Puber kedua, menghancurkan pernikahan Tatiana Ramos dan Brandon Wirawan. Ketika sang istri sibuk mengembangkan bisnis di luar negeri, suaminya yang ditinggal selama 2 bulan justru sedang mabuk kepayang dengan gadis muda yang usianya 10 tahun lebih muda dari istrinya.
"Kamu membiarkan dia menginap di kamar kita, mas? apa kamu sudah gilaa?"
"Siska tak punya kerabat di kota ini, dia sebatang kara. Ingatkah saat aku bertemu denganmu pertama kali, kamu juga sebatang kara Tatiana!"
Dengan dalih mirip dengan istrinya 10 tahun lalu, untuk pertama kalinya selama 10 tahun, Brand mendebat Tatiana.
"Maafkan aku Nyonya, tempat tinggal ku sedang diperbaiki..."
Mata Tatiana melebar, wanita itu bahkan mengenakan gaun tidurnya. Dia tidak tahan lagi, hanya dua bulan, dan itupun demi perusahaan mereka yang sempat merugi milyaran rupiah. Tapi begitu dia kembali, suaminya malah bermain api.
'Suami pengkhianatan dan bodoh seperti ini, aku benar-benar tidak butuh' geram Tatiana dalam hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
"Mereka bahkan salah duduk, mereka duduk di barisan VIP. Wanita yang sedang menawar lukisan itu hanya seorang pengacara di pinggiran kota..."
"Apa maksudmu bicara seperti itu?" Yuli marah, dia berdiri dan melotot kepada Brandon.
"Aku kenal dia, dia pengacara Yuli. Dia memenangkan kasusku!" kata salah seorang pengusaha yang ada di barisan yang sama dengan Brandon.
"Barisan itu minimal 5 milyar. Satu kasus dimenangkan paling hanya puluhan juta, dan ratusan juta paling besar. Darimana dia dapat banyak uang? sampai milyaran. Dan dia, wanita yang ada di sebelahnya!" tunjuk Brandon pada Tatiana, "dia bahkan baru saja kehilangan jabatannya sebagai wakil direktur di perusahaan Wirawan. Dia juga pasti tidak punya uang sebanyak itu. Jangan sampai aku yang membayar untuk kesalahan yang kalian lakukan!"
"Kau..." Yuli nyaris menghampiri Brandon. Tapi Tatiana menahannya.
Tatiana berdiri dan melepaskan tangan Yuli yang tadi dia pegang.
"Maaf semuanya. Saya tidak bermaksud membuat keributan. Untuk mendapatkan undangan dan bisa masuk, saya tadi banyak melalui proses verifikasi. Dan saya yakin semua orang yang ada di sini juga melalui hal yang sama. Dan bagaimana kami bisa masuk ke dalam ruangan ini, jika kami tidak menunjukkan kartu dengan saldo yang cukup. Silahkan diperiksa kembali, kartu saya dan kartu teman saya ini. Ada isinya atau tidak. Dan saya harap, jika ucapan dari tuan Brandon Wirawan tidak terbukti. Tuan Brandon harus meminta maaf pada teman saya pengacara Yuli Kirana, S.H. Terima kasih!"
Julian melihat kejadian itu dengan jelas. Terlukis senyum di wajahnya.
'Kamu masih sama seperti dulu Tatiana. Menyelesaikan semuanya dengan sangat tenang!' batin pria itu.
Seorang petugas datang, memeriksa kartu Tatiana dan Yuli.
'Pengecekan saldo berhasil, nomor rekening 1290000, saldo tersedia lima milyar rupiah'
Brandon terkejut bukan main. Dan Tatiana menyerahkan kartunya juga. Saldonya juga sama.
Siska sampai melongo.
'Darimana mereka dapat uang sebanyak itu?' batin Siska.
"Tidak mungkin, ini tidak mungkin. Tatiana, bagaimana bisa kamu punya uang sebanyak itu. Apa selama ini kamu korupsii uang perusahaan?"
