Sejatinya pernikahan dilakukan karena adanya rasa cinta dan sayang diantara keduanya . Kamu dan pasanganmu haruslah memiliki ikatan secara batin dan lahir supaya dapat mengarungi rumah tangga dengan kesetiaan , kesabaran dan ketulusan .
Namun apa jadinya jika dua insan di persatukan dalam pernikahan karena adanya kesalah pahaman.
Itulah yang terjadi pada gadis cantik yang bersekolah menengah akhir harus disatukan dalam ikatan pernikahan dengan seorang pria dewasa darinya hanya karena kessalah pahaman.
Aleni Maulik Sifa nama seorang gadis cantik dan manis berumur 17 tahun , gadis sederhana yang tinggal bersama Ayah kandung , Ibu tiri dan kakak tiri yang sangat mengerikan untuk Aleni .
Karena satu kejadian dimana saat pria dewasa itu menolong Aleni yang sedang dalam keadaan yang berbahaya , namun karena fitnah seseorang Aleni dan pria dewasa itu harus terpaksa menikah atas dasar ke salah pahaman.
Apakah pernikahan mereka dapat berjalan langgeng atau sebaliknya ..?
Simak terus yaaa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MedianaNana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35 Akhirnya bisa pulang
Papah Adi tampak terkejut saat mengetahui jika selama ini putra nya mengelabui nya dan Papah Adi tak menyangka jika putra nya mampu melakukan hal itu .
Papah Adi menghela nafas dalam dengan satu tangan nya mengelus punggung menantunya yang bergetar saat ia meminta untuk menceritakan kejadian sebenarnya yang membuat menantu nya sampai terlunta lunta di jalan sembari menunggu Mbok Tun mempersiapkan kamar yang akan di gunakan untuk Aleni sekaligus memindahkan semua barang barang milik Aleni dari kamar sebelumnya … Karena Aleni belum mau masuk ke kamar pria yang sudah tega pada nya .
Saat mendengar cerita dari Aleni , Papah Adi tampak menghela nafas panjang dadanya tampak kembang kempis pertanda pria paru baya itu sedang menahan emosi di dada nya … Sungguh Papah Adi bukan tanpa alasan menyayangi Aleni sejak Papah Adi mengetahui latar belakang menantu nya serta perlakuan apa saja yang di terima oleh menantunya itu dari salah satu anak buah nya yang ia
perintah untuk mencari tau siapa Aleni istri putra nya … rasa iba dan sayang itu seketika muncul dalam hati Papah Adi saat mengetahui semuanya mengenai Aleni menantu kecil nya.
Mbok Tun datang memberi tahukan jika kamar yang akan di tempati Aleni sudah siap .
“ Permisi Tuan , kamar Non Aleni sudah siap “. Ucap wanita paru baya itu pada Papah Adi dan Aleni yang menoleh bersama .
Papah Adi mengangguk kan kepala pada Mbok Tun setelahnya menoleh lagi pada Aleni “ Sana bersihkan dulu badan mu setelah itu istirahat
tak perlu turun untuk makan biar nanti Mbok Tun yang akan mengantarkan nya “. Ucap Papah Adi pada Aleni yang mengangguk kan kepala .
“ Mbok tolong temani Aleni “. Pinta Papah Adi pada Mbok Tun .
“ Baik Tuan “. Jawab Mbok Tun patuh dan mulai bersiap untuk memapah Aleni yang masih tampak lemah berjalan menuju lantai 2 .
“ Terimakasih Pah “. Ucap Aleni pada Papah Adi dengan mata dan hidung yang memerah karena menangis .
Sesampai nya di kamar yang bersebelahan dengan kamar Arjune , kamar yang tak sebesar kamar Suaminya namun terlihat rapi dengan di lengkapi kamar mandi di dalam serta terdapat lemari dan meja rias sekaligus meja belajar
nya , Aleni segera beranjak ke dalam kamar mandi dimana sebelumnya Mbok Tun sudah menyiapkan air hangat untuk Aleni mandi , Saat Mbok Tun akan ikut masuk ke dalam kamar mandi Aleni menghentikan nya .
“ Mbok Tun tunggu di sini aja biar Aleni mandi sendiri “ ucap Aleni pada Mbok Tun .
