Erin, gadis cantik yang terpaksa menikah dengan seorang pria dingin harus mengalami kecelakan hingga membuatnya Koma, akankah cinta dari sang suami bisa membantu Erin untuk kembali sadar?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon machrita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Happy Weding
Shemee memberanikan diri meminta ijin pacaran dengan Joshua tapi Erin tidak mengijinkan.
"kenapa aku tidak boleh pacaran dengan Jojo?" Tanya Shemee.
"Dia sepupu suamiku sedangkan kamu adikku. Tidak aku tidak setuju." Tegas Erin.
"Kak Erin." Rengek Shemee
Erin tersenyum geli melihat adiknya merengek, Shemee seperti anak kucing yang merengek manja, karena baru kali ini Shemee bicara tentang perasaan pada Erin, Erin pun menggodanya sedikit.
"Jojo harus lebih dulu bicara padaku dan Renz." Kata Erin.
"Jadi ini tandanya kalian setuju kan." Senang Shemee.
"Kata siapa! Kalian harus bicara juga dengan Renz, kalau tidak aku tidak mau tau. Tanggung akibatnya." Goda Erin.
"Kakak! Ihh kok gitu sih." Rengek Shemee. Erin tertawa melihat wajah masam adiknya.
"Sudah sana pergilah temui Jojo, minta padanya untuk bicara denganku juga Renz, aku cuma ingin yang terbaik untukmu. Aku menyukai Jojo. Anaknya baik tapi dia harus bicara dulu denganku." Jelas Erin.
"Oke! Aku temui Jojo dulu. Kamu istirahat ya kak jangan mau kalau di goda sama Renz." Tawa Shemee.
Erin tersenyum geli, Shemee pun keluar mencari Jojo. Tak lama Renz masuk lalu dia tidak mau ada yang mengganggu kebersamaannya dengan Erin lagi. Kali ini pintu pun di kunci.
"Kenapa di kunci?" Tanya Erin.
"Aku mau menikmati waktu berdua denganmu, tidak boleh ada yang datang mengganggu." Kata Renz.
Renz naik ketempat tidur dan duduk menyandar di samping Erin, Erin memeluk Renz dari sampingnya.
"Renz! aku takut kebersamaan ini singkat." Kata Erin.
"Kamu jangan bilang begtu sayang. Kita aka selalu bersama sampai nyawa ini pergi." Kata Renz.
"Sok romatis. Tapi semoga besok kita dapat berita baik dari Jojo dan Shemee." Kata Erin.
"Ohh ya Renz, sepertinya di rumah ini bukan cuma kita yang menjalin hubungan, ada orang lain lagi." Kata Erin melanjutkan.
"Aku tau yang kamu maksud, Jojo dan Shemee kan!" Kata Renz.
"Kamu tau?" Tanya Erin.
"Tanpa mereka mengatakan pun dari bahasa tubuh mereka sudah terlihat sayang." Kata Renz.
"Jadi kamu setuju?" Tanya Erin.
"Kenapa tidak. Lusa resepsi pernikahan kita, aku dan nenek sudah memutuskan mereka juga akan bertunangan. Paman dan bibiku besok akan datang untuk mengahdiri pertunangan mereka, ayahmu juga sudah tau kok." Kata Renz.
"Semua tau bahkan orang tua Jojo juga tau, hanya aku yang belum tau!" Ambek Erin
"Karena kamu kan baru sembuh, aku tidak mau membuatmu banyak fikiran. Sudah ya kaau tidur saja, aku akan menemanimu di sini, kamu harus segera segar untuk acara lusa nanti." Kata Renz.
Erin pun tidur dengan Renz yang mengusap-usap rambutnya.
****
Ke esokan harinya.
Jojo dan Shemee akan pergi ke daerah yang lumayan jauh.
"Aku yakin kita akan dapat berita baik hari ini kak, kamu sabar ya. Setelah kami dapatkan info dan bertemu pak Syam kami langsung bawa pak Syam kemari untuk membritahu Reymond kebenarannya." Kata Shemee.
Erin mengangguk. Jojo dan Shemee pun pergi, Erin di dorong masuk menggunakan kursi roda. Ibu Renz membuatkan cemilan untuk keluarga, Erin ingin membantu namun tidak di ijinkan.
"Tidak sayang kamu harus banyak istirahat karena besok adalah acara penting untukmu, Renz bawa Erin masuk ke kamar." Pinta ibu Renz.
"Kamu dengar kan apa yang ibu katakan. Ayo kita masuk ke kamar." Ajak Renz.
