NovelToon NovelToon
Cinta Harta Dan Persahabatan

Cinta Harta Dan Persahabatan

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Diah Fiana

Dini, seorang remaja dari keluarga sederhana. Tujuan hidupnya adalah fokus belajar agar sukses dan memperbaiki keadaan ekonominya bersama sang ibu.

Tanpa ia tau, diam diam sahabatnya menaruh hati padanya. Bersamaan dengan itu, masa lalunya tiba tiba datang dan mendekatinya.

Lantas, apakah Dini akan mengetahui isi hati sahabatnya?
Kepada siapakah Dini akan melabuhkan hatinya?
Apakah masalah perbedaan sosial menjadi masalah yang besar dalam hidup Dini?

Temukan semua jawabannya di sini.

Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Fiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berbohong

Dimas terpaksa harus berbohong pada Dini, ia tidak mau Anita semakin terbebani jika Dini tau yang sebenarnya.

"Enggak, aku nggak tau apa apa," jawab Dimas berbohong.

"Kalau kamu nggak mau bantuin aku nggak papa, aku bisa cari tau sendiri," ucap Dini lalu pergi meninggalkan Dimas.

"aku minta maaf Andini, aku janji akan kasih tau kamu semuanya tapi bukan sekarang," ucap Dimas dalam hati.

Di kelas, Pak Galih kembali memberi tugas kelompok. Kali ini satu kelompok terdiri dari tiga anggota.

"Dimas, Dini karena kalian kemarin gagal untuk bekerja sama sebagai kelompok kali ini Bapak akan memberi kalian kesempatan untuk bekerja sama lagi, Bapak harap kalian tidak mengecewakan Bapak!"

"Pasti Pak!" jawab Dimas semangat.

"Bagus, dan kamu Lia, kamu satu kelompok dengan Dimas dan Dini," ucap Pak Galih sambil menunjuk Lia.

"Saya Pak? saya sama Dimas? satu kelompok?" tanya Lia tak percaya.

"Iya, kamu keberatan?"

"Enggak Pak, saya nggak keberatan sama sekali, dengan senang hati saya mau Pak," jawab Lia kegirangan mengundang riuh semua temannya.

"Kalian jangan iri ya guys!" ucap Lia sombong.

Bagaimana tidak, semua teman perempuannya di kelas selalu berebut untuk bisa dekat dengan Dimas. Dengan menjadi teman satu kelompok Dimas, mereka akan menjadi lebih dekat dengan Dimas. Entah benar-benar mengerjakan tugas atau sekedar menghabiskan waktu untuk menatap Dimas sepuasnya.

Dini hanya menerima saja keputusan Pak Galih, karena protes pun percuma, karena Pak Galih tidak akan menghiraukannya.

Dini, Dimas dan Lia pun berkumpul.

"Hai pangeran," sapa Lia genit.

Dimas hanya tersenyum.

"Nanti ngerjain di rumah siapa nih?" tanya Lia.

"Aku sih terserah," jawab Dimas.

"Di rumah kamu aja ya," balas Lia mengusulkan untuk mengerjakan di rumah Dimas.

"Di rumahku aja," balas Dini cepat.

"Ya udah di rumah kamu aja," balas Dimas tersenyum.

"Oke, nanti sore aku ke rumah kamu ya Din, rumah kamu deket kan sama rumah Andi, soalnya aku taunya rumah Andi."

"Iya, deket."

"Eh, jangan sore, aku nggak bisa," ucap Dimas.

"Kenapa? sibuk lagi?" tanya Dini dengan nada kesal.

"Mmmm, iya ada keperluan, malem aja ya!" jawab Dimas.

"Terserah kalian aja," balas Dini sambil berlalu pergi dengan wajah yang masam.

Melihat Dini yang masih marah padanya, membuat Dimas membuang napasnya dengan kasar.

Dini kembali ke mejanya karena jam pelajaran Pak Galih sudah habis.

"Kamu ada masalah sama Dimas?" tanya Andi pada Dini.

"Enggak, nggak usah ngomongin dia lagi," jawab Dini yang tidak bisa menyembunyikan wajah kesalnya.

Meskipun Andi tau jika Dini berbohong, ia tidak mau bertanya lebih jauh lagi. Ia merasa lebih baik jika hubungan Dini dan Dimas renggang. Ia tidak perlu lagi khawatir Dimas akan merebut Dini darinya.

