NovelToon NovelToon
Fitnah Dibalik Gaun Pengantin

Fitnah Dibalik Gaun Pengantin

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Anak Genius / Mafia
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Naomi Clarisse tak pernah iri pada kehidupan sang kakak. Meski selalu dibandingkan dan diperlakukan tidak adil, ia memilih bekerja keras demi keluarganya.
Namun hidupnya berubah dalam semalam ketika Alicia Grace, kakaknya sendiri, menjebaknya di kamar hotel bersama Nathaniel Wijaya, pewaris keluarga mafia yang dikenal dingin dan tak mengenal ampun.
Sebuah fitnah menghancurkan nama baik Naomi. Di saat Alicia menghilang bersama pria pilihannya, Nathaniel yang dipenuhi amarah memaksa Naomi menggantikan posisi sang kakak di altar pernikahan.
Pernikahan itu adalah hukuman bagi Nathaniel.
Dan mimpi buruk bagi Naomi.
Ketika satu per satu rahasia mulai terungkap, Naomi harus memilih: terus menjadi korban, atau melawan demi mengungkap dalang di balik fitnah yang telah merenggut hidupnya.

Tunggu kelanjutannya hanya di Novel Toon atau Manga Toon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji Yang Dipaksakan

Keheningan memenuhi seluruh ruangan gereja. Alunan organ perlahan mereda, berganti dengan suara langkah pendeta yang berjalan menuju altar. Pria paruh baya itu membuka kitab di hadapannya, lalu mengangkat pandangan kepada kedua mempelai.

Tatapannya sempat berhenti beberapa saat pada wajah Naomi yang tampak begitu pucat.

Pendeta itu tentu mengenali Alicia. Beberapa bulan lalu, gadis itulah yang datang bersama Nathan untuk menentukan tanggal pemberkatan. Namun hari ini, perempuan yang berdiri di samping Nathan adalah orang lain.

Meski dipenuhi berbagai pertanyaan, ia memilih menjalankan tugasnya.

"Saudara-saudari yang terkasih," ucapnya dengan suara tenang. "Hari ini kita berkumpul di hadapan Tuhan untuk menyaksikan penyatuan dua insan dalam ikatan pernikahan yang kudus."

Semua tamu berdiri dengan khidmat. Suasana yang semula dipenuhi bisik-bisik perlahan berubah hening. Setiap pasang mata tertuju ke arah altar, menyaksikan dua mempelai yang berdiri berdampingan, meski tak seorang pun mengetahui badai yang sebenarnya sedang mereka hadapi

Naomi menundukkan kepalanya. Jantungnya berdetak semakin cepat hingga rasanya hampir keluar dari dada.

Ini bukan tempat yang ingin ia datangi. Bukan laki-laki yang ingin ia dampingi. Bahkan gaun yang melekat di tubuhnya pun bukan pilihan hatinya. Semuanya terjadi hanya dalam hitungan jam dan semuanya terasa seperti mimpi buruk yang tak kunjung berakhir.

Di sampingnya, Nathan berdiri tegak tanpa sedikit pun menunjukkan kegelisahan. Wajahnya tetap datar, seolah pergantian calon pengantin hanyalah perubahan kecil yang tidak berarti.

Pendeta kembali membuka kitabnya.

"Sebelum upacara ini dilanjutkan, apakah ada di antara hadirin yang mengetahui alasan sah menurut hukum maupun keyakinan mengapa kedua mempelai ini tidak dapat dipersatukan?"

Ruangan menjadi sunyi. Tak seorang pun bersuara Naomi perlahan mengangkat wajahnya. Ingin sekali ia berkata, aku menolak. Ingin sekali ia berteriak bahwa dirinya hanyalah korban.

Namun ketika matanya menyapu bangku para tamu, pandangannya bertemu dengan kedua orang tuanya.

Eric menatapnya tanpa belas kasihan. Sedangkan Merry hanya menangis sambil menundukkan kepala. Harapan kecil yang masih tersisa di dalam hati Naomi perlahan runtuh.

Dan saat itulah Naomi benar-benar sadar. Tak ada satu orang pun yang benar-benar berdiri di pihaknya. Bahkan mereka yang seharusnya menjadi tempat pulang dan berlindung justru memilih diam, membiarkannya menghadapi badai ini seorang diri di hadapan semua orang.

Pendeta melanjutkan. "Kalau begitu, kita akan memasuki prosesi pengucapan janji."

Nathan diminta melangkah satu langkah ke depan. Tanpa ragu, pria itu melakukannya.

"Nathaniel Wijaya."

Nathan menatap lurus ke arah pendeta.

"Apakah engkau bersedia menerima Naomi Clarisse menjadi istrimu, mengasihinya dalam suka maupun duka, dalam sehat maupun sakit, serta tetap setia kepadanya selama hidupmu?"

Tak sampai tiga detik. Nathan menjawab mantap. "Saya bersedia."

Jawaban singkat itu menggema di seluruh ruangan. Beberapa tamu mengangguk pelan.

Sebagian lainnya masih tampak saling berbisik, mempertanyakan pergantian pengantin yang begitu mendadak.

Kini semua mata tertuju kepada Naomi. Pendeta tersenyum lembut. "Naomi Clarisse."

Suara itu terdengar begitu jauh di telinganya.

Gadis itu mengangkat wajah perlahan.

"Apakah engkau bersedia menerima Nathaniel Wijaya menjadi suamimu, mengasihinya dalam suka maupun duka, dalam sehat maupun sakit, serta tetap setia kepadanya selama hidupmu?"

Bibir Naomi bergetar. Suara organ berhenti sepenuhnya. Gereja menjadi begitu sunyi hingga bunyi napas para tamu pun terasa jelas.

