NovelToon NovelToon
Pemuas Nafsu

Pemuas Nafsu

Status: tamat
Genre:Badboy / Cintapertama / One Night Stand / Cinta pada Pandangan Pertama / Wanita Karir / Romansa / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.7
Nama Author: Veee S

Mempunyai kehidupan mewah dan bergelimang harta bukan menjamin bahwa hidup Kita akan bahagia, sama seperti yang Saya alami sangat berbanding terbalik. Walaupun Mama dan Papa sering berselisih paham dan bahkan bertengkar hebat, Mereka sangat menyayangiku. Begitu juga Aku selalu menyayangi Mereka dengan tulus.

Tapi semenjak Mereka sudah tiada, Hidupku benar benar hancur dan tidak punya masa depan yang sudah Aku cita citakan sejak kecil akan menjadi Seorang Dokter hebat.

Semua sirna.

Hidupku sekarang dipenuhi dengan nafsu birahi yang tidak bisa Aku tolak untuk tidak melakukannya.
Sekarang bahkan Aku selalu melampiaskannya dengan pergaulan bebas. Memuaskan Diriku Sendiri dengan Pria Pria malam. Tidak pernah terpikirkan olehku untuk Menikah karena Trauma yang terjadi dalam Keluarga.


Bantu Like, Komen dan voot iya readerssss....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veee S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 5

Satu persatu, Pesan dari teman temanku dan dari rekan kerja Orang Tuaku, Aku bales dengan ucapan terima kasih atas dukungan moral nya kepada Saya.

Beberapa hari kemudian, Kantor hukum menelpon ke rumah dan menanyakan Saya sama Bibi.

Bibi langsung memanggil Saya untuk turun dan Saya langsung turun.

" Halo ... " kataku.

" Halo, Selamat siang Mba.... ini dengan Anaknya Ibu Christin dan Pak Yohan ??? " tanyanya dari seberang.

" Iya Saya sendiri. Maaf dari mana ??? " tanyaku.

" Dari kantor hukum John and partner. "

" Ada apa iya Pak ??? " tanyaku sedikit penasaran.

" Begini Mba, Disini Orang Tua Mba membuat surat warisan di kantor hukum Kami. Dan sebelumnya Saya turut berduka iya atas kepergian Orang Tua Mba. Saya mau ngajak Mba ketemuan kalau Mba tidak bisa datang ke kantor Kami. Nanti Saya akan menjelaskan semua warisan Orang Tua Mba. " jawabnya.

" Oh .... Terima kasih Pak atas ucapan dan pemberitahuannya. Kemungkinan untuk minggu - minggu ini Saya tidak bisa Pak karena Saya masih ada urusan yang lain. Nanti boleh Saya hubungi Bapak untuk memberi jadwal nya kalau Saya bisa ??? " tanyaku.

" Bisa Bisa Mba .... santai ajah, ini juga bukan hal yang mendesak kok. Saya menelpon Mba untuk memberi tahu dulu bahwa Orang Tua nya Mba membuat surat warisan semasa hidupnya. Oh iya, boleh Saya meminta nomor Handphone Mba nya ??? " katanya sedikit menjelaskan.

" Terima kasih, Pak. Boleh Boleh " jawabKu sambil menyebutkan nomor Handphoneku.

Setelah selesai ngobrol, Aku langsung ke dapur untuk makan. Sekarang Aku tinggal berdua sama Bibi. Dan Bibi sudah berjanji untuk tidak meninggalkanku Sendiri karena Bibi juga hanya sebatang kara.

Aku menyayangi Bibi layaknya seperti keluargaku sendiri. Kami selalu makan bersama dan Aku selalu mengantar dan menemani Bibi belanja .

Apa yang bisa Aku bantu selalu Aku lakukan sendiri tanpa menyuruh Bibi. Bahkan kadang Aku selalu menyuruhnya untuk tidur di kamarku saja agar Aku ada teman. Tapi Bibi selalu menolaknya karena kecapean nanti naik turun tangga walau Aku tahu itu hanya alasan yang tidak masuk akal doang.

Sabtu paginya, Aku siap - siap untuk ke kantor polisi seperti yang Aku janjikan sama Petugasnya untuk datang mengambil barang barang Mama Papa. Aku mengajak Bibi bersamaku kesana.

Sesampainya disana, Aku turun dari mobil sambil melihat pintu masuk akntor polisi itu.

Aku menghela nafasku dan langsung berjalan masuk sambil memegang tangan Bibi.

" Selamat Pagi ... " sapa Seorang Petugas Polwan yang sedang berada di ruang piket.

" Pagi bu, Saya mau mengambil barang barang peninggalan Orang Tua Saya yang kecelakaan 1 bulan yang lalu. " jawabku.

" Atas nama siapa ???? "

" Atas nama Christin dan Yohan. "

" Oh ... yang kecelakaan di jalan mawar itu iya ???? kok baru sekarang di ambil Mba ??? " tanyanya sambil membuka datanya yang ada di laptopnya.

Dan tiba - tiba Seorang Polisi yang mungkin atasan si Polwan itu datang menghampiri setelah melihatku dan si Polwan itu langsung memberi hormat.

" Halo selamat pagi, Mba Ranti bukan ???? " tanyanya.

" Pagi Pak.... iya betul Pak. Saya Ranti. " jawabku.

" Oh ... mari Kita bicara di dalam . Sis, tolong buatkan teh, iya. " katanya sambil mempersilahkan.

Akupun mengikutinya bersama Bibi ke ruangannya. Kami duduk di sofa dekat meja kerjanya.

" Syukurlah, Kamu sekarang sudah kuat dan sudah bisa memulai hidup Kamu. Percayalah ada pelangi sehabis hujan. " kata Pak Carlos menatapku.

Akupun senyum mendengar dan melihatnya.

" Info yang Kami dapat, Orang tua Kamu mengalami kecelekaan tunggal Ran ....Mereka menabrak trotoar jalan disana."

" Terima kasih Pak sudah mencari tahu penyebab dari kecelakaan itu. Mungkin itu sudah takdir kedua Orang Tuaku. Dan Aku sudah iklas kok. Mama sama Papa sudah tenang disana. " jawabku menenangkan diri sambil memegang tangan Bibi.

" Iya lah ... Kamu harus terus melangkah ke depan. Masa depan Kamu masih panjang. " jawabnya menatapku.

Aku pun senyum melihatnya.

Saat barang barang peninggalan Mama sama Papa di bawa oleh Polwan itu, badanku seketika gemetaran karena Aku melihat jam tangan Papa sama Mama ada disana. Wajahku langsung pucat. Aku berusaha tenang dan berusaha tegar.

Sebuah kantong plastik putih yang tersegel diberikan kepadaku. Tanganku gemetaran saat menerimanya.

1
te hutu
mantul 👍👍👍
Suleman Hasan: t hutu 😛
total 2 replies
te hutu
good 💐💐💐
te hutu
menggelintirkan❔❔
te hutu
menggeriangiku?❔🤔
te hutu
😁🤭
te hutu
mantul 💐
te hutu
good 👍
te hutu
wah wah wah
te hutu
wow yeah
te hutu
mantul 👍👍
te hutu
good 💐💐
te hutu
👍👍
te hutu
mantul 👍
te hutu
good 💐
te hutu
🆗👏
te hutu
🆗
te hutu
oke mantap 👍
te hutu
good 👍
te hutu
tul betul betul
te hutu
💐💐💐💐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!