Bel sekolahpun berbunyi. Dimas segera mengejar Dini. Ia tidak ingin berlarut-larut dalam kemarahan Dini.

Ia harus bisa menjelaskan apapun agar Dini berhenti bersikap dingin padanya.

"Andini, tunggu!" panggil Dimas, namun tidak dipedulikan oleh Dini.

Dini terus berjalan seorang diri tanpa menoleh ke arah Dimas sedikitpun meski ia tau jika Dimas masih mengejarnya.

"Dengerin aku dulu!" ucap Dimas sambil menahan tangan Dini, namun Dini segera melepaskan tangannya dengan kasar dan berlalu meninggalkan Dimas.

Andi hanya diam melihat sikap Dini pada Dimas, ia tidak tau apa yang sudah dilakukan Dimas hingga membuat Dini marah padanya.

Dimas menyerah mengejar Dini, tapi hanya untuk saat ini karena ia harus segera membersihkan halaman sekolah dan menemui Anita sebelum ke rumah Dini.

Setelah menyelesaikan hukumannya bersama Andi, Dimas segera menuju ke rumah sakit.

Di ruangannya, Anita yang sedang membaca komik terkejut melihat kedatangan Dimas.

"Kamu ngapain ke sini?"

"Nemenin kamu," jawab Dimas dengan senyum termanisnya.

"Kenapa?"

"Kan aku udah bilang kemarin, kalau aku mau ke sini lagi," jawab Dimas sambil mengupas buah yang sudah dibawanya.

"Dimas, aku mau tanya sesuatu sama kamu," ucap Anita terlihat serius.

"Nggak usah banyak tanya, makan nih!" ucap Dimas sambil memberikan sepotong apel.

Sebelum ke rumah sakit, Dimas membeli banyak buah-buahan untuk Anita. Dia membeli bermacam macam buah karena dia tidak tau buah apa yang disukai dan tidak disukai oleh Anita.

"Kamu mau jualan buah?" tanya Anita yang melihat bermacam-macam buah di meja sebelah ranjangnya.

"Hahaha, aku nggak tau kamu sukanya apa jadi aku beli semuanya," jawab Dimas sambil menertawakan dirinya sendiri.

"Boros banget sih!"

"Enggak dong, kamu ambil yang mana yang kamu suka, sisanya aku jual hahaha...." balas Andi membuat Anita ikut tertawa karena jalan pikiran Dimas yang dianggapnya absurd.

Tiba-tiba Dokter Dewi datang.

"Ada apa nih? seru banget kayaknya," tanya Dokter Dewi yang melihat Anita dan Andi tertawa lepas.

"Dimas mau jualan buah Mbak," jawab Anita.

"Ya nggak papa dong," balas Dokter Dewi.

"Ini, minum obat kamu!" lanjut Dokter Dewi sambil memberikan beberapa obat dan air minum untuk Anita.

"Bosen Mbak, minum obat terus," ucap Anita dengan bibir manyunnya.

"Oh, udah mulai betah tinggal di sini? nggak mau sekolah lagi?"

"Ya nggak gitu juga Mbak, ya udah sini!"

Anitapun meminum beberapa butir obat yang diberikan Dokter Dewi. Setelah memastikan Anita meminum obatnya, Dokter Dewi keluar.

"Nitip Anita ya Dimas!" ucap Dokter Dewi sebelum menutup pintu ruangan Anita.

"Dimas juga punya kesibukan kali Mbak!" balas Anita meski tidak terdengar oleh Dokter Dewi.

"Anita, aku nggak bisa lama lama ya di sini," ucap Dimas pada Anita.

"Kenapa?" tanya Anita cepat.

"Eh iya, nggak papa kok, pulang aja," lanjut Anita yang sebenarnya masih menginginkan Dimas untuk menemaninya.

Dimas tersenyum, ia tau pasti Anita butuh teman di sini. Kalau saja bukan karena tugas dari Pak Galih, sudah pasti ia akan menemani Anita di sini.

"Ada tugas kelompok dari Pak Galih, nanti malem aku mau ngerjain sama anak-anak," jelas Dimas pada Anita.

"Kalau nggak ada tugas kelompok aku pasti nemenin kamu di sini," lanjut Dimas.

"Iya, nggak papa," balas Anita lalu merebahkan badannya.

