NovelToon NovelToon
Hubungan Rahasia

Hubungan Rahasia

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Angst / Pelakor jahat / Suami Tak Berguna / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Konflik etika / Tamat
Popularitas:54.9k
Nilai: 5
Nama Author: Afriyeni Official

Dinikahi Roylando yang hobi bermain judi dan berselingkuh, membuat hidup Tara penuh dengan penderitaan.

Tara terpaksa berjuang sendiri untuk menafkahi anak nya dan menghidupi keutuhan rumah tangga nya.

Dibalik kegelapan hidup Roylando ternyata masih banyak rahasia yang ia sembunyikan dari Tara.

Perlahan rahasia itu pun terungkap bersama kehadiran seorang pria misterius yang mengaku sebagai pengagum rahasia Tara.

Kehadiran pria itu dalam hidup Tara, mampu membangkit kan semangat hidup Tara yang nyaris putus asa.

Tara pun berhasil menguak seluruh tabir rahasia keluarga Roylando yang selama ini di tutupi.

Siapakah sebenar nya pria misterius itu? Bagaimana ia bisa tahu semua hal tentang Tara? Apa hubungan Roylando dengan pria itu?

Bagaimana cerita hidup Tara yang penuh tantangan dan dipenuhi intrik kejahatan dari seorang perempuan jahat bernama Karla dan seorang pria jahat bernama Dika?
Apakah Tara bisa selamat dari rencana pembunuhan yang di rangkai mereka berdua?

Cuss Baca....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Afriyeni Official, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kecurigaan Roy.

Hari mulai menjelang malam.

Roy terlihat gelisah di teras rumah. Hingga detik ini Tara belum juga pulang dari resto. Roy sedikit khawatir. Entah mengapa sosok Tara beberapa hari ini selalu membuatnya rindu. Ada penyesalan di hati Roy karna sikapnya yang dulu teramat keterlaluan pada Tara.

Roy menyulut sebatang rokok dan menghembuskannya pelan. Belum beberapa kali isapan, sebuah mobil terlihat memasuki pekarangan. Roy hanya menyunggingkan senyuman sinis.

"Bocah gila baru pulang!" gerutu Roy pelan saat menyadari mobil Arya berhenti di pelataran parkiran.

Awalnya Roy bersikap tenang-tenang saja saat melihat Arya turun dari mobilnya. Namun matanya seketika melotot tatkala Tara istrinya ikut turun dari mobil Arya.

Roy seketika gusar dan bergegas menyambut kepulangan Tara dengan wajah memerah menahan rasa cemburu yang tiba-tiba menyeruak di dadanya.

"Dari mana saja kamu?" bentak Roy mendadak membuat Tara terkejut.

Ia tak menyangka Roy sedang berada di teras seolah menunggu kepulangannya.

"Aneh, tentu saja pulang kerja!" jawab Tara ketus pada Roy seraya melirik Arya sekilas.

Arya mengangguk mengiyakan.

"Aku tak sengaja bertemu Tara di perjalanan pulang. Sekalian saja kami pulang bersama daripada dia naik bus sendirian." Ucap Arya berbohong melengkapi kebohongan Tara pada suaminya.

Roy mendengus kesal. Ia memandang wajah mereka berdua bergantian.

"Kamu tuh keras kepala! Padahal aku sudah bersedia antar jemput kamu tiap hari pulang kerja." Semprot Roy dengan nada jengkel pada istrinya.

Tara melengos berlagak acuh tak acuh meninggalkan Roy yang menggerutu sendirian.

Arya pun mengikuti langkah Tara berniat masuk ke dalam rumah namun keburu ditarik Roy.

"Eit..., kamu mau kemana?" tanya Roy menatap Arya penuh selidik.

Arya mengerutkan dahinya merasa heran dengan sikap Roy yang agak lain dari biasanya.

Apakah Roy mencurigainya? Arya jadi was-was.

"Duduk dulu sebentar, temani aku ngobrol!" pinta Roy dengan nada agak melunak.

Arya mengikuti permintaan Roy untuk duduk di teras rumah bersamanya. Ada rasa janggal yang menyelinap di hati Arya dengan sikap Roy.

