Seorang pekerja kantoran bernama Satoru Kamizawa yang kini berumur 32 tahunsudah menjalani hidupnya dalam pekerjaan nya selama 7 tahun lamanya,rasa bosan dan lelah mulai muncul dalam dirinya.
Akibat kekelahan karena sering lembur dalam bekerja,dirinya kemudian tertidur dalam lelapnya malam hari,namun sekaligus dia menutup hidupnya...
Kemudian saat dia membuka matanya lagi,dia terlahir di tubuh bayi yang baru saja lahir dari rahim seorang ibu,dan dirinya menjalani kehidupan keduanya sebagai seorang gadis.
Kehidupan keduanya terasa begitu indah ketika dia hidup di dunia lain dengan peradaban yang masih kuno,namun terdapat hal menakjubkan dalam dunia itu...
Benar..itu adalah sihir,keluarganya adalah keluarga miskin yang berkecukupan,dia hidup dengan dua saudara nya,yaitu seorang adik perempuan dan seorang kakak perempuan.
Hiudpnya berjalan dengan baik,hingga dirinya di berkati sihir yang membuatnya harus masuk ke dalam akademi sihir,dan memulai pengalaman hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Panda Mentari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.35 Awal Mula Tiga Sahabat
dengan badan yang lemas Airi di papah oleh Diane berjalan mendekati sapu terbang nya Diane
"Diane...apa aku tidak memiliki bakat sihir?" gumam Airi dengan wajah pesimis dan tidak semangat
Diane pun mengerti apa yang di rasakan Airi,mengingat awal pertemuan mereka,Airi tampak senang karena dirinya kelainan
Secara tidka langsung Diane mengetahui kalau Airi sangat ingin bisa menggunakan sihir,tapi Airi tidak bisa mempraktekkan sihir itu sendiri yang membuatnya kini terpuruk kembali
"Airi...ini bukan masalah bakat atau jenius..tapi usaha yang kamu lakukan" hibur Diane sambil berjalan dan menatap langit malam yang penuh bintang
Airi melirik ke wajah Diane,di situlah cahaya bulan yang terang menyinari rupa Diane yang baru Airi sadari
Rambut merah panjang,dengan tubuh sempurna,mata coklat muda beserta wajah cantik yang membuat mata Airi tak beralih ke hal lain
"Airi,mungkin ini adalah hal yang bodoh...tapi aku percaya dengan satu pepatah...'Usaha tidak mengkhianati hasil' walaupun klise,tapi membuat pepatah kecil jadi alasan mu untuk terus berjuang itu tidak masalah kan?" Diane tersenyum pada Airi
Airi pun tersadar kembali setelah melihat senyuman Diane "e-eh? u-uhm..." dengan wajah yang memerah,Airi tampak sangat gugup ketika menghadapi Jane
"hm? Airi kamu kenapa?" tanya Diane yang menyadari Airi bertingkah aneh
Namun Airi mulai beralasan "maaf Diane sepertinya aku sedikit pusing" kata Airi dengan suara kecil
Diane mulai tampak khawatir karena merasa itu salahnya karena terlalu berlama lama di padang rumput yang dingin "ah! maaf Airi aku tidak peka,kalau begitu ayo kita pulang" ajak nya sambil menaiki sapu terbang lalu segera meluncur kembali ke akademi
sisa dua hari lagi sebelum Airi kembali masuk sekolah,dan pagi hari nya Airi bangun sambil mendengar kicauan burung
"ugh...hhhoooaaaammmm!?..." Airi menguap begitu lebar dengan wajah wajah baru bangun tidur dengan rambut berantakan
...kiw~ kiw~...
Suara kicauan burung yang terdengar menyebalkan hingga membuat emoji emosi muncul di kepala Airi "kenapa suara burung nya aneh sih?" batin nya dengan wajah kesal
kemudian sambil beranjak dari tempat tidur nya,Airi mengambil bando kayu yang di beri Rose kemarin lalu pergi ke kamar mandi
...byurr...
