NovelToon NovelToon
PRINCESS AZURA

PRINCESS AZURA

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:157k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Putri Azura dari kerajaan Utara, menikah dengan pangeran Xavier, putra Mahkota kerajaan Selatan. Xavier membenci Azura saat mengetahui wanita itu hanya memanfaatkannya demi pernikahan politik. Semua orang yang pernah dekat dengan Azura pun berpaling darinya dan menganggapnya wanita jahat yang haus akan kekuasaan.

Namun, apakah sang putri benar-benar jahat? Atau dia hanya menjadi boneka politik yang berusaha bertahan hidup?

Nanti akan terungkap bahwa di balik keanggunan dan kepintarannya, Princess Azura diam-diam melindungi Xavier dan orang-orang yang dia sayangi dari bahaya yang jauh lebih besar. Kebencian perlahan berubah jadi keraguan, hingga akhirnya kebenaran mengejutkan terkuak, kebenaran tentang betapa pahitnya kisah hidup Azura dan cintanya yang tulus terhadap Xavier.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perintah Xavier

"Maaf, pangeran! Jalanan ... jalannya rusak parah dan menurun tajam! Kuda-kuda jadi panik dan tak terkendali!"

Jawab Yann dari luar dengan napas memburu, suaranya terdengar tegang namun berusaha sekuat tenaga tetap tenang. Kereta itu masih terus meluncur turun dengan kecepatan yang makin bertambah, bergoyang-goyang mengikuti lekukan jalan tanah yang sempit, berbatuan, dan penuh tikungan tajam.

Xavier mengerutkan keningnya. Matanya berkilat waspada, namun bibirnya tertutup rapat menahan amarah yang mulai memuncak. Ada sesuatu yang sangat janggal di sini. Jalan raya utama menuju wilayah Utara seharusnya dijaga, diperbaiki, dan selalu dalam kondisi baik karena menjadi jalur perdagangan penting antar kerajaan.

Bagaimana mungkin ada bagian yang rusak dan curam seberbahaya ini tanpa ada tanda peringatan sedikit pun? Bahkan, di benaknya yang tajam, ia sadar bahwa jalanan ini seolah sengaja dibuat kasar dan licin, seolah ... sengaja dipersiapkan untuk menjebak seseorang.

Pikirannya seketika melayang ke arah wanita yang kini duduk diam dan pasrah di pangkuannya.

Azura.

Xavier menatap lekat wajah wanita itu yang masih terlihat pucat, bibirnya sedikit gemetar menahan rasa takut, dan matanya yang indah menatap balik ke arahnya dengan rasa ketergantungan yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Di benaknya, kecurigaan lama kembali merayap naik. Apakah ini bagian dari rencananya? Apakah dia sudah mengatur semua ini dengan ayahnya? Apakah wanita ini sengaja membawanya ke jalan ini agar nyawanya melayang di dasar jurang?

Namun saat matanya menangkap kilatan ketakutan yang tidak dapat dibohongi di manik mata itu, rasa curiga itu kembali goyah. Tidak, wanita ini terlihat sungguh-sungguh takut, bukan takut akan keselamatannya sendiri, tapi ada rasa cemas samar yang tertangkap oleh Xavier, seolah-olah Azura juga takut kalau sesuatu terjadi padanya. Perasaan batin itu kembali membuatnya frustrasi. Kenapa wanita ini selalu membuatnya bingung antara percaya dan benci?

Azura sendiri hampir tidak bisa berpikir jernih. Tubuhnya terguncang hebat setiap kali roda menghantam lubang atau batu, namun cengkeraman tangan besar Xavier di pinggang dan punggungnya menjadi satu-satunya tempat aman yang ia miliki saat ini.

Jantungnya berdegup kencang bukan hanya karena bahaya maut yang mengancam di luar sana, tapi juga karena posisi mereka yang begitu intim. Ia bisa merasakan detak jantung pria itu yang kuat dan tenang di balik kemeja tebalnya, merasakan panas tubuhnya yang menembus lapisan pakaian, dan merasakan aroma khas laki-laki itu yang begitu mendominasi indra penciumannya.

