NovelToon NovelToon
One More Time

One More Time

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Romansa / Chicklit
Popularitas:31.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rafa Linda

"Jika diberi kesempatan mengulang waktu. Hal apa yang akan kamu ubah?"

"Mencegah pertemuan ku dengan suami ku!"

Ita diberi kesempatan oleh sang waktu untuk menulis kembali hidupnya. Namun, siapa yang menyangka kesempatan emas itu membuatnya terlempar jauh di masa SMA sebelum semua tragedi dimulai.

Mampukah Ita membelokan takdir yang telah terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafa Linda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Tunas Baru

"Huek!"

"Huek!"

"Ah..., perut ku nggak enak banget."

"Apa karena asam lambung ku naik ya? Akhir-akhir ini aku suka minum kopi." beo Ita. Ia keluar dari kamar mandi. Memegangi perutnya yang tidak karuan.

"Mamaa atit ya?" saut suara bocah cilik.

"Nggak sayang. Mama cuma telat makan. Zeno main sama Zera dulu ya. Mama mau makan siang dulu."

"Humm, matan yang banak ya Ma." ujar Zeno menggemaskan.

"Iya sayang. Inget! Jangan main di luar ya?"

"Iya Ma."

Kemudian punggung kecil itu berlari lincah menyusul adiknya di ruang tengah yang sedang sibuk bermain boneka.

"Hmp!!"

Ita menutup mulut. Lambungnya masih belum selesai mengeluarkan isinya. Ita pun bergegas masuk ke kamar mandi dan suara muntahan itu menggema lagi.

"Uh! Kenapa sih aku?!" duduknya pada permukaan toilet. Menarik nafas dalam-dalam hingga sorot penglihatannya terfokus pada kotak di rak.

"Tunggu!"

Jarinya menghitung sesuatu. Pikirannya disita hitungan hari terakhir tamu bulanannya datang.

"Haha..., masak sih?" gumamnya tidak yakin.

Ita memegangi perut datarnya. Jika perhitungannya benar maka seharusnya ada satu nyawa yang bersemayam di perutnya.

Hubungan mereka memang tidak baik. Sering cek-cok bahkan pisah kamar. Namun, tidak pernah terbesit dalam benak Ita untuk menolak kewajibannya sebagai istri.

Ita tidak pernah membenci anak yang tumbuh dari benih suaminya. Sudah Ita katakan bukan? Ita mencintai Raga. Istilah cinta akan tumbuh saat terbiasa benar adanya. Ita adalah salah satu bukti nyata.

Cinta itu ada dan tumbuh seiring waktu berlalu. Raga bukanlah sosok dingin dari awal. Dulu pun Raga pernah melunak dan menjadikan Ita ratu.

Hanya saja, seperti kebanyakan rumah tangga. Masalah pasti menghampiri. Salah satu ujian untuk menguji seberapa kokohnya rumah tangga itu.

Dan ujian Ita adalah orang ketiga. Ita tersenyum mengusap perutnya. Semoga anak ini akan jadi jalan keharmonisan keluarga.

Ita buru-buru bangkit. Ia berniat ke apotek membeli test pack. Meyakinkan praduganya.

Tidak lama tiga test pack di dapatkan dan hasilnya pun samar terlihat. Senyum Ita semakin melebar melihat ketiga test pack menunjukan dua garis.

"Nyam..., nyam..., Ma... itu.., nyam, afa?" tanya Zera yang sibuk mengunyah biskuit dengan mulut gelepotan.

"Sayang makannya duduk dong. Ayo duduk. Kalau makan nggak boleh...?" saut Ita.

"Bedili." pekik Zera semangat.

"Pinter...."

Zera pun langsung duduk di lantai. Terlihat dari ujung sana Zeno berlari dan duduk mengikuti Zera.

"Mama itu apa?" tanya Zeno. Ikut penasaran dengan benda kecil yang Ita pegang.

"Ini stik ajaib." Ita berjongkok memperlihatkan benda itu ke anaknya, "coba hitung ada berapa garis di sana?"

"Atu, dua..., dua Ma." jawab Zera sedangkan Zeno hanya mengangkat dua jarinya.

"Pinter anak Mama. Bentar lagi Zera sama Zeno jadi Kakak lho."

"Tapi kan Zeno udah adi Abang Zela." saut Zeno polos.

"Iya. Nanti Zeno jadi Abang pertama. Adik Zeno jadi dua."

"Kayak galis di stik adaib ya Ma? Dua? Belalti dua adik ya Ma?" tanya Zeno dengan wajah polosnya.

Ita terkekeh, "iya sayang." kemudian Ita memeluk erat si kembar Zera dan Zeno. Melampiaskan rasa bahagia teriring syukur.

...****************...

"Hari ini bisa pulang?"

Entah sudah berapa kali Ita menengok handphone-nya. Chat itu masih belum menemui balasan.

Lagi, hatinya dibuat hancur. Namun sigap ia tepis rasa kesal. Mengingat ada janin yang harus ia jaga kesehatannya di dalam kandungan.

Ada yang bilang perasaan sang Ibu bisa mempengaruhi pertumbuhan janin. Ita tidak mau bayinya merasakan pedih.

Ia harus menjaga mood!

"Mbak?" panggil Bu Ina.

"Iya Bu?"

"Mau Ibu buatin sesuatu? Pingin makan apa gitu?"

Ita tersenyum, Bu Ina adalah figur Ibu yang patut dicontoh. Bagaimana tidak? Dengan keadaan ekonomi terbatas ia bisa mengkuliahkan ketiga anaknya. Sejak awal hanya modal nekat yang mereka punya.

"Nggak usah Bu, aku lagi nggak pingin apa-apa." ucap Ita jujur.

