Hati memang tak pernah bisa dikendalikan oleh otak ketika berbicara tentang cinta. Hati akan menemukan jalan sendiri untuk menemukan siapa yang akan menjadi penjaganya. Sepintar apa pun kamu, bisa menjadi makhluk paling bodoh jika sudah terpapar virus cinta.
Rosalia, dikejar oleh Dion Wijaya tetapi lebih memilih Rud Dinata yang terjebak cinta pada pandangan pertama. Sayang, kisah indah itu berakhir tragis. Rud pergi tanpa permisi.
Akankah Dion bisa mengambil hati Rosa yang tersakiti? Ataukah Rosa tetap mengharap cinta Rud?
Bersiaplah untuk jatuh cinta. Bersiaplah untuk bergelut dengan perjalanan cinta Rosalia yang berteman kalut bersama Dion Wijaya dan berteman rahasia bersama Rud Dinata. Kisah ini akan mencabik perasaanmu dan mengacak acak waktumu.Selamat membaca!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aldekha Depe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hentikan Dion!
Dion PoV
"Lo, nangis bro?"
Rio menghampiriku yang terdiam dengan pandangan melanglang buana entah kemana. Tanpa kata, dia menepuk pundakku dan memelukku hangat.
"Ayo pulang!" bujuk Rio yang ku setujui dengan langkah gontaiku.
Rio tahu pasti, kali ini pun aku mendapatkan penolakan lagi darimu. Aku tak akan menerima segala nasihat cinta jika sedang seperti ini. Makanya jurus terjitu adalah mengajakku pulang tanpa perlu bertanya apa yang terjadi.
"Aahh bakalan jadi babysitter lagi nih, gue," gerutu Rio yang sudah bosan dengan penolakan-penolakan darimu yang bikin aku seakan jadi mayat hidup.
"Kali ini kayaknya patah hatinya akut nih," gumam Rio sembari menatapku yang tiduran dengan tatapan kosong.
"Bener-bener deh ni si Rosa, punya apa sih tu cewek bisa bikin temen gue bertekuk lutut gini. Emang dia secantik itu?" gumam Rio.
"Dia emang cantik," akhirnya keluar juga tu kata dari mulutku.
"Emang cuma si Rosa yang bikin kamu hidup.
Iya ... iya ... Rosa emang paling cantik dimata lo, yang lain jelek semua," timpal Rio.
"Ya udah lo makan dulu, nih dah gue beliin makanan. Habis itu lo istirahat dulu bro, gue pulang dulu bentar, nanti malem gue balik lagi." Rio cerewet sekali.
Rio beranjak pergi, belum sampai pintu keluar, dia balik badan lagi.
"Jangan bunuh diri, masa belum kebal juga udah diginiin Rosa berkali kali,"
Dan Rio pun melangkah pergi dan suasana kembali sunyi.
*****
"Sa, gue mau ngomong sama lo," Rio duduk di bangku depanku yang kebetulan aku sedang makan bakso di kantin kampus sendirian.
"Mau ngomong apa, Yo?" jawabku santai dengan terus menyendokkan bakso kemulutku yang tengah lapar akut.
"Ini masalah Dion, Sa,"
Aku sudah bisa menebak, kalau habis aku tolak, pasti Rio yang akan rajin memintaku buat nelponin Dion. Aahhh kau sudah tertebak Rio. Dan maaf, aku juga sudah bosan.
"Gue tau lo berhak nolak dia. Tapi lo juga berhak tau tentang Dion. Semenjak kejadian kemarin dia sama sekali gak mau beranjak dari kamar, makan pun cuma sesuap dua suap. Itupun gue maksa nyuapinnya. Gue yakin, hanya lo yang bisa bikin Dion semangat lagi." jelas Rio panjang lebar.
" Maaf, Yo, gue gak bisa," tolakku.
" Gue mohon, Sa! Ini untuk terakhir kalinya gue mohon ke lo!" kekeh Rio.
"Yo ... kalau gue terus terusan ada buat dia, kapan dia bisa lepasin perasannya?" terangku.
" Sekali lagi maaf. Kali ini gue gak bisa," tolakku untuk kedua kalinya.
" Tega banget lo, Sa. Lo tau gak, semalam dia mau bunuh diri!" Rio semakin gak bisa ngontrol emosinya.
Tangannya menggebrak meja, aku yakin jika tak ingat bahwa aku seorang perempuan pasti tonjokan itu sudah menghajar mukaku.