"Selesai ngerjain tugas kelompok aku pasti mampir ke sini," ucap Dimas sambil membelai lembut rambut Anita.

Anita tersenyum lalu mengangguk.

"Aku balik dulu ya, nanti aku ke sini lagi!"

"Iya, take care!" balas Anita sambil melambaikan tangan pada Dimas yang sudah di ujung pintu.

Sebelum ke rumah Dini, Dimas menyempatkan diri untuk mampir ke toko buku langganannya untuk membeli beberapa komik romance.

Sebelum Dimas datang, sudah ada Lia di rumah Dini.

"Din, kamu lagi berantem sama Dimas?" tanya Lia.

"Enggak," jawab Dini singkat.

"Jangan lama-lama berantemnya, banyak yang antri di belakang kamu loh!"

Dini hanya diam tak menghiraukan ucapan Lia.

"Aku baru tau kalau ternyata Dimas itu masa lalu kamu."

"Masa lalu apa maksud kamu?"

"Dimas udah cerita semuanya kok, tentang masa lalu dia sama kamu."

1
jeje_😎
novelkk ikan terbang anjirlah....
jeje_😎
heh thor...nulis tuh bkin krkter yg bagus napa....ni dini murahn bgt.udh cngeng.murahan lgi.plinplan hih ...ug gitu si dimas jg sma plinplan.g bisa tegas...astaga
...di ikutin mlh tmbh emosi ni novel hahahah....
Eunike
ok
Nataniat Harefa: hxjfjrhc
total 1 replies
Eunike
ol
Eunike
Bingung baca percintaan Dini
Eunike
ok
Rosyid Rizal Azriel
izin share Karya terbaru saya "DUSUN RAHAYU" Mampir ya🙏❤️
Eunike
suka banget ceritanya
Diah Fiana: terima kasih kak, ditunggu like dan komennya di setiap episodenya 😘
total 1 replies
Eka Sulistiyani
bagus banget
Diah Fiana: terima kasih kak, lanjut season 2 nya ya, judulnya Akhir Kisah Dini
total 1 replies
Dessy Lisberita
aduh thoor cerita nya berbelit"masah dah 2xkecolongan tu kafe 🙏🏼🙏🏼
Diah Fiana: begitu lah kak 😬
total 1 replies
Dessy Lisberita
aku kok sebel sama tingka dimas sama andini. kalau dimas di bel sama anita cepet bener datang dma dngan dini. kalau di ke hidupan nyata sebodoh teing sama.dimas mendingan kabur
Diah Fiana: wadduuh sabar ya kak 🙃
total 1 replies
Dessy Lisberita
aduh thoor muter"aja cerita nya
Diah Fiana: maaf kak ☺️🙏
total 1 replies
Dessy Lisberita
kesel.aku thoor baca dimas sama anita sesak didada thoor
Diah Fiana: sabar ya kak 🥺
total 1 replies
Dessy Lisberita
thoor masih belum ketahuan ni Anita ngancam Dini di loker
Diah Fiana: semua bangkai yang disembunyikan pasti akan kecium baunya kak 😉
total 1 replies
Dessy Lisberita
ad kale manusia yg sifat nya kaya Anita Munafik bener tu. gunakan kesempatan dlm.kesusahan Andini
Diah Fiana: bener kak
total 1 replies
Senopati Arya Mada
bruntungx dini di prebutin dua cowok,jadi inget masa2 sma gue deh thor 😁😁
Diah Fiana: sama ya kak kisahnya? 😁
total 1 replies
Senopati Arya Mada
bambang andi emang yg terbaek deh,salut ama kteguhan hatinya
Diah Fiana: Andi emang the best 👍
total 1 replies
Senopati Arya Mada
mungkin itu tu yang jdi penyebab dini pobia sama ujan,apa mungkin itu msa llu dini sama kluargax ya thor🤔🤔
Diah Fiana: iyaa kak
total 1 replies
Senopati Arya Mada
smoga smuax cepet kbongkar,udah ga than liat dini nangis trus,
aku ikutn mewek thor😭😭
Diah Fiana: peluk puk puk dari jauh ya kak 🥺
total 1 replies
Senopati Arya Mada
nyesek banget,aku tau gmana rasax cinta dalam diam thor,itu sakit banget thor
Diah Fiana: semangat kak, psti akan ada kebahagiaan setelah rasa sakit itu 💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!