NovelToon NovelToon
Balas Dendam Anak Terbuang

Balas Dendam Anak Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Dalam hidup Kyra, ia hanya ingin merasakan arti sebuah keluarga. Namun, keinginan sederhananya itu harus ia pendam, karena kedua orang tuanya tidak menginginkan kehadirannya yang dianggap sebagai pembawa sial.

Setelah banyaknya penderitaan, Kyra akhirnya melangkah keluar dari bayang-bayang trauma untuk menuntut balas pada orang tuanya yang telah membuangnya.

Namun, saat Kyra berhasil bertemu dan tinggal dengan kedua orang tuanya, ia justru dijadikan kambing hitam untuk menggantikan posisi sepupunya dalam sebuah pernikahan bisnis. Jebakan takdir ini justru dimanfaatkan Kyra sebagai senjata untuk menghancurkan keluarganya sendiri.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apakah rencana balas dendam Kyra berhasil? Siapa pria yang harus Kyra nikahi? Mengapa kedua orang tua Kyra menganggap jika Kyra adalah pembawa sial?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5

​"Hei! Mba! Mba, bangun!" seru satpam panik saat melihat tubuh Kyra tergeletak tak bergerak.

​Salah satu satpam segera berlari masuk ke dalam halaman rumah untuk melaporkan kejadian aneh tersebut ke dalam mansion utama.

​Di dalam rumah, di ruang tamu yang megah berkilau marmer, seorang pria paruh baya tengah duduk membaca koran bisnisnya seraya menyesap kopi panas. Tiba-tiba, satpam berlari tergesa-gesa masuk melalui pintu depan.

​"Permisi, Pak Freddy! Maaf mengganggu!" ucap satpam itu dengan napas terengah-engah.

​Pria paruh baya bernama Freddy menurunkan korannya, mengernyitkan dahi dengan raut wajah tidak senang atas ketidaksopanan bawahannya.

"Ada apa? Kenapa kau tidak sopan sekali masuk tanpa mengetuk pintu?" tanya Papa Freddy.

​"A-ada seorang gadis lusuh pingsan di depan gerbang, Pak! Dia... dia mengaku bernama Kyra Daniela Andreas!" lapor satpam

​Brak!

​Cangkir berisi kopi di tangan Papa Freddy seketika terlepas dan pecah berhamburan di atas lantai marmer. Wajah pria paruh baya yang selalu terlihat berwibawa itu mendadak pucat pasi, matanya membelalak lebar seolah baru saja mendengar nama hantu dari masa lalunya.

​"Kamu... kamu bilang siapa namanya?!" tanya Papa Freddy dengan suara bergetar.

​"Kyra... Kyra Daniela Andreas, Pak!" jawab satpam.

​Dunia Papa Freddy seolah berputar. Nama yang telah ia kubur dalam-dalam selama 28 tahun, nama anak pembawa sial yang dibuangnya ke desa terpencil dan kini nama itu kembali bergema tepat di depan pintu rumahnya.

​Tanpa membuang waktu, Papa Freddy bangkit dari duduknya dan melangkah terburu-buru menuju gerbang depan. Rasa cemas dan ketakutan akan bayang-bayang ramalan sial kembali membayangi pikirannya, namun rasa penasaran juga mendorongnya untuk melihat secara langsung sosok yang tergeletak di sana.

​Beberapa pelayan dan satpam membopong tubuh Kyra yang terasa sangat ringan dan kurus masuk ke dalam area mansion, mereka membaringkan Kyra di atas sofa kulit di ruang keluarga.

​Papa Freddy berdiri mematung di samping sofa, menatap wajah kusam gadis yang terkulai lemah itu. Garis wajah Kyra, hidungnya yang mancung serta bentuk bibirnya sangat mirip dengan Dania, istrinya. Tidak ada keraguan lagi, gadis di hadapannya ini memang benar-benar putri sulungnya yang dibuang 28 tahun lalu.

​Namun, tidak ada tatapan kerinduan atau keharuan dari mata Papa Freddy. Yang ada hanyalah pancaran kegelisahan, penyesalan dan rasa jijik melihat penampilan Kyra yang sangat kusam dan berbau tak sedap.

​Tak lama kemudian, langkah kaki beradu dengan lantai marmer terdengar nyaring dari arah tangga utama. Nenek Fia, ibu kandung Papa Freddy, turun dengan tongkat kayunya dan didampingi oleh Tante Thania, adik ipar Papa Freddy serta Sherly anak perempuan Tante Thania yang tampil modis dan elegan.