****
Perlu waktu 5 jam untuk sampai di rumah pak Syam yang lama. Akhirnya Jojo dan Shemee pun sampai di rumah lama pak Syam. Rumah kosong tanpa penghuni. Seorang tetangga menghampiri mereka.
"Kalian mencari siapa?" Tanya tetangga
"Ini benar kan alamat rumah pak Syam." Kata Shemee.
"Iya! Tapi pak Syam sudah lama meninggalkan rumah ini, dia di tugaskan di kampung sebelah." Kata tetangga.
"Apa ibu punya alamatnya yang sekarang?" Tanya Jojo.
"Maaf saya tidak tau, tapi kalian bisa ke kampung sebelah jaraknya 2j am dari sini, kalian hanya mengikuti jalan raya itu saja. Karena beliau guru pasti banyak orang yang kenal." Kata tetangga
"Kalau begitu terima kasih bu, kami segera kesana." Kata Jojo.
Jojo dan Shemee pun pergi, benar-benar memakan waktu yang banyak. Mereka kelelahan dan mampir untuk makan siang di sebuah warung.
"Sepertinya kalian orang jauh?" Tanya pemilik warung.
"Iya! Kami mau ke kampung xx apa masih jauh?" Tanya Jojo.
"Sudah tidak, kalau menggunakan mobil mungkin kira-kira 15 lah, kalau boleh tau kalian mau apa ke sana?" Tanya pemilik warung.
"Mencari seseorang, apa anda tau seorang guru dari desa sebrang sana, namanya pak Syam dia di pindah tugaskan sekitar 5 tahun yang lalu." Kata Jojo.
Seorang lelaki tua menghampiri mereka.
"Kalian mencari pak Syam, untuk apa?" Tanya pria tua itu.
"Aku mau mencari pak Syam untuk keadilan kakakku, nyawanya selalu terancam pak, hanya pak Syam yang bisa menolongnya." Kata shemee bercerita.
"Siapa nama kakak mu?" Tanya orang tua itu.
"Erin Paramita pak." Jawab Shemee.
orang tua itu duduk.
"Aku Syam, aku pernah mengajar di kota Z dan Ein salah satu muridku terbaik ku dulunya." Kata pria tua itu.
"Bagaimana aku bisa percaya bapak ini adalah pak Syam?" Tanya Jojo.
"Aku ingin bertanya kenapa Erin dalam bahaya, apa dia melakukan sesuatu." Tanya orang tua itu yang mengaku pak Syam.
"Apa anda benar-benar pak Syam?" Tanya Shemee.
"Tanyakan apapun yang bisa buat kalian percaya." Kata orang tua tersebut.
"Baiklah, saat bapak bertugas, siapa guru olah raga di sekolah waktu itu?" Tanya Shemee.
"Siapa tidak kenal guru olah raga yang sangat tampan dan baik, namanya Reymond dia guru yang begitu baik." Kata pak Syam.
Shemee dan Jojo saling pandang dan tersenyum.
"Pak anda benar-benar pak Syam, ya Tuhan terima kasih. Pak anda harus menolong kami pak." Mohon Shemee.
"Apa yang bisa saya bantu." Kata pak Syam.
"Pak. Reymond dendam dengan kakaku, Erin. Dia mengira kak Erin penyebap meninggalnya tunangan Reymond." Jelas Shemee.
"Syafiqah?" Tanya Pak Syam.
"Iya pak." Kata Shemee.
Shemee menceritakan semua yang terjadi, pak Syam mengelus dada. Ia tidak menyangka Reymond seperti itu. Pak Syam pun bersedia ikut dengan Shemee dan Jojo.
Renz mendapat telphon dari Jojo yang mengatakan jika ia sudah menemukan pak Syam. Erin sangat bahagia mendengar nya juga. Erin meminta Jojo segera membawanya ke rumah, karena waktu yang sangat panjang di perjalanan kemungkinan mereka sampai di rumah malam.
Rumah Renz sudah sangat indah di hiasai warna warni bunga juga lampu-lampu yang indah, Erin begitu takjub, Renz membawakannya sebuah paperbag ber isi gaun cantik untuk di pakai Erin, Erin sangat senang, tak hentinya ia berterima kasih.
Jam menunjukkan pukul 5 sore, keluarga sudah mulai berdatangan tak terkecuali orang tua Erin, walaupun Erin dengan ibu tirinya tidak begitu baik tapi Erin menyambut hangat mereka, besan dari mendiang Hanah juga datang membawa Sahira.
"Papii ... mamii." Panggil Sahira langsung berlari kepelukan Renz.
Sahira lantas memeluk Renz juga Erin. Orang tua Jojo pun datang, keluarga besar Pratama semua hadir, hanya Shemee dan Jojo yang belum datang. Semua istirahat dikamar yang sudah di sediakan karna memang rumah Renz sangat besar dan banyak kamar.
