NovelToon NovelToon
My Possessive Bodyguard

My Possessive Bodyguard

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mafia
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: By.DarkRose

Bayangan orang-orang untuk status putri tunggal keluarga pengusaha ternama, adalah gadis anggun yang penuh pesona dan wibaya seorang penerus tahta.

Tapi nyatanya, itu tidaklah berlaku untuk Larissa Moretti. Meskipun ayahnya seorang pengusaha kaya raya yang tersohor di Kolombia, serta memiliki ibu yang anggun dan lemah lembut.

Gadis itu sama sekali tidak mewarisi sikap ibunya, gadis itu adalah gambaran gadis jalanan yang urakan, suka membuat masalah hingga membuat sang ayah menggeleng-gelengkan kepalanya yang hampir pecah.

Puluhan bodyguard yang di sewa ayahnya selalu mengundurkan diri bahkan sebelum mereka bekerja satu Minggu mengawal gadis urakan itu.

Hingga untuk terakhir kalinya, sang ayah menyewa bodyguard melewati agensi terbaik di Kolombia, dan menyewa seorang bodyguard yang memiliki reputasi terbaik disana.

Gavin Kingsley, pria berumur 30 tahun dengan perawakan super atletis dan yang paling membuat Larissa tertegun adalah wajahnya yang tampan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19: Bunga Mawar untuk Tempat Sampah

...Bunyi patahan pulpen berbahan baja di balik punggung Gavin mungkin terdengar samar bagi Fabian yang sedang mabuk asmara, namun bagi telinga jeli Larissa, suara itu bagaikan musik kemenangan yang paling merdu. ...

...Larissa seketika menangkap sinyal bahwa sang pengawal kaku berwajah marmer itu sedang berada di ambang batas kendali emosinya....

...Larissa melirik ke sudut ruangan melalui sudut matanya. ...

...Gavin masih berdiri dengan posisi siap sempurna yang terlalu dipaksakan, namun rahang tegas pria itu mengeras begitu rapat hingga urat di pelipisnya berdenyut halus....

... Sepasang mata biru cerahnya yang biasanya sedingin es kini telah memancarkan kilat psikopat yang siap merobek siapa saja. ...

...Rasa cemburu dan posesif di wajah Gavin terlihat begitu nyata di mata Larissa, meski Gavin berjuang mati-matian menutupinya demi topeng esnya....

...Sebuah rencana jahil yang jauh lebih provokatif langsung tersusun rapi di kepala Larissa....

... Dia ingin melihat seberapa jauh singa posesif itu bisa bertahan sebelum topeng robotnya hancur lebur sepenuhnya....

..."Wah, Fabian..." Larissa mendadak mengubah nada suaranya menjadi sangat lembut, manis, dan terdengar begitu manja. ...

...Dia menarik tangannya dari jangkauan Fabian tepat satu milimeter sebelum pria itu sempat menyentuhnya, lalu beralih meraih buket bunga mawar merah raksasa di atas meja marmer....

...Fabian tertegun sejenak, lalu senyuman kemenangannya mengembang lebar. ...

..."Kamu menyukainya, Larissa?"...

..."Tentu saja," bohong Larissa dengan kerlingan mata hazel yang sengaja dibuat berbinar-binar cerah. ...

...Dia memeluk buket bunga besar itu di dadanya, menghirup aromanya, lalu melemparkan senyuman paling manis dan menawan ke arah Fabian, namun matanya sengaja melirik lurus ke arah Gavin untuk memastikan pria itu melihat setiap detik sifatnya yang manja kepada Febian. ...

..."Mawar merah ini sangat indah. Kamu benar-benar tahu cara memperlakukan seorang wanita, Fabian. Tidak seperti... beberapa orang kaku di rumah ini yang hanya tahu cara membacakan peraturan membosankan."...

...Pernyataan telak mengenai sasarannya. ...

...Di sudut ruangan, kepalan tangan Gavin yang bersarung tangan kulit hitam meremas sisa patahan pulpen di sakunya makin hancur. ...

...Darah di dalam pembuluh darah sang bos mafia mendidih hingga ke titik didih tertinggi....

... Jiwa monsternya berteriak murka, terbakar oleh rasa cemburu gila-gilaan melihat Larissa memeluk barang pemberian pria lain dan memujinya di depan wajahnya....

... Rasa cemburu Gavin berada di ujung tanduk, mencoba menahan diri untuk tidak melangkah maju dan mematahkan leher Fabian di tempat....

...Fabian yang merasa di atas angin, mendadak menegakkan tubuhnya sambil memegangi perutnya....

... "Ah, Larissa, senyumanmu benar-benar membuatku melayang. Kalau begitu, apakah setelah ini kamu mau menemaniku makan siang di luar? Oh, tapi sebelum itu, bisakah aku menumpang ke toilet sebentar? Kopi yang kuminum di jalan tadi sepertinya mulai bereaksi."...