“ Tapi nanti kalau di dalam non Aleni pusing gimana , Mbok takut Tuan nanti marah kalau terjadi sesuatu dengan Non Aleni “. Jawab Mbok Tun.
“ Aleni memang masih sedikit pusing tapi Aleni akan hati hati ko Mbok dan Aleni gak kunci kamar mandi nya jadi Mbok jangan khawatir “.
Kata Aleni lagi meyakinkan Mbok Tun biar gimana pun Aleni malu jika harus di bantu mandi oleh Mbok Tun .
Mbok Tun pun menganggukkan kepala patuh dan memilih menyiapkan baju ganti untuk Aleni setelah nya Mbok Tun turun ke bawah untuk
mengambil bubur ayam yang ia pinta dari salah satu pekerja di rumah besar itu setelah selesai menyiapkan kamar untuk menantu majikan nya .
Mbok Tun pun kembali ke kamar Aleni dengan membawa nampan berisi semangkok bubur ayam serta segelas teh hangat untuk Aleni … Saat membuka kamar ternyata Aleni sudah selesai berganti baju dan sedang duduk di depan meja rias dengan raut wajah sedih .
“ Non Aleni sudah selesai ? ini mbok bawakan makanan setelah itu non Aleni istirahat atau mau mbok suapi ?”. tanya Mbok Tun .
“ Gak usah Mbok Aleni bisa makan sendiri ko , Mbok duduk aja pasti mbok juga capek “.jawab Aleni sambil menerima nampan dari tangan Mbok Tun dan bersiap memakan nya karena sejujurnya Aleni pun sudah merasa lapar kembali setelah makan di klinik selain itu Aleni ingin segera tertidur berharap badan dan hati nya merasa lebih baik esok hari saat ia kembali terbangun .
Setelah selesai makan Aleni pun mengambil tas sekolahnya untuk mengambil obat yang juga di berikan Dokter Redo orang baik yang menolong nya .
Mbok Tun yang sedari tadi memperhatikan menantu majikan nya pun tampak heran .
“ Loh non Aleni minum obat apa ?”. tanya Mbok Tun sesaat Aleni udah meminum beberapa butir obat .
“ Ini obat dari orang baik yang nolongin Aleni saat pingsan , Mbok “.jawab Aleni dengan wajah sendu nya.
“ Alhamdulillah ya Allah ada orang yang baik hati nolong non Aleni ya … “. Jawab Mbok Tun dengan rasa syukur .
Aleni mengangguk setuju “. Iya mbok , Aleni juga bersyukur kalau gak ada orang baik itu gak tau nasib Aleni di jalanan Mbok “. Ujar Aleni penuh rasa syukur .
“ Sini non Aleni kan sudah selesai makan sini biar kaki nya Mbok pijit pasti pegal dan capek kan “. Kata Mbok Tun pada Aleni .
“ Iya mbok , kaki Aleni serasa ingin putus makasih ya mbok maaf kalau selalu merepotkan “. sahut Aleni sambil memposisikan diri dengan tengkurap bersiap di pijat oleh Mbok Tun.
“ Tidak ada yang merasa di repoti Non , besok pagi non Aleni gak perlu bantu Mbok masak lagi nanti sekitar pukul 9 malam ada keponakan
Mbok dari kampung yang bantu bantu simbok “. Ucap Mbok Tun yang sedang menyiapkan minyak zaitun pada wadah .
“ Oh gitu Mbok , syukurlah kalau gitu jadi ada yang bantu bantu Mbok … apa Papah yang minta ?”. tanya Aleni .
“ Iya Tuan yang minta karena gak tega dengan non Aleni yang harus bantu bantu Mbok dan kebetulan ada keponakan simbok yang membutuhkan kerjaan , Non Aleni maaf jika mbok sudah lancang atau gak sopan ... mbok
sangat tau jika non Aleni sedang marah terlebih kecewa dengan den Arjune jangan kan non Aleni , mbok juga gak nyangka Cuma mbok hanya kasih saran sama non Aleni se marah marah nya non Aleni pada den Arjune tapi tetap non Aleni harus ingat kalau den Arjune itu suami non Aleni yang wajib non layani dengan baik jadi mbok berharap non Aleni
dan den Arjune segera baikan lagi .” ujar Mbok Tun sembari mulai mengurut kaki Aleni .
