Zahra sudah duduk di dalam mesjid menanti calon suaminya karna pagi ini mereka akan menikah, namun sampai waktunya hampir tiba calon pengantin Laki Laki belum juga datang, semua saudara yang hadir menjadi resah dan cemas mereka bingung mengapa calon pengantin belum datang juga.
"Apa maksudmu johan, apa kamu sedang mempermainkan aku mengapa sampai sekarang kamu tidak datang juga, kamu yang bilang sudah menunggu sampai delapan belas tahun untuk bersamaku mengapa kamu buat begini. " zahra tak dapat menyembunyikan perasaannya air mata yang sedari tadi di bendungnya ahirnya tumpah juga karna kini orang yang mengaku sudah mencintai sampai delapan belas tahun itu belum muncul juga.
Apakah johan akan ingkar janji..
Apakah pernikahan akan batal nanti..
Mari baca lanjutan ceritanya ya
Jangan lupa tinggalkan jejak kamu
like, vote, rate dan komentarnya ya
🤗🤗🤗🤗
😘😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evaaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. Nekat.
" Aku tidak menganggap Kamu menolak ku aku beri kamu Waktu untuk mempersiapkan dirimu menjadi nyonyaku. " Setelah berkata begitu johan mengecup kening zahra mesra.
" Astaga naga........ Maili setengah berterik menyaksikan keberanian johan.
" Habis lah kau johan kena murka zahra ."
cicit maili yang masih terdengar di telinga Robby.
Untung saja suara maili tidak terdengar oleh dua insan itu, kalau sampai terdengar Dan terganggu maka yang akan murka pasti Johan.
" Johan....." Kini suara teriakan zahra yang terdengar menyadari situasi, Wajah Zahra Berubah seperti warna tomat, malu, marah bercampur aduk.
Di dorongnya tubuh besar itu namun gagal kekuatan Johan yang besar memeluknya membuat zahra tidak mampu mengelak Dari pelukan Johan.
Johan tersadar kalau Dia sudah berbuat kesalahan, berlahan- Lahan di lepaskan pelukannya, Dan menarik tangan zahra ke arah meja Makan dengan Kursi yang Mirip singga Sana itu.
Di dudukkannya zahra di salah satu Kursi Dia sendiri berlutut lagi, di raihnya tangan Kiri zahra Lembut untuk kemudian di sematkannya cincin berlian ke Jari manis zahra yang Tadi sore Di ambilnya dari toko.
Lagi lagi zahra tertegun, yang lain Tak Kalah binggung melihat aksi aksi Johan yang nekat.
" Maaf karna sudah menyentuh mu, Maaf karna sudah memelukmu, Maaf karna sudah mencium mu, Maaf aku Melakukan nya di luar scenario, aku benar benar hanya mangikuti naluriku saja. " Setelah berkata begitu johan Melakukan kesalahan Lagi Dia mencium tangan zahra penuh perasaan.
( Hahhhhh itu Mah di sengaja Johan.. bukan replex Lagi 😂 )
Entah Kenapa zahra tidak bereaksi, biasanya dia Akan protes Dan Marah Kalau Ada yang mengganggunya apa Lagi menyentuh nya dengan sengaja.
Kemudian johan menjentikkan jarinya ke Udara, Dan muncullah beberapa pelayanan membawakan hidangan Pesanan johan, Ada berbagai macam menu serba seafood Dan daging ayam Serta sapi ada juga Sayuran serta buah buahan segar semua itu makanan yang biasa di Makan zahra, Karna Zahra memang dari kecil tidak Makan ikan.
" Makan lah sayang.. kamu mau yang mana aku ambilkan ya. " Johan semakin nekat dengan memanggil zahra sayang.
" Bisakah kamu memanggil Aku dengan Panggilan lain, Risih dengar nya. " zahra Protes.
" Tidak sayang.... mulai malam ini aku akan memanggil kamu sayang, kamu harus terbiasa mendengarnya. " Johan.
Zahra Lagi lagi terdiam, percuma di larangnya johan makin berani jadi tidak ada gunanya.
Maili yang sedari Tadi Manonton Dari kejauhan geleng Geleng kepala, Salut dengan keberanian johan.
Sebenaranya zahra tidak mood untuk memakan, makanan yang tersedia di depannya meski makanan itu terlihat lezat Dan nikmat karna hati dan pikiranannya yang terganggu oleh johan.
Setelah makan mereka kembali ke apartment, johan mengandeng tangan zahra mesra sedikitpun johan tidak mau melepaskan tangan zahra, mereka berjalan berlahan menyusuri lorong gedung itu, keheningan di antara mereka sangat Terasa tiba Tiba mulut johan terkunci, dia menyadari Sikap dingin zahra yang tiba Tiba pasti karna Marah melihat kenekatan Johan.
Namun Johan pura pura berani Dan pura pura tidak tau dengan Sikap diam zahra, begitu sampai di depan pintu Apartment johan memencet Bel, hanya beberapa detik saja pintupun terbuka.
Bibik yang melihat Zahra dan Johan yang datang bersamaan Dan bergandengan tangan tersenyum bahagia, ia berpikir Kalau Tak lama lagi zahra akan benar benar menjadi nyonyak di Apartment itu.
Setelah masuk zahra berniat melepaskan tangannya, namun Johan tidak mau dengan kuat johan tetap mengenggam tangan zahra.
" Lepaskan tangan aku johan.. " Perintah zahra.
" Kenapa.. aku masih mau berdua denganmu, kita duduk sebentar ya. " pinta Johan.
" Aku mau ke kamar, mau ganti Baju sekalian membersihkan Riasan ini, aku ga nyaman Karna Aku ga terbiasa, Kenapa...? Ikut." jawab Zahra dengan Muka jutek.
" Dengan senang Hati sayang aku akan ikut memenuhi undangan mu. " Canda johan.
" Jangan macam macam johan.. " zahra melotot kesal.
" Sayang apa salahku kok marah, aku hanya memenuhi undangan mu. " Johan masih bercanda Padahal Dia sudah sangat Takut bakal menerima murka zahra.
Zahra terdiam Dan memandang johan lekat lekat, ahirnya Johan melepaskan tangannya karna reaksi Zahra mulai terlihat semakin Marah.
" OK sayang masuk lah, aku ke kamar anak anak ya." ucap Johan mulai kikuk beradu pandang dengan Zahra.
Johan mengantar zahra sampai di Depan pintu kamar Dan dengan cepat zahra memasuki kamar tanpa kata.
Johan masih termangu di depan pintu itu ketika Maili datang menghampiri.
" Wah.... gua ga nyangka Lo nekat Banget johan, Hahhhh...gua masuk kamar aja lah sebelum aRa keluar dan menelan gua hidup hidup. " Ucap maili sedikit berbisik ia meninggalkan johan yang masih termangu.
***********
Lo sih Johan....
berani tingkat tinggi
asal Jangan di tinggal kabur aja lah.
😂😂
Lanjut...
ini j di boom
maaf baru nongol lg, sekian purnama ninggalin noveltoon.
tetap semangat dan sukses sllu.
tadi buka propilnya, ternyata ada yng baru. mampir deh