Jojo dan Shemee tiba di kota, dengan sesegera mungkin mereka membawa pak Syam ke penjara, di sana Reymond di pertemukan dengan pak Syam.
"Reymond." Sapa pak Syam.
"Pak Syam anda disini." Kata Reymond terkejut.
Pak Syam memeluk Reymond dan memintanya duduk, pak Syam pun meminta Reymond untuk tidak membenci Erin dan menghapus dendamnya, pak Syam bercerita apa yang ia lihat saat kejadian 5 tahun yang lalu. Reymond terperangah terkejut dan meneteskan air mata tidak percaya, Reymond sampai tersandar di kursinya sedangkan Shemee dan Jojo yang melihat pun tidak kuasa menahan air mata mereka.
Hanya dalam waktu setengah jam Reymond di kembalikan kedalam sel sementara Shemee dan Jojo membawa pak Syam ke rumah Renz. Di sana sedang berlangsung acara syukuran Erin sangat senang saat melihat Shemee dan Jojo datang terlebih membawa pak Syam bersama mereka. Tidak pernah ada dalam benak Erin ia bisa lagi bertemu dengan pak Syam, Shemee menceritakan yang terjadi di kantor polisi tadi.
"Semoga kak Rey sadar dengan perbuatannya agar dia bisa bertaubat." Kata Erin.
Hari yang di tunggu pun tiba, semua bersuka cita berpesta merayakan resepsi pernikahan yang tertunda. Tamu-tamu yang berdatangan memberi selamat pada Renz dan Erin, walaupun Erin masih belum bisa berjalan dengan normal tapi Erin tetap anggun di kursi rodanya. Tak lupa juga acara hari ini untuk pertunangan Shemee dengan Jojo, semua sangat bergembira sampai seseorang datang dengan baju tahanan.
"Reymond." Kejut Renz dengan mengepalkan kedua genggamnya.
Renz melidungi dan memasang tubuhnya di depan Erin, Reymond mendekat dan Renz mau mengusir Reymond tapi Erin melarang.
Reymond menghampiri Erin lalu berlutut di kaki Erin. Akhirnya ia sadar sudah salah dan hampir membuat Erin meninggal, Erin denga ramahnya meminta Reymond berdiri.
"Kak aku sudah memaafkanmu jauh sebelum kamu minta maaf, pesanku jadilah orang yang baik, buka lagi hatimu aku yakin ibu Syafiqah tidak suka dengan sikapmu kemarin." Kata Erin memegang tangan Reymond.
"terima kasih kamu sudah mau memaafkanku, kamu memang sangat baik." Kata Reymond menitikkan air matanya.
polisi membawa kembali Reymond ke penjara acara pun di lanjutkan, proses pemasangan cincin Shemee dan Jojo juga berjalan lancar.
Renz mendorong kursi roda Erin ke taman samping rumah, Renz menggendong Erin dan mendudukkannya di kursi taman.
"Banyak cerita yang kita lewati, mulai ketidak sukaanmu padaku saat aku mau menggusur sekolah, konferensi pers dan campur tangan Jojo hingga kita menikah berulang kali kamu di celakai Reymond dan bnyak kisah yang kita lewati." Cerita Renz.
"Kamu benar, aku cuek dan suka memarahimu, tapi dari situ benih-benih cinta ini bermunculan." Kata Erin.
"Aku menunggu jawabanmu, sudah sejak lama. Apakah kamu mencintaiku Erin?" Tanya Renz.
"Apa dengan semua ini kamu masih menunggu jawabanku." Kata Erin.
"Tentu saja." Goda Renz memeluk mesra Erin menaruh dagunya di pundak Erin.
"Iya sayang, aku mencintaimu." Kata Erin pelan karena malu.
"Apa! Aku tidak dengar." Goda Renz lagi.
"Aku cinta kamu Renz." Kata Erin sedikit nyaring.
"Gak dengar sekali lagi, lebih keras." Kata Renz mencium pipi Erin.
"Akuuuu men cintaiii muuu Renz." Teriak Erin dengan kerasnya.
Semua keluarga bertepuk tangan dari belakang. Erin menoleh terkejut lalu malu dan memeluk Renz kembali, semua bersorak bahagia.
"Aku juga sangat mencintaimu, kita akan menjalani pernikahan dengan bahagia bersama anak-anak kita nanti, menjadi tua bersama dan menghadap Tuhan pun aku ingin bersama." Kata Renz mengecup kening Erin.
************TAMAT*************
. semangat Up, ya