“ Terimakasih Mbok sudah peduli sama Aleni “. Aleni menjawab dengan tersenyum kecil tanpa menanggapi hal mengenai Arjune suaminya .
~~~~~\=\=~~~~
TIN TIN TIN
Arjune menekan klakson motornya dengan tak sabar meminta petugas keamanan segera membuka pintu gerbang karena sudah tak sabar untuk bertemu dengan Aleni istri kecil nya ..
Ya saat di menyusuri jalanan yang sudah hampir 5x Arjune memutari jalan dari sekolah hingga ke rumah dari jalan alternatif sampai ke jalan utama semua tak luput dari tempat pencarian Arjune untuk mencari keberadaan Aleni saat Arjune mengamati jalanan sekitar tiba tiba ponselnya berdering …. Arjune mendapatkan laporan dari Pak Santo scurity rumah nya yang sebelum ia meninggalkan rumah untuk mencari istrinya meminta Pak Santo untuk menghubunginya jika Aleni
istrinya sudah pulang ke rumah .
“ Syukurlah kamu sudah pulang “. Gumam Arjune penuh kelegaan dan langsung memasukkan ponselnya ke dalam saku celana sebelum menarik gas motornya .
Arjune memacu kendaraan nya dengan kecepatan di atas rata rata karena tak sabar untuk bertemu dengan Aleni istrinya … Bukan karena ia sudah ada rasa dengan gadis itu melainkan rasa bersalah karena sudah dengan
tega menolak permohonan gadis itu sebelum nya .
Rasa bersalah karena sudah lalai terhadap tanggung jawab nya pada seorang istri .
Pak Santo segera membuka pintu gerbang untuk majikan nya dan Arjune pun segera memarkirkan kendaraan nya sembarangan bergegas masuk ke dalam rumah setelah mengucapkan terimakasih pada pria berusia 45 tahun Pak Santo … Di dalam hati Arjune berjanji akan memberikan bonus pada pria itu karena sudah melaporkan kepulangan istri kecil nya .
Arjune masuk ke rumah dengan tergesa karena ingin melihat keadaan Aleni namun saat melewati ruang keluarga , Arjune tersentak saat pandangan nya beradu dengan tatapan tajam nan dingin dari Papah Adi .
“ Pah , Arjune tau Papah mau marah dan akan marahin Arjune tapi please saat ini Arjune ingin lihat keadaan Aleni “. Ujar Arjune pada Papah
Adi yang menatapnya dengan pandangan marah sekaligus kecewa padanya namun
Arjune tak bisa merasa tak tenang karena Arjune sangat ingin melihat keadaan
Aleni .
Tanpa menunggu sahutan dari Papah Adi yang masih diam namun pandangan nya tak lepas barang sedikit pun dari nya … Arjune meneruskan langkah nya menaiki tangga saat Arjune menginjakkan kaki di anak tangga ke tiga Papah Adi berujar dengan nada dingin .
“ Setelah rapi temui Papah di ruang kerja bawah “. Tak menjawab Arjune hanya mengangguk kemudian melanjutkan langkah nya menuju kamar nya .
Arjune langsung membuka pintu kamar nya dengan tak sabar namun seketika Arjune merasa heran saat ia tak menemukan sosok yang ia cari seprai yang masih rapi tak terlihat jika baru di gunakan dan terlihat sunyi . Arjune
yang mengira Aleni berada di dalam kamar mandi pun langsung mencarinya namun
lagi lagi Arjune merasa frustasi karena tak menemukan Aleni .
Sehingga Arjune pun memutuskan keluar kamar mencari Mbok Tun ingin bertanya keberadaan Aleni istrinya .
Arjune yang sudah ada di depan tangga bersiap akan turun tiba tiba matanya memicing saat melihat pintu kamar di samping kamar nya
terbuka setengah … Dengan ragu dan penasaran Arjune melangkahkan kaki ke kamar
sebelahnya karena tergesa masuk ke kamar nya Arjune sampai tak menyadari jika kamar yang semula terkunci rapat kini terlihat terang karena lampu dari kamar itu menyala seperti ada yang menempati .
Arjune berdiri tepat di depan pintu sehingga ia dapat melihat dengan jelas wanita yang ia cari sedang tiduran tengkurap dengan Mbok
yang sedang memijat kaki Aleni sambil memberi nasihat nasihat mengenai rumah
tangga dan perkawinan … Hati Arjune mencelos saat melihat wajah Aleni yang terpantul dari cermin wajah sembab dengan mata dan hidung yang merah ketara jika gadis itu telah menangis lama .