setelah mencuci wajahnya,Airi melihat cerminan dirinya di cermin,dengan rambut yang tertangkap oleh bando,Airi bisa melihat jelas seluruh wajah nya di cermin
"hm...wajahku cantik juga ya" batin nya sambil mengusap kedua pipinya "oh!,ini pertama kalinya aku pegang wajahku sendiri,ternyata tekstur nya lembut banget" batin nya dengan semangat karena pertama kali merasakan sensasi itu
"tapi..." dengan tatapan mata malas,Airi perlahan menoleh ke arah laci dimana semua pakaian dalam nya tersimpan "apa aku beneran harus pake kayak gini?" batin nya yang merasa ini adalah suatu kesalahan
beberapa detik Airi terdiam dalam kebimbangan melihat laci yang berisi pakaian dalam "aaahhh! terserahlah!?" teriaknya kesal karena harus bingung karena hal konyol
Beberapa saat kemudian,setelah bertahun tahun menjalani di tubuh wanita,Airi sudha terbiasa bagaimana merawat tubuh wanita
sehabis mandi...
"ugh!..sekarang ngapain ya?" gumam nya sambil melompat ke kasurnya dengan wajah bosan
Airi kemudian mengayunkan kakinya untuk mengisi kebosanan nya...
...BLAM!?...
"UUAAAGGGHHHH!??" Airi menjerit keras ketika pintunya tiba tiba di dobrak dengan sangat keras
dan di pintu,Diane berdiri dengan nafas terengah entah seperti habis berlari
"Airi!, kita jalan jalan lagi yuk" ajak nya dengan senyuman lebar
Airi terdiam karena masih memproses apa yang terjadi "hah?"
singkat cerita Airi dan Diane pergi keluar akademi lagi "Diane...memang nya kita mau kemana?" tanya Airi dengan wajah penasaran sambil memeluk Diane dari belakang,agar tidak jatuh dari sapu terbang
"sebenarnya aku teringat tadi malam,karena Airi masih belum paham soal memakai sihir,nah aku jadi teringat sepertinya ada satu orang yang cocok untukmu" kata Diane
"siapa itu!" tanya Airi dengan wajah sangat antusias
Diane tertawa kecil melihat wajah Airi "kamu akan tau sendiri nanti" ujar nya yang membuat AiAi cemberut "Diane pelit" katanya dengan pipi mengembang dan dahi mengkerut
"hehehe" Diane tertawa kecil melihat wajah marah Airi yang menggemaskan
beberapa saat kemudian,Airi menatap sebuah bangunan dengan mata bingung "Diane...jangan jangan orang yang kamu maksud itu..." Airi sudah menduga siapa orang yang di maksud Diane ketika dirinya dan Diane berdiri di depan katedral yang pernah mereka kunjungi
"haha begitulah,sebenarnya aku juga tidak mau ke tempat ini Airi" jawab Diane dengan senyuman dan wajah seakan enggan
Namun Diane kembali tersenyum pada Airi "tapi nanti kamu akan tau sendiri kenapa aku mengajak mu kesini" ujar nya
"ayo masuk"
Setelah berjalan beberapa waktu,dan benar saja Airi dan Diane menghampiri ruangan Erestera "beneran dong" batin Airi
kemudian Airi mencium aroma yang tidka sedap dari dalam ruangan "ugh...bahkan dari sini bau alkohol nya kuat banget" batin nya sambil memasang wajah tidak nyaman dan menutup hidung nya dengan tangan nya
"hahaha Airi nanti kamu pasti terbiasa kok" kata Diane dengan wajah yang sepertinya terlihat memiliki kenangan buruk dengan ruangan Erestera
Airi pun tampak prihatin "sebenernya separah apa Erestera dulu" batin Airi dengan wajah sedikit takut
"huh~hup!" Diane membuang nafasnya lalu menarik nafas dalam dalam
"ERESTER-"
...Ctang !?...
"akh!" tiba tiba dahi Diane terkena semacam cawan besi yang sepertinya habis di lempar
"KAU PIKIR AKU GAK DENGER APA KALIAN NGOBROL DI LUAR!?" teriak Erestera dengan raut wajah marah dengan satu kaki berdiri di meja sambil ancang ancang melempar barang lagi
Dengan dahi yang merah dan wajah yang masih bingung,Diane mulai mengepalkan tangan nya erat erat
di sisi lain Airi menutup telinga nya dan menyingkir ke samping pintu "mulai lagi deh ini" batin Airi dengan wajah pasrah dan meringkuk agar tidak terkena dampak nya
"L*NTE BANGS*T SINI LO,KAYAK NYA UDAH LAMA GAK DI B*GEM JADI GINI YA!?"
"BERISIK PENYIHIR SOK BAIK,KALO MAU B*GEM B*GEMAN SINI LAH!?"
