Karena menghindari perjodohan yang dilakukan orang tuanya, Khavi Zean Rakhayasha terpaksa harus kabur dari rumah dan mengganti identitasnya.
Namun di tengah pelarian nya, Khavi harus terjebak menjadi bodyguard seorang Nona muda arogan bernama Shena Athalia Sarfaraz.
Seiring berjalannya waktu, benih-benih cinta mulai tumbuh diantara keduanya. Namun, ada satu fakta yang menjadi penghalang cinta keduanya. Mereka sama-sama telah dijodohkan oleh orang tuanya masing-masing.
Akankah cinta mereka bersatu?
Atau justru harus gagal sebelum berkembang?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyembunyikan Apa??
Malam ini untuk pertama kalinya Shena dan Khavi akan mengunjungi kediaman Majendra. Tentu saja hal itu membuat Mommy Vyora sangat antusias saat Shena mengabarinya.
"𝘏𝘰𝘯𝘦𝘺, 𝘮𝘢𝘢𝘧 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘦𝘮𝘱𝘶𝘵𝘮𝘶. 𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘢𝘥𝘢 𝘮𝘦𝘦𝘵𝘪𝘯𝘨. 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪, 𝘨𝘢𝘬 𝘢𝘱𝘢-𝘢𝘱𝘢, 𝘬𝘢𝘯? 𝘈𝘵𝘢𝘶 𝘮𝘢𝘶 𝘬𝘶 𝘴𝘶𝘳𝘶𝘩 𝘴𝘶𝘱𝘪𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘦𝘮𝘱𝘶𝘵𝘮𝘶?"
Shena menghela napasnya kasar , lagi-lagi suami tampan nya itu memberinya pesan tidak bisa menjemputnya. Ini bukan kali pertamanya Khavi tidak bisa menjemputnya, akhir-akhir ini Khavi selalu pulang terlambat dengan alasan meeting.
"𝘈𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘵𝘢𝘩𝘶?"
Shena merasa ada yang suaminya sembunyikan. Tapi wanita cantik itu terus menepis prasangka buruknya tentang suaminya. Shena tidak ingin hubungan nya rusak hanya karena kesalahpahaman. Shena akan menunggu sampai suaminya sendiri yang menyatakannya.
Selama bukan tentang pengkhianatan, Shena akan memaklumi nya andai iya suaminya itu menyembunyikan sesuatu dari nya. Namun dalam hati kecilnya, wanita cantik itu penasaran.
"𝘎𝘢𝘬 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘈𝘷𝘪 𝘴𝘦𝘭𝘪𝘯𝘨𝘬𝘶𝘩?"
Shena menggelengkan kepalanya berulang-ulang, wanita cantik itu tidak ingin prasangka buruk tentang suaminya semakin mengarah pada tuduhan. Pernah merasakan rasanya dikhianati, itulah yang membuat Shena sangat takut kejadian di masa lalu akan terulang kembali.
"𝘛𝘪𝘥𝘢𝘬, 𝘢𝘬𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘤𝘢𝘺𝘢 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘈𝘷𝘪. 𝘈𝘷𝘪 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘬𝘩𝘪𝘢𝘯𝘢𝘵𝘪 𝘬𝘶."
Shena bangkit dari duduknya, wanita cantik itu akan pergi ke rumah mertuanya terlebih dahulu. Biarlah nanti dia akan menanyakannya sendiri pada suaminya saat bertemu di rumah mertuanya.
Ting
Bunyi notifikasi ponselnya menghentikan langkah Shena saat hendak keluar dari ruangannya.
"𝘛𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯!"
Shena nyaris saja limbung andai saja dirinya tidak berpegangan pada pintu.
...----------------...
Di sisi lain, Khavi hendak menuju tempat meeting dengan klien-nya. Saat di perjalanan, Khavi melihat sepasang pria dan wanita yang sangat dia kenal tengah bertengkar hebat. Pria tampan itu tidak ingin ikut campur sebenarnya, namun Khavi melihat ada anak kecil yang menangis menyaksikan pertengkaran itu.
Khavi turun dari mobilnya, dan menghampiri anak kecil yang menangis histeris itu.
"Cukup! Apa kalian tidak punya otak bertengkar di tengah jalan seperti ini?"
Teriakkan Khavi berhasil menghentikan tangan pria paruh baya yang hendak menampar wanita di hadapannya.
"Siapa kamu? Jangan ikut campur!" Ucap pria itu.
Pria paruh baya yang ternyata Tuan Munaf itu menatap nyalang Khavi yang ikut campur masalah nya.
"Aku tidak ingin ikut campur masalah kalian. Aku hanya kasihan melihat anak kalian." Tuan Munaf dan Dara mengalihkan tatapannya pada putra mereka. Mereka berdua baru sadar ada putra mereka di sana.
Tuan Munaf menghampiri putranya yang masih berusia sekitar 3 tahun itu. Pria paruh baya itu memeluk dan menggendong putranya. "Maafkan Daddy, jangan menangis lagi!" Ucap Tuan Munaf menenangkan putranya.
Dara ingin memeluk putranya yang berada di gendongan Tuan Munaf, namun pria paruh baya itu menepis tangan Dara dengan kasar.
"Mulai sekarang, aku mengharamkan tangan kotormu itu menyentuh putraku!" Tuan Munaf menatap nyalang penuh dengan kebencian pada ibu dari putranya itu. "Dan mulai sekarang, aku tidak perduli lagi kamu mau bermain gila dengan siapa pun. Tapi satu hal, kamu jangan pernah mengaku sebagai ibu dari putraku!"