Hati Arjune terasa tercubit saat mendengar respon dari Aleni yang menyahuti ucapan Mbok Tun .
“ Mbok tolong berhenti membicarakan Pak Arjune untuk saat ini Aleni tidak ingin mendengar atau membicarakan semua hal yang berkaitan dengan nama itu “.ucap Aleni dengan memejamkan mata berusaha menahan agar tidak menangis karena menurutnya sudah cukup air mata nya hari ini keluar setiap mengingat perlakuan nama itu .
Arjune masuk ke dalam kamar dengan pelan nyaris tanpa suara sampai Mbok Tun yang menyadari kehadiran Arjune pun memberi kode untuk Arjune pergi dari kamar itu namun Arjune malah memberi kode pada Mbok Tun untuk
memberinya kesempatan untuk berbicara pada Aleni .
Merasa tak tega dengan Arjune yang memohon dengan menangkup kan kedua tangan nya di dada seolah sangat ingin berbicara dengan istrinya di tambah tatapan khawatir masih lekat terlihat dari tatapan pria itu ... akhirnya Mbok Tun pun menyetujui , Aleni masih belum sadar jika Arjune sudah berdiri tak jauh dari nya .
“ Non pijat nya sudah dulu ya besok pasti Mbok pijat lagi … Mbok mau keluar sebentar “. Pamit Mbok Tun pada Aleni sembari memunguti alat urut serta nampan bekas makan Aleni .
Aleni menganggukkan kepala masih dengan posisi tengkurap serta berucap terimakasih dengan lirih .
Saat Aleni berbalik badan , Aleni terkejut saat melihat Arjune berdiri tegap di samping nya tatapan mereka saling terkunci untuk sekian detik setelah Aleni mengalihkan pandangan nya kearah lain seraya berucap “ Saya mau
istirahat , bisa kah Bapak keluar “. Aleni berkata dengan suara bergetar karena berusaha tenang menekan amarah dan tangisnya .
Aleni memiringkan badannya menggapai guling untuk ia dekap sehingga memunggungi Arjune yang masih diam berdiri dengan pandangan yang tak lepas dari Aleni … Aleni membekap wajah nya di guling berusaha menekan
tangisnya agar tak pecah .
“ Maafkan saya “. Ucap Arjune setelah sekian detik dengan duduk tepat di samping Aleni bahkan Aleni merasa jika punggung nya bergesekan dengan tubuh pria itu .
Aleni tak menjawab lebih tepatnya malas menjawab … hingga Arjune kembali berkata lagi “ Maafkan saya Aleni “. Ucap Arjune seraya meremas rambutnya sendiri karena bingung tidak mendapat respon dari Aleni .
Kini Arjune memberanikan diri menyentuh bahu Aleni pelan “ Aleni sungguh saya minta maaf “.
Aleni yang mendengar permintaan maaf pria di belakang nya pun akhirnya menyahut “. Anda gak ada salah dengan saya Pak jadi anda tak perlu meminta maaf “ Ujar Aleni dengan tenang lebih tepatnya pura pura tenang padahal di dalam hati nya bergemuruh ingin memuntahkan semua kata kata dengan lantang nya masih mendekap guling nya .
“ Aleni please jangan gini , Saya sadar saya salah pada kamu karena sudah tega dengan mu bahkan saya lalai dengan tanggung jawab sebagai seorang suami karena tak memberi mu nafkah “. Ucap Arjune karena tak puas
dengan tanggapan Aleni .
“ Al please jangan seperti ini , Saya salah tolong maafkan saya atau perlu kamu pukuli saya agar hati kamu lega … Saya tau kamu marah sama
saya , Aleni ….”. ucap Arjune lagi membuat Aleni lama lama tak tahan sehingga Aleni dengan cepat beranjak duduk dan langsung menatap tajam Arjune dengan mata merah sembab nya .
“ Kenapa sih berisik dari tadi , saya bilang kan bapak gak ada salah kenapa masih ribut hah “. Kata Aleni dengan tatapan tajam nya .
