NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang

Cinta Terlarang

Status: tamat
Genre:Duniahiburan / Tamat
Popularitas:815.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Clarissa icha

Semua bermula dari CINTA TERLARANG.!!!

Diselimuti ego, obsesi dan dendam, mereka tidak sadar jika semua perasaan itu yang telah menciptakan kehancuran dalam kehidupan mereka.

Kebahagiaan terenggut, mengorbankan orang-orang yang tidak bersalah di sekitar mereka. Banyak hati yang terluka, bahkan mereka yang melukai hatinya sendiri.

Seandainya saja bisa mengesampingkan ego, membuang obsesi dan menghapus dendam, mungkin kehancuran ini tidak akan mereka alami.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Galang memarkirkan mobilnya di garasi rumah. Di sebelahnya ada Sinta yang sempat menarik nafas dalam sebelum membuka pintu dan turun dari mobil Kakaknya. Mulai hari ini dia akan tinggal bersama Kakak dan Mamanya. Dia akan memulai hidup baru setelah mengakhiri hubungan dengan Alan. Berusaha untuk melupakan semuanya meski terlihat tidak mungkin karna hidupnya masih berada di sekitar Alan. Statusnya sebagai ipar akan membuat mereka sering bertemu di setiap acara keluarga. Dan tidak mungkin Sinta selalu absen demi menghindari Alan.

Galang, Pria berusia 29 tahun itu ikut turun dan mengeluarkan koper milik adiknya dari bagasi mobil. Sambil menyeret koper, Galang melenggang masuk tanpa bicara sedikitpun pada Sinta. Galang masih kecewa, belum bisa menerima perbuatan adiknya. Serta merasa gagal sebagai Kakak karna tidak memperhatikan kehidupan adiknya ketika tinggal bersama Liana. Galang pikir, adiknya akan baik-baik saja selama tinggal dengan Liana dan Alan. Tapi justru menciptakan petaka dalam rumah tangga Kakaknya sendiri. Beruntung perselingkuhan mereka hanya di ketahui Galang. Jika Liana atau Mama Heni yang memergoki mereka, entah akan sebesar apa masalah yang ditimbulkan.

"Koper siapa Nak.?" Tanya Mama Heni. Galang tidak menjawab, namun dia menoleh kebelakang dan saat itu Sinta masuk ke dalam rumah.

Senyum di wajah Mama Heni merekah. "Pindahnya hari ini.? Mama pikir menunggu masa sewa apartemennya habis." Ujarnya kemudian menghampiri putri bungsunya tersebut. Mama Heni merangkul dan memeluk Sinta dengan sayang. Hatinya lebih lega ketika Sinta tinggal bersamanya, daripada harus tinggal bersama Liana, apalagi tinggal sendiri di apartemen.

Sinta berusaha tersenyum walau terlihat kaku. Perbuatan gilanya bersama Alan membuat Sinta merasa berdosa pada Mamanya. Dia telah mencoreng nama baik Mamanya yang mati-matian membesarkan dan mendidiknya, tapi malah melakukan perbuatan memalukan.

"Sinta nggak betah tinggal sindiran." Ucapnya beralasan. Perkataan sama seperti yang dia katakan pagi tadi melalui sambungan telfon.

Mama Heni melepaskan pelukannya dan mengajak Sinta duduk di sofa. "Mama juga lebih tenang kalau kamu tinggal disini."

Selama keduanya mengobrol, Galang pergi ke kamarnya untuk memindahkan baju dan barang pribadinya ke lantai 2. Di atas masih ada 1 kamar lagi meskipun ukurannya lebih kecil dari 2 kamar yang ada di bawah. Karna mulai sekarang Sinta akan tinggal di rumah ini, jadi Galang mengalah dengan pindah ke kamar atas.

...******...

Kehidupan Sinta tampak normal setelah berpisah dengan Alan. Dia hanya fokus bekerja dan merencanakan masa depannya. Reyhan juga semakin gencar mendekatinya. Sinta tak pernah bisa menolak setiap kali Reyhan mengajaknya pulang bersama atau sekedar makan berdua di luar. Belum sepenuhnya memberi kepastian, namun Reyhan begitu yakin untuk menikahi Sinta. Duda tanpa anak itu sama sekali tak mempermasalahkan masa lalu Sinta. Dia siap menerima Sinta dengan segala konsekuensinya.

