NovelToon NovelToon
Wanita Kedua

Wanita Kedua

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:375.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sun Shine

Erika yang polos dan miskin jatuh cinta pada Evans, lelaki tampan dan kaya, lelaki yang sangat diidam-idamkan banyak wanita.

Mencintai Evans sama seperti menggenggam mata pisau, semakin menggenggamnya erat semakin berdarah-darahlah yang kamu rasakan.

Rasa kecewa dan sakit hati, itulah yang dirasakan Erika sejak bersama Evans. Tapi Erika tidak mampu melepaskan lelaki itu.

Mampukah Erika meraih hati Evans sepenuhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sun Shine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jenguk

Erika 👆

"Dadaku sesak..!"

"Hah.. Hah.. Hah.." Evans berupaya menarik nafas.

"Bagaimana perasaanmu, Sayang?" tanya Nyonya Ducan lirih.

"Sakit sekali..!"

"Hah.. Hah.. hah.." Evans terus menarik nafas dalam-dalam. Rasanya seperti ada benda yang sangat berat menimpa dadanya yang membuatnya merasa terhimpit, hampir-hampir tak bisa menarik bahkan sedikit saja oksigen.

"Jangan diajak bicara dulu, Mah." Tuan Ducan memegang bahu Nyonya Ducan dengan lembut.

"Pasien sudah melewati masa kritis. Saat ini pasien memang masih merasakan nyeri sakit di bagian dadanya, tapi sebentar lagi dia akan tenang. Obatnya akan segera bereaksi," jelas dokter.

Tuan dan Nyonya Ducan mengangguk. Akhirnya mereka bisa sedikit bernafas lega. Saat ini Evans berada di ruang rawat inap VVIP. Begitu sadar, rasa sakit dan sesak di dadalah yang dirasakannya. Juga rasa pusing yang teramat sangat, sehingga membuatnya tak mampu untuk sedikit saja membuka mata. Setelah pemberian obat, Evans kembali tertidur.

"Syukurlah Kak Evans bisa melewati masa kritisnya. Semoga Kak Evans bisa cepat pulih. Kasihan sekali Kak Evans." Anna yang sedari tadi berada di sana menatap iba pada Evans. Matanya berkaca-kaca, rasa sedih menggelayuti hatinya. Dia tahu Evans tak suka padanya, tetapi hatinya terasa sakit melihat Evans tak berdaya seperti ini.

"Tante, Om, aku tidak apa-apa kan sedikit lebih lama temani Kak Evans di sini bersama Om dan Tante?" tanya Anna lirih.

"Tentu saja, tidak apa-apa, Sayang. Duduklah di sini," ajak Nyonya Ducan untuk duduk di sofa.

"Terima kasih, Tante."

"Kami yang seharusnya bilang terima kasih karena kamu juga peduli pada Evans, Sayang," ucap Nyonya Ducan.

Anna menunduk sedih. Tuan Ducan memperhatikan mimik wajahnya.

"Anna, Om dan Tante ingin meminta maaf soal hubunganmu yang tiba-tiba tandas begitu saja dengan Evans," ucap Tuan Ducan.

"Iya, Sayang. Kami merasa bersalah soal ini," jelas Nyonya Ducan.

"Ini bukan kesalahan Om dan Tante kok. Ini karena adanya pihak ketiga, makanya hubunganku dan Kak Evans rusak, Om, Tante." Anna menjelaskan.

"Pihak ketiga?" tanya Nyonya Ducan. Anna mengangguk.

"Namanya Erika. Apa Tante dan Om tahu tentang Erika?"

Tuan dan Nyonya Ducan mengernyit dan saling memandang satu sama lain.

***

"Sore, Tante," sapa Erika sedikit menunduk malu.

"Erika kan? Masuklah," ucap Nyonya Ducan berusaha bersikap biasa saja. Sebenarnya raut terkejut cukup terlihat jelas di wajah Nyonya Ducan andai saja Erika memperhatikan.

"Terima kasih, Tante."

Jantung Erika berdebar-debar. Selain memang karena ingin sekali melihat Evans, tujuan lainnya adalah ingin memohon maaf atas kesalahan kakaknya, Danish. Ibu Wilma meminta Erika untuk membujuk mereka. Karena sebelumnya Erika bercerita bahwa orang tua Evans menyambutnya dengan baik pada kunjungan pertama. Tetapi mereka bersikap seperti itu kan karena mereka tidak tahu Erika itu siapa. Kalau mereka tahu bahwa Erika adalah adik dari Danish, orang yang membuat putra mereka celaka, pasti kemungkinan besar akan berbeda ceritanya.