​"Ada keributan apa ini, Freddy? Kenapa ada pengemis kotor di rumah kita?" omel Nenek Fia dengan suara seraknya yang dominan dan penuh keangkuhan.

​Tante Thania menutup hidungnya menggunakan sapu tangan sutra, "Ugh, bau sekali! kenapa kau membiarkan orang gembel seperti ini masuk ke dalam rumah? Nanti rumah kita ketularan kuman!"

​Papa Freddy menarik napas panjang, wajahnya tegang. "Ibu... Thania... Dia... dia Kyra," ucapnya.

​Suasana ruangan seketika hening mencekam, Nenek Fia menghentakkan tongkatnya ke lantai dengan keras.

Brak!

"Apa kamu bilang! Kyra? Anak pembawa sia itu!" jerit Nenek Fia histeris, wajah keriputnya berubah menjadi merah padam penuh amarah.

"Kenapa anak itu bisa ada di sini? Apa kamu lupa kalau karena dia, rumah istrimu terbakar habis dan menewaskan semua keluarga Istrimu, lalu Ayahmu juga mati karena kecelakaan," ucap Nenek Fia.

​"Ibu, tenang dulu," bisik Papa Freddy panik.

​"Bagaimana Ibu bisa tenang! Anak sialan ini seharusnya membusuk di desa! Kenapa dia datang kesini? Dia mau membuat keluarga kita bangkrut dan celaka lagi?" potong Nenek Fia tajam.

​Tante Thania bersedekap dengan senyum sinis, "Benar kata Ibu, Mas Freddy. Ingat, rumah ini sudah tenang selama bertahun-tahun. Kalau Mbak Dania tahu anak ini kembali, bagaimana coba? Mbak Dania bahkan tidak pernah mau mengingat kalau dia pernah melahirkan anak pembawa sial ini!" sahut Tante Thania.

​Di atas sofa, di balik kelopak matanya yang terpejam, Kyra mendengar setiap kata, setiap hinaan dan setiap sumpah serapah yang dilontarkan oleh Nenek Fia dan Tante Thania.

Hati Kyra yang sudah dingin semakin membeku, 'Anak pembawa sial? Anak sialan? Jika aku ini anak pembawa sial, maka kalian adalah iblis yang membuat anak ini menjadi pembawa sial,' batin Kyra menahan gejolak amarahnya.

​Perlahan-lahan, Kyra mengerjap-ngerjapkan matanya, memutar bola matanya berpura-pura baru saja siuman dari pingsan. Ia mendudukkan dirinya dengan payah dan menyandarkan punggungnya yang kurus ke sandaran sofa, lalu menatap orang-orang ber-pakaian mewah yang berdiri mengelilinginya dengan tatapan takut dan polos yang dibuat-buat.

​"A-aku... aku di mana...?" gumam Kyra dengan suara gemetar, air mata palsunya mulai menetes membasahi pipinya yang kotor.

"Apa ini... rumah Papa...?" tanya Kyra.

​Nenek Fia menunjuk wajah Kyra dengan ujung tongkatnya, "Jangan berani-berani kau memanggil anakku Papa, anak pembawa sial sepertimu tidak diterima disini! Cepat pergi dari rumah ini sebelum aku panggil polisi!" bentak Nenek Fia

​Kyra bersujud di atas lantai marmer yang dingin dan memegang ujung sepatu Papa Freddy dengan tubuh berguncang hebat, "Papa... tolong Kyra, Pa... Paman Dion dan Bibi Lista sudah meninggal dipukul perampok... Kyra tidak punya siapa-siapa lagi di desa... Kyra cuma ingin ketemu Papa sama Mama," ucap Kyra.

​Papa Freddy memalingkan wajahnya, merasa jijik sekaligus enggan menyentuh tangan Kyra yang kotor. Namun di sisi lain, jika ia mengusir Kyra begitu saja di depan para pelayan dan warga kompleks, reputasinya sebagai pengusaha dermawan dan terpandang bisa tercoreng jika ada media yang mengendus keberadaan anak kandungnya yang terlantar.

​"Cukup!" bentak Papa Freddy seraya menarik kakinya mundur dari genggaman Kyra, ia menatap Nenek Fia dan Tante Thania dengan wajah tegang.

