NovelToon NovelToon
Bocah Kambil

Bocah Kambil

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi
Popularitas:523.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Doris Gaverna

Bimo mengayuh sepedanya di tengah sinar jahat mentari. Entah melamunkan apa dia saat itu, ia tidak sadar sudah sampai di perempatan lampu merah dan tidak sempat mengerem sepedanya. Nahas, dia sangat terlambat. Ia menghantam seorang gadis yang berhenti di depannya.

Dimensi dalam diri mereka berhenti. Namun, lampu dengan cepat berubah hijau. Sejak kejadian itu, Bimo dihantui rasa penasaran karena perempuan itu sangat familiar baginya.

Hari ini, Adeth berangkat terlalu pagi. Kelas dan sekolahnya masih sepi. Tidak lama kemudian, muncul seorang lelaki dari balik pintu kelasnya untuk meminta bantuan. Adeth terkejut melihat lelaki itu.

Hai, terima kasih sudah mampir! Jangan lupa tekan tombol suka dan vote, ya, agar saya semangat untuk berkarya setiap harinya. Bagikan juga ke teman-teman kalian, ya, siapa tahu suka, karena dukungan dari kalian semua sangat warbyasah!

Find me on social media
IG: @dernatasw or @dahelart
FB: Derna Taswara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Doris Gaverna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

004. Episode 04

Bimo duduk termangu di kursi taman belakang sekolah. Ia satukan tangannya membentuk kepalan dan bertopang dagu. Pikirannya masih tertancap pada kejadian siang tadi. Dirinya merasa malu sendiri oleh perbuatan tidak dewasanya tersebut.

 

“Hei,” sebuah teguran kecil milik wanita tiba-tiba terngiang membuyarkan lamunan tidak bergunanya tersebut. Ia menoleh ke arah sumber suara. Ia dapati Adeth berdiri dengan senyuman sambil membawa sesuatu yang dibungkus indah.

“H-hai juga,” sapa balik Bimo yang masih tak percaya dengan penglihatannya. “Sedang apa kau di sini?”

 

“A-anu,” jawab Adeth malu-malu. Ia serahkan bungkusan yang dipegangnya itu kepada Bimo. “I-ini untukmu.”

“Untukku? Ah, yang benar saja.”

“Iya, benar. Kau pasti belum makan karena berkelahi dan… kau pasti lapar sekarang, kan?”

“Jadi ini makanan?”

“Iya.”

“Wah, seharusnya kau bilang dari tadi,” tawa Bimo dengan salah tingkah. “Terimakasih, ya, sudah peduli padaku dan untuk makanannya.”

Pipi Adeth bersemu merah. Ia garuk kepalanya yang tidak gatal. “Sama-sama.”

Bimo membuka isi bungkusan itu. Ia melihat pudot talas kesukaanya dan beberapa keripik singkong manis-gurih favoritnya. Matanya langsung berbinar-binar. “Wah! Kamu, kok, tahu, sih, makanan favoritku? Terimakasih banyak, ya, kamu ternyata baik dan pengertian.”

“Gombal!” seru Adeth sambil menjotos lengan Bimo. “Padahal tadi pagi kita berkelahi lho, hehe.”

“Sebenarnya, ada satu hal yang sedikit kubingungkan. Kita, kan, baru bertemu dan kenalan pagi ini, tapi kenapa, kok, sudah sedekat teman yang bertahun-tahun berteman?”

“Jangan tanya hal itu padaku karena aku juga tidak tahu,” jawab Adeth yang disambut tawa kecil dari Bimo. “Dan ngomong-ngomong, pagi ini juga bukan pertama kali kita bertemu. Tempo hari, kan, kamu menabrakku.”

“Ingatan kamu yang paling bagus, deh. Oh, iya lupa. Sini duduk, biar enak bicaranya.”

“Wah, malu, Kak, kalau sampai terlihat dan dipergoki anak lain bagaimana? Nanti parahnya, kita malah dikira pacaran.”

“Sudahlah, jangan pedulikan omongan orang. Itu hanya orang iri yang tidak suka melihat kebahagiaan orang lain.” Bimo menggeret lengan Adeth dan mendudukkannya di samping dirinya.

“Ta-tapi ....”

“Ah, sudahlah. Tidak ada tapi-tapian,” Bimo tetap menggeret paksa lengan Adeth dan menyuruhnya duduk di sampingnya. “Nah, begini, kan, enak. Memangnya, kamu mau berdiri di sana sepanjang waktu menungguku makan?”