Tak henti-hentinya Erika mengucap syukur ketika mendengar dari Revin di kampus, bahwa kemarin Evans telah sadar dan sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. Dan di sinilah sekarang dia berada di ruang Evans dirawat.

"Tante, saya membawa ini." Erika memberikan buah tangan berisi buah-buahan.

"Tak perlu repot-repot, Erika. Makasih ya." Nyonya Ducan menerima buah tangan itu. Dia terlihat lembut dan ramah menyambut Erika.

"Sama-sama, Tante." Erika berdiri kaku.

"Ayo duduk di sini, Evans masih tidur." Nyonya Ducan mengarahkan Erika ke sofa.

Erika melirik ke arah Evans. Karena tidak berkomunikasi, hati Erika dipenuhi rasa kerinduan.

"Bagaimana keadaan Kak Evans, Tante?" tanya Erika membuka pembicaraan.

"Masih sangat lemah, Erika. Sering sesak di dada dan muntah-muntah saat makan." Mata Nyonya Ducan berkaca-kaca. Raut kesedihan memancar cukup jelas.

"Maaf Tante," ucap Erika dengan suara bergetar. Selain rasa sedih yang mendalam juga tersirat rasa penyesalan. Erika memang merasa bersalah karena kakaknyalah yang membuat Evans seperti sekarang ini.

"Kenapa minta maaf?"

Erika menggeleng. Sekali lagi dia melihatpada Evans.

"Tante mau tanya nih, apa hubungan kamu dan Evans memang cuma berteman?" tanya Nyonya Ducan karena waktu itu Revin memperkenalkan Erika sebagai teman mereka.

Deg!

"Aku harus jawab apa?" Erika tampak bingung.

"Jawab dengan jujur, Tante nggak marah kok." Erika menunduk. Lalu kembali menatap Nyonya Ducan.

"Saya.. Saya.. pacar Kak Evans, Tante. Mohon maaf kemarin tidak jujur karena merasa waktunya tidak tepat, Tante," jelas Erika. Nyonya Ducan diam tanpa ekspresi.

"Sudah berapa lama kalian berpacaran? Jujur saja, Evans tidak pernah menceritakanmu pada kami."

Deg!

Tangan Erika bergetar. Apakah dia salah telah berkata jujur? Tapi tak urung, dia menjawab dengan jujur atas pertanyaan Nyonya Ducan.

"Baru kok, Tante." Erika kembali menunduk.

"Hmmmm." Nyonya Ducan menghela nafas pelan.

"Apa Tante keberatan ya?" tanya Erika memberanikan diri.

"Karena Tante belum begitu mengenalmu, jadi Tante belum tahu jawabannya," lugas Nyonya Ducan. Erika hanya mengangguk.

"Tante dengar kamu dari keluarga yang sangat sederhana. Apa benar?" tanya Nyonya Ducan kemudian.

Anna memang bercerita bahwa Erika berasal dari keluarga yang miskin. Sepertinya itu adalah senjata lemah terakhir yang bisa Anna gunakan atas rasa sakit hatinya pada Erika. Karena dia menyimpulkan bahwa Evans meninggalkannya karena Erika. Anna cukup tahu sifat orang tua Evans yang selalu memilih calon menantu yang sederajat.

"Iya, Tante." Tangan Erika semakin bergetar. Erika takut sekali memberitahu bahwa Danish adalah keluarganya yg mencelakai Evans. Tetapi dia harus memberitahukan hal itu sekarang juga, bukan? Cepat atau lambat pasti orang tua Evans akan segera mengetahuinya.

Nyonya Ducan sekali lagi menghela nafas pelan. Sesungguhnya dia tidak suka gadis miskin yang menjadi pasangan putranya. Tetapi dia dan suaminya sudah memutuskan untuk berupaya menerima pilihan hati anak semata wayangnya.

Suasana hening seketika sampai terdengar suara ketukan pintu.

tok tok tok

Nyonya Ducan beranjak membuka pintu. "Ada apa?" tanyanya kemudian.

"Saya datang menjemput Nyonya ada panggilan mendesak dan Nyonya harus ikut hadir dipertemuan hari ini kata Tuan."

Sejenak Nyonya Ducan diam.

"Tunggu sebentar." Nyonya Ducan berjalan ke dalam menemui Erika.