"Ya udah, kalau pingin sesuatu bilang Ibu ya? Ibu mau jagain si kembar dulu. Banyak istirahat ya Mbak."

"Iya Bu. Makasih ya. Maaf ngerepotin."

"Hehe. Kayak sama siapa aja."

Bu Ina segera keluar dari kamar Ita. Menuju tempat si kembar bermain.

Sedangkan Ita, kantuk segera menguasainya. Ia menoleh handphone sekali lagi memastikan notifikasi sebelum direnggut oleh bunga tidur.

Sentuhan lembut terasa. Ita membuka mata setelah meyakinkan seseorang menyentuh tangannya.

"Raga?"

Sosok itu tidak bergeming. Ia menatap lurus manik Ita.

"Kamu baru pulang?"

"Humm...."

Ita menoleh jam dinding. Jam menampakan pukul setengah enam sore.

Samar terlihat seulas senyum mengembang. Sebelum pernyataan Raga menghancurkan senyum indah itu.

"Aku pulang mau ambil dokumen. Setelah ini aku akan berangkat ke kantor lagi. Mungkin aku tidak akan pulang lagi sampai dua hari ke dep--"

Cengkraman tangan Ita di baju Raga menjeda perkataannya. Raga menatap datar.

"Bisakah kamu tetap di sini?" Mohon Ita dengan setulus hati.

"Aku udah ketemu sama Zera dan Zeno. Udah izin sama mereka juga. Seperti kata mu, aku tidak mau hanya menjadi Ayah di atas kertas. Aku akan menyempatkan pulang demi Zera dan Zeno."

"Bukan untuk mereka!" pekik Ita kuat, "ini permintaan ku." cengkramannya semakin kuat. Ia tak kuasa menahan sesak dada hingga bulir air matanya jatuh.

"Apa di mata mu aku cuma alat menghasilkan keturunan? Hiks..., aku..., aku juga...."

"Apa mau mu?" saut Raga to the point.

Wajahnya seperti tidak betah berlama-lama di rumah. Baiklah! Bukankah Ita sudah mengantongi cinta bertepuk sebelah tangan?

Memohon hingga menangis darah pun cinta tidak akan tumbuh pada orang yang telah menaruh hatinya pada wanita lain!

"lima menit..., lima menit aja untuk dengerin penjelasanku." Ita menarik nafas dalam-dalam. Ia meraih test pack yang ia taruh di laci dan mengacungkannya tepat di depan Raga.

"Aku hamil."

Ekspresi Raga tidak bisa ditebak. Terkejut dan juga bimbang dalam satu waktu. Apa dia punya pikiran untuk menceraikan Ita?

Karena jika seorang wanita tengah mengandung. Maka perceraian tidak dapat dilakukan.

"Nggak usah berpikir mendalam. Yang penting kamu mau ngasih nafkah batin dan materi ke anak ini."

"Jika kehadiran ku jadi beban. Anggap aja aku nggak ada. Kalau ada hati yang ingin kamu beri kepastian. Aku siap dimadu dengan syarat, jangan lupakan status mu sebagai ayah si kembar dan anak ini."

"Dari pada kebahagian ku. Aku lebih peduli sama masa depan anak-anak."

Bibir Raga masih terkatub. Seolah setiap kata tertahan oleh satu hal.

Jika memang pembicaraan ini membebani Raga. Ita memilih untuk beranjak sejenak. Biarkan Raga punya ruang untuk berpikir.

1
Nahda Nabila
luarbiasa
charis@ŕŕa
up lg donk
charis@ŕŕa
selalu terbaik
kpn up lg thor
charis@ŕŕa
kak part satu ny mn?? tahun baru nich bikin greget aj se
Nur Hayati
kasihan raga juga y
charis@ŕŕa
waduh....bingung nich
......

hesa apa raga y...🤔🤔🤔🤔🤔⁉️⁉️⁉️⁉️
charis@ŕŕa
lanjut thor...raga gmn nich
Nur Hayati
sedih.... klo ujungnya ita meninggal juga sm j bohong kehidupan kedua y... padahal ud g sm raga tp msh juga... hehrh
charis@ŕŕa
OMG thor.......
q kehabisan kata".....
lg dong thor part ny
LaDDy KhayNaz
novel kedua yg kubaca dan certanya berakhir sad end galau
charis@ŕŕa
gk ad flash back setelah kecelakaan t???
Linda: Okee. Kalo badan masih sehat. Insha Allah up tiap hari
total 6 replies
Nur Hayati
iy cm yg jd misteri dia meninggal kenapa y? klo ita kan kecelakaan... trs bukannya raga selingkuh sm shasha
Linda: Nanti ada penjelasannya. pantengin terus yaa 😀
total 1 replies
Nuraini Aini Aza
berarti raga ikut kembali kemasa lalu ya Thor???
Linda: Iyes. Nanti bakal ke jawab semua
total 1 replies
Nur Hayati
kayanya sama2 mengulang waktu... ita pas hbs operasi, raga pad kecelakaan n koma
charis@ŕŕa
masih misteri....
iini msih pov ita....
pov raga nya blm....😄😄
Nur Hayati
suka klo lihat dihidupkan kedua. cm klo dikehidupan pertama kenapa cuek y. bahkan g sadar bininya yg ketabrak
Nur Hayati
up lg
Nur Hayati
apa sasa yg dipilih lg?
nuke
semoga fano bisa masuk penjara.
charis@ŕŕa
kok seperti misteri ya....
khidupan sebelum it mninggal raga berkhianat tp stelah kehidupan ke-2 kok raga ud knal ita ....
pusing kn jd ny??? tlong dong buka tabir chaya ny.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!