NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:316.6k
Nilai: 5
Nama Author: embun_senja

Lani, seorang gadis cantik yang baru saja pindah ke salah satu sekolah yang cukup ternama. Di sekolah barunya itu, dia disukai oleh seorang siswa tampan yang juga ketua sebuah geng. Tak hanya itu, ternyata dia juga disukai oleh salah seorang kakak kelas yang ternyata musuh dari pemuda itu.

Cinta segitiga yang ditimbulkan ternyata berlanjut hingga mereka dewasa. Cerita ini cukup kental dengan kisah persahabatan, romantisme anak remaja hingga perjodohan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon embun_senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 35

Sudah seminggu sejak kepergian Adrian, tapi Lani masih terlihat sedih. Sejak saat itu, Lani lebih suka menyendiri. Dia lebih memilih mengurung diri di dalam kamarnya. Ibunya pun sudah sangat khawatir dengan keadaan anaknya itu. "Lani, ayo makan, Nak," panggil ibunya.

"Mama makan saja dulu, Lani belum lapar," ucapnya datar.

"Sudahlah, Nak. Kamu harus kuat, sampai kapan kamu akan terus begini? Mama mohon, sayangi dirimu. Apa kamu sudah tidak sayang lagi sama Mama?" tanya ibunya yang langsung membuatnya menangis.

"Mama tahu kamu sedih, tapi Adrian akan lebih sedih lagi kalau melihatmu seperti ini," ucap ibunya sambil mengelus lembut punggungnya.

Lani menangis dalam pelukan ibunya. Walau di dasar hatinya, dia belum bisa menerima kenyataan kalau sekarang dia sudah kehilangan seseorang yang sangat dia sayangi.

Sementara Lani masih merasakan kesedihan karena kehilangan Adrian, Reihan malah tengah menahan perasaan karena Lani tidak ingin bertemu dengannya. Jujur, dia merasa putus asa melihat sikap Lani padanya. Dia sadar akan posisinya yang bukan siapa-siapa, tapi rasa sayangnya pada gadis itu malah mengganggu hatinya.

Sejak saat itu, hubungannya dengan Diana sudah mulai renggang. Reihan sudah tidak pernah lagi menghubunginya dan Diana sendiri mulai paham karena melihat sikap Reihan pada Lani waktu itu yang begitu perhatian pada gadis itu.

"Sepertinya, Reihan sangat peduli pada Lani," ucap Diana pada Rendi ketika masih di tempat pemakaman saat itu.

"Lani itu cinta pertamanya dan sampai sekarang, dia masih mencintai Lani," jawab Rendy spontan. Sesaat, dia mulai tersadar dan segera meminta maaf pada Diana. "Aku minta maaf, bukan maksudku untuk membuatmu cemburu, tapi ... "

"Tidak apa-apa, aku tidak pantas untuk cemburu karena Reihan belum memulai hubungan yang serius denganku. Aku akan senang jika mereka berdua akan kembali bersama," ucap Diana yang membuat Rendi menatapnya dengan rasa kagum.

Diana cukup paham dengan situasi yang kini dialami Reihan. Setelah mendengar cerita tentang kisah cinta Reihan, Adrian dan Lani, membuatnya menitikkan air mata. Dan akhirnya, dia memutuskan untuk mengakhiri penjajakannya bersama Reihan dan memilih untuk berteman saja.

Pagi itu, cuaca terlihat sedikit mendung. Lani perlahan membuka matanya yang terlihat sembab. Sementara ibunya sibuk di dapur, Lani memilih keluar dari kamar dan pergi ke suatu tempat. Berselang beberapa menit kemudian, Widya terperanjat kaget ketika melihat kamar Lani yang sudah kosong. Dia sudah memeriksa ke sekeliling rumah, tapi Lani tidak ada di manapun. Perlahan, hujan mulai turun dan membuat wanita itu menjadi khawatir.

"Hallo, Nak Iva. Apa Lani sedang bersama kamu?" tanya Widya panik.

"Tidak, Tante. Memangnya ada masalah apa?" tanya Iva penasaran.

"Lani tidak ada di rumah, dia pergi entah ke mana," ucap Widya khawatir.

"Jangan khawatir, Tante. Nanti coba saya hubungi teman-teman yang lain, mungkin saja Lani bersama mereka," ucapnya berusaha menenangkan Widya.

Semua teman-temannya sudah dihubungi, tapi mereka tidak tahu keberadaan Lani. Hingga akhirnya Reihan tersadar, kalau Lani mungkin saja ada di tempat itu.