"BAC*T PENDETA SOK BAIK,MANA ADA PENDETA KERJAAN NYA CUMA MINUM ALKOHOL"
"MATA PAKE DEPAN MU ITU ADA BEG*,MAKANYA PUNYA OTAK DI PAKE JANGAN DI PAJANG"
Airi yang di pojokan tampak tersiksa dengan kondisi yang meresahkan telinga itu
Tiba tiba ada suster yang berjalan mendekati sumber suara bising itu "huh lagi lagi aku harus membereskan kekacauan ini lagi" gumam nya sambil menggelengkan kepala dengan senyuman sinis yang terarah pada Erestera dan Diane
"siapa itu?" batin Airi yang melihat suster itu berjalan ke arah menang pertempuran tanpa rasa takut "eh! serius suster itu mau lewat ke tempat itu?" batin Airi yang tidak percaya dengan keberanian suster itu
"nona Diane,dan juga nona Prioress....bisakah kalian Tenang?" ucap nya dengan senyuman dan mata sipit yang menyeramkan
Seketika Diane dan Erestera membeku ketika mendengar suara suster itu,dan bersamaan mereka berkata dalam ketakutan "baik..."
Airi sangat terkejut melihat Airi dan Erestera yang terlihat sangat mematuhi perkataan suster itu "s-suster ini...menundukan Diane dan Erestera yang sedang bertengkar" batin Airi dengan wajah terkejut setengah mati
"Syria i-itu k-kami minta maaf" ucap Diane dan Erestera berbarengan sambil berlutut ketakutan di depan suster yang bernama Syria itu
suster itu kemudian menepuk dahinya dengan wajah kesal "huh!,kalian ini kenapa selalu bertengkar setiap bertemu sih?" keluh nya dengan emoji emosi di atas kepala nya
"m-maaf..."
Walaupun saat itu suster bernama Syria sedang mengomeli Diane dan Erestera,tapi di mata Airi
Wanita berambut pink dengan pupil mata yang juga berwarna pink,dan tubuh wanita sederhana yang memiliki kesan tenang dan menggemaskan
"ngomong ngomong ada wajah asing di sini,halo nama mu siapa?" anya Syria sambil mengulurkan tangan pada Airi yang tampak tersiksa sebelumnya dan kini sedang meringkuk di pojokan
"ah!, n-namaku Airi" Airi kemudian tersadar setelah Syria mengajaknya mengobrol dan memperkenalkan dirinya
Syria kemudian menarik Airi berisik lagi dan tersenyum padanya "Airi ya?,kalau begitu perkenalkan namaku Syria Erinfald,aku teman mereka berdua sekaligus asisten Erestera,salam kenal" ucap Syria dengan ramah
kemudian Syria menoleh ke belakang dengan sorot mata tajam pada Diane dan Erestera "untuk kalian berdua,sebagai hukuman cepat bersihkan ruangan Erestera, dan jangan sampai ada noda,ingat itu!" kemudian Diane tiba tiba memasang wajah tidka setuju
"tunggu,ini ruangan nya Erestera kenapa aku jug-" sebelum Diane selesai bicara tiba tiba Syria mengancam Diane dengan tatapan mengancam yang membuat Diane terdiam dan mengikuti perintah Syria
"maaf ya mereka sepertinya sudah merepotkan mu" kata Syria dengan sedikit perasaan tidak enak pada Airi karena sudah tersiksa dengan perilaku Diane dan Erestera
"gak apa apa kok,ngomong ngomong sekarang aku jadi penasaran,kenapa Erestera dan Diane selalu bertengkar terus kenapa mereka sepertinya takut padamu?" tanya Airi
"apa kamu lebih kuat dari mereka? makanya mereka jadi takut padamu?" lanjut Airi
Syria pun tertawa kecil karena teringat dengan masa lalu mereka bertiga "sepertinya aku memang harus menceritakan nya ya"
Airi kemudian memiringkan kepalanya bingung dengan apa yang sedang Syria maksudkan
Syria kemudian tersenyum,dia tampak senang seperti mengingat suatu kenangan yang indah "jadi sebenarnya aku dan mereka berdua adalah teman semasa akademi,dan bisa di bilang kami bertiga itu sahabat yang sangat dekat" kata nya
Bersambung
gw ada ide cerita si,males nulis aja. mau denger gak?👍