NovelToon NovelToon
TERJEBAK NAFSU

TERJEBAK NAFSU

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Selingkuh / Konflik etika
Popularitas:53.6k
Nilai: 5
Nama Author: Putra Al - Bantani

Diangkat dari kisah nyata yang sedikit dibumbuhi oleh tulisan karya Author dan mengganti nama tokoh didalamnya.
Kisah ini berawal dari rumah tangga Indra Wiguna seorang pengusaha kayu tersukses, usahanya telah diekspor sampai keluar negri, Indra Wiguna memiliki seorang Istri bernama Widiya Sari, seorang wanita yang cantik dan anggun.
Sebagai istri pengusaha sukses dia sangat dimanja oleh suaminya dan setiap keinginannya selalu dituruti.
namun pada suatu ketika konflik rumah tangganya terjadi dan Widiyapun menjadi membuka diri kepada setiap orang.

yok baca kisah selanjutnya dalam novel ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putra Al - Bantani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB - 35

  Ketty dan Alex langsung masuk menuju kamar hotel dimana Alexander Abraham menempatinya, begitu mereka masuk Alex langsung menutup dan memguncin kamar hotel tersebut dari dalam.

Setelah dianggap aman Alex dan Ketty langsung membuka tas rasngsel yang mereka bawa serta mengeluarkan isinya.

Satu bungkus paket yang di kemas rapi menggunakan pelastik berwaran hitam serta dikelilingi dengan lakban putih yang kuat menjadikan palet tersebut sangatlah rapi.

Perlahan Ketty membuka kemasan tersebut, dan terdapat dua bungkus serbuk putih barang haram yang terbungkus rapi.

Satu dari bungkusan serbuk putih itu dibuka dengan Ketty untuk mengetahui kwalitas dari bahan itu, dia mencungkil pelastik pembungkus dengan ujung pisau kecil yang dia bawa didalam tas sandangnya.

Dia mengambil sedikit serbuk itu dengan ujung pisau dan kemudian dia mencium serbuk tersebut.

"Ini barang bagus! Dan sesuai pesanan" kata Ketty sambil memberikan serbuk itu yang ada diujung pisau tersebut ke hidung Alex agar dia juga dapat tau barang tersebut.

"Ok, bagus sekali sayang" kata Alex setelah memcium barang itu dan mengetahui kawalitasnya.

"Baik, aku akan bayar sisanya sekarang juga, aku akan menstransfer mu" kata Alex dengan langsung mengambil ponselnya dan memgirim sejumlah uang sisa ke rekening Ketty.

Ketty tersenyum puas setelah tau sisa uang yang dibayarkan telah sesuai, barang haram yang bernilai ratusan juta itu dltelah berhasil di jual Ketty kepada Alex.

"Bagaimana kalau kita mencobanya?" kata Alex mengajak Ketty untuk secara bersama-sama mencoba barang haram itu.

Ketty mengangguk tanda menyetujuinya, Alex seketika itu langsung menyimpan barang haram tersebut ditempat yang aman dan hanya mengambil beberapa butir aja untuk mereka coba dan nikmati bersama.

Alex dan Ketty secara bergantian menyedot serbuk putih itu secara bergantian hingga semua habis tanpa sisa.

Selesai mngkonsumsi barang haram itu, Ketty lantas merebahkan tubuhnya diranjang menikmati serbuk putih tersebut yaang telah bekerja perlahan di dalam darah yang ada ditubuhnya.

Dia sudah mulai berilusi dan begitu juga dengan Alex yang masih duduk dilantai dengan bersandar di ujung ranjang sambil menghisap sebatang rokok yang ada.

Alex pun tak ubahnya seperti Ketty, dia sudah mulai berilusi menikmati kerja dari obat tersebut yang menjalar di tubuhnya.

Dia membuka kaos yang dia gunakan, dan terlihatlah bulu-bulu halus dan lebat di dadanya yang bidang, lelaki yang mempunyai tubuh tinggi 188 cm itu dengan otot yang kekar ditambah lagi tatto yang tergambar di dada dan lengan tangannya membuat suatu pesona tersendiri.

Alex hanya menggunkan celana jeans hitam, dia masih menghisap batangan rokoknya yang tinggal sedikit itu, Alex membalikan tubuhnya dan melihat Ketty yang tengah berbaring di ranjang.

Ketty yang menggunakan kaos ketat membuat seluruh bentuk dan tonjolan di tubuhnya terlihat sangat jelas yang dipadukan dengan celana jeans hitam, sedikit kaos yang digunakan oleh Ketty teangkat keatas, terlihatlah perutnya yang rata meski ada beberapa goresan-goresan layaknya wanita yang telah melahirkan..

Mata liar Alex mulai menjelajahi tubuh Ketty, dia sudah tidak lagi sanggup menahan gejolaknya, Alex bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Ketty diatas tempat tidur.

Alex mulai mencumbui Ketty, dan Ketty pun tidak menolak hal itu, bahkan dia berharap lebih lagi karena pengaruh serbuk itu yang telah bekerja dalam tubuh keduanya.