Deg
Hati ibu mana yang tidak sakit bila dipisahkan dari putra kandung nya sendiri. Hati Dara hancur, rasanya bak disayat ribuan sembilu. Wanita itu meraung ingin memeluk putranya, namun Tuan Munaf tidak menggubris nya sama sekali. Pria paruh baya itu meninggalkan Dara yang menangis histeris memanggil putranya.
Tuan Munaf sangat murka pada ibu dari putranya itu. Pria paruh baya itu memergoki Dara sedang bermain gila dengan Dewangga di apartemen miliknya. Yang paling membuat pria paruh baya itu semakin murka, Dara mengabaikan putranya yang terus menangis memanggilnya.
Khavi yang menyaksikan drama pertengkaran itu tidak merasa terkejut sama sekali. Pria tampan itu sudah mengetahui tabiat Dara yang memang seorang pengkhianat. "𝘊𝘪𝘩! 𝘚𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘬𝘩𝘪𝘢𝘯𝘢𝘵 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘬𝘩𝘪𝘢𝘯𝘢𝘵!"
Khavi hendak meninggalkan tempat itu, karena merasa sudah tidak berkepentingan lagi.
"Tuan, bisakah anda mengantarku ke suatu tempat?" Wanita tidak tahu malu itu memohon pada Khavi.
"Saya tidak---"
"Kumohon... bantulah saya kali ini saja!" Dara kembali memohon. Wanita itu bahkan memotong ucapan Khavi.
Khavi yang melihat Dara tampak menyedihkan itu, akhirnya bersedia mengantarkan Dara ke tempat yang Dara tunjukkan.
Khavi mengantarkan Dara ke apartemen milik Dara yang diberikan Dewangga. Saat turun dari mobil, tiba-tiba saja tubuh Dara lunglai nyaris tak bertenaga. Itu karena Dara masih merasa shock setelah pertengkarannya dengan Tuan Munaf.
Khavi yang kembali merasa kasihan pun mencoba memapah Dara sampai wanita itu masuk ke dalam lift. Khavi tidak menyadari tindakannya barusan membuat seseorang yang sedari tadi mengikutinya tersenyum smirk.
"Dengan foto ini aku yakin istrimu pasti akan meninggalkanmu!"
...----------------...
Sepanjang perjalanan menuju rumah mertuanya, Shena tidak bisa fokus. Wanita cantik itu terus memikirkan suami tampan nya. Bahkan Shena nyaris saja mengalami kecelakaan, beruntung saja Shena dengan cepat mengembalikan kesadarannya.
Tak lama kemudian, Shena sampai di rumah mertuanya. Mommy Vyora dan juga Khavya langsung menyambut kedatangan nya begitu wanita cantik itu turun dari mobilnya.
"Sayang... akhirnya kamu sampai juga!" Mommy Vyora memeluk menantunya dengan sayang.
"Mom, Vya juga mau memeluk kakak ipar!" Ucapan Khavya berhasil membuat pelukan mertua dan menantu itu terlerai.
Khavya memeluk Shena dengan sayang. Wanita cantik itu sangat senang akhirnya memiliki ipar. Karakter Shena yang menurut nya sama seperti dirinya membuat Khavya tidak sabar ingin bercerita dengan ipar cantik nya itu.
"Na, apa benar yang dikatakan Abang? Kamu adalah Nana?" Tanya Khavya saat sampai di ruang tamu.
Mommy Vyora menggelengkan kepalanya merasa gemas dengan tingkah tidak sabaran Khavya. "Kakak, biarkan Nana istirahat dulu. Nana pasti capek, iya kan?" Mommy Vyora menatap pada Khavya dan Shena bergantian.
Shena menggelengkan kepalanya, walaupun sebenarnya wanita cantik itu sangat lelah, tapi Shena tidak ingin membuat Khavya kecewa.
"Nggak, Mom. Nana istirahat nanti saja, sekalian nunggu Abang!" Shena mencoba menyesuaikan panggilannya pada Khavi. Karena Khavi biasa dipanggil Abang, Shena pun mengikutinya.
"Na, ayo jawab! Kamu peri cantik nya Abang, yang cengeng itu?" Khavya kembali mengilang pertanyaan nya.
Shena melotot saat Khavya mengatai nya cengeng. "Aku tidak cengeng! Enak saja!" Wanita cantik itu mencebikkan bibirnya.
"Tapi... setiap aku bertemu denganmu dulu, kamu selalu menangis di bangku taman rumah sakit. Apa coba namanya kalau bukan cengeng?"
Khavya yang terus mengejeknya itu membuat Shena kesal dan hendak menimpuk iparnya itu denga bantal sofa. Namun gerakan Shena itu bisa dibaca dengan mudah oleh Khavya. Khavya berlari tepat sebelum bantal sofa mendarat di wajahnya. Membuat seseorang lah yang terkena lemparan bantal sofa itu.
"Jadi begini caranya menyambut Daddy?"
Deg
"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘋𝘢𝘥𝘥𝘺 𝘵𝘪𝘣𝘢-𝘵𝘪𝘣𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘴𝘪𝘵𝘶? 𝘏𝘢𝘯𝘤𝘶𝘳𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘮𝘢𝘨𝘦 𝘬𝘶 𝘥𝘪 𝘥𝘦𝘱𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘳𝘵𝘶𝘢!"
𝘛𝘰 𝘉𝘦 𝘊𝘰𝘯𝘵𝘪𝘯𝘶𝘦
Jangan lupa tinggalkan jejak😘
meskipun aku kira Vya itu bakal berjodoh sama Nakula🤭
Ceritanya seru bgt, mkasih kx Author...😍🤗💪
Nana peri kecilnya Khavi apa Shena ya? semoga aja mereka berjodoh 😁