NovelToon NovelToon
ANOMALI SEKTOR LIAR

ANOMALI SEKTOR LIAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:787
Nilai: 5
Nama Author: Zapdos

Dunia yang tidak hanya dihuni oleh manusia, kini juga terdapat "Astra" yang dapat membantu setiap orang mencapai kesuksesan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zapdos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEHANCURAN FAKSI ELIT

Stadion Utama Akademi Astra Nusantara kembali bergemuruh pada pagi Hari 3. Intensitas kompetisi kini melonjak drastis karena turnamen telah resmi memasuki Babak Perempat Final. Sesuai jadwal harian, Hari 3 ini mendahulukan kategori Tim 2vs2, menyaring 8 tim tersisa untuk memperebutkan tiket menuju Semifinal. Penonton di tribun berteriak histeris saat layar holografis raksasa menampilkan bagan pertandingan pertama untuk Blok A yang sudah dinanti-nantikan oleh seisi akademi.

​[ PEREMPAT FINAL - KATEGORI TIM 2vs2 ]

[ Tim Arkan & Sky (Kelas 1-A) VS Tim Kevin & Danu (Kelas 1-S) ]

​"Akhirnya, momen yang kutunggu-tunggu tiba juga," Kevin bergumam sinis saat melangkah keluar dari lorong pemain. Wajahnya yang sempat pucat kemarin kini digantikan oleh ekspresi penuh percaya diri. Di sampingnya, Danu berjalan dengan perban yang masih melilit ulu hatinya akibat pukulan fisik Arkan kemarin, namun matanya memancarkan rasa haus akan balas dendam yang mendalam.

​Di seberang arena pasir yang kini telah diperluas menjadi 50 meter, Arkan dan Sky berdiri dengan tenang. Volt berjalan di samping Arkan, bulu-bulu jarinya berdesik halus, sementara Zephyr melayang anggun di atas bahu Sky.

​"Arkan, kali ini Kevin tidak akan bertarung bodoh seperti di babak penyisihan," Sky memperingatkan, kipas peraknya sudah terbuka setengah, bersiap mengalirkan energi spiritualnya. "Kulihat dia membawa batu penguat eksternal di pergelangan tangan kirinya. Faksi mereka pasti menyuplai sumber daya habis-habisan demi menjatuhkan kita di perempat final ini."

​Arkan membetulkan letak kerah jaketnya, seulas senyuman dingin terukir di wajahnya. "Biarkan saja mereka menggunakan apa pun, Sky. Itu hanya akan membuat kemenangan kita terasa lebih manis."

​PRIIIT! Peluit digital berbunyi nyaring membelah stadion.

​"Mati kamu, Arkan! Shadow Resonance!" Kevin berteriak histeris. Dia langsung menghancurkan batu penguat di tangannya, memicu lonjakan energi spiritual ilegal yang memaksa 30% elemen kegelapan manusianya meluap hingga menyentuh angka 45%. Saraf tubuh Kevin berkedut menahan beban, namun kegelapan yang pekat langsung menelan separuh arena tanding.

​ROAAAR!

​Harimau Bayangan milik Kevin bermanifestasi dalam wujud yang jauh lebih besar, melompat dari Level 13 menuju Level 14 akibat suntikan energi batu tersebut. Di saat yang sama, Danu memanggil Scorpio miliknya yang langsung menyemburkan kabut racun berskala masif untuk mengisolasi pandangan Arkan dan Sky.

​"Taktik dua front! Kevin mengunci pergerakan dari bawah bayangan, sementara Danu merusak penglihatan!" Pak Guntur menganalisis dari tribun guru dengan alis menyipit.

​"Zephyr, bersihkan kabutnya! Vacuum Burst!" Sky bergerak cepat, mengayunkan kipas peraknya untuk menciptakan pusaran angin hampa udara guna menyedot gas beracun Danu.

​Namun, Kevin sudah mengantisipasi hal itu. Harimau Bayangan Level 14 miliknya mendadak membelah diri menjadi 3 bayangan semu di dalam kegelapan, melesat melewati zona angin Sky dan langsung mengincar Arkan dari 3 arah buta sekaligus. Cakar kegelapan yang tajam siap merobek wadah jiwa Arkan.

​"Arkan, di belakangmu!" Sky berseru panik saat melihat pergerakan instan Harimau Bayangan tersebut.

​Arkan tidak menghindar. Dia mengepalkan tangan kirinya, mengaktifkan fungsi pasif Akselerasi Pengondisian Fisik hingga level maksimal yang bisa ditahan tubuh manusianya saat ini. 60% resonansi petir murni meledak, membungkus tubuhnya dengan pelindung kilat biru yang menyilaukan mata.

​BOOM! BOOM! BOOM!

​Arkan menahan hantaman 3 cakar Harimau Bayangan tersebut menggunakan kedua lengan manusianya yang telah dilapisi petir padat. Benturan energi kegelapan dan listrik murni menciptakan gelombang kejut yang meretakkan tanah pasir di bawah kakinya. Saraf tangan Arkan bergetar hebat menahan beban kekuatan Astra Level 14 yang telah diperkuat, membuat setetes darah segar merembes dari sudut bibirnya.

​Melihat kontraktornya terluka dan terdesak oleh kepungan kegelapan, Volt yang sedang menahan gempuran Scorpio mendadak berhenti bergerak. Sepasang mata serigala raksasa itu berubah menjadi merah menyala. Rasa amarah yang murni dan ikatan kontrak jiwa yang mendalam dengan Arkan memicu sebuah pergolakan energi yang luar biasa dahsyat di dalam inti jiwanya.

