NovelToon NovelToon
Pengantin 1,2 Triliun.

Pengantin 1,2 Triliun.

Status: sedang berlangsung
Genre:Roman-Angst Mafia / Romansa / Nikahmuda
Popularitas:702
Nilai: 5
Nama Author: Rinnaya

Apa yang terjadi saat seorang putri kaya yang jahat akhirnya jatuh miskin? Adakah yang akan menolongnya dari jeratan? Dialah Prisha.
Di titik paling kelam saat ia hampir menyerah pada hidup, sebuah uluran tangan asing datang menawarkan pelampung darurat. Sebuah kesepakatan rahasia bernilai triliunan rupiah disodorkan ke hadapannya.
​Demi bertahan hidup dan merebut kembali apa yang menjadi haknya, Prisha terpaksa melangkah masuk ke dalam sangkar emas milik keluarga Tanubrata. Ia harus berhadapan dengan Saka Tanubrata, pria yang memegang kunci keselamatan sekaligus kehancurannya.
​Ini adalah kisah tentang harga diri yang dipertaruhkan, rahasia di balik kemewahan, dan sebuah takdir bersyarat. Mampukah Prisha bertahan di dunia barunya, atau justru ia akan hancur dalam permainan yang ia mulai sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rinnaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Kunjungan manis.

Mendung yang menggelantung di atas kediaman Tanubrata akhirnya menumpahkan gerimis tipis menjelang sore hari. Setelah puas menghabiskan makan siang di bawah pohon ek dan mengawasi pengerjaan taman Daisy miliknya, Prisha terpaksa mengalah pada cuaca.

Atas bujukan Bora, ia bersedia dipindahkan kembali ke dalam rumah. Kini, gadis itu tengah duduk bersandar di sofa panjang ruang tengah lantai dasar, dengan kaki kirinya yang terbungkus gips tebal diganjal oleh beberapa bantal beludru empuk.

Prisha baru saja hendak memejamkan mata untuk meredakan rasa kantuk yang tiba-tiba menyerang akibat efek obat pereda nyeri, ketika langkah kaki Pak Malik yang teratur terdengar mendekat dari arah koridor depan. Kepala pelayan senior itu berhenti beberapa langkah di samping sofa, lalu membungkuk dengan hormat.

"Nona Prisha, maaf mengganggu waktu istirahat Anda," sapa Pak Malik dengan suara baritonnya yang tenang. "Di depan gerbang utama, ada seorang mahasiswi bernama Ayu yang datang. Beliau bersikeras ingin menjenguk Anda dan mengatakan bahwa beliau adalah teman sekelas Anda di kampus. Apakah Anda bersedia menerimanya?"

Mendengar nama Ayu disebut, mata Prisha yang semula sayu seketika terbuka lebar. Rasa bosannya yang terkurung seharian di dalam mansion mewah ini mendadak sirna. "Ayu? Ah, ya! Tolong izinkan dia masuk, Pak Malik. Bawa dia langsung ke ruang tengah sini saja," jawab Prisha dengan binar wajah yang tampak jauh lebih hidup.

Pak Malik mengangguk patuh. "Baik, Nona. Segera saya antarkan tamu Anda ke dalam."

Tidak butuh waktu lama bagi Pak Malik untuk kembali, menuntun seorang gadis bertubuh mungil dengan pakaian kasual khas mahasiswi sedikit lembab. Itu Ayu.

Gadis itu berjalan dengan langkah agak ragu, sepasang matanya tidak bisa menyembunyikan rasa kagum sekaligus terintimidasi saat memandang arsitektur interior mansion Tanubrata yang luar biasa megah dan bergaya klasik Eropa kuno. Di tangannya, Ayu mendekap sekeranjang kecil buah-buahan sederhana dan tumpukan kertas fotokopi yang cukup tebal.

Begitu pandangannya menangkap sosok Prisha yang terbaring lemas di atas sofa, raut wajah Ayu seketika berubah dipenuhi rasa cemas yang teramat sangat. Ia mempercepat langkahnya dan langsung berlutut di samping sofa Prisha.

