Dark romance !!
Cewek polos lugu x gangster kejam bengis !!
Tidak untuk anak-anak, ada adegan spicy !!
Latar belakang luar negeri, dengan nilai moral berbeda yang Indonesia.
Rosalie Ivy Dhelpine, seorang wanita cantik yatim piatu yang tidak memiliki keluarga, dan hidup dalam kemiskinan. Suatu malam dia di usir dan di cerai oleh suaminya, setelah melahirkan anak untuk Keluarga Cornelius.
Rosalie terpaksa pergi tanpa sepeser uang, tanpa rumah dan hanya sendirian. Di tengah udara malam yang dingin, seseorang tiba-tiba mendatanginya, dan menodongkan pistol ke arah kepalanya.
“Jadi ibu susu dan perawat untuk anakku, atau mati disini ?!” Ancam lelaki itu dan membawa paksa Rosalie ke rumahnya karena menolak perintahnya.
Anehnya, Aurelion, putra sang pria kejam itu justru menyukai Rosalie, dan menerima wanita itu. Bahkan Aurelion cocok dengan ASI yang diberikan Rosalie, hingga membentuk hubungan tak kasat mata antara Rosalie dan Aurelion.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. Lakukan apapun, asal jangan putriku
“Lihat, ini adalah putrimu.”
Dhelpine menatap ke arah layar tablet dengan tatapan sedih dan terharu, dia bisa melihat wajah Rosalie dari rekaman yang di tangkap oleh Enoch.
Rupanya lelaki itu, memasang kamera tersembunyi dari balik kancing bajunya, untuk merekam wajah Rosalie, karena itu dia mendekati putrinya untuk bisa melihat wajah itu semakin jelas melalui kameranya. Dan Enoch menunjukkan video itu pada Dhelpine.
Melalui tablet yang dia pangku, Dhelpine bisa melihat putrinya sudah menggendong seorang bayi, dan juga menggandeng anak berusia 10 tahun. Dhelpine merasa terharu, dia mendengarkan kabar jika putrinya juga sudah menikah dengan lelaki yang baik dan lembut. Setidaknya putri yang dia lahirkan, tidak merasakan pengalaman pahit sepertinya.
“Aku akan menggunakan cara apapun, agar dapat membawanya kemari, dan kau bisa beristirahat.” Bisik Enoch, menyadarkan Dhelpine jika lelaki di sebelahnya memiliki niatan buruk pada Rosalie.
Dhelpine menaruh tablet ke meja nakasnya. Lalu berbalik menoleh ke arah Enoch, dia kemudian memegang bahu lelaki itu, menatapnya dengan tatapan memohon.
“Kau tidak perlu memaksanya kemari. Bukankah kau bilang ingin memiliki anak ketiga denganku, lakukan apapun padaku tapi jangan putriku.” Ujar Dhelpine menatap tepat ke arah mata Enoch, lelaki itu terdiam sejenak.
“Apa kau melupakan perkataan dokter ??”
Ya, dokter menduga jika Dhelpine akan mengalami masa menopause lebih awal karena stress dan mental yang terganggu (bukan gila, tapi karena terlalu lama di kurung). Dan jika Dhelpine mengalami masa menopause maka dirinya tidak akan lagi memiliki gairah berhubungan badan, dan bagian bawahnya akan kering sehingga tidak nyaman jika melakukan s**.
Itulah kenapa Enoch mencari Rosalie sebagai pengganti Dhelpine, jika wanita itu harus berakhir mengalami menopause.
“Bukankah dokter memiliki obatnya ??” Ujar Dhelpine, membuat Enoch membulatkan matanya.
“Apa kau mau.. ??”
Tapi kabar baik (yang mungkin buruk bagi Dhelpine) jika dokter itu memiliki obat yang akan membuat hasrat Dhelpine tetap menggebu-gebu meskipun sudah masa menopause. Bagian bawahnya tidak akan kering, sehingga tetap bisa melakukan HS di usia kapan saja.
Awalnya Dhelpine menolak obat itu, tapi melihat Enoch mengincar putrinya, membuat wanita itu berubah pikiran. Biarkan saja, dia menjadi pelampiasan Enoch hingga dia tua, daripada Rosalie harus menderita.
Dhelpine tersenyum kecil, dan menganggukkan kepalanya.
“Aku.. Aku akan bersama denganmu.. Aku.. Aku mencintaimu.” Ujar Dhelpine, ada perasaan berat saat mengatakan itu. Karena sebagian dari pikirannya menolak kalimat cinta, yang di tujukan pada Enoch.
Tapi Dhelpine memilih merelakan masa tuanya di tangan Enoch daripada Rosalie yang akan mengalami semuanya.
Enoch sebenarnya tidak sekasar itu, dia tidak melakukan kekerasan fisik pada Dhelpine, meskipun wanita itu mencoba berulang kali berusaha untuk kabur, tapi Enoch tidak pernah memukulnya. Lelaki itu hanya mengurungnya dengan waktu yang begitu lama.
Enoch juga memberikan handphone dan tablet, yang tentu sudah di program agar tidak bisa menghubungi siapapun termasuk polisi. Tapi Dhelpine masih bisa melihat video dan membaca berita di luar sana, melalui kotak persegi panjang itu.
Enoch tidak mengatakan apapun, tapi dia memandang Dhelpine tepat di depan wajah wanita itu.