​Intensitas pertarungan tingkat tinggi ini, ditambah dengan akumulasi experience dari kemenangan-kemenangan sebelumnya, mendobrak dinding pembatas kekuatan Volt secara instan.

​CRACKLE! BZZZZZZZZZT!

​Sebuah pilar cahaya petir murni setinggi 10 meter melesat jatuh dari langit stadion, menghantam tepat di posisi Volt berdiri. Angka digital holografis yang melayang di atas kepalanya pecah dan bertransformasi dengan cepat:

​[ LEVEL 11 -> LEVEL 12 ]

​Ukuran tubuh Volt kembali membesar hingga mencapai panjang 3 meter. Bulu-bulu biru tuanya kini berubah menjadi sekeras jarum baja yang dialiri listrik tegangan tinggi berwarna biru keputihan. Tekanan spiritual baru yang dilepaskan oleh Volt begitu masif hingga merobek dominasi kegelapan milik Kevin dalam sekejap mata.

​"L-Level 12?! Astra itu naik level di tengah pertempuran?!" salah satu juri Kontraktor Agung di tribun VIP berteriak tidak percaya sambil berdiri dari kursinya. Bahkan Grandmaster Joshua yang duduk di tengah tampak mengangguk-angguk kecil dengan binar mata yang semakin tertarik.

​"Volt, tunjukkan pada mereka hasil latihan kita!" Arkan berseru, menyeka darah di bibirnya dengan punggung tangan, matanya berkilat tajam.

​Volt mengeluarkan lolongan panjang yang menggetarkan seluruh kaca stadion. Dengan kecepatan Level 12 yang baru, Volt bergerak seperti kilat sejati. Dia mengeksekusi jurus aktif barunya: Thunderbolt Shredder.

​SHIIIING—BOOM!

​Volt berubah menjadi seberkas cahaya petir yang melesat zig-zag di dalam arena. Dalam waktu kurang dari 1 detik, Volt memotong 3 bayangan semu milik Harimau Kevin, menghancurkan mereka kembali menjadi kepulan asap hitam. Tidak berhenti di sana, Volt melanjutkan lesatannya ke arah Scorpio milik Danu, mencabik karapas baja kalajengking tersebut hingga hancur berkeping-keping dengan cakar petir barunya. Scorpio melengking keras sebelum akhirnya lenyap berubah menjadi serpihan cahaya spiritual. Danu, yang saku jiwanya mengalami serangan balik instan, langsung memuntahkan darah dan pingsan di tempat.

​"S-Sialan! Jangan meremehkan aku!" Kevin yang panik mencoba mengalirkan sisa energi kegelapannya untuk menyerang Arkan secara langsung.

​Namun, Sky sudah berada di posisi yang sempurna. "Pertandinganmu sudah selesai, Kevin. Aero Blade Rain!"

​Bilah-bilah angin vakum milik Sky menghujani posisi Kevin dari atas, memotong aliran energi kegelapannya dan mengunci tubuh manusia Kevin hingga berlutut di atas pasir arena. Sebelum Kevin sempat mengangkat kepalanya, Arkan sudah bermanifestasi tepat di depannya dengan kecepatan 60% petirnya. Kepalan tangan Arkan yang dialiri sisa listrik murni berhenti tepat 1 sentimeter di depan hidung Kevin. Tekanan angin dan listrik dari pukulan Arkan membuat Kevin gemetar hebat karena ketakutan yang teramat sangat, sebelum akhirnya dia jatuh pingsan akibat kelelahan energi spiritual yang ekstrem.

​Stadion Utama kembali hening sejenak sebelum akhirnya ledakan sorak-sorai penonton yang luar biasa membahana pecah di setiap sudut tribun.

​[ Pemenang Babak Perempat Final: Tim Arkan & Sky. Durasi: 58 Detik. Poin Diperoleh: 100 Poin Mutlak! ]

​Arkan menarik kembali tangannya, melepaskan aliran petir manusianya seiring dengan Volt yang berjalan mendekat dengan wujud barunya yang luar biasa gagah. Volt menduselkan kepala raksasanya ke bahu Arkan, meminta usapan lembut seperti biasanya meskipun tubuhnya kini sudah seukuran monster petir sejati.

​Sky berjalan mendekat sambil menutup kipas peraknya dengan senyuman puas yang menawan. "Kerja bagus, Arkan. Kenaikan level Volt tadi benar-benar di luar dugaan. Faksi Kevin resmi hancur hari ini."

​Arkan mengusap bulu tebal Volt yang masih memercikkan sisa listrik Level 12. "Ini baru awal, Sky. Dengan kekuatan Volt yang sekarang, kita sudah siap untuk mengobrak-abrik babak Semifinal besok."

​Di atas tribun VIP, Ignis dari Keluarga Flamewing tampak mengepalkan tangannya hingga berdarah, menyadari bahwa anomali bernama Arkan ini telah tumbuh menjadi ancaman nyata yang siap membakar habis kesombongan faksi elit mereka di pertandingan berikutnya.

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Salam Segitiga ∆ 🚬🗿
Zapdos: ∆ nguengg~
total 1 replies
Zapdos
Jangan lupa dibaca, Update bab setiap hari!
pukul 12.00 Wib dan 15.00 Wib. Saran dan dukunganmu sangat membantu karya ini menjadi lebih baik!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!