Setelah ucapannya tidak terbukti, pada akhirnya orang yang memang tidak pernah menyadari kesalahannya diri sendiri akan kembali mencari kesalahan dari orang lain. Kali ini, untuk seorang suami, Brandon sungguh sangat kejam mulutnya. Bagaimana bisa dia menuduh Tatiana sudah mati-matian bekerja demi perusahaan, malah dia bilang korupsii uang perusahaan.
Yuli langsung menyela marah.
"Jaga mulutmu itu, selama ini apa matamu butaa? hah... apa kamu tidak bisa melihat bagaimana kerja keras Tatiana demi perusahaan mu itu? dia bahkan tidak pernah membelanjakan apapun dengan uang perusahaan. Sekarang, saat Tatiana memiliki uang yang lebih banyak daripada uangmu, kamu bilang Tatiana korupsii. Aku sungguh belum pernah melihat orang yang tidak tahu malunya begitu tidak tahu malu seperti mu, Brandon!" pekik Yuli, Yuli sangat emosi.
"Mohon tenang hadirin! masalah pribadi antara perusahaan yang bekerja di sini kami tidak ikut campur. Tapi, karena sesuai dengan peraturan sebelumnya. Tuan Brandon memang telah mengatakan hal yang tidak baik kepada nona Yuli dan nona Tatiana. Jadi, saya harap tuan Brandon segera meminta maaf!" kata pembawa acara itu.
"Tapi mereka..."
"Mohon maaf tuan Brandon," sela pembawa acara lagi, "jika memang tidak bisa mematuhi peraturan yang ada di acara lelang malam ini maka silahkan keluar! barang lelang yang sudah anda menangkan akan tetap diproses!"
Brandon mendengus kesal. Tapi, dia juga tidak sudi meminta maaf kepada Yuli. Brandon menarik tangan Siska dan langsung keluar terburu-buru meninggalkan tempat itu.
"Tunggu!" kata Tatiana.
Brandon berhenti ketika sudah berada di depan pintu.
"Tuduhan korupsii itu, silahkan di proses. Tapi, jika tuduhan itu sama sekali tidak benar. Aku akan menuntut balik!"
Suasana di dalam ruangan kembali ramai.
"Mohon tenang! bisa kita lanjutkan acaranya?" tanya pembawa acara dengan ramah.
Sementara di luar ruangan utama di gedung seni itu. Brandon tampak sangat kesal.
"Tuan..."
"Kamu lihat caranya bicara padaku tadi? kamu lihat bagaimana dia bicara? dia tidak pernah bicara seperti itu padaku. Dia mau menuntut ku...!"
"Tuan, nyonya mungkin hanya ingin menyelamatkan wajahnya sendiri. Makanya di bicara seperti itu. Tapi, kalau tidak korupsii uang perusahaan. Darimana dia dapat uang sebanyak itu?" tanya Siska yang berusaha membuat Brandon curiga pada Tatiana.
Brandon terdiam, dia berpikir dengan otaknya yang mungkin hanya sebesar biji salak itu.
"Darimana dia uang sebanyak itu..."
"Permisi, dengan tuan Brandon?" dua orang petugas penyelenggara acara lelang itu menghampar Brandon dan Siska.
"Iya" jawab Brandon singkat.
"Tuan, silahkan ikut kami untuk menyelesaikan pembayaran dua barang lelang yang tuan menangkan!"
Brandon mengangguk, dia dan Siska segera pergi dari tempat itu mengikuti dua petugas itu menuju ruangan pembayaran.
Sedangkan di dalam ruangan, acara masih berlangsung. Yuli berhasil memenangkan lukisan itu dengan harga 1,7 milyar. Sedangkan Tatiana, membeli sebuah tanah yang dilelang di dekat galeri seni. Dia hanya ingin berinvestasi. Dia habiskan 3 milyar untuk tanah itu.
Keduanya segera melakukan pembayaran, setelah selesai. Barang dan sertifikat diberikan pada Yuli dan Tatiana.
"Nona Yuli, Nona Tatiana. Tuan Kenneth ingin bertemu dengan kalian!" kata seorang wanita cantik.
"Anda...?" tanya Yuli.
"Saya Judith, sekertaris tuan Kenneth, silahkan!"