"Astaga, Prisha! Kamu beneran gapapa?" seru Ayu dengan nada suara yang bergetar, meletakkan keranjang buah dan tumpukan kertas itu di atas meja kopi besi putih di dekat mereka.

"Begitu tahu kamu kecelakaan dan gak masuk kelas hari ini, aku langsung panik setengah mati. Aku terpaksa memohon-mohon dan bertanya pada sopir mobil mewah yang menjemputmu kemarin demi bisa mendapatkan alamat rumah ini. Syukurlah kamu baik-baik saja!"

Prisha tersenyum tulus, merasa tersentuh dengan kepedulian sahabatnya yang rela bersusah payah mencarinya hingga ke kediaman Tanubrata. "Aku baik-baik saja, Ayu. Hanya patah tulang kecil di kaki kiri, tidak sampai mati konyol kok. Terima kasih ya sudah repot-repot datang menjengukku ke sini."

Ayu menghela napas lega, membelai pelan lengan Prisha sebelum meraih tumpukan kertas yang dibawanya tadi. "Ini, aku bawakan semua fotokopi catatan materi kuliah hari ini. Aku sengaja mencatat semuanya dengan sangat detail agar kamu tidak ketinggalan pelajaran selama masa pemulihan di rumah. Aku tahu kamu pasti stres memikirkan tugas-tugas dosen."

"Kamu memang yang terbaik, Ayu," ucap Prisha tulus, menerima tumpukan kertas tersebut dengan perasaan lega.

Namun, beberapa detik kemudian, raut wajah Ayu mendadak berubah menjadi keruh. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, memastikan para pelayan—termasuk Bora yang berdiri diam tidak jauh dari sana—tidak memperhatikan mereka, sebelum akhirnya mendekatkan wajahnya ke arah Prisha dengan bisikan yang sarat akan informasi beracun.

"Tapi Prisha ... situasi di kampus benar-benar kacau sekarang setelah kamu absen," bisik Ayu dengan nada yang dibuat seolah-olah ia sedang membagikan rahasia paling mengerikan. "Si Yunha itu ... dia benar-benar keterlaluan! Hari ini di kantin, dia sengaja bicara dengan suara keras di depan anak-anak lain. Dia menyebarkan rumor jahat kalau kamu sengaja tidak masuk kuliah karena sedang melarikan diri dari skandal. Dia bahkan menuduhmu menjadi simpanan om-om kaya karena melihat mobil mewah yang menjemputmu kemarin!"

Prisha mendengarkan setiap kalimat yang keluar dari mulut Ayu dengan wajah yang berangsur-angsur mengeras. Jemarinya yang lecet akibat mencengkeram tongkat semalam kini tanpa sadar meremas pinggiran kertas catatan kuliah di pangkuannya hingga agak kusut. Ego dan harga diri Prisha sebagai mantan nona muda keluarga Kaelen yang terpandang seketika terusik hebat.

Ayu terus mengompori dengan wajah memasang ekspresi paling prihatin yang bisa ia tunjukkan. "Aku sudah mencoba membelamu dan menyuruh mereka diam, tapi suara Yunha jauh lebih dominan. Anak-anak lain sekarang mulai bergosip yang tidak-tidak tentangmu. Aku benar-benar takut reputasimu hancur total, Prisha. Yunha sepertinya sengaja memanfaatkan momen cederamu ini untuk menjatuhkanmu sepenuhnya dari interaksi sosial kampus."

Prisha menarik napas dalam-dalam, mencoba meredam gemuruh kemarahan yang membakar dadanya.

"Biarkan saja dia menggonggong sesukanya untuk sekarang, Ayu," ucap Prisha akhirnya, suaranya terdengar sangat tenang namun memiliki penekanan yang tajam. "Biarkan Yunha menikmati panggung sementaranya. Begitu gips di kakiku ini dilepas dan aku kembali melangkah ke koridor kampus, aku akan menampar wajahnya sampai membengkak!"

Ayu sempat tertegun melihat kilat tekad dan keangkuhan yang begitu pekat di sepasang mata Prisha. "Iya, kamu benar, Prisha. Kamu harus fokus sembuh dulu. Jangan biarkan ucapan sampah seperti itu merusak pikiranmu."

