Dia adalah seorang pendekar hebat du abad kejayaan, dia adalah pahlawan wanita yang selalu di agung - agungkan oleh semua orang. Jangan tanya seberapa besar kekuatan nya, dantian Qi nya sudah melampaui batas manusia. Ia memiliki banyak jenis tumbuhan obat beserta senjata tajam yang sangat legenda dan sangat di incar oleh para kultivator.
Ia berjalan dengan perlahan di antara rintik nya hujan dan jalanan yang licin, seekor kuda liar berlari dari arah hutan dengan sangat kencang. Mei Rui, gadis itu yang mendapatkan serangan secara tiba - tiba pun terkejut hingga membuat dirinya jatuh dari atas tebing.
Cahaya silau merasuk indra penglihatan nya, secara tiba - tiba ia merasa seperti di sebuah danau yang cukup dalam. Beberapa ingatan masuk ke indra pengingat nya , mata nya terbuka ia mulai naik ke atas permukaan dan menghirup udara segar sebanyak - banyak nya. .
"Terimakasih nenek " ia berucap pergi sambil membawa gelang giok pemberian nenek pengemis.
baca kelanjutan cerita nya yuk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uyuuun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepulangan
Huang Mei memacu kuda nya dengan cepat, kedua kakak nya telah ia beritahu tentang kondisi ayah mereka yang sedang tidak baik - baik saja. Mendengar hal itu kedua tuan muda huang menggeram dan berjanji akan memberi balasan yang setimpal buat mereka.
Setelah sampai di kediaman Huang, Huang Mei langsung berjalan dengan sedikit berlari ia mengabaikan sapaan dari orang - orang di sekitarnya.
"Huang Mei ! Lancang ! bagaimana bisa kau melupakan etika bangsawan mu ! " seru nyonya Kaili.
"Diamlah ! apakah etika lebih penting dari pada keselamatan ayah ku ! " bentak Huang Mei menatap tajam nyonya kaili.
"Huang Mei kau tidak seharusnya membentak ibu ku " bela Huang Wen.
"Lebih baik kau diam dan keluar dari kamar ayah ku sebelum aku membuat perhitungan dengan mu " ancam Huang Wen.
Huang Mei langsung mengambil tindakan, ia memeriksa denyut nadi tuan Huang dan detak jantung nya. Racun tidur membuat tubuh ayah nya terasa panas dan mengikat jiwa ayah nya kedalam kegelapan. Huang Mei memejamkan matanya, ia masuk ke dalam ruang dimensi untuk mengambil pil penawar racun tidur yang pernah ia buat sebelumnya.
Huang Mei melakukan teknik akupuntur untuk mengeluarkan racun itu dari dalam tubuh jenderal Huang, Perlahan jarum itu mengalirkan sebuah darah hitam pekat yang berbau sangat busuk, setelah darah kotor tersebut tidak keluar lagi Huang Mei meminumkan pil penawar dengan air abadi agar jenderal Huang kembali pulih.
"Nona " seorang anak buah Huang Mei datang membawa bukti atas kejahatan yang telah di lakukan oleh nyonya Kaili dan Huang Wen.
"Sudah ku duga, kalian emang sengaja ingin membuat ayah ku mati demi mendukung pangeran bajingan itu untuk naik tahta" gumam Huang Mei.
"Berikan racun kelumpuhan ini kepada mereka, buat mereka tidak bisa keluar dari kamar mereka agar ayah ku bisa pulih kembali dengan cepat. Aku tidak ingin kedua penghianat itu meracuni ayah ku lagi " perintah Huang Mei.
Huang Mei keluar dari ruangan jenderal Huang ia mengatakan semuanya dengan jujur tanpa ada yang ia tutup tutupi.
"Sialan mereka berani kurang ajar terhadap ayah ! aku akan memberi mereka pelajaran " bentak tuan muda kedua Huang Feng.
"Tidak perlu ! mereka akan mendapatkan balasan nya setelah masalah ini selesai , aku akan menjamin kepala mereka untuk kau penggal " ucap pangeran mahkota.
"Waktunya telah tiba , kerajaan angin telah setuju untuk berperang, bukan melawan kerajaan api tapi melawan kerajaan tanah dan juga paman ku " ucap pangeran mahkota.
"Mereka sengaja membuat jenderal Huang sakit agar mereka dengan mudah membunuh ku, mereka tidak mampu mengimbangi strategi peperangan sebagus milik jendral Huang " Lanjut pangeran kedua Wang Luo.
"Tapi tenang saja kami akan selamat dan menjaga kakak sampai kakak naik tahta " ucap pangeran kelima Wang Tian.
"Itu benar bagaimana pun yang pantas menjadi permaisuri selanjutnya tentunya nona muda Huang benarkan " ledek pangeran ketiga Wang Guo.
"Aku tidak ingin menjadi permaisuri karena setelah aku menjadi permaisuri pastinya pangeran mahkota akan mengambil selir di kemudian hari dan tentunya aku tidak. menginginkan hal itu. Aku lebih baik menikah dengan rakyat biasa yang penting dia setia padaku dan cukup untuk memiliki ku seorang " ucap Huang Mei membuat pangeran mahkota sedikit kecewa.
"Tapi aku bisa menjamin bahwa aku tidak akan mengambil selir untuk mu, aku berjanji akan mencintaimu seorang sekalipun kaisar memaksa maka aku akan tetap memilih mu seorang " ucap pangeran mahkota.
"Berhenti memikirkan hal itu , waktu perang sudah hampir tiba dan kalian harus berlatih dan menyiapkan segala nya " ucap Huang Mei membuat mereka mengangguk setuju.