NovelToon NovelToon
OBSESSION OF THE SEVEN

OBSESSION OF THE SEVEN

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Harem
Popularitas:270
Nilai: 5
Nama Author: aera_yong

Genre: Dark Romance / Reverse Harem / Thriller Psikologis.

Premis Utama: Althea, seorang gadis yatim piatu yang bekerja sebagai pengarsip dokumen kuno, terjebak di dalam "Septem Foundation"sebuah yayasan elit rahasia di bawah kendali tujuh pria berkuasa dan manipulatif yang terinspirasi dari pesona member BTS.

Kehadiran Althea di mansion tersebut ternyata bukan kebetulan, melainkan sebuah jaring laba-laba yang sudah disiapkan sejak lama. Ketujuh pria ini memiliki masa lalu kelam yang terikat dengan Althea, dan kini mereka bersaing secara dingin sekaligus obsesif untuk saling memperebutkan hak "memiliki" dirinya. Cinta mereka yang awalnya terasa seperti perlindungan mewah perlahan berubah menjadi sangkar emas yang posesif, berbahaya, dan mematikan.

Ketegangan psikologis saat Althea mencoba mengungkap misteri ingatan masa lalunya yang hilang, sembari bertahan hidup di antara dominasi, manipulasi, dan cinta gila dari tujuh pria

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aera_yong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melodi di Ruang Kedap Suara

Udara di dalam ruang arsip bawah tanah terasa semakin dingin seiring berjalannya waktu. Althea memaksakan diri untuk fokus, memilah tumpukan kertas kusam yang sebagian besar berisi laporan keuangan dan data eksperimen medis lama. Namun, rasa penasaran yang membuncah membuatnya sengaja mencari dokumen dari tahun 2010, seperti yang diinstruksikan oleh Jin.

Nihil~

Lembar demi lembar yang dia buka tidak memberikan petunjuk apa pun, selain rasa pusing yang semakin menderu di pelipisnya.

Ketika jam dinding digital di ruangan itu menunjukkan pukul 16.45, Althea memutuskan untuk menyudahi pekerjaannya. Pintu besi otomatis itu terbuka dengan dengungan halus saat dia menekan tombol keluar.

Mengingat ancaman Jin tentang jam malam pukul lima sore, Althea mempercepat langkahnya menyusuri koridor bawah tanah yang remang-remang.

Namun, labirin koridor mansion ini terlalu menyesatkan. Bukannya menemukan tangga menuju aula utama, Althea justru berbelok ke sayap barat gedung yang tampak terbengkalai.

Koridor di sini dilapisi karpet tebal kedap suara berwarna merah tua, dengan pintu-pintu kayu yang tertutup rapat.

Dum... Dum...

Sebuah dentuman bass bernada rendah merambat melalui dinding, diikuti oleh melodi piano yang lambat, kelam, namun sangat indah.

Melodi itu seolah memanggil Althea, mengikat kesadarannya hingga kakinya melangkah sendiri mendekati sebuah pintu besi hitam di ujung lorong.

Pintu itu tidak terkunci sepenuhnya. Althea mendorongnya sedikit, mengintip ke dalam ruangan yang dipenuhi oleh monitor komputer raksasa, papan 'synthesizer', dan piringan hitam yang berserakan.

Di tengah ruangan yang hanya diterangi lampu neon redup berwarna biru, seorang pria sedang duduk membelakanginya, jemarinya bergerak magis di atas tuts piano elektrik.

Pria itu memakai 'hoodie' hitam longgar, kulit lehernya yang terekspos terlihat sangat putih pucat, hampir seperti salju.

Tiba-tiba, melodi piano itu berhenti berdentang. Keheningan yang mencekam langsung menyelimuti ruangan.

"Siapa yang mengizinkanmu masuk?"

Suara itu terdengar sangat malas, serak khas orang bangun tidur, namun memiliki ketajaman yang bisa mengiris kulit.

Pria itu memutar kursi rodanya lambat, menatap langsung ke arah celah pintu tempat Althea berdiri.

Althea terengah, tatapannya terkunci pada sepasang mata sipit yang dingin, tajam, dan tidak memiliki emosi sama sekali. Pria itu adalah Suga atau Min Yoongi.

"Maaf, saya tersesat. Saya mencari jalan kembali ke kamar," cicit Althea, hendak melangkah mundur, namun suaranya tertahan saat Suga bangkit dari kursinya.

Suga berjalan mendekat.

Langkah kakinya sama sekali tidak terdengar di atas karpet beludru itu. Dia berhenti tepat di depan Althea, menutup pintu di belakang gadis itu dengan satu tangan, mengurung Althea di dalam ruang kedap suara tersebut. Aroma rokok menthol dan kopi hitam pekat langsung menyerang indra penciuman Althea.

"Tersesat?" Suga mendengus pelan, sebuah senyuman miring yang sinis terukir di bibir tipisnya. Dia menunduk, menatap Althea yang kini gemetar di depannya. "Jika kamu ingin lari dari tempat ini, caramu sangat amat bodoh, Althea."

"Saya tidak berniat lari—"

"Jangan berbohong!" bentak Suga rendah, membuat Althea tersentak. Suga memajukan wajahnya, menatap lurus ke dalam manik mata Althea dengan intensitas yang mengerikan. "Mata murni itu... aku tahu kamu ketakutan. Kamu ingin pergi dari sini, kan?"

Althea tidak bisa menjawab. Tenggorokannya terasa kering kaku.

Suga mengulurkan tangannya yang pucat dengan urat-urat yang terlihat jelas, lalu menyentuh sebuah kalung recorder kecil yang menggantung di lehernya sendiri. Dia menekan sebuah tombol, dan seketika, suara rekaman langkah kaki terdengar dari pengeras suara ruangan.

*TAP... TAP... TAP...*

Althea membelalakkan mata. Itu adalah suara langkah kakinya saat berjalan di ruang arsip, bahkan suara hela napasnya saat dia mengeluh pusing tadi siang pun terekam dengan sangat jelas.

"Aku merekam semuanya, Althea. Setiap helaan nafasmu, setiap langkah kakimu di mansion ini, semuanya masuk ke dalam komputer ku," Suga berbisik, jemarinya perlahan turun menyentuh dagu Althea, mengangkatnya sedikit agar gadis itu terus menatapnya. Tatapan matanya yang tadi dingin kini berkilat penuh obsesi yang gila. "Aku sudah memperingatkan Suga dan Jin untuk melepasmu, tapi mereka keras kepala. Dan sekarang, setelah mendengar mu lagi sedekat ini... aku pun tidak akan pernah membiarkanmu pergi."

Suga melirik jam di dinding yang berkedip menunjukkan angka 17.02. Jam malam sudah lewat.

"Jin pasti sedang mencari mu dengan gila di atas sana," Suga terkekeh pelan, suaranya terdengar seperti melodi kematian yang indah. Dia melepaskan dagu Althea lalu berjalan kembali ke kursinya. "Tetaplah di sini malam ini. Dengarkan lagu yang ku buat khusus untuk merayakan kepulanganmu... Althea ku."

 

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!