NovelToon NovelToon
SISTEM DUNIA INI AKAN KURETAS

SISTEM DUNIA INI AKAN KURETAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Epik Petualangan
Popularitas:285
Nilai: 5
Nama Author: YANDRI HS

Di dunia di mana para penyihir saling pamer ledakan dan mantra panjang, Kaelen Vance mantan pakar cybersecurity yang bereinkarnasi menjadi putra bangsawan miskin memilih menjadi anomali yang tak terlihat. Melihat sihir kuno tak lebih dari sistem jaringan yang penuh celah keamanan, Kael dengan sengaja memasukkan "kode rusak" pada ujian masuk Akademi Sihir. Tujuannya satu: dibuang ke Kelas F, sebuah gedung tua dengan sistem keamanan magis kedaluwarsa yang menjadi titik buta sempurna untuk meretas arsip kerajaan.
Publik mencapnya sebagai "Sampah Akademi". Mereka tidak tahu bahwa Kael tidak butuh merapal mantra; ia menyimpan struktur sihir di otaknya secara permanen layaknya NVRAM, dan menggunakan cincinnya sebagai router untuk meretas dan membelokkan serangan musuh di udara. Kael tidak butuh validasi atau menjadi pahlawan—ia menghancurkan musuhnya secara diam-diam dari balik layar.
Namun,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YANDRI HS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 31: Node Deployment

Angin laut yang bertiup kencang di puncak tebing utara Pelabuhan Portus membawa aroma garam dan kesegaran alam yang belum pernah dirasakan oleh daratan Kepulauan Meridian selama ratusan tahun. Bola kristal raksasa di puncak menara suar purba masih memancarkan pendaran cahaya biru yang stabil, memancarkan gelombang *mana* bersih ke segala arah dan menghubungkan pulau demi pulau dalam satu jaringan global yang terintegrasi penuh.

Di dalam menara batu kuno itu, Kaelen Vance berdiri tegak di depan altar kristal utama. Pendaran cahaya dari cincin peraknya menyatu dengan cahaya biru menara, memproyeksikan peta makro tiga dimensi yang kini jauh lebih luas ketimbang sebelumnya. Titik-titik node di Kepulauan Meridian yang tadinya berwarna abu-abu mati kini berubah menjadi hijau terang, menandakan bahwa proses sinkronisasi telah sukses besar dan latensi komunikasi berada di ambang batas minimum.

Elara Vane berdiri di samping Kael, merapikan jubah perjalanannya sambil mengamati layar proyeksi digital yang melayang di udara. "Sinkronisasi di seluruh pulau utama Meridian telah selesai tanpa hambatan berarti," ucap Elara, suaranya terdengar begitu ringan, merefleksikan kelegaan atas kelancaran misi tersebut. "Para pemimpin faksi lokal di pulau-pulau tetangga sudah menerima pembaruan sistem dan mulai memulihkan fasilitas irigasi serta jalur perdagangan mereka menggunakan suplai energi dari menara relai."

Kaelen Vance tidak langsung menanggapi. Bola mata abu-abunya meneliti setiap baris log data yang mengalir masuk dari berbagai node baru tersebut, memastikan tidak ada satu pun parameter yang mengalami deviasi.

"Distribusi energi lokal berhasil dipulihkan, dan stabilitas operasional di wilayah ini sudah mencapai seratus persen," jawab Kael datar, suaranya mengalir tenang bagaikan mesin yang memproses data. "Namun, seperti yang sudah ditunjukkan oleh pemetaan makro sebelumnya, Kepulauan Meridian bukanlah titik akhir dari ekspansi jaringan global ini. Wilayah ini hanyalah sebuah *sub-net* perantara—sebuah pos penghubung yang menjembatani daratan utama kita dengan tantangan yang jauh lebih besar di sebelah timur."

Alis Elara bertaut tipis. Ia mengalihkan pandangannya dari peta makro ke arah Kael. "Maksudmu... daratan luas di seberang timur kepulauan ini? Wilayah yang dalam arsip kuno disebut sebagai Kekaisaran Solaria?"

"Tepat," balas Kael dingin. Ia mengangkat tangan kanannya, memutar cincin peraknya hingga proyeksi peta bergeser memperbesar wilayah daratan raksasa yang terletak ribuan mil di sebelah timur Kepulauan Meridian. "Berbeda dengan Kepulauan Meridian yang terisolasi dan terpecah menjadi faksi-faksi kecil, Kekaisaran Solaria adalah peradaban benua yang sangat besar, sangat terpusat, dan diperintah secara mutlak oleh sistem monarki militer yang ketat."

Elara menghela napas pendek, menyadari betapa rumitnya tantangan berikutnya. "Sebuah kekaisaran besar. Itu berarti mereka memiliki birokrasi militer yang kuat, pertahanan sihir tingkat tinggi, dan tradisi kekuasaan yang tidak akan semudah itu menerima intervensi atau integrasi dari luar."

