Berawal Dari sebuah kutukan. dari Hana yang mengutuk habis Tokoh kedua wanita bernama Elsa. Elsa (20thn) seorang gadis yang di jadikan jaminan hutang oleh orang tuanya. Elsa yang di dalam cerita di katakan terpaksa menikah menjadi istri kedua juragan Tama. pria tua. tak terima...pada akhirnya memilih berselingkuh pada bawahan Tama yang bernama Ardana. Nasib malang menimpa hana, gadis itu di tarik masuk oleh takdir, masuk kedalam buku Novel _The Jurag's Wife_ dan menjadi Tokoh Wanita yang sudah dia maki habis-habisan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tasya Chuky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Halaman 12
"Ju... Juragan!" ucap Elsa gugup, suaranya bergetar halus.
Melihat sosok di depannya, jantung Elsa berdegup kencang. Di hadapannya berdiri Tama yang hanya mengenakan celana santai, memancarkan aura ketampanan maskulin yang kuat dan dominan.
"Bangun tengah malam... buat apa?" tanya Tama dengan suara rendah dan mengintimidasi.
Elsa gelagapan, meremas jemarinya. "A... Anu... Aku haus," ucapnya jujur.
Merasa atmosfer makin menyesakkan, Elsa membalikkan badan ke arah dispenser. Dia menuangkan air lalu meneguknya terburu-buru hingga tetesannya membasahi leher kebaya birunya.
"Anak gadis tidak baik tengah malam begini masih berkeliaran di luar. Pergi dan masuklah ke kamarmu," tutur Tama serak, tak ingin ada bantahan.
Mendengar suara serak itu, keberanian Elsa mendadak memuncak. Tanpa memikirkan konsekuensi dan harga diri, gadis itu berbalik cepat, berjinjit, lalu menyatukan bibirnya pada bibir hangat milik Tama.
Tama sempat tersentak dengan aksi nekat istri mudanya, namun perlahan dapat menguasai keadaan. Merasa tak ada penolakan, Elsa memberanikan diri merapatkan tubuhnya.
"Ayo, Om... Balas ciumanku..." bisik Elsa manja di sela tautan mereka.
Kata "Om" itu seketika menyentak kenangan masa lalu Tama. Seolah mendapat dorongan emosi yang masif, lengan kekar Tama langsung menarik pinggang Elsa, membalas ciuman itu dengan penuh kuasa dan afeksi.
Gairah yang membakar membuat Tama membawa Elsa ke atas meja makan. Namun, saat jemari Tama mulai membelai lembut tubuhnya, Elsa menahan pergelangan tangan suaminya.
"Jangan, Om... Pelan-pelan," bisik Elsa dengan mata sayu. "Aku... aku belum pernah melakukan ini sebelumnya."
Pengakuan tulus itu membuat pandangan Tama seketika melembut. Dengan penuh rasa kasih, dia mengecup kening Elsa. Tama memilih menahan diri demi kenyamanan istrinya, hanya memberikan belaian hangat yang menenangkan di atas meja makan hingga Elsa benar-benar rileks.
Tak ingin membiarkan istrinya kedinginan, Tama membawa Elsa ke dalam gendongannya menuju kamar utama, lalu mengunci pintu rapat-rapat.
Di atas ranjang yang empuk, Tama membaringkan Elsa secara perlahan. Dia memberikan kecupan-kecupan hangat di leher dan bahu Elsa, memanjakan wanita itu dengan kelembutan seorang pria dewasa. Elsa memejamkan mata, kepasrahan dan rasa hangat memenuhi seluruh raganya.
Tama lalu mengambil posisi di hadapan sang istri. Menatap pendar mata Elsa yang penuh debar, Tama mendaratkan ciuman dalam di keningnya, penuh kasih sayang.
"Tahan ya, El... Ini akan sedikit sakit di awal. Peluk saja punggungku erat-erat..." bisik Tama lembut di telinga Elsa.
Dengan lembut, Tama mulai menyatukan dirinya secara utuh dengan Elsa. Rasa perih yang sempat menyengat di awal perlahan sirna, tergantikan oleh sensasi hangat, penuh, dan keikatan yang begitu erat di antara mereka.
Tama mengembuskan napas berat yang hangat, menatap Elsa dengan pendar mata haru dan penuh rasa syukur.
'Akhirnya... kamu jadi milikku seutuhnya, El,' batin Tama bergejolak penuh kebahagiaan. Sangat jelas! Sebab sebelumnya pria itu tak pernah merasakan sensasi sakral seperti malam itu, tidak sekalipun bersama istri pertamanya Andini, kenapa? Sebab sebelum menikah, Andini mengaku bahwa dia sudah tak utuh lagi, di karnakan saat dia remaja....wanita itu pernah menjadi korban kekerasan.
Malam itu menjadi bukti abadi bahwa Elsa telah menyerahkan satu hal berharga pada suaminya dan menjadi milik Juragan Tama seutuhnya—jiwa dan raga, hanya milik Tama seorang.