Roy menghisap rokoknya pelan dan menatap Arya tanpa berkedip. Ia memandang pria yang merupakan adik kandungnya itu dengan seksama.

Wajahnya, hidungnya, bibirnya. Memang terlihat mirip dengan Mama Roy. Pantesan Arya lebih ganteng, Arya lebih cenderung memiliki gen dari ibu kandung mereka yang memang cantik.

Arya berkerut heran menatap Roy yang sedari tadi cuma diam melamun sambil memandang wajahnya. Lama-lama Arya merasa risih.

"Ada apa? Katanya mau bicara, kenapa malah memandang wajahku dari tadi? Kenapa..., aku ganteng, 'kan? Lebih ganteng darimu!?" sindir Arya sambil bercanda menggoda Roy.

Wajah Roy seketika merah padam.

"Cih! Najis! Ganteng apanya? GR kamu!" gerutu Roy dongkol.

Arya tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Roy.

"Aku jadi teringat Mamaku." Desah Roy pelan.

Wajah Roy seketika berubah muram.

Arya menghentikan tawanya. Perasaannya ikut terbawa suasana hati Roy yang terlihat murung.

"Ada apa? Kamu ada masalah?" Arya jadi penasaran dengan perubahan Roy yang agak melow, bukan Roy sama sekali.

Roy tersenyum tipis seraya melirik Arya sejenak.

"Aku menyesal, telah membuat Tara menderita selama ini. Aku baru sadar, jika Tara teramat berarti dalam hidupku." Tutur Roy dengan nada penuh penyesalan.

Raut wajah Arya seketika memerah. Rasa cemburu membakar dadanya. Arya tak menyangka, Roy akan membahas Tara di hadapannya.

"Tara adalah perempuan yang baik. Ia berjuang sekuat tenaga berkorban banyak demi mempertahankan rumah tanggaku yang nyaris hancur. Aku mulai takut, takut kehilangan Tara." Ucap Roy sambil menarik nafas berat.

Rasa takutnya akan kehilangan cinta Tara kian menghantuinya.

"Aku tahu, ini belum terlambat. Tapi aku yakin, suatu saat nanti Tara akan menerimaku kembali. Aku berjanji akan menjadi suami yang baik untuknya." Ujar Roy lagi.

Roy merasa optimis pada dirinya sendiri.

"Itu tidak mungkin." Desis Arya lirih.

Roy menatap Arya bingung.

"Maksudmu?" matanya mendelik seolah tak senang dengan perkataan Arya yang secara tak langsung seakan meragukannya.

"Apa kamu pikir aku tak bersungguh-sungguh?" gusar Roy.

Arya jadi gelagapan. Roy salah memahami maksud dari perkataannya. Namun Arya juga tak bisa jujur mengatakan yang sebenarnya pada Roy.

Arya sadar, posisinya saat ini bukan hanya sebagai teman curhat bagi Roy. Andai saja Roy sadar, ia sedang berbicara dengan orang yang salah.

"Lebih baik kamu ceraikan Tara. Kasihan Tara, ia sudah tersakiti. Lukanya tak'kan sembuh meskipun kamu obati dengan cara apapun. Luka itu akan terus membekas di hati Tara. Apalagi kamu punya Marvel hasil benihmu dengan Diana." Arya mencoba memberikan saran yang menurutnya terbaik untuk mereka bertiga.

Roy mendelik kan matanya pada Arya. Ada rasa janggal dan kecurigaan yang timbul dihatinya setiap kali ia membicarakan perihal Tara pada Arya.

"Kenapa sih? Setiap kali aku membahas masalah Tara kamu seolah menjadi pembelanya? Apa kamu ingin di anggap jadi adik ipar yang baik dimatanya Tara? Atau kamu punya maksud tertentu dibalik semua itu?" Roy memandang Arya penuh selidik.

Rasa curiganya kian besar tatkala melihat reaksi Arya yang tiba-tiba jadi gugup dan salah tingkah.