"Kekuasaan militer dan tradisi monarki bukanlah ancaman struktural," koreksi Kael mutlak. "Itu hanyalah bentuk *legacy software* yang usang—sebuah sistem pemerintahan kuno yang boros sumber daya, penuh dengan korupsi internal, dan sangat rentan terhadap kegagalan logistik. Masalah utama kita bukanlah kekuatan militer mereka, melainkan hambatan fisik berupa jarak geografis dan ketiadaan jalur kabel relai *Ley Lines* yang menghubungkan wilayah mereka langsung ke jaringan kita."

Elara mengangguk paham. "Kita tidak bisa langsung menyuntikkan sinyal *Handshake* seperti yang kita lakukan di Portus karena tidak ada infrastruktur kabel transmisi yang merentang sampai ke benua Solaria. Kita harus melakukan *Node Deployment*—membangun pos relai fisik baru dari nol di sepanjang jalur pelayaran timur."

"Tepat sekali," kata Kael. "Kita memerlukan pos perantara di gugusan pulau karang mati yang terletak di tengah Samudra Timur. Tempat itu akan kita jadikan sebagai *relay station* utama untuk memperkuat sinyal sebelum menembus perbatasan teritorial Kekaisaran Solaria."

Tanpa buang waktu lagi, Kael menarik tangannya dari altar kristal menara. Proyeksi peta di udara menyatu kembali ke dalam pendaran cincin peraknya. Ia berbalik dan melangkah keluar menuruni tangga menara, diikuti oleh Elara yang bergerak sigap mendampinginya.

Beberapa jam kemudian, di dermaga Portus, kapal penjelajah otonom yang membawa Kael dan Elara telah siap kembali mengarungi lautan. Kapten Valen bersama para prajurit penjaga berdiri di tepi dermaga batu untuk melepas kepergian sang arsitek jaringan. Tidak ada lagi raut kecurigaan atau permusuhan di wajah mereka; yang ada hanyalah rasa hormat yang mendalam dan kepatuhan mutlak terhadap sistem yang telah menyelamatkan pulau mereka dari kehancuran.

"Administrator," sapa Kapten Valen setengah membungkuk saat Kael melangkah menaiki tangga geladak kapal. "Semua perbekalan navigasi dan modul relai tambahan yang Anda minta telah dimuat ke dalam lambung kapal. Apakah Anda benar-benar akan langsung berlayar menuju perairan timur yang berbahaya itu?"

"Infrastruktur tidak menunggu keraguan," jawab Kael dingin tanpa menghentikan langkahnya. "Jalur transmisi harus terus diperluas."

"Hati-hati di perairan timur, Administrator," lanjut Valen dengan nada memperingatkan. "Para pelaut tua di sini menyebut wilayah itu sebagai *The Dead Channel*—zona badai abadi tempat kapal-kapal besar sering kali hilang tanpa jejak, dikabarkan diserang oleh makhluk-makhluk anomali penjaga perbatasan Solaria."

Kael menghentikan langkahnya sejenak di ambang pintu kabin anjungan. Ia menoleh sekilas ke arah Valen dengan tatapan setajam bilah es. "Anomali tidak lebih dari sekadar variabel acak yang belum dihitung dalam persamaan matematika. Tidak ada zona mati bagi sistem yang memiliki rute optimal."

Setelah mengucapkan kalimat itu, Kael melangkah masuk ke dalam kabin anjungan, diikuti oleh Elara. Pintu kabin tertutup secara otomatis, dan lambung kapal penjelajah otonom itu bergetar halus saat mesin penggerak *mana* di dalam lambungnya dinyalakan kembali.

*Re-initializing navigation parameters...*

*Route: Meridian Archipelago to Eastern Dead Channel (Node S-01).*

*Engine status: Optimal.*

Kapal penjelajah itu perlahan melepaskan tambatan dermaga, bergeser dari pelabuhan Portus, dan meluncur mulus membelah ombak biru menuju cakrawala timur. Meninggalkan Kepulauan Meridian yang kini stabil dan damai di bawah naungan jaringan global, Kaelen Vance dan Elara Vane bersiap memasuki babak ekspansi paling menantang: menembus perbatasan Kekaisaran Solaria.

Perjalanan melintasi Samudra Timur memakan waktu lebih dari tiga hari. Semakin jauh kapal melaju ke arah timur, suasana di sekitar mereka mulai berubah secara drastis. Langit yang tadinya cerah berangsur-angsur tertutup oleh gumpalan awan hitam legam yang berputar lambat, membentuk badai melingkar raksasa yang membentang luas di hadapan haluan kapal. Permukaan air laut berubah menjadi warna kelam yang pekat, dan angin menderu kencang membawa serta percikan air asin yang menghantam kaca jendela anjungan dengan keras.

Inilah *The Dead Channel*—zona badai abadi yang memisahkan Kepulauan Meridian dari daratan Kekaisaran Solaria.

