Raspati adalah keturunan dari Yang Mulia Rajapati Bagaskara, yang merupakan keturunan terakhir yang mewarisi semua ilmu dan harta kekayaan yang ada didalam cincin ruang, dia hidup Alam Manusia yang hidup normal seperti manusia pada umumnya, perubahan hidupnya terjadi ketika mendapat hadiah cincin giok pada ulang tahunnya yang ke 10 pemberian ayahnya.
Sejak kecil hingga dia di didik dan di bimbing menjadi kultivator oleh seorang kakek yang berasal bukan dari Alam Manusia.. namanya Kelud yang merupakan bangsa Jin yang tinggal didalam cincin gioknya dia adalah seorang Kultivator terkuat di alamnya yaitu alam Jin atau Kultivator.
Kakek Kelud mengajarkan Raspati bagaimana mengolah tubuh sampai dia menjadi kultivator di dunia kultivator/alam Jin dan Pengusaha sukses di Alam Manusia, sedangkan di Alam Kultivator Raspatinya sebagai Penguasa Alam di dua Lapis Langit sebagai Mahadewa.
Pada season 1 ini menceritakan sedetail mungkin bagaimana Raspati memperoleh kekuatan.. jadi mohon sabar ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miaqih_Ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membuat Perencanaan Lahan Agribisnis
Raspati pulang kerumahnya sampai sekitar jam 13:15, dia tidak melihat bundanya yang biasanya ada di ruang keluarga nonton TV.
"Bi... Bunda kemana ya?" tanya nya ke bibi ang biasa membantu bundanya di rumah.
"Eeh Mas pati sudah pulang.. Ibu tadi pergi keluar katanya mau ke rumah bu RT sebentar" jawab bibi.
"Oooh.. ya udah makasih ya Bi" ujarnya, dia langsung masuk kekamar untuk istirahat dan membuat rencana untuk kepergiannya ke Gunung Kelud.
Di dalam kamar Raspati membuat perencanaan dengan mengetik di komputernya tentang rencana yang akan dilakukan selama disana.
Dia merencanakan Empat ide, PERTAMA pembelian tanah disana mengenai seberapa luas tanah yang akan dibeli dan harga per meternya, Raspati ingin negosiasi dengan pemilik tanah resmi dan memberikan harga terbaik untuk mereka sehingga kedepannya tidak akan ada masalah atau sengketa.
KEDUA pemetaan lokasi yang cocok untuk tiga lahan yang akan di pakai yaitu Pertanian, Perkebunan dan Peternakan.. untuk Perkebunan akan di alokasikan pada dataran yang agak tinggi disekitar lereng atau mendekati lereng Gunung Kelud.
Untuk Pertanian di dataran yang agak miring yang memiliki sistem pengairan yang baik dan Peternakan didataran yang agak rendah dengan mengkondisikan di setiap lingkungan.
KETIGA lokasi untuk tempat tinggal ketika tanah yang diinginkan sudah dibeli, ini pun dibagi beberapa tempat. Rumah Utama sekaligus kantor dan pertemuan, Rumah untuk para pekerja jika mereka belum memiliki tempat tinggal, Gudang penyimpanan, Gudang tempat alat alat pertanian perkebunan dan peternakan.
KE EMPAT tenaga kerja yang akan dia pekerjakan di tiga sektor tersebut, Dia lebih mengutamakan pekerja yang sudah biasa mengerjakan di ketiga sektor berdasar kemampuan mereka masing masing dan juga mempekerjakan mereka yang belum memiliki pekerjaan serta melatih mereka.
Raspati juga merencanakan mendirikan Klinik Hewan sederhana untuk para ternaknya nanti yang menyediakan obat obatan untuk hewan ternaknya, sebelumnya dia juga mencari informasi mengenai bagaimana cara berternak dan memelihara kesehatan hewan ternaknya.
Dia banyak belajar dari majalah Trubus yang membahas beberapa topik mengenai Pertanian, Perkebunan dan Peternakan. Mulai dari penanaman benih pemupukan dan perawatan tanaman maupun hewan ternak dari serangan hama atau penyakit yang sering terjadi.
Kebetulan juga Raspati memiliki teman teman yang lulus kuliah dan mengambil jurusan pertanian dan kedokteran hewan, dia akan meminta rekomendasi dari mereka bahkan akan mengajak mereka untuk bekerja atau bekerjasama dengannya. Dia juga akan minta bantuan ayahnya jika memiliki teman yang memiliki tenaga ahli dibidang kesehatan.
Raspati sendiri juga sudah sedikit banyak mengetahui regulasi untuk penyaluran hasil panen dan memiliki informasi wadah wadah resmi yang bisa diajak kerjasama untuk menerima hasil panen dan penjualan baik untuk domestik ataupun di luar kota Kediri dan sekitarnya.
Setelah dia mengetik semua rencananya dikomputer dan menyimpannya didalam disket dia berpikir kembali apakah cukup uang yang telah dia kumpulkan dari hasil penjualan emas sebelumnya. "Sepertinya uang yang aku miliki belum cukup deh untuk membuka usaha Agribisnis dan faktor pendukungnya" gumamnya.