"Erika, Tante harus keluar. Ada perawat yang akan menjaga Evans. Apa kamu masih ingin berada di sini lebih lama?" tanya Nyonya Ducan. Erika menelan ludah. Entah kenapa ada sedikit pemikiran Erika bahwa dia diusir secara halus. Meskipun begitu dia masih ingin berada di sini. Maka dia memberanikan diri untuk bertanya, "Apa tidak apa-apa tante, saya berada di sini lebih lama menemani Kak Evans?"

"Baiklah kalau begitu, tapi Tante tidak bisa menemani. Tolong jaga Evans ya," ucap Nyonya Ducan.

"Baiklah, Tante," jawab Erika tersenyum kecil. Erika tidak menduga Nyonya Ducan akan memintanya menjaga Evans.

Nyonya Ducan pun berlalu. Dan tinggallah Erika bersama Evans, berdua di ruangan itu.

Erika memperhatikan wajah Evans yang sangat pucat. Kesedihan kembali lagi mengalir ke relung hatinya.

"Kak Evans cepat sembuh ya," ucap Erika lirih menahan tangis.

Beberapa waktu kemudian, Erika perlahan menyentuh tangan Evans dan kemudian menggenggamnya pelan. Cukup lama hingga kehangatan sedikit demi sedikit mengalir dan membuat Evans membuka matanya perlahan. Mata Erika pun membulat sempurna. Mulutnya tertahan menunggu reaksi Evans selanjutnya.

Setelah berhasil sepenuhnya membuka mata, Evans melirik ke arah Erika. Alisnya sedikit menaik.

"Erika...." Suara Evans sedikit berat tetapi ada senyuman kecil di wajah Evans jika diperhatikan dengan seksama.

"Kak Evans... Maafkan aku," ucap Erika lirih. Matanya berkaca-kaca.

"Aku merindukanmu," ucap Evans lemah.

"Aku juga, Kak." Erika mengarahkan tangan Evans ke pipinya dengan lembut. Air mata Erika mengalir jatuh ke tangan Evans.

"Kamu menangis?" tanya Evans tersirat rasa khawatir.

"Aku sedih sekali.. Jangan sakit, Kak," lirih Erika.

"Aku akan sembuh.. Jangan menangis." Jari Evans yang masih berada di permukaan pipi Erika, mulai bergerak mengusap pelan wajah Erika. Erika pun semakin mempererat genggamannya dengan lembut di tangan Evans.

Visual Erika 👆

Bersambung.

Jangan lupa... hehehehe tahu kan maksud Abdi? 😉

1
Anonim
bgsss bgtt
Pitriya BiMe
Evans bodo banget yaa,, tanpa konfirmasi udah nyimpulkan sesuatu yg jelas2 itu salah..
Aisyah Nabila
aku mampir thor smoga bgus ceritanya dan gk bnyk typo
Diana Susanti
dibukak nggak bisa
Sumini Harrni
peran semuanya ga ada yg aku sukai . semangat thor
Sumini Harrni
putus aja aku ga suka karakter Evan aku juga ga suka karakter Erika..putus dulu biar Evan. memantapkan rasanya dia cinta Erika apa ga
Sumini Harrni
putus Evan itu ga cinta erica.pria plin plan
🇮🇩Imelda🇰🇷
ada ya saking cinta rela jadi yg kedua
Mamanya Vin Van
up
Yanti Palamani
Erika yg bodoh.
Han Yonggi
Visual Evans tdk keren !
Sun Shine: khayalin tokoh lain aja, kak..
total 1 replies
Redflow
erika kekanak kanakan sekali..terlalu bucin sampai ga inget keluarga...
Redflow
erika kok lama lama ngeselin..gak inget perjuangan kakaknya...gak ada kasihan ma kakaknya yg di penjara gara2 dia
arin
akhiry bahagia,semoga ngga ad kuman amiin
arin
mabok dech si Evans,semoga bucin trs ngga jdi nkhin Alexa...😍
arin
semoga Evan ngga jdi nikahin alexa
arin
haha ad ya yg kaya gni,demi cinta rela jdi yg kedua...klo sy wlpun cinta bngt mah ogah jdi yg kedua🤣
Riski Agustika
akhirnya 😘😘😘
dayutz 💕
makasih kk udah nulis cerita yg bagus,aq tunggu cerita revin dan lisa😊
Kusuma Wardhani Wiwin
makasih kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!