Aku tidak tahu dosa apa yang telah aku lakukan di kehidupan sebelumnya sehingga tuhan menghukumku Seperti ini.
Aku Terjerat Dalam hubungan pernikahan Dimana Akulah orang ketiganya, Bangga? bahagia? tentu tidak, Aku seorang wanita mana mungkin aku akan bahagia diatas luka wanita lain Seburuk apapun wanita itu dia tetap seorang wanita dan sebaik apapun aku, Akan jauh lebih buruk dari pada dia.
Menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan bukanlah sebuah kebanggaan, melainkan sebuah hukum yang tengah aku jalani.
Jika diluar sana beberapa wanita bangga menjadi orang ketiga, tetapi aku justru menyesal, karena hinaan, cemoohan, serta makian, sudah menjadi Nyanyi wajib yang selalu terdengar ditelingaku.
Aku tidak berdaya jika harus melawan Nama besar Keluarga Sanjaya. Tapi jangan sebut Nama aku Luna jika aku mudahkan Semua keinginannya.
Silahkan langsung di baca 👉
Tinggalkan Jejak jika kalian suka dengan 💬🌟❤️ Terima kasih 🙏🙏🙏
Ingat Warning,⚠️⚠️⚠️21+++
Jangan lupa Follow IG Vivia129
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vi_via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perbedaan
Sore hari setelah selesai bekerja, Reval langsung pulang kerumah mamanya untuk melihat kondisi anita. Reval membawa buah dan susu hamil untuk anita serta beberapa makan dari restoran mewah, sebab siang tadi salah satu pelayan yang mengurus anita menghubunginya, pelayan itu mengatakan jika anita belum makan dikarenakan mual.
Ceklek. Reval membuka pintu kamar anita, setelah meminta pelayan untuk menyiapkan makanan yang ia bawah berserta buahnya untuk Anita.
Reval masuk kedalam kamar, ia lihat Istri pertamanya itu, sedang duduk bersandar pada kepala ranjang. salah satu pergelangan tangannya di pasangkan infus, Reval berjalan mendekat pada ranjang Anita.
" Masih mual?" Tanya Reval, ia duduk ditepi ranjang tepat disamping anita, posisi keduanya saling berhadapan.
" Iya mual banget." Jawabnya.
" Udah makan." Anita menggeleng kepalanya. " Makan ya?"
" Nggak bisa yank."
" Harus bisa donk! biar kamu nggak lemas." Tangan kiri Reval terangkat, mengusap pipi Anita.
" Nanti aja yank."
" Nanti makan lagi, yang penting sekarang kamu makan dulu, kasian calon baby nya! nggak di kasih makan seharian." Ucap Reval lagi sambil mengusap perut Anita dengan tangan kanannya. Reval tahu seperti apa anita dan pekerjaan! tetapi ia tidak bisa begitu saja membenci wanita yang ada di hadapannya ini. di bilang cinta, rasa itu sudah hilang sejak ia mengetahui kenyataan yang sebenarnya tentang Anita. Walaupun begitu Anita dan janin dalam kandungannya masih tanggung jawab dia, terlepas dari anak itu, anaknya dia atau tidak! sebagai suami Reval berkewajiban memperlakukan anita dan calon anaknya dengan baik.
Tok... tok... tok..
" Masuk." Pinta Reval.
Ceklek pintu kamar anita kembali terbuka, salah seorang pelayan masuk membawahi nampan berisi makan yang tadi di bawah sama Reval.
" Ini Den makan yang Aden minta."
" Taruh di meja." Pelayan itu segera meletakkan makanannya ketempat yang di suruh, Setelah itu ia langsung keluar.
Begitu pelayan itu pergi, Reval langsung mengambil makan untuk Anita. " Sini aku suapin." Anita menutup hidup dan mulutnya mengunakan tangan kanannya.
" Ayo buka mulut! Aaaaahh."
" Hmmm, hmmm." Anita kembali menggeleng kepalanya, tanpa melepaskan dekapan tangan dari mulutnya.