Alan pun menjalani hari-harinya seperti biasa. Setelah 2 hari ijin karna sakit, dia kembali sibuk bekerja dan sempat ke luar kota selama 5 hari untuk menyelesaikan proyek di sana. Selama itu, Alan pernah mencoba menghubungi Sinta lagi dengan nomor baru. Namun Sinta langsung memblokir nomor itu setelah tau pemiliknya adalah Alan. Dari situ Alan sadar bahwa Sinta benar-benar sudah melepaskannya.

"Alan, bangun sayang,," Liana mengusap pelan sebelah wajah Alan untuk membangunkannya. Alan menggeliat dan perlahan membuka matanya.

"Ayo siap-siap sekarang. Mama sama yang lain sudah duluan, mereka ingin melihat ijab kabulnya." Tutur Liana memberi tau. Alan hanya berdehem dan segera turun dari ranjang.

"Aku mandi dulu,," Ucapnya kemudian melangkah masuk ke kamar mandi. Liana menghela nafas berat menyaksikan suaminya menghilang di balik pintu kamar mandi. Sikap Alan masih dingin sampai sekarang, tapi Liana tidak berhasil menemukan bukti apapun yang menjadi alasan perubahan sikap Alan padanya.

"Sebenarnya kamu kenapa.?" Lirihnya sesak. Liana mengusap perutnya yang masih rata. Kehamilan anak ketiganya terasa berat karna gelisah dan takut memikirkan apa yang dilakukan Alan di luar sana.

Liana tergelak ketika ponselnya bunyi. Tangannya terulur mengambil ponsel miliknya di atas nakas. Dia mengerutkan keningnya melihat deretan angka yang baru saja mengirim video ke ponselnya. Nomor asing yang tidak dia kenal. Dengan ragu, Sinta membuka WA yang sebelumnya hanya muncul sedikit di bagian atas layar ponselnya.

Liana mengunduh video tersebut dan memutarnya. Baru beberapa detik video itu di putar, tangan Liana sudah gemetar hebat. Dia langsung menghapus video itu dan memblokir nomor asing yang mengirimkan video gila tersebut.

"Nggak,, Nggak mungkin, itu pasti video editan. A-aku,, aku dan Pak David nggak mungkin melakukan perbuatan gila seperti itu." Suara Liana bergetar. Dia menyangkal jika wanita yang ada dalam video tersebut bukan dirinya. Meskipun dalam hati kecilnya sangat ketakutan. Takut jika video itu benar-benar nyata, bukan rekayasa.

Liana baru saja ingin menghubungi Dave untuk menanyakan langsung video tersebut, namun ponselnya kembali bunyi dan ada chat baru lagi dari nomor asing. Jari Liana reflek membuka chat itu.

'Kenapa buru-buru memblokirnya. Video tadi pasti belum kamu lihat sampai selesai kan.? Apa aku perlu mengirimkannya lagi.? Aku masih punya banyak video yang lain dengan pemain yang sama.'

Pesan yang diakhiri dengan emoticon tertawa itu membuat tangan Liana kembali bergetar. Katanya orang itu masih punya banyak video dirinya. Liana jadi ragu jika video-video itu editan. Tapi jika asli, bagaimana mungkin dia tidak mengingatnya.?

Liana hampir memblokir nomornya, namun sederet video yang berjumlah sekitar 6 itu sudah masuk ke ponselnya. Wajah Liana menjadi pucat pasi, keringat sudah memenuhi pelipisnya. Padahal AC di kamar itu masih menyala.

Tanpa mau memutar semua video tersebut, Liana memilih menghapus dan memblokir nomor itu. Dia segera mencari kontak atasannya dan menelponnya tanpa pikir panjang.

Di panggilan kedua, Dave baru mengangkat telfonnya.

"Selamat pagi Pak, saya Liana. Maaf jika menganggu waktu Anda. Saya ingin menanyakan soal video,,"

Liana menghentikan ucapannya karna di seberang sana Dave sudah memotong ucapannya.

