NovelToon NovelToon
Tiba-Tiba Jadi Istri Juragan

Tiba-Tiba Jadi Istri Juragan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi / Nikahmuda
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tasya Chuky

Berawal Dari sebuah kutukan. dari Hana yang mengutuk habis Tokoh kedua wanita bernama Elsa. Elsa (20thn) seorang gadis yang di jadikan jaminan hutang oleh orang tuanya. Elsa yang di dalam cerita di katakan terpaksa menikah menjadi istri kedua juragan Tama. pria tua. tak terima...pada akhirnya memilih berselingkuh pada bawahan Tama yang bernama Ardana. Nasib malang menimpa hana, gadis itu di tarik masuk oleh takdir, masuk kedalam buku Novel _The Jurag's Wife_ dan menjadi Tokoh Wanita yang sudah dia maki habis-habisan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tasya Chuky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Halaman 12

"Ju... Juragan!" ucap Elsa gugup, suaranya bergetar halus.

​Melihat sosok di depannya, bagian inti tubuh Elsa tiba-tiba berdenyut lagi dengan hebat. Bagaimana tidak? Di hadapannya kini berdiri Tama dengan dada bidang yang terekspos polos. Terlebih lagi, pandangan Elsa tak sengaja turun ke bagian bawah tubuh suamiku itu; Tama hanya mengenakan celana boxer pendek ketat yang memperlihatkan dengan jelas sebuah tonjolan besar yang masih menegang sempurna di sana. Sisa gairahnya dari kamar Andini rupanya belum sepenuhnya padam.

​"Bangun tengah malam... buat apa?" tanya Tama dengan nada suara yang sangat rendah, berat, dan mengintimidasi.

​Elsa gelagapan, meremas jemarinya sendiri. "A... Anu... Aku... aku haus," ucapnya jujur.

​Elsa menelan air liurnya perlahan. Sungguh, gejolak gairah ini sangat membakar dadanya. Ada dorongan gila di dalam dirinya yang ingin sekali memeluk tubuh tinggi tegap itu, lalu menuntaskan rasa panas yang sejak tadi membakar seluruh tubuhnya.

​"Juragan sendiri... mau apa ke sini?" tanya Elsa pelan, kepalanya tertunduk dalam tak berani menatap mata gelap suaminya.

​Namun, Tama sama sekali tidak menjawab. Mata tajamnya masih awas memperhatikan setiap gerak-gerik Elsa yang terlihat jelas sedang mati-matian menahan sesuatu.

​Merasa atmosfer makin menyesakkan, Elsa perlahan membalikkan badan ke arah dispenser. Gadis itu menuangkan setengah gelas air lagi, lalu meneguknya hingga tandas dengan terburu-buru. Saking panik dan tergesa-gesa, luapan air minum itu sampai luber dan menetes dari sudut mulutnya, membasahi leher dan sebagian kebaya birunya.

​"Anak gadis tidak baik tengah malam begini masih berkeliaran di luar. Pergi dan masuklah ke kamarmu," ucap Tama, suaranya terdengar makin serak dan rendah.

​Elsa kembali menelan ludah. 'Sial, suara Tama benar-benar seksi...'

​Elsa memejamkan matanya rapat-rapat. Dadanya tersengal naik-turun seolah sudah tidak mampu lagi membendung luapan hasrat yang bergejolak hebat di dalam raga dewasanya ini. Persetan dengan konsekuensi!

​Tanpa memikirkan apa pun lagi, gadis itu berbalik cepat. Tanpa aba-aba, Elsa berjinjit, mengalungkan tangannya ke leher tegap suaminya, dan langsung menempelkan bibirnya tepat pada bibir hangat milik Tama.

​Cup.

​Satu detik... dua detik... tiga detik... ciuman itu masih menempel erat. Dada Elsa bergemuruh hebat bak ditabuh genderang perang. Sedangkan Tama? Pria itu awalnya tersentak kaget dengan aksi nekat dan tiba-tiba dari istri keduanya. Namun, sebagai pria dewasa yang matang, dia dengan perlahan dapat menguasai keadaan.