Naomi menggenggam gaunnya erat.

"Tidak..." Suara lirih itu hampir tak terdengar.

Pendeta sedikit mengernyit heran. Keraguan tampak jelas di wajahnya, tetapi ia tetap menunggu jawaban dari Naomi dengan penuh kesabaran.

"Maaf?"

Naomi memejamkan mata. Air mata mengalir perlahan di kedua pipinya.

"Aku..."

Belum sempat kalimatnya selesai, Nathan tiba-tiba menggenggam pergelangan tangannya. Cengkeramannya kuat, tidak sampai melukai, tetapi cukup untuk membuat Naomi menghentikan ucapannya.

Nathan menatapnya tanpa senyum. Tatapan itu seolah berkata bahwa tidak ada jalan untuk mundur.

Naomi berusaha menarik tangannya. Namun sia-sia sementara Nathan sedikit merapatkan tubuhnya dan dengan suara yang hanya bisa didengar oleh Naomi, ia berbisik pelan.

"Kalau kau mempermalukan keluargaku di depan semua orang..."

Ia berhenti sejenak. "...aku pastikan hidupmu akan jauh lebih menyakitkan daripada hari ini."

Ancaman itu membuat tubuh Naomi membeku. Ia menoleh ke arah Nathan. Tak ada kemarahan di wajah pria itu. Justru ketenangannya terasa jauh lebih menakutkan.

Nathan kembali menatap ke depan seolah tidak terjadi apa-apa. Pendeta masih menunggu jawaban. Ruangan kembali diliputi keheningan.

Alan Wijaya menatap putranya dengan wajah serius. Rieke menggenggam kedua tangannya erat sambil terus berdoa dalam hati agar upacara segera selesai.

Sementara Eric justru menatap Naomi dengan sorot penuh tekanan. Tatapan itu seolah berkata, "Jangan berani mempermalukan keluarga kita."

Naomi mengembuskan napas panjang. Ia menatap salib yang berdiri kokoh di depan altar. Ada begitu banyak kata yang ingin ia ucapkan, tetapi semuanya seolah tertahan di tenggorokan.

Perlahan ia memejamkan mata. Sesaat kemudian, bibirnya bergerak pelan mengucapkan satu kata yang mengubah seluruh jalan hidupnya.

"...Ya."

Begitu jawaban itu keluar, seluruh ruangan mengembuskan napas lega.

Pendeta tersenyum hangat. "Kalau begitu, berdasarkan pengakuan yang telah kalian ucapkan di hadapan Tuhan dan para saksi, saya akan melanjutkan prosesi pemberkatan pernikahan ini."

Naomi membuka matanya kembali. Tatapannya kosong. Di dalam hatinya, ia sadar. Perempuan bernama Naomi Clarisse telah kehilangan kebebasannya tepat di altar itu.

Sedangkan di sampingnya, Nathan tetap berdiri tegak. Baginya, pernikahan ini hanyalah sebuah solusi. Namun ia tidak pernah menyadari. Keputusan yang diambilnya hari ini justru akan menjadi awal dari kekacauan terbesar dalam hidup mereka berdua.

Bersambung...

1
Nar Sih
brati ada penyusup msuk suruhan alicia ,
Nar Sih
mungkin kah satpam tersebut suruhan alicia ,untuk memata,,i naomi hnya kak ayu yg tau
guest1053527528
siapa yg mata2 Thor dan semoga Naomi segara dapat orangx
Nar Sih
semagat nathan dan naomi💪
Nar Sih
semagat 💪 nathan ,cpt selesai kan mslh mu dgn si adrian biar semua nya tenang
Nar Sih
semagat naomi💪
Nar Sih
cerita lah pada nathan ,naomi tentang ancaman alicia mingkin suami mu bisa membantu mslh ini
mama
apa aq bilang nathan itu CEO terbodoh🤣..ada musuh di dlm perusahaan aj gk tau🤭..setelah bangkrut baru dah tau si nathan klu musuh ny ad dideket ny🤣
Nar Sih
hti,,nathan musuh di dekat mu ,waspadalah
Nar Sih
siap kak semoga lolos di 20 bab💪
Ayumarhumah: Aamiin Kak ....🤲🤲🤲🤲
total 1 replies
Nar Sih
satu mslh tentang msa lalu natan dan alicia sgra terungkap
Mita Paramita
bahasa Naomi manggil Nathan tuan terlalu baku jadi kesan ny kayak majikan dan budaknya 🤣🤣🤣
Ayumarhumah: biarkan saja kak nanti ada saatnya berubah🤣🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
sip naomi sgra kirim poto kakak mu ke suami mu biar tau
Mita Paramita
ternyata Nathan duda beranak satu ya🤣🤣🤣
Mita Paramita
Alicia kakak laknat 🤣🤣🤣jebak adiknya sendiri
Nar Sih
semoga ini awal perubahan yg lebih baik dari suami mu naomi
Nar Sih
semoga dgn selesai dan terbongkar nya mslh leon yg ngk berslh ,bisa membuat hubungan ayah dan ank lebih baik lgi
mama
hmmm dasarnya kepala sekolah ny oon pisan,makany jgn asal nuduh duluu... cek lah CCTV-nya biar gk asal main hukum aj tu si nathan dan marah2 leon
Nar Sih
ahir nya kbnran terungkap ,dan bnr kan kata naomi ,leon gk slh ,natan yg kurang perhaitaan ke putra nya yg bikin leon diam
Oma Gavin
makanya nathan jadi ortu jangan arisan merasa dirimu selalu benar snak sendiri jadi korban sekarang rasakan leon sudah terlanjur membenci mu sampai kapanpun ingatan leon tetap ada
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!