Ketiganya sampai di ruangan VVIP, begitu mereka masuk. Pria yang tadi sempat membuat mereka kagum sudah berada di ruangan itu. Duduk dengan tenang sambil meminum segelas anggur.
"Silahkan duduk, Tatiana, Yuli, apa kalian lupa padaku" tanya Julian.
Tatiana dah Yuli tersenyum lalu saling pandang.
"Rupanya dia masih ingat pada kita" bisik Yuli pada Tatiana.
"Kurasa daya ingatnya masih sangat tajam, seperti dulu" balas Tatiana berbisik juga.
"Kalian sedang membicarakan aku?" tanya Julian.
Yuli dan Tatiana tersenyum canggung. Keduanya duduk dengan sangat berdekatan satu sama lain.
"Kami hanya tidak menyangka, kak Julian masih ingat pada kami. Setelah jadi orang paling kaya di kota F!" kata Yuli.
"Memangnya siapa yang bisa lupa pada kalian. Aku dengar kalian juga sudah sukses. Satunya jadi pengacara hebat, satu lagi jadi istri seorang Presdir!"
Tatiana menundukkan kepalanya. Yang disebutkan Julian itu tidak bisa di banggakan.
"Sebenernya kak Julian kenapa memanggil kami?" tanya Tatiana.
"Aku dengar kamu sudah di pecat oleh suamimu sendiri. Bagaimana jika bergabung dengan perusahaan ku, aku akan berikan jabatan direktur pemasaran. Itu bidangmu bukan?"
Yuli terlihat sangat antusias.
"Di kota ini?" tanya Yuli.
"Di kota F. Aku tinggal disana!"
"Maaf kak, aku sangat menghargai niat baik kak Julian. Tapi aku tidak bisa meninggalkan kota ini!"
"Apa karena suamimu?"
"Maaf, itu urusan pribadiku. Permisi!" Tatiana menarik tangan Yuli, mengajaknya keluar dari ruangan itu.
"Tapi Tatiana..."
"Ayo!"
***
Bersambung...
Lagian ya Tatiana, jabatan mu di perusahaan itu sudah tidak ada lagi..
Apalagi status istri..
Walaupun baru kau & Yuli yg mengetahui..
Namun yg perlu kau sadari..
Di perusahaan itu bukan tempat mu lagi..
Dan menjauh dari orang² toxic adalah pilihan yg tepat hingga surat cerai keluar nanti..
Kau seharusnya sadar, kau bahkan tak diberikan kepercayaan mengelola keuangan darinya..
Bahkan kau tak pernah menerima nafkah dari nya..
Di mata nya kau bukan istri, Tatiana..
Kau hanya di perlakukan seperti sapi perah oleh nya..
Ternyata cinta membuat Tatiana buta..
Begitulah cinta tanpa menggunakan logika..
Di kibulin pasangan, manut² saja.. 🤭
Tapi Brandon itu LLP (Lugu² Paok) namanya Tatiana.. 🤣
Dia bukan lelaki, dia itu boti..
Ada pula suami, tapi peran nya seperti seorang istri..
Bini kerja banting tulang, dia cuma modal telur &:ongkang² kaki..
Astaghfirullah.. Kacau sekali jika dapat tipe suami seperti ini..
Lelaki, tp kelakuan nya kyk banci..😏
aq kasihan takut si buaya ke racunan ,,
Mana ada seorang Kk yg tega melihat adiknya di perlakukan kurang ajar..
Mana kelakuan suami nya sendiri yang minta di hajar..
Hanya karena rasa kasihan pada ayah mertua, maka Tatiana harus lebih sabar..
Agar ayah mertua tak terlalu terkejut saat Brandon & Tatiana bubar..
Karena jalan perpisahan mereka berdua sudah terbuka lebar..
mampooss buat Brandon
orang gila dimana nyari 4 millyar dalam berapa jam
mang sakit jiwa 🙄
yg bisanya cuman buka kaki buat para pria🙄
lagi spaneng nih k
masa ga ada kelonggaran mau nafas dulu🤣
apa pun masalahnya nangis terus siwalang sangit gak tega , gitu aja terus sampai jadi gembel 🤣🤣🤣🤣🤣