Dia berpikiran akan menjual semua emas yang dimiliki terutama yang didapat dari kotak peti di area Hutan Mati Gunung Papandayan sebanyak 20 kantong kecil yang mana 1 kantong berisi 100 keping koin emas kuno murni.
Sementara itu Bundanya sudah kembali dari rumahnya bu RT, "Bi.. Pati sudah pulang..?" tanya bunda ke bibi.
"Sudah Bu.. 2 jam yang lalu" jawab bibi.
"Ya sudah.. bantu saya masak makan malam Bi.." ucap Bunda.
"Baik bu.." jawab bibi.
Sementara itu Raspati di dalam kamarnya masih memikirkan jumlah koin emas yang akan dijualnya, masih bingung apakah harus dijual semuanya sekaligus atau bertahap saja tergantung situasinya.
Baru terpakai satu kantong itu pun masih tersisa 70 keping koin emas, "Aku akan mencoba menjual lagi koin emas yang tersisa tapi harus berbeda dari toko emas sebelumnya" dia kembali bergumam sambil memegang dagunya.
"Lebih baik nanti habis dari survey lokasi aja baru jual koin emas lagi.. sekarang waktunya makan malam" ujarnya setelah melihat jam ditangannya.
Raspati keluar dari kamarnya langsung keruang makan dan makan malam, sehabis makan malam seperti biasa dia dan orang tuanya ngobrol di rung keluarga.
Di ruang keluarga.. "Bagaimana Nak hasil ujian skripsi kamu dan ujian akhir kuliah mu?" tanya bundanya sambil memberikan secangkir teh kepada ayahnya.
"Alhamdulillah Bun.. Lulus dua duanya" jawab Raspati sambil menangkupkan tangan ke wajahnya.
"Alhamdulillah..." jawab keduanya mengucapkan syukur dengan mengusapkankan kedua telapak tangan ke wajah mereka.
"Terus acara Wisuda kamu kapan akan dilakukan dan juga rencana usaha Agribisnis mu..?' tanya ayahnya Raspati.
"Acara Wisudanya masih sebulan lagi, mumpung masih liburan.. Minggu depan rencananya mau ke wilayah lereng Gunung Kelud untuk survey lokasi aja Yah.. Bun..." jawabnya sambil menjelaskan rencananya ke Gunung Kelud.
"Jadi kamu benar benar ingin melakukan rencana mu itu?" tanya ayahnya serius.
"Betul Yah.. Pati sudah merencanakan semuanya dan segala aspeknya" jawabnya penuh keyakinan.
"Jadi rencananya kapan kamu akan kesana Nak..?" sela Bundanya sambil bertanya.
"Kemungkinan lusa Bun.. kurang lebih dua mingguan.. sekalian ingin melakukan pemetaan lokasi yang nanti bakal tempat pelaksanaannnya, sekaligus ingin mengenal kondisi medannya dan ingin kenal dengan beberapa orang.. terutama yang ingin dibeli tanahnya" jelas Raspati menerangkan tujuannya dengan detail pada ayah dan bundanya.
"Bagus lah kalau begitu, mempersiapkan sejak dini itu lebih baik biar tahu kedepannya akan seperti apa dan memiliki rencana cadangan juga perlu jika rencana yang telah di susun tidak berjalan dengan baik..." nasehat ayahnya.
"Baik Yah.. akan Pati ingat selalu" jawab Raspati meyakinkan ayahnya kalau dia paham dan mengerti nasihatnya.
Setelah ngobrol dengan orangtuanya dia pun kembali ke kamarnya membersihkan diri, sebelum membersihkan diri dia menyempatkan diri duduk bersila di lantai melatih energi cakranya dengan menyalurkan energi dari wadah cakranya ke seluruh jaringan meridiannya untuk mempelancar jalur energi cakranya.
Setelah membersihkan diri dia mengecek persiapan untuk kepergiannya ke lereng Gunung Kelud lalu membuka file di komputernya untuk mengecek semua rencananya setelah itu mengeprint file kemudian tidur dengan mimpi indahnya.
Ke esokan harinya dia melakukan kegiatan rutinnya setiap habis shubuh dan sarapan dengan orangtua nya, Raspati berencana untuk menjual sisa 70 keping koin emasnya dan 2 kantong kecil yang berisi 200 keping koin emas ke 5 toko emas berbeda.
Dia akan pergi ke dua toko di kawasan Pasar senen dan Tiga toko emas di kawasan Blok M, karena di Blok M banyak toko emas nya.. jadi banyak pilihan.
Lalu dia kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri setelah itu bersiap siap untuk pergi ke kedua kawasan toko emas, setelah semuanya sudah rapih Raspati pun pergi ke ruang keluarga dan pamitan ke bundanya untuk pergi keluar karena ada urusan katanya.
BERSAMBUNG...