NovelToon NovelToon
Tak Terkalahkan Sejak Awal

Tak Terkalahkan Sejak Awal

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Chu Xuan menjadi orang pertama dalam sejarah yang menolak reinkarnasi.

Karena murka, utusan akhirat mengutuknya untuk menjalani delapan belas tahun kehidupan yang penuh penderitaan di dunia kultivasi tanpa bakat, tanpa kekayaan, dan tanpa harapan.

Setelah kehilangan satu-satunya keluarga yang membesarkannya dan hidup sendirian selama tiga tahun di sebuah kuil tua yang hampir roboh, Chu Xuan akhirnya disambar petir pada usia delapan belas tahun.

Hari itu, seluruh dunia kultivasi tidak mengetahui satu hal:

Orang paling malas di dua dunia akhirnya memperoleh kekuatan untuk menjadi tak terkalahkan.

Namun, Chu Xuan hanya memiliki satu tujuan.

Memperbaiki atap Kuil Qingfeng.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 — Pertarungan

Angin berembus pelan di padang luas di luar Kota Canglan.

Tak ada rumah.

Tak ada penduduk.

Hanya hamparan tanah dan perbukitan yang sunyi.

Avatar Chu Xuan berdiri dengan tenang.

Jubah putihnya berkibar mengikuti arah angin.

Rambut putih panjangnya menari perlahan.

Sepasang mata emasnya memandang lurus ke arah puluhan kultivator Keluarga Han.

Di belakangnya...

Putri Penguasa Kota berdiri beberapa puluh meter jauhnya.

Ia mengepalkan kedua tangannya.

Meskipun khawatir...

Ia memilih mempercayai pria yang akan menjadi gurunya itu.

Di hadapan mereka...

Tetua Agung Han melangkah maju.

Aura kultivasi yang pekat menyapu seluruh padang.

Rumput-rumput liar rebah seketika.

"Pria berjubah putih."

"Kaulah yang membunuh cucuku."

"Kaulah yang menggagalkan rencana Keluarga Han."

"Hari ini..."

"Aku akan membuatmu membayar semuanya."

Avatar Chu Xuan tidak menjawab.

Tatapan mata emasnya tetap tenang.

Sikap itu membuat urat di dahi Tetua Han berkedut.

"Masih berani mengabaikanku?"

"Baik!"

"Kalau begitu..."

"Jangan salahkan Keluarga Han karena bertindak kejam!"

Ia mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi.

"Serang!"

WUSSHH!!

Puluhan kultivator Keluarga Han bergerak bersamaan.

Pedang.

Golok.

Tombak.

Belasan teknik kultivasi memenuhi langit.

Gelombang qi yang dahsyat melesat dari segala arah.

Seluruh serangan hanya memiliki satu tujuan.

Membunuh Avatar Chu Xuan.

Putri Penguasa Kota memucat.

"Guru!"

Namun...

Avatar Chu Xuan bahkan tidak mengangkat tangan.

Ia hanya berdiri diam.

Saat puluhan serangan itu tinggal beberapa meter lagi...

Mata emasnya perlahan bersinar.

Dalam sekejap...

BRAAKK!!

Seluruh teknik kultivasi hancur di udara.

Pedang qi.

Api.

Angin.

Petir.

Semuanya lenyap seolah dihancurkan oleh kekuatan yang tak terlihat.

Tidak satu pun mampu menyentuh ujung jubah putihnya.

Keheningan langsung menyelimuti padang.

Mata seluruh anggota Keluarga Han membelalak.

"Apa..."

"Bagaimana mungkin..."

Tetua Han sendiri ikut terkejut.

Serangan gabungan puluhan kultivator...

Lenyap begitu saja?

Avatar Chu Xuan akhirnya melangkah.

Satu langkah.

Dua langkah.

Setiap langkahnya terasa berat bagaikan gunung.

Kemudian...

Ia berhenti.

Tatapan mata emasnya menyapu seluruh anggota Keluarga Han.

Lalu...

Dengan suara datar yang dipenuhi wibawa, ia berkata,

"Kalian."

"Terlalu lemah."

Empat kata sederhana itu...

Bagaikan tamparan keras bagi seluruh Keluarga Han.

Tetua Han menggertakkan gigi.

"Jangan takut!"

"Itu hanya teknik ilusi!"

"Serang lagi!"

Namun...

Tak seorang pun bergerak.

Karena untuk pertama kalinya...

Di dalam hati mereka...

Muncul rasa takut yang tidak dapat dijelaskan.

Mereka sadar...

Pria berjubah putih di hadapan mereka...