..."Tentu saja, Fabian. Toilet tamu ada di koridor sebelah kiri setelah ruang tengah," jawab Larissa dengan nada suara yang kelewat ramah....

..."Tunggu aku ya, Cintaku," Fabian mengedipkan sebelah matanya dengan gaya yang menurut Larissa menjijikkan, sebelum akhirnya berdiri dan melangkah tergesa-gesa meninggalkan ruang tamu menuju koridor toilet....

...Begitu sosok Fabian menghilang di balik belokan dinding dan suara langkah sepatunya memudar, suasana di dalam ruang tamu mewah itu seketika berubah drastis. ...

...Suasana hangat dipagi hari, berganti menjadi hawa dingin mencekam yang menusuk tulang....

...Larissa masih duduk santai di sofa beludrunya, berpura-pura sibuk merapikan kelopak mawar merah di pelukannya dengan senyuman licik yang mengembang indah di wajah cantiknya....

...Satu... ...

...Dua... ...

...Tiga... ...

...Larissa menghitung dalam hati....

...Tepat pada hitungan ketiga, sebuah bayangan hitam besar melesat maju. ...

...Gavin tidak lagi berjalan dengan langkah sigap, dia melangkah lebar dengan aura sangat menakutkan....

... Hanya dalam dua kedipan mata, sosok tegap setinggi seratus delapan puluh lima sentimeter itu sudah berdiri kokoh, menaungi tubuh Larissa dari atas....

...Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, dan tanpa ekspresi wajah sedikit pun, tangan kekar Gavin yang terbungkus sarung tangan kulit hitam bergerak maju. ...

...Dengan satu gerakan yang sangat cepat, dan penuh paksaan yang posesif, Gavin langsung merebut paksa buket bunga mawar merah raksasa itu dari dekapan tangan Larissa....

..."Hei! Apa yang kamu lakukan, Patung Lilin?!" protes Larissa, sengaja pura-pura terkejut walau hatinya sedang bersorak puas melihat singanya telah lepas dari rantaiannya....

...Gavin tidak menjawab....

... Wajah tampannya tetap datar tanpa riak emosi, seolah-olah dia hanyalah sebuah mesin yang sedang menjalankan perintah, menolak keras memperlihatkan betapa salah tingkah dan cemburunya dia saat ini....

...Gavin membalikkan tubuh tegapnya dengan gerakan yang kaku, membawa buket bunga mahal itu berjalan menuju ke arah sudut ruangan dekat pintu keluar, di mana sebuah tong sampah besar berbahan stainless steel berdiri....

...Gavin mengangkat buket mawar seharga ribuan dolar itu dengan satu tangan, lalu menjatuhkannya begitu saja ke dalam tong sampah tanpa belas kasihan. ...

...Kelopak-kelopak mawar merah yang indah itu hancur berantakan di antara tumpukan sampah kertas....

...Gavin berbalik kembali menghadap Larissa, merapikan manset kemeja putihnya yang tertutup jas hitam dengan tenang bagaikan seorang psikopat yang baru saja menyingkirkan barang bukti....

... Sepasang mata biru cerahnya menatap lurus ke dalam manik mata hazel Larissa, begitu dingin....

..."Bunga ini mengandung banyak serangga dan mikroba berbahaya yang tidak steril untuk kesehatan sistem pernapasan Anda, Nona Moretti," ucap Gavin dengan suara bariton yang sangat rendah, namun penuh dengan nada Posesif berbahaya yang tidak masuk akal di balik alasan medis buatannya....

... "Sebagai pengawal pribadi Anda, adalah tugas saya untuk mengeliminasi segala bentuk potensi yang dapat mengancam keselamatan aset Tuan Moretti selama berada di dalam rumah ini."...

...Larissa terpaku sejenak mendengar alasan kaku yang kelewat tidak masuk akal dari mulut sang pengawal tsundere....

... Serangga? Mikroba? Di mawar dari toko bunga terbaik di Bogota?...

...Detik berikutnya, suasana hening di ruang tamu itu pecah oleh suara tawa Larissa yang sangat renyah, keras, dan penuh kepuasaan....

... Larissa menyandarkan tubuh rampingnya ke sofa, memegangi perutnya sambil terus tertawa melihat bagaimana Gavin bersusah payah mengarang alasan medis yang konyol hanya untuk menutupi rasa cemburunya....

..."Hahaha! Serangga katanya?!"...

... Larissa tertawa geli, mata hazelnya berpendar penuh binar kemenangan. ...

...Dia menunjuk ke arah tong sampah, lalu menatap langsung ke dalam manik mata biru Gavin yang mulai menegang....

... "Gavin, Gavin... kamu benar-benar pengawal paling menggemaskan yang pernah ada. Akui saja, kamu cuma tidak suka melihatku menerima bunga dari Fabian, kan? Kamu cemburu setengah mati kan, Patung Lilinku yang tampan??...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!