Di tengah hujan yang deras, Reihan mengemudi mobilnya melintasi area pemakaman. Setibanya di depan pintu gerbang pemakaman, Reihan pun keluar dari mobil dan berjalan menuju makam Adrian dan betapa terkejutnya dia ketika melihat Lani yang sedang duduk menangis di kuburan itu.

Reihan berjalan perlahan dan segera memayungi gadis itu. Terlihat tubuh Lani yang telah basah kuyup dengan bibir bergetar dan mulai membiru. "Ayo, kita pulang. Ibumu sangat mengkhawatirkanmu," ucap Reihan lembut sambil duduk di sampingnya.

"Kenapa kamu ada di sini?" tanya Lani dengan bibirnya yang membiru.

"Ibumu khawatir karena kamu tidak ada di kamar dan segera menghubungi kami. Pikirnya, kalau kamu mungkin sedang bersama kami," jelasnya.

Sesaat, Lani menatap wajahnya. Terlintas, sebuah senyuman muncul di sudut bibirnya yang mulai membiru. "Aku minta maaf, aku belum bisa melupakan Adrian. Kamu tahu, dia yang selama ini menghiburku disaat aku harus melepaskanmu dulu. Dia yang menawarkan cinta dan kasih sayangnya untukku saat kamu dulu harus meninggalkanku. Dan aku tak bisa melupakan itu. Aku merasa sangat berdosa padanya jika aku harus kembali padamu," ucap Lani seakan dia ingin menyampaikan kalau dia tidak bisa lagi menerima Reihan di sisinya.

Mendengar semua perkataan Lani membuat Reihan tersenyum. "Aku tidak memaksamu untuk kembali mencintaiku, tapi setidaknya biarkan aku untuk mengobati luka di hatimu seperti yang pernah dilakukan Adrian untukmu dulu. Aku rela walau kamu tidak mencintaiku seperti dulu. Aku rela kalau kamu hanya menjadikanku sebagai tempat pelarianmu. Aku rela jika kamu hanya pura-pura mencintaiku. Aku akan terima semuanya asalkan kamu jangan menyuruhku untuk pergi dari sisimu," ucap Reihan yang membuat Lani menatapnya heran.

Sesaat, Lani tertegun mendengar semua perkataan Reihan yang membuat dia teringat kembali dengan sosok Adrian enam tahun lalu. Di saat dia kecewa dengan Reihan, Adrian mengucapkan kata-kata itu hingga membuat dia menerima Adrian. Dan kini, dia mendengar lagi kata-kata itu dari mulut Reihan yang membuatnya menitikkan air mata. "Kenapa kamu masih mencintaiku? Kamu punya kesempatan untuk bahagia sejak enam tahun lalu, tapi kenapa kamu masih mengharapkanku?"

Reihan membelai lembut wajah Lani yang sudah mulai dingin. "Aku tidak bisa melupakanmu. Selama enam tahun, aku berusaha untuk bisa melupakanmu, tapi aku tidak bisa. Kamu tahu, saat aku melihat foto lamaranmu waktu itu hatiku menangis, tapi hatiku seakan mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. Seakan ada kekuatan yang membuatku untuk tetap mencintaimu," ucap Reihan dengan air mata yang perlahan jatuh di pipinya.

Lani terdiam. Hanya air mata yang masih mengalir di sudut matanya. Dia tatap kembali batu nisan Adrian dan membelai lembut batu itu. "Apa kamu sengaja membuat kami berdua datang ke sini, hah?" Tanya Lani seakan berbicara dengan batu nisan itu.

"Apa kamu menginginkan aku kembali lagi pada Reihan? Apa itu yang kamu mau? Kenapa kamu masih saja mengorbankan perasaanmu?" ucap Lani dengan tangis yang menjadi.

Melihat Lani yang menangis membuat Reihan segera memeluk gadis itu. Lani tidak menolak, dia biarkan Reihan memeluknya. Walau keduanya sudah basah sekujur tubuh tidak membuat mereka bergeming. Dengan erat, Reihan memeluk Lani dengan perasaan yang begitu bahagia. Setelah enam tahun, dia hanya bisa melihat gadis itu tanpa kata. Kini, dia bisa merasakan kembali hangatnya tubuh gadis itu.

Di depan pusara Adrian, Reihan berjanji akan selalu menjaga Lani sepanjang hidupnya hingga ajal menjemputnya kelak. "Aku berjanji padamu, aku akan membuat Lani kembali mencintaiku seperti dulu dan aku akan memenuhi permintaan terakhirmu. Aku akan membuat Lani bahagia, aku janji padamu," ucap Reihan dalam hati sambil menatap pusara Adrian yang basah karena hujan.