Bukanlah lawan yang bisa diukur dengan akal sehat.

Keheningan menyelimuti padang luas.

Tak seorang pun dari anggota Keluarga Han berani bergerak.

Tatapan mereka dipenuhi ketakutan.

Tetua Han menggertakkan giginya.

"Tak berguna!"

"Kalian takut hanya karena satu orang?"

Ia melangkah maju.

Aura kultivasinya meledak tanpa ditahan lagi.

BOOM!!

Gelombang qi menyapu tanah.

Rumput liar tercerabut.

Batu-batu kecil beterbangan.

Putri Penguasa Kota tanpa sadar mundur beberapa langkah.

"Begitu kuat..."

Tetua Han mengangkat tongkat hitamnya.

"Kau memang memiliki kemampuan."

"Sayangnya..."

"Hari ini kau bertemu denganku."

Avatar Chu Xuan memandangnya dengan tenang.

Kemudian...

Ia mengangkat tangan kanannya.

Bukan untuk menyerang.

Melainkan...

Mengulurkan satu jari telunjuk.

Tetua Han tertawa keras.

"Hahaha!"

"Kau ingin melawanku hanya dengan satu jari?"

Avatar akhirnya membuka mulut.

"Cukup."

Satu kata.

Tetua Han meraung.

"MATI!!"

Tubuhnya berubah menjadi bayangan hitam.

Tongkat di tangannya menghantam dengan kekuatan penuh.

Udara di sepanjang lintasannya mengeluarkan suara ledakan.

Dalam sekejap...

Ia telah berada tepat di depan Avatar Chu Xuan.

Namun...

Avatar hanya menggerakkan telunjuknya sedikit.

TUK.

Ujung jari itu menyentuh tongkat hitam.

...

Hening.

Sesaat kemudian...

KRAAAKKK!!

Tongkat pusaka Tetua Han retak.

Retakannya menyebar dengan cepat.

Lalu...

DUAAARRR!!

Tongkat itu hancur menjadi serpihan.

Gelombang kejut yang dahsyat menghantam tubuh Tetua Han.

"UGH!!"

Untuk pertama kalinya sejak puluhan tahun...

Tetua Han memuntahkan darah.

Tubuhnya terpental ratusan meter.

Menghancurkan beberapa batu besar sebelum akhirnya berhenti.

Seluruh padang sunyi.

Semua anggota Keluarga Han membeku.

Tongkat pusaka Tetua Han...

Yang telah menemaninya selama puluhan tahun...

Hancur...

Hanya karena satu sentuhan jari.

Avatar Chu Xuan tetap berdiri di tempat semula.

Jubah putihnya bahkan tidak berdebu.

Tatapan mata emasnya tetap setenang permukaan danau.

Ia memandang Tetua Han yang berusaha bangkit.

Kemudian berkata dengan nada datar.

"Kau."

"Bahkan tidak memenuhi syarat..."

"...untuk membuatku menghunus pedang."

Kalimat itu menghantam harga diri Tetua Han lebih keras daripada luka di tubuhnya.

Ia mengepalkan tangan hingga bergetar.

Matanya memerah.

"Aku..."

"Aku akan membunuhmu!"

Avatar Chu Xuan menggeleng pelan.

"Kesempatanmu."

"Sudah habis."

Pada saat yang sama...

Panel hitam kembali muncul di hadapan Chu Xuan.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

【Sisa Durasi Avatar】

7 Menit.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Tatapan Chu Xuan tetap tenang.

Sementara itu...

Tak seorang pun dari Keluarga Han menyadari...

Bahwa nasib mereka kini hanya tinggal menunggu keputusan pria berjubah putih yang berdiri di hadapan mereka.

Bersambung...

1
obeng min
tambah banyak up-nya tambah jos pula ketua mantap👍👍👍👍👍
obeng min
selalu top
obeng min
top👍👍👍
Hadi Hadi
is good💪
Hadi Hadi
sikat😍
Hadi Hadi
bantai💪💪
obeng min
selalu dedepan mantap🤣🤣🤣👍
obeng min
upnya kurg banyak ketua👍👍👍👍👍
andi widya
kerennn
obeng min
mantao ketua 💪💪💪💪💪
Hadi Hadi
bantai
Hadi Hadi
semangat🤭🤭
Hadi Hadi
is good😍😍
Hadi Hadi
is good💪
Hadi Hadi
is good💪💪
Hadi Hadi
semangat💪💪
Hadi Hadi
up up💪💪
obeng min
👍👍👍👍👍👍
obeng min
💪💪💪
obeng min
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!