditabuh bertalu-talu. Di dalam benaknya yang mulai liar, Viona mendadak membayangkan bayangan nakal jika tubuh kekar dan atletis Bima itu sedang bergerak naik-turun dengan cepat di atas tubuhnya sendiri pada malam pertama mereka yang gagal total kemarin.

Kyaaa! Apa yang sedang aku pikirkan?!' jerit Viona dalam hati, menyadari pikirannya yang sudah melantur terlalu jauh.

Sadar akan imajinasinya yang kelewat berani, Viona langsung menggeleng-gelengkan kepalanya dengan kuat untuk mengusir bayangan tersebut. Dengan wajah yang panas membara karena malu yang luar biasa, dia berbalik arah dan setengah berlari menjauh dari ruang gym, takut jika Bima memergoki dirinya yang sedang mengintip.

Bima, yang memiliki insting tajam seorang mantan pasukan khusus, dia sebenarnya sudah menyadari sedari tadi kehadiran dan tatapan intens dari Viona sejak awal gadis itu berdiri di balik pintu. Mendengar suara langkah kaki istrinya yang terburu-buru menjauh, Bima hanya tersenyum simpul penuh arti tanpa berniat mengejarnya. Dia menyeka keringat di dahinya, lalu kembali melanjutkan aktivitas olahraganya dengan santai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!