"Biarkan dia tinggal di kamar belakang dulu sementara waktu, aku tidak mau ada keributan di luar yang bisa merusak nama baik keluarga kita!" lanjut Papa Freddy.

​"Freddy! Kau sudah gila!" jerit Nenek Fia tak percaya.

​"Cuma sementara, Bu! Sampai aku memutuskan apa yang harus dilakukan padanya!" jawab Papa Freddy tegas, lalu menatap salah seorang pelayan.

"Bawa dia ke kamar pelayan di belakang, suruh dia mandi dan bersihkan diri!" perintah Papa Freddy.

​Kyra tetap menundukkan kepalanya di lantai, menyembunyikan senyuman dingin yang perlahan terukir di sudut bibirnya.

'Langkah pertama berhasil, aku sudah masuk ke dalam sarang iblis,' batin Kyra.

.

.

.

Bersambung.....

1
erviana erastus
yah semoga aza para penganggu yg mengusik ketenangan kyra
sunaryati jarum
Apa yang kau takutkan saat akan masuk ke dalam keluarga Raimond tidak terjadi,malah Bryan suamimu mendukung penuh untuk memberi balasan kepada keluarga kamu,Kyra
🅿🅴🆂🅾🅽🅰 GₐDᵢₛ ĐĘŠĄ
Dukungan penuh dari seorang suami adalah fondasi utama bagi istri yang mengalami penganiayaan atau kekerasan oleh keluarga kandungnya sendiri.
Sikap tegas suami melindungi, mendampingi, dan memvalidasi trauma sang istri dapat memulihkan rasa aman serta mempercepat proses pemulihan mental dan fisik korban...👍🏻👍🏼👍
erviana erastus
yaela brian main sosor aza 🤣
Aidil Kenzie Zie
penasaran udah belah duren apa belum ya Brian🤔🤔🤔
Aidil Kenzie Zie
tanpa kamu bergerak mereka udah didepan kehancuran karena semua dilakukan oleh suamimu 🥰🥰🥰
erviana erastus
kalo sdh hancur nyalahkan kyra lah kalian nggak ngotak saat kyra kalian jd kn tumbal
sunaryati jarum
Kyra bisa mengoperasikan komputer,ya
Bagus,tu
sunaryati jarum
Nah baru ditolak berkunjung sudah kelimpungan, berarti kemewahan selama ini yang diagungkan itu dari keluarga Raimond
sunaryati jarum
Brian mendukung balas dendam kamu pada keluargamu Kyra.
Aidil Kenzie Zie
manfaatkan suamimu Kyra🥰🥰🥰
Mira Hastati
bagus
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
sunaryati jarum
Jangan buat Kyra Tersakit Brian,tapi terlindungi
sunaryati jarum
Semoga Brian tempat kamu bahagia Kyra
sunaryati jarum
Nah ternyata Brian sudah menyelidiki dulu pada Kyra dan berniat menolongnya
erviana erastus
yaela pada drama toh 🤣🤣😭😭
Aidil Kenzie Zie
ini Brian beneran suka atau nafsu aja' 🤔🤔🤔
Aidil Kenzie Zie
wadu duh🤭🤭🤭🤣🤣🤣
Aidil Kenzie Zie
kan semua udah di atur Brian 🥰🥰🥰
🅿🅴🆂🅾🅽🅰 GₐDᵢₛ ĐĘŠĄ
Momen ketika ibu mertua meminta Anda memanggilnya "Mama" adalah momen yang sangat menyentuh hati.
Panggilan sederhana ini membawa dampak emosional yang luar biasa mendalam.
Perasaan hangat dan pemulihan jiwa yang hadir dalam momen tersebut merupakan pemulihan luka masa kecil.
Rasa sakit karena dibuang oleh ibu kandung sejak kecil perlahan terobati oleh penerimaan yang tulus.
Penebus kerinduan keinginan mendalam selama bertahun-tahun untuk mengucapkan kata "Mama" akhirnya terwujud.
Rasa tidak diinginkan di masa lalu digantikan oleh perasaan sangat dihargai.
Kehangatan dan rasa aman, akhirnya menemukan sosok ibu dan pelukan keluarga yang seutuhnya.
Status menantu lebur menjadi status anak kandung yang disayangi tanpa syarat.
Air mata yang keluar bukan lagi karena sedih, melainkan haru karena merasa berharga...🥴🥹🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!