Di dalam kabin anjungan, layar navigasi utama berkedip-kedip dalam warna kuning peringatan. Grafik turbulensi dan tekanan atmosfer melonjak drastis, menunjukkan bahwa mereka sedang memasuki zona interferensi elektromagnetik dan magis yang sangat tinggi.

"Kael, badai di hadapan kita tidak seperti badai biasa," ucap Elara, tangannya memegang erat sisi meja konsol untuk menjaga keseimbangan saat kapal mulai merasakan guncangan ombak yang besar. "Fluktuasi energinya sangat liar. Kompas sihir biasa pasti sudah hancur lebur jika mencoba menerobos pusat pusaran ini."

Kaelen Vance duduk tegak di balik konsol utama, wajahnya tetap sedingin es. Jari-jarinya menari cepat di atas tombol-tombol kristal, menyesuaikan parameter frekuensi pelindung gelombang kapal secara *real-time*.

"Kompas sihir adalah alat usang yang mengandalkan asumsi konstan," jawab Kael datar. "Kita tidak membutuhkan kompas. Kita menggunakan pemetaan *traceroute* berbasis gelombang mikro untuk membaca celah di antara pusaran badai."

Kael memutar cincin peraknya setengah lingkaran. Kilatan cahaya biru menyembur dari permukaan cincin, mengirimkan gelombang pemindai berdaya tinggi yang menembus inti badai hitam di hadapan mereka. Di layar monitor, sebuah jalur tipis berwarna hijau terang tiba-tiba terbuka di tengah-tengah lautan badai yang mengamuk—sebuah lorong sempit yang memiliki tekanan atmosfer paling stabil dan tingkat turbulensi paling rendah.

"Jalur transmisi ditemukan," kata Kael dingin. "Alihkan kemudi ke koordinat baru: Sektor Tiga Belas."

Kapal penjelajah otonom itu mendadak membelokkan haluannya dengan sudut tajam yang sangat presisi, menyusup masuk langsung ke dalam lorong sempit di tengah badai abadi tersebut. Di luar jendela anjungan, dinding badai hitam yang bergemuruh dahsyat tampak mengurung kapal di sisi kiri dan kanan, namun di jalur yang dilalui kapal, air laut tampak tenang dan udara terasa hening bagaikan berada di dalam mata badai.

Elara menghembuskan napas panjang, meredakan ketegangan di dadanya saat melihat bagaimana Kael memperlakukan badai paling mematikan di samudra itu seolah-olah ia hanya sedang menghindari kemacetan lalu lintas kota. "Kau benar-benar menemukan celah di tengah badai paling mematikan di dunia ini hanya dengan perhitungan matematika."

"Matematika tidak pernah salah," balas Kael tanpa emosi. "Yang ada hanyalah ketidakmampuan manusia menghitung variabel dengan akurat."

Setelah berjam-jam meluncur di dalam lorong stabil tersebut, badai hitam di hadapan mereka akhirnya perlahan-lahan memudar, digantikan oleh pemandangan yang luar biasa megah di balik cakrawala timur. Sebuah gugusan pulau karang mati yang luas—yang dikelilingi oleh air laut yang tenang—tampak terbentang di hadapan haluan kapal.

Inilah titik koordinat yang dipilih Kael untuk mendirikan stasiun relai perantara: pulau karang tandus yang akan diubah menjadi pos transmisi strategis untuk menembus wilayah Kekaisaran Solaria.

Kapal penjelajah otonom merapat dengan lembut ke bibir pantai pulau karang tersebut. Kael dan Elara melangkah turun ke atas daratan pasir putih yang sepi. Tidak ada pohon atau tanda-tanda kehidupan di pulau itu, menjadikannya lokasi yang paling sempurna dan terisolasi untuk membangun *Node Deployment* baru tanpa gangguan dari faksi mana pun.

Kael melangkah ke tengah-tengah pulau karang. Ia mengangkat tangan kanannya, dan cincin peraknya memancarkan pendaran cahaya biru yang sangat terang. Semburan cahaya itu menghujam langsung ke dalam tanah karang, membentuk fondasi sirkuit magis melingkar yang langsung terhubung ke menara suar di Kepulauan Meridian dan server pusat di akademi.

*Deploying intermediate relay node (Node S-01)...*

*Configuring hardware parameters...*

*Node successfully deployed and operational.*

Sebuah pilar kristal transparan perlahan-lahan bangkit dari tengah pulau karang, berdenyut stabil memancarkan cahaya biru terang ke langit timur. Stasiun relai perantara telah berdiri, membuka lebar gerbang komunikasi langsung menuju jantung Kekaisaran Solaria.

"Node pertama di wilayah timur telah aktif," umum Kael dingin, menatap lurus ke arah cakrawala timur tempat menara-menara emas Kekaisaran Solaria mulai tampak samar-samar di balik kabut fajar. "Ekspansi global berlanjut. Kita siap menyusup ke wilayah kekaisaran."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!