"Sesesorang menyadap ponsel saya dan mencuri sebagian data dan video-video,,," Dave belum sempat menyelesaikan ucapannya, tapi Liana sudah histeris.

"Nggak,, nggak mungkin.!! Saya nggak pernah melakukan hal seperti itu dengan Pak Dave. Katakan kalau semua itu bohong.!" Liana tidak bisa mengontrol nada bicaranya, dia terlanjur panik dan ketakutan.

Di seberang sana, Dave terdengar menarik nafas dalam. Dia juga baru saja mendapat ancaman video itu dan saat ini sedang menyelidiki pelakunya.

"Liana, sebagian ingatan kamu hilang. Kalau saya jelaskan sekarang, rasanya percuma saja. Kamu tenang dulu, saya pasti akan menangkap pelakunya. Saya tutup telfonnya." Setelah mengatakan itu, Dave benar-benar memutuskan sambungan telfonnya.

Liana menatap ponselnya dengan tatapan frustasi. Dia bahkan menangis untuk meluapkan ketakutannya.

"Bagaimana kalau video itu nyata." Lirihnya tercekat. Liana langsung memikirkan kemungkinan terburuk jika video itu asli dan diketahui oleh Alan serta keluarga mereka. Semua orang pasti akan kecewa dan membencinya. Termasuk Alan yang mungkin akan menceraikannya.

Liana menggeleng cepat, membuang semua pikiran buruk yang terlintas di kepalanya.

"Nggak..!! Aku nggak akan membiarkan semua itu terjadi.!"

Dia kemudian mengirimkan pesan panjang pada Dave, memohon pada Dave agar video mereka tidak sampai tersebar.

Sementara itu, Alan yang sempat mendengar teriakan Liana segera menyelesaikan mandinya. Namun ketika dia keluar dari kamar mandi, Liana sudah tidak ada di kamar mereka.

1
Nia Nara
Wah parah sih ini.. Mau apapun alasannya, tetap tidak dibenarkan
antha mom
👍
Nurul Haeni
Luar biasa
Ass Yfa
mereka saling berkhianat kayaknya....huh ..rumqh tangga macam apa yg mereka jalani...ck
silvani riskasyahputri
beda dari yang lain ..ceritanya bukan cuma mesra2 aja ..tapi byk nasehat pernikahan byk bgt pelajaran bagus disini .. semangat Thor ..sllu bkin karya bagus yaaa 🤩🫰🏻
cucu rosmalia
sinta dapat karma ga yaa.. perempuan paling ga punya hati yg tega masuk jd duri rmh tangga kka sendiri....
aku skip bacanyaaa.. aga maless..
Virgo Girl: Fuhhh untung baca komen kk jd pikir ulang mau baca. Takut ritme jantung ga teratur klo baca🤦‍♀️😭
total 1 replies
Halimah
A gemes bca Alan SM Sinta,ka apa nga bisa bikin Sinta pergi dari Alan,heemm😤🥴
Tika Sartika12
Luar biasa
Prahesti Vita masita
sudah hadir disana kak .. sedang menunggu update 😁
Ummi Yatusholiha
udah baca thor 😊
Dien Elvina
udah di sana kak 😁
Virgo Girl
Wahhh... kyknya ngeri nih endingnya... maaf tebak aj. Aku menghindar tema cerita affair antar kel spt ini. Ga kuat😭😭 tp kk Icha one of my favorite author ❤❤
Etyka Machfudyawati
Napa ga dlnjut
Bunda
nyimak lagi 😊
Larasati
lanjut dong masih gantung ceritanya
Larasati
kasihan Sinta ternyata Reyhan menikahi unsur dendam padahal kecelakaan itu tidak di sengaja
Larasati
kasihan Sinta aibnya kebongkar pengen Liana jg kebongkar berselingkuh sama bos nya
Larasati
kira" perselingkuhan Liana sama Dave ketahuan gak ya masa cuma Alan sama sinta yg ketahuan
Larasati
Luar biasa
Rahmi
up dong
dah 4 hari bolak balik mantau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!