Adeth hanya tertawa kecil.

Sepertinya, Bimo telah memilih pilihan yang salah. Mereka berdua sekarang terikat situasi yang sangat canggung. Untuk waktu yang lama, mereka hanya saling membisu hingga makanan di tangan Bimo tinggal sedikit.

“Hei, ada semut di kakimu,” ujar Bimo santai sambil tetap memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Ia melihat semut angkrang yang mendaki sepatu pantofel milik Adeth.

“Hah? Di mana?! Singkirkan dariku!”

Bimo sangat terkejut mendengar teriakan Adeth. Segera, ia mengambil semut dari sepatunya dan membuangnya jauh-jauh. Melihat ketakutan dan ekspresi Aseth sekarang, Bimo bisa menyimpulkan sesuatu.

“Kamu ... takut semut atau phobia semut?”

“Phobia,” jawab Adeth lirih yang kelihatan masih syok.

“Ya, sudah. Lain kali lagi, aku akan bawa pestisida biar semua semut yang mengganggumu pergi.”

“Ya, tidak sampai seperti itu juga.”

Adeth tertawa terbahak-bahak diikuti oleh Bimo. Sesaat setelah berhenti tertawa, Bimo memandang wajah Adeth sebentar.

“Tawamu bagus, aku suka.”

“E-eh?”

Bimo terlihat gugup. “B-bukan seperti itu, maksudku, aku suka tawamu yang bagus itu. Ah, sudahlah! Aku tidak tahu bagaimana akan mengatakannya!”

Sekali lagi, Adeth hanya tertawa terbahak-bahak.

Mereka terlihat bahagia dengan canda tawa yang menyelingi perbincangan mereka.

Tidak demikian dengan Nita, anak XI-VIII IPA. Ia menggertakkan giginya sambil memandang kedua anak itu dari balik tembok. Ia kepalkan tangannya dengan geram. Ia membanting badan berpaling dari arah mereka. “Awas kau, Adeth. Akan kubuat kau menangis setelah tertawa bersama lelaki yang kucintai!”

___________________________________

Maapkeun saia telah memberi kalian chapter yang sedikit. Besok-besok, akan update banyak-banyak, deh!

Hai, terima kasih sudah mampir! Bagikan ke teman-teman kalian, ya, siapa tahu suka. Karena, dukungan dari kalian semua sangat warbyasah!

Find me on social media

IG: @dernatasw or @dahelart

FB: Derna Taswara

1
Cut SNY@"GranyCUT"
masin subuh
Cut SNY@"GranyCUT"
mama bagaimana sih.. anaknya cantik kok dibilang wajahnya buruk..
Cut SNY@"GranyCUT"
waduh cantik kok jorok sih ndok.. seminggu gak keramas mambune koyo bunga raflesia arloldi.. namanya keren ya, tapi istilah indonesianya bunga bangkai... 😆
Mukmini Salasiyanti
laaaaa...
waahhhh
ternyata..
ada saingan mu, Deth....
Mukmini Salasiyanti
Berdebar..
adrenalin naik..
sePi (sesak pipis) thor..
😄🤣🤣
Mukmini Salasiyanti
maaf thor..
bocah Kambil itu apa ya artinya??
Mukmini Salasiyanti
nyimak thor
salken
Rahma Husnul
dr tutur bahasanya, penulis punya pemikiran yg dewasa. meski yg di sajikan cerita anak SMA ... keren 👍👍👍
Rahma Husnul
suka dg pemilihan katanya. terus semangat berkarya ya 💪💪💪
Dawet_Legi
hai kak aku mampir, kapan" mampir baca karyaku juga ya..thanks🙏☺️
ruhaynizz
mampir nih thor
Zuai Azmi
satu vote buat athor 👍👌
r4tn4🌛
penasaran sama judulnya, trnyta ceritanya seru juga👍
harie insani putra
salam kenal ijin meninggalkan jejak di sini ya thooorrr
lembayungsenja88
masalahnya kau terlalu lemah dan dungu bimo
lembayungsenja88
lemah kau Bimo banci heang.
Anita Suwarti
Bocah kambil,, ank pramuka thor???
jd inget tempo dulu pas ikut pramuka,
azkia zain
kok enggak update, kayaknya kan Senin ma Kamis,
مي زين الش
sdh aq kasih vote dan like kakak... . sukses sll ya
im_ha
10 like untukmu ya Thor. mampir juga di karyaku DOAKU BERBEDA DENGAN DOAMU 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!