Di saat dunia memilih memihak yang kuat, Seline hadir bersama Sistem Balas Dendam untuk menghukum mereka yang lolos dari hukum.
Ia akan merayu pria yang paling dicintai targetnya, meruntuhkan kepercayaan, mematahkan kesetiaan, lalu membiarkan para pelaku menyaksikan kebahagiaan yang mereka bangun di atas penderitaan orang lain runtuh dengan tangan mereka sendiri.
Ia bukan malaikat. Bukan pula iblis.
Ia adalah keadilan yang gagal diberikan dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucum_alattas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
Plak!
Tamparan itu membuat Helena yang masih menangis di samping ibunya tertegun. Matanya bertemu dengan tatapan dingin papanya.
“Pa?” mata Helena terbelalak tak percaya. Pipinya bahkan langsung membengkak, dengan darah yang mengalir di ujungnya.
Ibu kandung Helena yang melihat itu langsung berdiri. Matanya menatap suaminya tak percaya.
“Sam, apa yang kau lakukan? Bagaimana bisa kau memukul putri kita?” tanyanya marah
Namun, Samuel, papa kandung Helena sama sekali tak peduli. Ia bahkan mendorong Angel ke samping, kemudian menatap putri yang selama ini membuatnya bangga dengan tatapan marah.
“Sam_”
“Tutup mulutmu! Jangan biarkan aku juga menamparmu!” sela Samuel cepat.
Tak ada kelembutan yang biasa pria itu tunjukan. Hanya ada tatapan dingin dan penuh kebencian di sana.
Angel yang melihat itu bahkan dibuat tertegun. Baru setelah suaminya mengintrogasi Helena ia tahu akar permasalahan kemarahan suaminya. Wajahnya pun ikut memucat.
“Hal bodoh apa yang kau lakukan, sampai sampai membuat keluarga Maxime memutus kerja sama kita, hah?” tanyanya dengan nada dingin.
Helena yang mendengar itu tertegun. Wajahnya pucat pasi. “Aku tidak melakukan kesalahan apa pun,” ucapnya dengan suara bergetar.
Namun, alih alih percaya. Samuel yang melihat kerugian yang harus ia tanggung akibat putusnya kerja sama itu mengambil vas, dan langsung membanting ke lantai.
Prang!
“Jangan berbohong! Kau pasti melakukan kesalahan. Katakan pada Papa, kesalahan apa yang kau lakukan, hah?” murkanya yang membuat helene bergetar dan hanya bisa menangis.
“Aku benar benar tidak melakukan kealahan. Jika ada yang melakukan kesalahan di sini, sudah pasti bukan aku, tapi keluarga Max,” jawabnya penuh kebencian di sela sela tangisnya.
Namun, Samuel sama sekali tak memiliki rasa simpati. Kasih sayang yang diberikan Samuel pada Helena selama ini bedasarkan keuntungan yang diberikan Helena.
Meskipun di masa lalu ia benar benar tulus menyanyangi anak itu, bahkan mengabaikan Selina, namun tindakan Helena yang selalu memberikan manfaat pada keluarganya membuat nilai putri pertamanya itu di matanya berubah.
Di matanya, Helena bukan hanya putri kesayangannya, tapi juga putri yang bisa membawa keberuntungan.
“Kau masih menganggapku bodoh, hah? Apa kau berselingkuh? Oh, pantas sekali, kepala pelayan mengatakan kau diantar kembali malam itu dalam keadaan tidak berpakaian? Kau benar benar selingkuh, hah?” murkanya yang ingin kembali menampar Helena.
Angel yang juga terguncang karena gagalnya kerja sama antara keluarganya dan keluarga Maxime langsung tersadar.
“Suamiku, suamiku, tenang. Jangan marah seperti ini. Kita bisa membicarakan semuanya baik baik.”
Samuel yang baru saja ingin menampar Helena lagi menarik tangannya kembali. Nafasnya yng naik turun semakin jelas karena perutnya yang membuncit.
Matanya melirik ke arah putrinya dengan tatapan jijik.
“Ikut papa untuk memohon maaf pada Maxime.”
Mata helena terbelalak. “Pa?”
“Kalau bisa, kau harus bersujud. Bersujud lah, sampai Maxime tidak memutuskan kerja sama antara dua perusahaan ini,” tegasnya yang sama sekali tak mempedulikan wajah Helena yang memucat.
“Pa, kenapa papa memintaku bersujud di depannya. Di sini, bukan aku yang salah! Aku korbannya. Kenapa aku yang malah diharuskan bersujud!” teriaknya benar benar merasa ingin gila.
Samuel yang mendengar itu menatap wajah putrinya dengan tatapan tajam.
“Apa maksudmu?”