Nyaliku menciut. Aku hanya terdiam.
"Bunuh diri" kata kata itu masih tengiang berulang di telingaku, bahkan setelah Rio pergi setelah aksi gebrak meja tadi. Sejujurnya, aku juga gak menyangka kalau Dion akan senekat itu, dan aku juga gak tau lagi apa yang harus aku perbuat.
*****
Pikiran ....
Aku kepikiran ....
Sengaja ku mencari atau aku yang tak terbiasa tak menemukan dia di kampus, membuat mataku merasa ada yang aneh. Sudah 3 hari semenjak hari itu, tak ku lihat dia di kampus.
"Apa yang terjadi padamu Di?" tanya yang menggantung dalam benakku.
Masih segar diingatanku, saat Rio memohon agar aku menyemangati Dion untuk terakhir kalinya.
"Lo tau gak Sa, selama ini dia menjagamu itu seperti apa? Dia bahkan rela berantem, bonyok, lebam demi membela lo. Inget gak waktu lo dikata-katain Adrian? Dion denger dan malemnya dia berantem sama Adrian demi lo. Tapi apa dia pernah ngomong ke lo? Gak kan? Karena dia emang tulus sayang sama lo, dia mencintai lo melebihi dirinya sendiri. Lo itu hidupnya dia, makanya kemarin dia mau bunuh diri, karena lo sumber hidupnya sudah mati hati untuknya. Sadar gak lo dengan cintanya?"
Kata-kata Rio itu terus saja berputar-putar diotakku. Tapi, lagi-lagi aku gak ngerti dengan jalan pikiranku sendiri. Terkadang aku trenyuh dan ingin membahagiakannya. Tapi sejenak kemudian, keegoisanku lebih menguasai.
"Aku berhak bahagia" Itu racun yang membuatku tega dan mungkin menjadi raja tega untuk semakin membunuh Dion dengan keangkuhan cintaku.
aku suka banget karakter2 yg di suguhkan disini..kalem2 banget dan kehidupan yg di suguhkan TDK terlalu bikin kita yg ngiler2 banget untuk menghadapi kenyataan tetep berkelas tp tidak melebih2 kan 😘😘😘😘♥️♥️♥️
lanjutkan perjuangan mu
meski berUang tp tetep kehidupan seperti para reader's jadi Ndak smpk membayangkan kehidupan bang Alex dan rianti sementra ini yg begitu sempurna nyata di dunia novel 👏👏👏
para pria penjaga wanita yg sesungguh nya
Dion mas Rud Aryan 😘😘😘😘lovepulll kak Depe
tp tenang saja bang Alex mnjdikan mas Rud bodyguard nya hny untuk mnjdikan mas Rud orang yg lebih kuat dalam artian menghadapi musuh2 dlm dunia bisnis nya kelak dlm mngurus perusahaan ayah nya
trjwab sdh kak Depe ....akhirnya kau sampaikan klau ayah mas Rud mninggal
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
gabungan yg bikin penasaran smpk2 bacanya tengah mlam gini
❣️❣️❣️❣️❣️♥️♥️♥️♥️♥️🥰🥰🥰🥰🥰🥰
untuk kak Depe
hingga detik ini ku baca masih gentayangan aja ad apa di balik semua itu
apakah karena keluarga Ardi ???
yg ku tahu dr bang Alex perusahaan mas Rud merugi dan ayah nya meninggal dan mas Rud di pasrahkan ke baba nya bang Alex dan akhirnya jdilah bodyguard nya rianti dan lyca
alasan apa sg di tinggal kan nya mbak Rosa 😕😕
sabar ya mas Rud tunggu jandanya mbak Rosa 🤭🥺
tukang bual gombal seperti William Sean
kak Depe 👍👍
3 lelaki sekaligus di depan mata
sungguh kak author kuat menahan ke 3 pesona lelaki2 itu.
aku jadi Rosa akan menghilang dr ke 3 lelaki itu..sangat jauh
tak sanggup menghadapi seru ombak dalam hati semua nya memiliki kharisma masing2 😩😩😩
dan mas Dion dimana aku bisa menemukan orang sebaik sebijak sewibawa anda
jadi penasaran kan kalau ga di lanjut baca nya
kesederhanaan aku suka aku suka 👍👍
lanjut baca nya meski bee belit2 ya biar Ndak penasaran 👍👍