“ Gak kamu bohong saya sadar kalau saya salah kena….”sahut Arjune namun terhenti saat Aleni berujar dengan marah .
“KENAPA BARU SEKARANG SADAR NYA HAH … KENAPA SAAT SAYA MOHON MOHON ANDA TAK SADAR DAN TEGA MENINGGALKAN SAYA DI JALANAN TANPA MEMEGANG SEPESERPUN UANG HAH KENAPA ….?”. teriak Aleni dengan dada yang naik turun .
“ KENAPA SEKARANG MALAH DIAM KEMANA SIKAP PONGAH ANDALAN BAPAK HAH … JANGAN KAN UNTUK ONGKOS PULANG UNTUK BELI JAJAN SEKEDAR UNTUK MENGGANJAL PERUT SAJA SAYA TAK MAMPU PADAHAL PERUT SAYA SANGAT MELILIT KARENA LAPAR KALAU SAJA GAK ADA TEMAN BAIK YANG MEMBERI ROTI DAN MINUM MUNGKIN SAAT INI YANG PULANG KE RUMAH INI HANYA JASAD SAYA HAH …. “ teriak Aleni kembali dengan air mata yang mengalir membasahi pipi nya bahkan Aleni memukul Arjune bertubi tubi dan Arjune hanya
diam membiarkan .
BUGH
BUGH
BUGH
bugh
Pukulan Aleni yang tadinya keras kini melemah seiring dengan tangis Aleni yang pecah dan Arjune pun langsung mendekap tubuh Aleni yang memberontak dalam dekapan nya hingga lama Arjune menahannya sampai Aleni pun sedikit lebih tenang dalam dekapan nya dengan
masih terisak .
“ Bapak tau semenjak saya kehilangan Bunda itu awal penderitaan saya asal anda tau saya di tuntut mengerti dengan kehilangan seseorang yang sangat di kasihi , hidup berdua hanya dengan Ayah hingga datang Ibu tiri serta kakak tiri ku itu gerbang penderitaan saya … Saya sering di perlakukan kasar tak jarang di hukum tak di beri makan bahkan nyaris hancur tapi itu
semua masih bisa saya lalui karena ada Ayah yang diam diam memberi uang di belakang ibu sehingga saya tak sampai kelaparan tapi siang ini saya benar benar seperti ingin menyerah dengan hidup ini karena Ayah sudah tak bisa melindungi saya karena alasan saya sudah ada yang tanggung jawab tapi apa yang saya dapat
dari orang yang seharusnya bertanggung jawab itu dia dengan tega membiarkan
saya terlunta lunta di jalanan dengan perut kosong bahkan sampai tak sadar kan
diri hal yang tak pernah saya alami dan itu semua ( Aleni mendongakkan kepala
dan Arjune menundukkan kepala nya sehingga pandangan mereka bertemu ) GARA GARA
ANDA PAK ARJUNE ANDA JAHAT “, ucap Aleni pelan yang mana setiap kata yang keluar dari bibir Aleni hati Arjune terasa nyeri karena sebenarnya nasib mereka sama … sama sama di tinggal oleh seorang wanita yang melahirkan nya .
“ Ya saya tau saya jahat , tega dan bodoh maka dari itu tolong maafkan saya “. Sahut Arjune dengan suara dalam .
“ Tolong tinggalkan saya , saya ngantuk lelah ingin istirahat “. Ucap Aleni dengan lirih sembari berusaha melepaskan diri dari
dekapan Arjune tanpa menjawab permintaan maaf dari Arjune .
Arjune yang sadar belum mendapat maaf dari Aleni pun akhirnya mengalah tak memaksa Aleni kembali memberi ruang untuk Aleni agar
lebih tenang .
“ Oke saya akan keluar tapi saya masih berharap maaf dari mu … Istirahat lah dan maafkan saya “. Ucap Arjune sambil membantu menyelimuti Aleni yang enggan melihat nya .
Arjune hanya bisa menghela nafas nya saat tak mendapat tanggapan dari Aleni namun ia tak boleh berlaku egois lagi sehingga ia pun
membiarkan Aleni beristirahat , setelah memastikan Aleni sudah memakai selimut
dengan benar Arjune pun keluar dari kamar dan bersiap menemui Papah Adi di ruang kerja bawah milik Papah nya .
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Kok gak UP lagi yaa
penasaran kelanjutannya