“Max, ia berselingkuh, pa, dia berselingkuh dariku. Dimana letak kesalahanku? Dia yang menyakitiku, kenapa aku yang harus bersujud meminta maaf padanya. Apa salahku di sini?” tangis Helena benar benar tak bisa ditahan
Semuel yang mendengar itu sedikit terguncang. Namun, memikrikan rantai perusahaan yang benar benar akan terputus jika kerja sama dibatalkan, ia langsung menimbang untung ruginya dari perselingkuhan menantunya.
“Kau yakin dia benar benar selingkuh?” tanyanya cemas.
Helena menangis. Ia pikir, mungkin saat ini papanya akan mendukungnya. Selama papanya ada disisinya, Max tidak akan bisa terlepas dari genggamannya.
“Ya, aku bahkan melihatnya langsung.”
Samuel menghela nafas panjang. Ia mengangguk. “Baiklah, kali ini memang kau yang dirugikan. Serahkan semuanya pada papamu ini. Papa akan mengembalikan martabatmu.”
Helena yang mendengar itu diam diam merasa senang. Namun, hanya Angel yang tahu jika Samuel tidak sebaik yang terlihat.
“Suamiku, apa yang akan kau lakukan?”
“Meminta kompensasi yang besar, apalagi? Pemutusan kerja sama, itu tidak mungkin! Karena dia yang lebih dulu berselingkuh, aku akan meminta biaya kompensasi besar atas kerugian yang menimpa putri kita.”
Angel terdiam. Matanya menatap ke arah helena yang juga sedikit terkejut.
“Lalu, bagaimana dengan pernikahan putri kita.”
“Itu tergantung seberapa besar kompensasi yang diberikan. Jika dia ingin tetap bertahan dengan putri kita, maka dia harus memberikan kompensasi yang besar atas kerugian mental yang ditanggung putriku,” ucapnya yang berpikir jika putusnya kontrak kerja sama ini tak ubahnya karena putrinya yang menginginkan perceraian antara Max dan dirinya.
Biar bagaimana pun, di mata Samuel, pesona putrinya benar benar luar biasa. Ia bahkan pernah membawa beberapa kali putrinya hanya untuk menenangkan tander. Saat itu, tidak hanya dirinya yang merasa bangga karena memiliki putri yang luar biasa, tapi juga putrinya juga.
Putrinya bahkan berani bersikap arogan, mengatakan jika setiap pria yang sudah ia kunci, mereka tak akan pernah bisa lepas dari roknya. Dan ia benar benar harus mengakui itu.
“Cerai?”
“Hmm, kau jangan khawatir. Papa tidak akan begitu mudah menerimanya menjadi menantu papa lagi. Baru, setelah dia menunjukan ketulusannya, Papa akan membiarkan kalian bersama lagi. Bagaimana, bukankah Papa mengambil keputusan yang tepat.”
Wajah Angel pucat pasi. Ia paling tahu, Maxime lah yang menginginkan perceraian, bukan putrinya.
“Aku akan langsung menghubungi pihak Mak. Aku akan langsung mengatakan, tidak apa apa untuk melakukan pemutusan kerja sama. Hany saja, perceraian juga sudah pasti!” ucapnya dengan nada bangga.
Sebelum Angel dan Helena sempat mencegahnya, papanya lebih dulu berbicara.
Pihak Maxime yang menerimanya bahkan dibuat terkejut dengan nada penuh kesombongan Samuel. Sangat berbeda dengan sikapnya tadi saat mendengar pemutusan kerja sama.
“PA! APA YANG PAPA LAKUKAN?” teriak Helena benar benar tak percaya.
Semual yang baru saja mematikan sambungan telfon itu tersenyum puas. Matanya menatap putrinya yang terlihat ketakutan setelah mendengar kata katanya.
“Kenapa? Apa kau benar benar tak ingin kembali bersamanya? Helena, dengarkan papamu ini, semua laki laki yang memiliki kekayaan di luar sana sudah terbiasa memiliki lebih dari satu wanita. Selama laki laki itu tidak mengurangi sikap hormatnya dan mengganggu status sah istri sah, itu bukan apa apa. Kau harus lebih bijaksana.”
Namun, kata kata itu semakin membuat Helena menangis. “Apa yang papa tahu. Di sini, bukan aku yang menginginkan perceraian, tapi Max, Pa. Max yang menginginkan perceraian. Dia ingin menikah dengan simpananya!” teriaknya dengan frustasi.
Semua rencananya hancur. Benar benar hancur tak tersisa.
Samuel yang mendengar itu tertegun. “Apa yang kau katakan?”
Helena tak langsung mejawab. Ia langsung duduk lemas di atas karpet lantai. Menangisi semuanya yang benar benar diluar kendalinya itu.
Samuel yang melihat itu bena benar terguncang, ia bahkan seikit terhuyung.
“jadi, bukan kau yang tidak menginginkan Max, tapi kau yang tidak diinginkan?” tanyanya dengan suara tercekat.