Di tengah kepanikan itu, ada rasa hangat aneh yang menjalar di hatinya. Pria yang selalu menghinanya, pria yang selalu menuduhnya pengkhianat, pria yang tega membuatnya tidur di lantai dan menyiksanya dengan kata-kata... kini justru menjadi tameng paling kokoh baginya.

Ia ingat peringatan Xavier tadi pagi, ancaman bahwa jika ada sesuatu yang salah, ia akan menyesal seumur hidupnya. Namun kenyataannya, saat bahaya datang, Xavier justru menjadi orang pertama yang menahan tubuhnya agar tidak terluka.

"Kau... tidak apa-apa?" tanya Azura lirih, suaranya hampir tenggelam oleh suara bising di luar, matanya menatap dada bidang itu dengan ragu. Ia tidak tahu harus berkata apa lagi selain memastikan pria itu baik-baik saja.

Xavier menunduk menatap wanita di pelukannya dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada kilatan kejutan sekilas di matanya mendengar pertanyaan itu. Di saat seperti ini, di saat nyawa mereka berdua terancam bahaya, kenapa wanita ini justru bertanya tentang keadaannya? Bukankah seharusnya dia senang kalau sesuatu terjadi padanya? Bukankah ini yang dia inginkan?

"Pikirkan dirimu sendiri saja," jawab Xavier ketus, namun nada suaranya tidak setajam biasanya.

Tangan kirinya yang tadi menahan pinggang, kini bergerak naik sedikit, menahan bahu Azura agar lebih rapat bersandar padanya, melindungi kepala wanita itu agar tidak terbentur dinding kayu saat guncangan semakin parah.

"Pegang leherku lebih erat, kau mau terlempar keluar begitu saja?!"

Azura tersentak kaget sedikit, namun ia segera menurut. Kedua tangannya yang gemetar melingkar di leher Xavier, jari-jarinya mencengkeram erat kain di belakang leher pria itu, menyembunyikan wajahnya di lekukan bahu kekar itu. Ada rasa aman yang begitu nyata menjalar ke seluruh tubuhnya. Di sini, dekat dengan Xavier, meski dunia di luar sana terasa kacau dan menakutkan, ia merasa seolah tidak ada yang bisa menyakitinya.

Situasi di luar semakin kacau. Kereta itu kini meluncur sangat cepat, hampir tak terkendali, menuruni jalan setapak yang semakin curam dan sempit. Yann berteriak meminta bantuan kepada para prajurit yang mengawal, beberapa di antaranya berusaha memacu kudanya sejajar dengan kereta untuk membantu menahan laju, namun usaha itu sia-sia karena kecepatan gravitasi yang terlalu kuat.

"Pangeran! Kita mendekati tikungan tajam di depan! Jurangnya sangat dalam!" teriak Yann dengan suara parau penuh keputusasaan.

Mendengar itu, rahang Xavier mengeras. Ia tidak bisa hanya diam menunggu nasib. Ia adalah Xavier, panglima perang yang tak pernah sekalipun membiarkan keadaan menguasainya. Dengan sigap, satu tangannya yang bebas meraba pinggiran jendela kecil di sampingnya, mengukur jarak dan posisi. Matanya berkilau tajam penuh perhitungan.

"Dengar baik-baik, Azura!" bisik Xavier tepat di telinga wanita itu, suaranya rendah, tegas, dan memerintah, memotong rasa takut yang melanda wanita itu.

"Begitu aku katakan loncat, kau harus melompat keluar bersamaku, jangan lepaskan pelukanku sedikit pun, mengerti?!"

Azura mengangkat wajahnya, menatap mata abu-abu itu dengan tatapan terguncang. Percaya? Apakah dia masih punya pilihan lain selain percaya pada pria yang membencinya ini? Di detik-detik menegangkan itu, melihat ketegasan dan keyakinan di wajah tampan itu, Azura sadar satu hal, jika dia harus mati hari ini, maka dia lebih memilih mati bersama Xavier daripada orang lain.

"Aku mengerti," jawabnya singkat dan mantap, meski jantungnya seakan berhenti berdetak. "

Kereta semakin cepat mendekati tikungan maut itu, suara derit kayu terdengar seperti jeritan terakhir sebelum hancur. Debu dan ranting-ranting kecil beterbangan masuk.