​Merasa tidak ada penolakan, Elsa dengan berani mulai mengusap pundak polos Tama yang kokoh. Dengan bibir yang sedikit terbuka, dia mencoba mencari rasa yang lebih dalam. Ciuman absurd yang penuh tuntutan itu berubah menjadi hisapan intim saat Elsa mulai menyesap bibir Tama. Namun, dia merasa kesal karena pria itu hanya diam dan tak kunjung membalas lumatannya.

​Dengan suara yang dibuat manja di sela ciuman mereka, Elsa berbisik, "Ayo, Om... Balas ciumanku..."

​Kata "Om" yang lolos dari bibir Elsa seketika membuat Tama tersentak. Pria itu seolah ditarik masuk ke dalam kilasan masa lalu—ingatan saat seorang gadis kecil, gadis yang teramat kecil, selalu datang menghampirinya untuk bermain bersama. Anak kecil di masa lalunya itu selalu memanggilnya dengan sebutan... Om.

​Seolah mendapatkan dorongan ego gairah yang masif, Tama tidak lagi menahan diri. Lengan kekarnya bergerak cepat menarik pinggang ramping Elsa, merapatkan tubuh mungil itu tanpa jarak ke atas tubuh tegapnya. Pria itu membuka mulutnya, mulai membalas ciuman Elsa dengan lumatan yang dalam dan menuntut.

​Seketika, suara decapan basah terdengar semakin intens menggema di dalam dapur yang sunyi itu. Gairah Elsa meledak. Cairan bening yang deras semakin banyak keluar dari ujung pangkal pahanya, membuat bagian bawahnya benar-benar basah kuyup. Dengan sengaja, Elsa menggesekkan pahanya pada paha kekar Tama untuk menyalurkan rasa sesak yang disandangnya.

​Tak sabar dengan posisi berdiri, Tama yang sudah dikuasai nafsu langsung mengangkat tubuh mungil Elsa ke atas, lalu membaringkannya secara perlahan di atas meja makan kayu yang luas. Tubuh sempurna Elsa kini sepenuhnya berada di bawah kuasanya.

​Dengan jemari yang sedikit gemetar karena gairah, Tama membuka satu per satu kancing kebaya biru milik Elsa, mengekspos kulit putih mulusnya. Setelah itu, tangannya bergerak turun, menaikkan kain batik bawahan milik Elsa hingga sebatas pinggang. Jemari kekarnya menelusup masuk, mengusap lembut area inti Elsa yang sudah habis-habisan basah kuyup akibat luberan cairan pekat sejak tadi.

​Ciuman mereka masih bertaut erat tanpa terputus. Perlahan, Tama melepaskan tautan bibirnya demi menghirup pasokan udara. Dia mengecup turun ke leher jenjang Elsa, memberi tanda kemerahan di sana, lalu turun tepat di bagian dua gundukan kenyal yang membelah dada istrinya. Tangan kekarnya berusaha keras mengeluarkan bulatan mengkal itu dari sarang pakaiannya. Begitu terbebas, Tama dengan lahap menyesap dan menghisapnya kuat, memicu desahan merdu yang sensual lolos dari bibir Elsa.

1
Wahyuningsih
kok q syuka bingit ama mak lampir menyebalkn skli... thor buat istri pertama di ceraikn krna jht bingit sellu cari gara2 ama elsa
Wahyuningsih
lanjut thor.... dtnggu upnya yg buanyk n hrs tiap hri jgn lma2 up thor tk inaaak menunggu.... srhag sellh jga keshtn tetp 💪💪💪💪 n makaciiiih tuk upnya
Wahyuningsih
mampus langsung di skak mat
Wahyuningsih
dtnggu upnya thor yg buanyk n hrs tiap hri jgn lma2 up thor tk enak menunggu... sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 dlm upnya
Wahyuningsih
mampir q thor
Ummanya Hil_Ziy: Makasih Beb' sudah singgah di lapak baruku. di jamin cerita ini, gk kalah seru juga dengan lapakku yang lain😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!