"A-ku, aku cuma kasihan pada Tara. Lagi pula Papa pernah berpesan padaku untuk menjaga Tara dan Sania saat kamu tenggelam dalam pelukan Diana." Arya coba memutar balikan keadaan dengan menyebut nama Diana.

Mulut Roy seketika jadi bungkam. Arya memang paling jago berkilah.

"Lagi pula, apa kamu tidak sadar? Sikap Tara semakin hari semakin membencimu?" sindir Arya tepat mengenai hati Roy.

Roy terhenyak. Mulutnya tertutup rapat tak mampu mengeluarkan kata-kata.

"Tara sudah berubah. Ia tak lagi mencintaimu Roy." Ucap Arya semakin semangat membuat Roy kian terpuruk.

"Apa Tara selingkuh?" desis Roy tiba-tiba.

DEG!

Jantung Arya hampir copot mendengar kalimat Roy barusan.

"Selama ini, Tara selalu patuh dan tetap berusaha lembut. Meskipun tingkahku seringkali menyakitinya. Namun akhir-akhir ini ku perhatikan, Tara makin jauh berbeda. Tara selalu membangkang dan melawan perkataanku. Sikapnya sudah sangat berubah." Tutur Roy lagi sembari meremas kepalanya yang mulai terasa berdenyut.

"Aku tak percaya, Tara mencintai orang lain selain aku." Ujar Roy dengan nada bimbang.

Arya pura-pura tak mendengar ucapan Roy. Ia mencoba untuk bersikap setenang mungkin di hadapan Roy.

Arya tak ingin Roy mencurigai hubungannya dengan Tara.

"Mungkin aku harus mencari tahu. Mulai besok aku akan memata-matai setiap gerak gerik Tara." Akhirnya Roy bertekad untuk menyelidiki Tara.

Hal itu membuat hati Arya gundah seketika.

Sepertinya kebebasan Arya untuk bertemu dan bepergian bersama Tara akan mulai terhalang oleh tindak tanduk Roy yang mulai mencurigai Tara.

"Sepertinya mulai besok, aku dan Tara harus lebih berhati-hati!" kata Arya dalam hati.

.

.

.

BERSAMBUNG

1
🪅D@ B®♓⛎♏
kasihan amat lu arya
🪅D@ B®♓⛎♏
iya tahu kamu Arya, tapi Arya mana /Facepalm/
🪅D@ B®♓⛎♏
mungkin aja Tara
✿^ MOj∀K❍ ^✿⁠
sudah ku duga
Mari_Mar
buset langsung di gas, kalau itu aku langsung kabur🤣
Mari_Mar
mulutmu Roy, pengennku remes, uda mabok, jual cincin kawin, emang nggak ada otak kang jumbok(judimabok) 🤧
Oma yeni*🦋: makasih udah mampir ya 🤭
total 1 replies
🪅D@ B®♓⛎♏
aku belum bisa move on dari novel ini thor, pengen baca lagi dan lagi
🪅D@ B®♓⛎♏
hajar brooo,,, Uber sampai dapet
🪅D@ B®♓⛎♏
lihat tuh Roy, bini lu di godain cwok lain. tau rasa lu kaan?
🪅D@ B®♓⛎♏
jangan pasrah, kamu harus berjuang. semangat tara
🪅D@ B®♓⛎♏
sial karena kamu nikah sama orang kyk gitu tara
🪅D@ B®♓⛎♏
coba aja, ku tampar balik nih /Panic/
🪅D@ B®♓⛎♏
kalau enggak gimana? Lo malah bikin bini Lo menderita
🪅D@ B®♓⛎♏
kasihan istri mu woyy... kakinya terluka tuh
🪅D@ B®♓⛎♏
heleehh.. bohong pasti tuh
🪅D@ B®♓⛎♏
tega sekali si Roy, cincin nikah di minta lagi /Panic/
mommy Fadillah
cerita bagus Bun😇 nyicil dikit🤭
Oma yeni*🦋: makasih udah mampir moms,, moga suka 🤗
total 1 replies
Almeera
Kereennnnnn banget
Oma yeni*🦋: makasih syg aku 🥰😘
total 1 replies
iqbal nasution
mantapp
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Frontier
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!