"SIAPKAN DIRI!" teriak Xavier sekeras-kerasnya. Ia mengunci pelukannya pada tubuh mungil Azura, memeluknya begitu erat hingga tak ada celah sedikit pun, melindungi seluruh tubuh wanita itu di balik tubuh kekarnya sendiri. Ia menjadi tameng sepenuhnya bagi Azura hari ini.

"SEKARANG! LONCAT!"

1
memei
xavier ayo cepat datang
Cristella Tella
moga ada penyelamat.... ksihan bnget orion.. moga dia bsa bersama mamanya
Ny Rudi Harianto
gak tau lah bagaimana Xavier....yg pasti dlm keadaan seperti ini aku cma teringat sma sang pangeran itu.....cma dia yg bisa nolong Azura
Ny Rudi Harianto
gak tau lah bagaimana Xavier....yg pasti dlm keadaan seperti ini aku cma teringat sma sang pangeran itu.....cma dia yg bisa nolong Azura
Bunda Dzi'3
xavier Pasti datang yaa kaa Mae...
kan ga ada yg bisa kendalikan Xavier di kerjaan Utara skalipun...
ayooo xavier bantu Azura&Orion😭
sr
huaaa tambah lgi thorr mmpung lgi libur gregetan😭
Vie
apakah orion itu sebenarnya adalah anaknya pangeran Xavier gitu? karena dulu pangeran wessel pernah heran mendengar Xavier menyebut dirinya mandul??? iiihhhh plot twist banget deh....
Syifa Azhar
Orion jangan takut mama dan kak roel pasti akan melindungi mu.azura jangan takut sama selir Evelin dan ayah tirimu karena mereka tanpa kamu gak ada artinya apa-apa.kekuasaan cuma menumpang aja sok berkuasa, tunjukan pada mereka kamulah pemilik kerajaan Utara sesungguhnya 💪💪
itin
maju kena mundur kena hidupnya azura saat ini
Nandi Ni
Semoga Xavier mata dan hati serta pikirannya terbuka,ttg kesusahan,kesakitan dan derita Azura,sehingga bisa menolong keluar dr penderitaan itu
Nandi Ni
kasihan sekali...hanya demi kekuasaan nilai kekelyargaan diabaikan,rakus.
Seorang ibu tdk akan rela,anak disakiti dan telantarkan,sungguh biadab mereka.
Hindra Cechen
jgn cuma 2 bab thorrrr
Hanima
👍👍💪
partini
Azura harusnya belajar bela diri juga lah aihhhh jaman bahela putri" kan diajari memanah dan bertarung
ga semua duduk manis
mars
xazier hrus dtg dan bawa pergi azura dan putranya biar terkuak semua pasti itu anak xazier. ayo lnjut ka
Vie
yeeee... go... azura .... go... lawan semua ketidakadilan itu, sudah saatnya kamu bangun dan berdiri tegak tanpa rasa takut dihatimu.... kuatkan hatimu demi anak dan juga masa depanmu.... tenang saja, karena xavier pasti cepat atau lambat akan tau semua kebenaranya, dan dia akan membelamu juga anakmu kalau dia sudah tau semua kebenaranya ...
🌿🌺WINA🌸🌿
Kasian orion sangat menderita masih kecil sangat ketakutan, parahnya lagi gak dikasih makan dan minum sampai kurus lagi sakit demam... evelyn sangat kejam banget memperlakukan anak kecil sampai ketakutan dan trauma...

azura akan berusaha bawa orion pergi kasian anaknya sangat menderita, hati seorang ibu hancur melihat anaknya disiksa...putri azura akan berjuang membebaskan anaknya dan membawa pergi, minta bantuan pangeran xavier zura sebaiknya jujur, pangeran xavier hatinya sangat baik pasti akan membantu menolong anakmu...
faridah ida
semoga Xavier datang ini ...
faridah ida
anak kamu di giniin kamu harus bales Azura , tetutama sama selir dan ayah.tiri kamu , kalau bisa kasih racun mereka semua ...
faridah ida
bawa aja anak kamu sama kamu Azura , nanti kamu kelasin ke Xavier , biar Xavier tahu dan bisa bantu kamu nanti ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!