Sebelum meninggalkan makam Adrian, Lani duduk bersimpuh di depan pusara dan membelai lembut batu nisan Adrian yang mulai tertutup percikan tanah karena air hujan.  "Aku akan selalu mencintaimu, terima kasih atas semua cintamu padaku," ucap Lani dalam hati.

Hujan masih mengguyur bumi. Di tengah area pemakaman yang terlihat sunyi, kedua insan itu mulai berjalan meninggalkan makam Adrian. Kini, sosok itu tengah gembira di alam sana. Walau tubuhnya kedinginan diterpa air hujan, walau kini tubuhnya dalam kesendirian, tapi jauh diatas sana, arwahnya tersenyum bahagia melihat orang yang sangat dicintainya itu meraih kebahagiaan walau bukan dengan dirinya. Terlintas sebuah senyuman terukir di sudut bibirnya.

Sementara di dalam hatinya yang paling dalam, Reihan telah berjanji akan selalu menjaga dan melindungi Lani. Dia telah memantapkan hatinya untuk selalu mencintai gadis itu walau dia harus kembali lagi dari awal, yaitu membuat Lani kembali jatuh cinta padanya.

Sepanjang perjalanan pulang, Lani hanya terdiam. Tubuhnya yang sudah basah seakan tak mampu lagi menahan dinginnya air hujan yang akhirnya membuat dia menggigil kedinginan.

"Kamu kenapa?" tanya Reihan sambil menggenggam tangan Lani yang terasa dingin. Lani tidak menjawab. Dia terlihat sayu dengan tatapan yang mulai samar.

"Sebentar lagi kita sampai rumah, kamu pasti merasa kedinginan," ucap Reihan penuh rasa cemas. Lani masih terdiam hingga akhirnya pandangannya benar-benar gelap dan matanya yang perlahan mulai menutup.

1
Lisa Andrian
ada bagian yang benar-benar bisa membuat hati kita(pembaca) ikut merasa patah hati.
YAITU, KEHILANGAN SESEORANG YANG SELALU MEMASTIKAN KITA UNTUK TETAP BAHAGIA💔

TERIMA KASIH AUTHOR, UNTUK KISAH SINGKAT NAMUN MENINGGALKAN KESAN DIHATI PEMBACA(SAYA).🙏🏻😊
ITA MUNTE
bagus banget
Anastasia Ledakadi
suka ceritanya
Suzieqaisara Nazarudin
Waaahhh Reihan pinter ya setiap kali temannya ngomong pasal Lani Reihan pasti mengalihkan perhatian temen dr Lani,Reihan takut kna tikung temen sendiri ya🤣🤣🤣🤣🤣
Suzieqaisara Nazarudin
Tidak semua cowok suka dikejar kejar sama cewek,di tempelin kayak perangko,yang ada mereka itu risih gak nyaman dengan cewek kayak gitu..
Suzieqaisara Nazarudin
Mampir di karya mu ini thor..kayak nya seru nih..🙋🙋🙋🙋
Inggri
😊
Inggri
terima kasih thor untuk karyanya
Widia Aprilliani
bikin Baper 😭😭😭🙏 Tapi jujur saya suka banget dengan jalan ceritanya. Bagus banget 👍👍👍 sumpah keren banget... sukses ya kak
Thor....
Widia Aprilliani
jadi ikutan 😭😭😭😭 Baper abis...
Widia Aprilliani
lagi-lagi . soal beda setatus sosial...
Tapi aku suka ceritanya. bagus banget.
Bikin Baper.
Jadi ingat pas jaman sekolah 😍😊😊👍
Widia Aprilliani
jadi ingat masa remaja 😍😍😍😊
reyin
good story thor 👍
Muhammad Ari
keren thor.... ijin promo ya, jgn lupa mampir dan baca novel dg judul "sudden kiss" ya.... 😇😇😇
Dian Rahma
Thorrr lanjutinnn dongggg cerita anak2 nyaaaa😭😭
kuningan
mutia pelakor
Jenni Manullang
mantap thor.sukses selalu yah.karya mu berhasil mengaduk aduk perasaan ku
embun_senja: Makasih...
total 1 replies
Olvi Buyung
sedih banget😭😭
Sheila Ackerman
jd inget kembali masa2 sma dulu.
Nayla
suka banget sama ceritanya. aku suka dengan kesetiaan Reihan dan ketulusan Adrian, keduanya lelaki yg sangat mencintai Lani. Akhir yang bahagia...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!