Amir adalah seorang pemuda yatim piatu yang selama bertahun-tahun hidup menderita sebagai menantu yang sama sekali tidak dianggap oleh keluarga istrinya, meskipun ia sudah bekerja keras banting tulang dari pagi hingga larut malam setiap harinya. Kesabarannya diuji hingga batas maksimal ketika ibu mertua dan adik iparnya dengan kejam menendangnya ke dalam danau saat ia sedang memancing, hanya demi memaksanya menceraikan istrinya yang hendak dijodohkan dengan pria kaya. Namun, di saat Amir tenggelam dan hampir kehilangan nyawanya, ia justru membangkitkan [Sistem Check-in Memancing] yang akan mengubah jalan hidupnya yang menyedihkan menjadi seorang legenda yang bergelimang harta dan kekuatan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Resepsionis itu sedikit terkejut melihat pemuda di depannya langsung setuju tanpa menawar harga.
Biasanya orang akan meminta survei ruangan terlebih dahulu, tapi pemuda ini terlihat sangat santai membuang uang puluhan juta.
"Baik Kak, ini nomor rekening perusahaan kami."
Ting!
Amir memproses transfernya dengan cepat melalui aplikasi m-banking di ponsel retaknya.
"Sudah masuk ya Mbak, tolong segera siapkan kunci kamarnya karena saya ingin segera istirahat."
"Transfernya sudah masuk Kak, ini kartu akses elektronik untuk lift dan pintu kamar Anda."
Resepsionis itu menyerahkan sebuah kartu putih mengkilap dengan kedua tangannya dengan sangat hormat.
Amir menerima kartu itu dan segera melangkah menuju deretan lift di ujung lobi.
Ting.
Pintu lift terbuka di lantai lima belas.
Amir menyusuri lorong berkarpet tebal yang senyap hingga menemukan pintu bernomor 1508.
Tit. Ceklek.
Ia menempelkan kartu aksesnya dan mendorong pintu kayu solid tersebut terbuka.
Lampu ruangan otomatis menyala terang menerangi seluruh isi apartemen barunya.
Ruang tamunya dilengkapi sofa kulit empuk dan televisi layar datar berukuran besar.
Di sebelah kirinya terdapat dapur bersih yang menyatu dengan meja makan marmer.
Kamar tidurnya sangat luas dengan kasur berukuran queen size yang seprainya berwarna putih bersih.
"Ini baru namanya tempat tinggal manusia."
"Bukan gudang berdebu yang kutinggali di rumah mertuaku selama tiga tahun terakhir."
Amir melempar tubuhnya ke atas kasur empuk itu dan menatap langit-langit dengan senyum kepuasan.
Perutnya tiba-tiba berbunyi kencang mengingatkannya bahwa ia belum makan malam.
Ia mengambil ponselnya dan memesan porsi besar nasi goreng seafood dan ayam bakar dari restoran terdekat.
Sambil menunggu makanannya datang, Amir duduk bersandar di kepala ranjang.
"Aku punya banyak uang tunai sekarang, tapi kekuatanku di dunia nyata ini hanyalah orang biasa."
"Jika suatu saat ada orang jahat yang mengincar uangku, aku pasti akan mudah dirampok."
Amir mulai memikirkan langkah perlindungan untuk dirinya sendiri.
"Pil Stamina dari Sistem tadi efeknya hanya sementara saat aku memancing saja."
"Aku butuh sesuatu yang permanen agar aku bisa melindungi diriku sendiri kapan pun dan di mana pun."
"Sistem, buka Toko Sistem bagian keterampilan bela diri sekarang juga."
Amir memberikan perintah di dalam otaknya.
Layar transparan biru seketika muncul memproyeksikan deretan daftar keterampilan di depan wajah Amir.
Ada berbagai macam jenis bela diri mulai dari kelas rendah hingga kelas dewa.
Seni Tinju Dasar harganya 100 Poin.
Teknik Tendangan Taekwondo harganya 200 Poin.
Mata Amir terus menelusuri ke bawah hingga pandangannya berhenti pada satu keterampilan yang menarik.
[Seni Bela Diri Pertarungan Jalanan Tingkat Menengah]
[Deskripsi: Menguasai teknik bertarung tangan kosong yang sangat mematikan dan efektif untuk melumpuhkan lawan dengan cepat di jalanan]
[Efek: Meningkatkan refleks tubuh, kekuatan pukulan, dan memori otot setara dengan petarung profesional yang berlatih selama sepuluh tahun]
[Harga: 500 Poin Sistem]
Amir menelan ludahnya pelan membaca deskripsi yang sangat luar biasa itu.
"Ini dia yang aku butuhkan, bela diri jalanan yang brutal dan mematikan tanpa aturan turnamen."
"Sistem, aku beli keterampilan Seni Bela Diri Pertarungan Jalanan Tingkat Menengah ini sekarang."
[Terkonfirmasi, mengurangi 500 Poin. Sisa Poin Tuan saat ini adalah 50 Poin]
Seketika itu juga, rasa dingin yang aneh menjalar dari tengkuk Amir masuk ke dalam sumsum tulang belakangnya.
Arus informasi berupa ribuan gambar teknik pertarungan, titik lemah anatomi manusia, dan cara memukul yang benar membanjiri otaknya.
Bukan hanya pikirannya, tapi otot-otot di seluruh tubuhnya pun ikut bereaksi.
Amir merasakan otot lengannya, perutnya, dan kakinya menegang dan menjadi jauh lebih padat dari sebelumnya.
Tulang-tulangnya berbunyi gemeretak pelan menyesuaikan diri dengan postur seorang petarung sejati.
Proses itu berlangsung selama lima menit dan membuat Amir berkeringat deras.
Huuft.
Amir menghembuskan nafas panjang dan melompat turun dari kasur.
Ia berdiri di tengah ruangan dan mencoba mengepalkan tangan kanannya dengan kuat.
Wush!
Amir melemparkan sebuah pukulan lurus ke udara kosong di depannya.
Pukulan itu melesat sangat cepat hingga menimbulkan suara sobekan angin yang cukup tajam.
"Luar biasa, tubuhku bergerak sendiri sesuai insting tanpa perlu berpikir panjang."
"Kekuatan pukulanku ini bahkan bisa mematahkan tulang rusuk orang dewasa dengan sekali serang."
Amir tersenyum puas melihat hasil investasi poinnya yang sama sekali tidak sia-sia.
Kini, ia tidak perlu takut lagi berjalan sendirian di malam hari atau menghadapi preman suruhan siapa pun.
Ting tong.
Suara bel apartemennya berbunyi menandakan pesanan makanannya sudah diantar oleh kurir.
Amir berjalan ke pintu, mengambil makanannya, dan mulai menyantap hidangan mewah pertamanya di tempat yang baru.
Kehidupannya telah resmi naik level malam ini.
Esok hari, ia akan mencari perairan liar untuk memaksimalkan hasil memancing dan mengumpulkan kekayaan yang jauh lebih gila lagi.