" Coba dulu, kalau masih mual aku nggak akan maksa kamu! Aaaa." Kali ini Anita menurut, ia menerima suap dari Reval, bagaikan magic, Anita tidak merasakan mual sedikitpun aneh tapi inilah yang terjadi. Reval pun terus menyuapi anita sampai makan yang ada di piring habis tak bersisa.
" Sekarang kamu istirahat ya! aku mau mandi dulu." Reval berdiri dari duduknya. Begitu selesai menyuapi Anita.
" Hu'um." Jawab Anita dengan mulut yang di penuhi buah.
Reval yang baru saja keluar dari kamar anita, terpaksa harus kembali masuk kedalam kamar anita, begitu mendengarnya suara mualnya.
" Kenapa Mual lagi, bukannya tadi baik baik aja?" Tanya Reval memijat tengkuk Anita. guna meredakan rasa mualnya.
" Aku juga nggak tahu! Mungkin calon baby nya pengen dekat sama daddy nya." Jawab anita begitu ia merasa sedikit lebih baik. " Yank, temani aku ya! aku takut pas kamu pergi aku mual lagi." Pinta Anita, Reval pun tak keberatan dengan permintaan istrinya itu.
Tepat pukul sepuluh malam, setelah memastikan Anita telah tertidur dengan pulasnya, Reval dengan perlahan keluar dari kamarnya! sekitar sepuluh menit Reval berdiri di depan pintu kamar anita. Setelah ia yakin anita tak kembali mual, ia langsung berjalan keluar rumah bundanya, menuju garasi dimana mobilnya terparkir.
Reval melajukan mobilnya menuju mansion. Rasa lelah tidak menyurutkan niatnya untuk menemui Luna.
Sekitar dua jalan lebih berkendara akhirnya Reval tiba di tempat tujuan. Para pelayan yang mendengar suara mobilnya langsung berjejer di depan pintu utama, menyambut kedatangannya.
" Selamat datang tuan." Edy dan 5 pelayan wanita itu memberi hormat.
" Nia dimana istri saya?" Tanya Reval sambil memasang wajah datarnya.
" Nyonya sudah tidur tuan." Jawab Nia.
" Apa yang dia lakukan hari ini."
" Setelah Tuan pergi, nyonya langsung keluar kamar untuk sarapan. siang hari setelah selesai makan siang nyonya berjalan jalan di taman. Setelah itu kembali ke kamarnya, malangnya nyonya tidak melakukan apa apa hanya bermain ponsel di kamarnya." Jelas Nia panjang kali Lebar kali tinggi.
" Kamu yakin?"
" Yakin tuan."
" Bagus, kalian boleh Istirahat sekarang."
" Apa tuan tidak membutuhkan sesuatu lagi! makan malam misalnya?" Tanya Edy.
" Tidak, kalian boleh pergi." Mendengar perintah Reval, semua pelayan langsung kembali ke paviliun mereka yang telah Reval sediakan di belakang sedikit terpisah dengan mansionnya.
Setelah semua pelayan pergi Reval kembali ke kamarnya, dimana Luna kini sedang tertidur. Hatinya berdesir saat melihat wajah damai istrinya di tambah senyum yang terukir di wajahnya saat tidur membuat jantung Reval berdetak semakin tak menentu. " Seandainya kamu seperti ini saat kedua matamu itu terbuka. Maaf telah menyakitimu." Reval mengecup pipi dan kening Luna. " Bisakah sehari saja menurut dan bersikap baik padaku."
Usai memandang dan berbicara sendiri layaknya orang gila. Reval langsung masuk kedalam kamar mandi untuk menyegarkan dirinya sebelum menemani Luna merajut mimpi bersama.
.
.
.
.
Bersambung.
💋Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍
gak apa thor penulis jg manusia biasa kami pembaca blm tentu bisa nulis, terima kasih dgn kisah ini. saran sih dikit, cerita ini babyak sedihnya jd bacanya nyesek. semangat berkarya
aku heran ama dion berbuat salah udah tahu kena minta dicegah oleh melly untuk tdk celap celup... lebay dion mah
aku gsk kebayang lho thor cinta namun sejauh itu jaraknya