Sekuel dari 'Oh! My Bee'
Kebahagiaan Arse semakin lengkap dengan hadirnya kelima anak laki-lakinya dengan julukan Pandawa Lima karena nama mereka diambil dari kisah Mahabharata.
Dan jangan lupakan Bee, wanita yang sangat dicintai Arse dan ibu dari Pandawa.
Kehidupan harmonis mereka diganggu oleh datangnya seorang mafia yang ingin merebut Bee dari mereka.
Hingga Bee diculik dan dibawa ke California.
Dan disinilah petualangan Arse dan Pandawa yang harus merebut kembali istri dan mommy yang mereka cintai.
Kisah ini dibumbui dengan komedi, simak kisah kocak mereka melawan mafia yang paling ditakuti di California!
Happy Reading🥰
Series Pandawa
101-120 Young CEO
121-140 Touch Me, Baby
141-160 100th Girlfriend
161-180 My Girlfriend is Alien
181-200 Buncit, I Love You
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Insting Laki-Laki
✨✨✨
Disisi lain heli yang ditumpangi Zack turun di mansion Arse, dan anak buah Zack juga ikut menyusul kesana.
"Aku akan mematikan seluruh cctv, aku ingin lihat anak itu berhasil atau tidak kali ini," ucap Franks yang masih berkutat di laptop barunya.
"Aku tidak ingin bermain hari ini, jangan beri mereka ampun," sahut Zack dengan melompatkan dirinya ke bawah dari atas heli.
Anak buahnya sudah menunggu dengan senjata mereka masing-masing.
"Pasang alat ini ke seluruh penjuru tempat ini," titah Zack dengan menyerahkan beberapa bom yang dia rakit sebelumnya.
Para anak buah itu mulai bergerak menuruti perintah bosnya.
Sementara Zack sudah mulai masuk ke area mansion, saat ada penjaga di depan tanpa ragu dia langsung menembak dua penjaga itu.
"Dor!"
Zack menembak pintu utama agar dirinya bisa masuk.
Saat masuk tentu para pelayan disana dibuat ketakutan pasalnya ada orang asing masuk dengan membawa senjata.
"Katakan dimana Nyonya kalian, kalau tidak menjawab nyawa kalian melayang!"
Salah satu pelayan dengan gemetaran mengatakan dimana majikannya berada.
Zack mulai memencet tombol lift yang ada di mansion itu untuk menuju ke kamar Bianca berada. Dan saat sampai di lantai atas, lagi-lagi Zack harus menembak pintu berpassword itu agar bisa masuk.
Bianca kaget mendengar suara tembakan sontak dia mendudukkan badannya yang sebelumnya dia hanya terbaring.
"Darling, I'm here," ucap Zack mendekati Bianca.
"Kau, bagaimana bisa ada disini? dimana suamiku? kau apakan dia?" Bianca mulai cemas.
"Jika aku ada disini jangan mencari pria lain, aku tidak suka!"
"Dia bukan pria lain, dia suamiku! Dimana suamiku? mau apa kau kemari? jangan macam-macam!" Bianca mulai ketakutan apalagi Zack membawa senjata bersamanya.
"Bukankah aku sudah bilang akan mengantar penawar racunnya sendiri, darling. Jangan bilang selain buta kau juga amnesia," ucap Zack dengan meraih botol yang ada dikantongnya dan memberikannya pada Bianca.
Bianca dengan gemetaran menerima botol itu, tapi dia ragu saat akan meminumnya.
"Kenapa? cepat minum! kau mau kesakitan terus," ucap Zack santai.
Akhirnya Bianca meminum obat itu sampai habis yang mana membuat Zack tersenyum kemenangan.
"Pergi dari sini sekarang juga dan jangan ganggu aku lagi!" teriak Bianca kemudian.
Zack terkekeh mendengarnya.
"Aku memang akan pergi darling tapi kau harus ikut bersamaku!"
"Aku tidak sudi!"
"Sayangnya aku memaksa!"
Sedetik kemudian Bianca merasa pusing yang sangat berat sampai pandangannya menjadi kabur.
"Apa yang kau... " belum sempat Bianca menyelesaikan kalimatnya dia sudah tak sadarkan diri.
Dengan cepat Zack menggendong Bianca yang sudah tidak sadarkan diri itu. Obat penawar yang dia berikan memang sudah dia campur dengan obat bius dosis tinggi karena dia akan membawa Bianca ke California.
Dia keluar dari kamar itu dan turun ke bawah dimana anak buahnya sudah menunggunya.
"Apa semua sudah selesai?" tanya Zack.
"Sudah Bos!" jawab mereka kompak.
"Kalian bersiap semua kita akan kembali ke California sekarang juga!"
Zack membawa tubuh Bianca untuk naik ke heli yang akan membawa mereka ke bandara karena pesawat jet milik Zack sudah menunggu disana. Sebelum heli itu pergi Zack menarik sebuah cincin yang tersemat di jari manis Bianca yang notabene adalah cincin pernikahannya bersama Arse, tanpa ragu Zack melemparnya.
"You mine, Bianca Brewker," bisiknya ditelinga Bianca.
✨✨✨
Saat heli itu terbang menjauh bersamaan dengan itu Pandawa sampai ke mansion. Dengan cepat Pandawa berlarian masuk ke mansion tapi saat masih ada di depan alangkah terkejutnya melihat penjaga di mansion sudah tak bernyawa dengan bekas tembakan ditubuh mereka.
"Mommy.... " teriak mereka dengan histeris.
Saat masuk mereka dikejutkan kembali melihat Mila dan pelayan lainnya diikat menjadi satu dan ada sebuah bom yang diletakkan diantara mereka.
"Mila, dimana mommy?" tanya mereka panik.
"Nyonya, dibawa pergi Tuan Muda," jawab Mila dengan isak tangisnya.
Tentu saja Pandawa syok ada yang membawa mommy mereka yang artinya mommy mereka diculik?
Naku yang melihat ada bom itu langsung mengambil alat yang ada di kamarnya, dia ingin menjinakkan bom itu. Dengan hati-hati Naku membuka bom itu yang angka disana terus bergerak mundur. Tampak serangkaian kabel rumit saat Naku berhasil membuka bom itu.
Keempat saudaranya dibuat cemas, mereka juga berusaha membantu dengan melepas ikatan para pelayan disana.
Naku masih sibuk memotong satu demi satu kabel yang menjadi pemicu bom itu akan meledak.
Hingga tersisa dua kabel yang membuatnya bingung.
"Abang Juna, gunakan insting laki-lakimu sekarang! Merah atau biru?" tanya Naku.
"Ayo Juna! Cepat berfikir!" ucap Bima dengan menepuk-nepuk pipi Juna.
"Aku butuh pujian!" tutur Juna dengan meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang.
"Astaga kita tidak punya waktu lagi," decak Tira tidak sabar.
Juna menghubungi salah satu fansnya yang sangat tergila-gila padanya bahkan saat melihatnya sering mimisan.
"Halo Juna tampan, kau menelponku?" ucap suara anak wanita disana.
"Cepat puji idolamu ini!" ucap Juna.
"Kau sangat tampan Juna... kau sebuah mahakarya, ketampananmu sangat paripurna!"
Juna menyibakkan rambutnya ke belakang lalu berkata," Biru!"
Dengan cepat Naku memotong kabel berwarna biru dan benar saja angka di bom itu berhenti.
"Untung aku tampan," ucap Juna kemudian.
✨✨✨
ngakak w
aku keren
aku keren
aku keren
😂😂😂