Mereka berdua menghabiskan waktu sekitar satu jam untuk berbincang-bincang mengenai hal-hal ringan lainnya, hingga gerimis di luar mulai reda dan langit berganti menjadi gelap menandakan malam telah tiba.

"Aku akan mengantarmu ke depan, Ayu."

"Ah tidak usah, kakimu—"

"Tidak apa-apa, Bora kuat menggendongku." Dia menunjuk Bora yang baru terlihat dari arah belakang.

Bora yang sadar dirinya ditunjuk berjalan lebih cepat, kemudian memindahkan Prisha ke kursi roda. Saat mereka sampai di teras, sebuah mobil sedan mewah hitam baru saja memasuki halaman depan dan berhenti dengan mulus tepat di depan undakan tangga luar.

Pintu kemudi terbuka, dan sosok tegap Saka Tanubrata melangkah keluar. Pria itu tampak baru saja kembali dari kantor setelah menyelesaikan urusan dokumen brankasnya siang tadi. Setelan jas kerjanya masih melekat sempurna, memancarkan aura otoritas yang kuat.

Ayu sempat ternganga melihat Saka, kemudian ia menoleh ke arah Prisha dengan tatapan penuh tanya. Tapi Prisha sepertinya tidak mengerti.

Langkah kaki Saka sempat terhenti di undakan tangga terbawah ketika pandangannya menangkap keberadaan Ayu yang sedang bersiap melangkah turun. Saka beralih sejenak ke arah teras atas, di mana Prisha tengah duduk di kursi roda sambil melambaikan tangannya dengan senyum tulus ke arah Ayu.

Saka mengamati interaksi kedua gadis itu dalam diam selama beberapa detik. Di bawah pendaran lampu teras mansion yang mulai menyala terang, wajah Prisha tampak melembut tanpa ada sedikit pun topeng keangkuhan kampus ataupun topeng penggoda genit yang biasanya ia gunakan untuk memancing emosi Saka.

Saka sempat tertegun di tempatnya berdiri. Sebuah pemikiran baru mendadak menyusup ke dalam benaknya. Selama ini, berdasarkan semua rumor buruk dan data rekam jejak yang ia ketahui, Saka selalu berasumsi bahwa Prisha adalah sosok wanita manipulatif dan egois yang sepenuhnya dibenci oleh semua orang di sekelilingnya akibat dosa-dosa masa lalunya.

Saka mengira tidak akan ada satu pun orang yang sudi berdiri di samping gadis itu setelah kejatuhan finansial keluarganya.

Namun melihat kehadiran Ayu malam ini—seorang gadis sederhana yang tampak begitu tulus dan setia mengunjungi Prisha—sedikit menggoyahkan asumsi dingin di kepala Saka. Ternyata, di balik julukan 'Putri Jahat' yang melekat pada dirinya, Prisha masih memiliki satu orang teman sejati yang mau menerimanya apa adanya di titik terendah hidupnya.

Ayu yang akhirnya tersadar bahwa pria itu adalah sang pemilik rumah segera membungkuk hormat dengan tubuh sedikit gemetar karena aura intimidasi Saka yang begitu pekat. "Selamat malam, Tuan," sapa Ayu dengan suara mencicit ketakutan.

Saka tidak menjawab. Ia hanya memberikan anggukan kecil yang teramat sangat tipis sebagai formalitas kesopanan, sebelum akhirnya melangkah melewati Ayu begitu saja untuk menaiki tangga teras.

Tatapan matanya sempat beradu dengan sepasang mata indah Prisha yang kini kembali menatapnya dengan pandangan menantang, sebelum akhirnya Saka melangkah masuk ke dalam rumah, meninggalkan keheningan malam yang mulai dingin di belakangnya.

Bersambung....

1
Amal Syafiqah
aa novel nya bagus, cepat update nya ye. aku tunggu
Rinnaya: Ok. Up setiap hari, tapi hari ini sibuk jadi besok malam ya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!