“Apa kau yakin, Dhelpine ??” Tanya Enoch sekali lagi, dengan penuh penekanan. Dhelpine menganggukkan kepalanya, dia bahkan sengaja mengalungkan kedua tangannya pada leher Enoch.
“Aku akan selalu bersamamu.” Ujar Dhelpine, membuat lelaki itu meneguk salivanya. Tapi kemudian dia tersenyum miring, melihat perilaku Dhelpine.
“Nakal.” Lirih Enoch dengan penuh penekanan, dia mendekatkan wajahnya pada Dhelpine dan menc*um bibirnya dengan lembut.
Tangannya memegang pinggang sang Dhelpine, dan mendorongnya pelan hingga wanita itu jatuh di bawahnya. Enoch memperdalam c**man itu sehingga membuat lenguhan kecil dari Dhelpine.
Tangan lelaki itu masuk ke dalam pakaian tipis Dhelpine, dan menelusuri tubuh indah, seksi di bawahnya. Dhelpine memukul dada Enoch pelan, karena dirinya kehabisan nafas, lalu setelah c**man terlepas, Dhelpine menarik nafas panjang.
Enoch mengecupi leher putih wanita itu, sembari berbicara lembut dan menggoda.
“Jangan sampai kau menyesalinya, anak nakal.” Bisik Enoch sambil mengecupi leher itu dengan lembut, membuat sensasi geli menghantam tubuh Dhelpine.
Setidaknya putriku aman, biarkan saja aku bersama pria gila ini batin Dhelpine dalam hatinya, dia tidak menyesal sedikitpun pada keputusan gila yang dia raih.
Jika kalian berpikir, kegilaan Enoch hanya sampai pada pengurungan Dhelpine, maka kalian salah besar. Enoch bahkan meminta jika salah satu dari mereka meninggal, maka yang lain akan di suntik mati agar keduanya tetap bersama.
Cinta yang seHIDUP seMATI. Itulah prinsip Enoch, jika salah satu hidup, maka mereka harus mati mengikuti pasangannya.
Jika Enoch mati duluan, maka Dhelpine harus rela di suntik mati, tapi sebaliknya juga. Jika Dhelpine yang lebih dulu meninggal, maka Enoch akan ikut dengannya.
Seakan jiwa mereka berdua harus terhubung dan selalu bersama selamanya. Yang lebih gila lagi, Enoch menyiapkan peti mati khusus, untuk dua tubuh. Sehingga mereka di kuburkan bersama, di peti mati yang sama dan kuburan yang sama.
“Ah.. Enoch.. Su.. Sudah.. Ini masih siang, bagaimana jika.. Aidan tahu..”
Enoch menyeringai licik, tangannya kemudian beralih ke gunung besar yang tidak tertutupi apapun, dia m*r*m*snya pelan, dan membuat d*sah*n kembali terdengar dari Dhelpine.
“kau tahu sayang, d*d* putrimu memang besar, tapi tidak sebesar milikmu ini~”
“Ja.. Janganhh..”
“Apa sayang ?? Aku tidak mendengarnya~”
“Akh !! Enoch.. hentikan..”
Enoch sengaja menggoda kekasihnya itu, dengan menyentuh bagian ujung gunung itu, membuat rengekan manja kembali terdengar.
“Benar-benar menggemaskan sekali~” Ujar Enoch mengeluarkan tangannya dari pakaian itu, membuat sensasi yang begitu kuat tadinya, kini berangsur menghilang.
Dhelpine menoleh melihat Enoch melepaskan pakaiannya sendiri, memperlihatkan dada bidang dan perut kotak-kotak itu, tapi yang menjadi fokus utamanya adalah tato di bagian dada kanan Enoch. Terdapat tato bertuliskan nama mereka berdua.
Nama Enoch di bagian atas, lalu bawahnya nama Dhelpine.
Enoch berkata jika itu adalah tanda penyatuan dua jiwa mereka yang tidak akan pernah terpisahkan oleh apapun.
Setelah membuka pakaiannya sendiri, barulah Enoch melepaskan pakaian Dhelpine, sehingga memperlihatkan tubuh putih mulus, dan berisi di depannya.
Meskipun di kurung tapi untuk makanan, Enoch selalu memberikan yang terbaik, bahkan vitamin, juga krim wajah untuk Dhelpine selalu di belikan. Hanya satu yang tidak bisa Dhelpine lakukan, yaitu keluar kamar.
Rantainya memang tidak pendek, bahkan dia bisa masuk ke kamar mandi karena memang rantainya di desain bisa memanjang, hanya saja jika keluar kamar. Rantai itu memiliki sistem sensor yang akan memendek sendiri jika Dhelpine berusaha keluar dari kamar itu.
Enoch menyeringai licik mengamati tubuh indah di depannya. Masa bodoh dengan perusahaan, atau makan siang yang akan dia lewati. Ada tubuh indah dan seksi yang harus dia jelajahi terlebih dulu, untuk bisa memberikannya semangat.
🩵🩷🩵🩷🩵🩷🩵🩷
Aslinya nih couple bisa lucu banget, kalau Enoch enggak segila itu, dan seobsesi itu sama Dhelpine 😌😌
Enoch juga bisa jadi cowok yang setia dan green flag sebenarnya. Tapi ya, sudahlah nasib memang memaksa Enoch jadi cowok black flag parah 😔😔
pingin lanjut ke cerita enoch🥰🥰🥰