Tangan-tangan Alex bergerilya kesekujur tubuh Ketty, dengan mencium bibir Ketty dan seolah-olah bibir keduanya pun tak dapat lepas lagi, perlahan tangan Alex masuk melalui bawah kaos Ketty dan dia meremas buah pepaya yang masih terbungkus itu.

Sudah terasa lembek buah pepaya yang sudah separuh tua itu dan juga telah terlalu banyak tangan-tangan yang meremasnya sehingga wajar saja jika buah itu sedikit lembek.

Kini Alex mengeluarkan sebelah buah pepaya dari bungkusnya, tampaklah bentuknya yang panjang dan besar, Alex langsung mensesep biji buah pepaya yang kecil namun sudah sangat hitam sekali warnanya, biji yang sudah matang dan juga sering dinikmati orang.

Alex menjilat dan mensesep biji buah pepaya itu yang membuat Ketty mulai merasa kenikmatan, dia menggigit bibir nya menahan nikmat dan sesekali mengeluarkan suara-suara desihan.

Aaakkhhh...... Ukkhh...... Ssssstt.....

Alex sudah semangkin tidak sabar, dia membuka pakaiannya dan juga pakaian Ketty, kini keduanya telah polos, mereka trlah berpacu dalam gairah.

Rudal Alex yang cukup besar dan panjang membuat bola mata Ketty berkali-kali membelalak dan sesekali pula dia memejamkan matanya, silih berganti mereka melakukan serangan, yang memang permainan yang cukup panas.

Hampir dua jam mereka memacu gairah dan Ketty telah beberapa kali mencapai kepuasan, barulah akhirnya Alex mengeluarkan lahar nya didalam liang Ketty yang diikuti juga dengan lahar yang keluar dari Ketty.

Lahar putih kental itu telah tertanam lama di dalam liang Ketty, mereka saling berpelukan dengan peluh yang mengalir dan kahirnya mereka tertidur bersama.

     Menjelang malam barulah Ketty dan Alex terbangun, Ketty segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah selesai diapun keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap.

Ketty berjalan menuju ranjang dimana Alex masih berbaring, "aku pulang ya sayang...?" kata Ketty sambil mencium bibir Alex.

"Ok, makasih ya sayang, hati-hati kamu" kata Alex sambil tersenyum tipis.

Ketty melangkah keluar dari kamar tersebut, dia langsung menuju ke parkiran hotel yang ada di basement, segera dia kemudikan mobilnya untuk kembali kerumah.

Rasa letih menghantui tubuhnya yang telah dua kali dalam sehari bertempur dengan Alexander Abraham, memang sudah hampir enam bulan mereka tidak melakukakn itu, Ketty dan Alex selalu melakukan pertempuran itu setiap kali mereka bertemu baik dengan menggunakan serbuk terlarang maupun dalam kondisi tidak menggunakannya sama sekali.

Mereka adalah teman dalam bisnis, Ketty sudah mengenal Alexander Abraham sejak enam tahun lalu, itulah mereka sudah tidak canggung lagi dalam melakukan permainan.

......................

    Sementara itu Putri yang sudah tiba di kampusnya segera masuk kedalam ruangannya, namun sebelum dia melangkahkan kakinya di halaman parkir, Rendy memanggilnya.

"Put...., Putri" kata Rendy.

Putri menolehnya dan seketikabRendy menghampiri nya.

"Gimana put semalam? Apa kamu bahagia?" tanya Rendy.

"Iya, aku senang sekalai Ren, terimakasih ya...?" jawab Putri.

Rendy hanya menganggukkan kepalanya saja, dan mereka berjalan bersama-sama menuju ruangan.

"Oh ya, kapan ada waktu kita pergi lagi ya Put" kata Rendy.

"Boleh, tapi kamu jangan macam-macam sama aku ya, kalau kita pergi bersama" jawab Putri.

"Macam-macam gimana sih Put?" tanya Rendy sedikit kebingungan.

"Macam-macam ya cowoklah, biasanya cowok gimana kalau dekat cewek?" jawab Putri.

"Hele.... Put itu kan biasa, namanya juga orang pacaran, gimana sih kamu?" kata Rendy.

"Iya, tapi aku nggak mau!" jawab Putri tegas.

"Kamu seperti anak kecil sih Put? Masa iya, aku hanya sekedar mencium kamu saja nggak boleh?: tanya Rendy.

"Belum saatnya, nanti kalau kau udah jadi suami ku, Ok?" jawab Putri sambil tersenyum dan berjalan memasuki ruangannya.

Karena ruangan Putri dan Rendy berbeda, maka ketika Putri masuk ke ruangannya Rendy hanya bisa terpaku berdiri melihatnya dari luar sebelum Rendy kembali masuk ke ruangannya pula.

Setelah jam kuliah berakhir Putri segera berjalan menuju parkiran sepeda motornya, dia segera berangkat pergi ke kantor twmpat dia bekerja saat ini, namun terdengar suara Rini memanggilnya.

"Put....!" suara Rini memanggil.

Putri menoleh kearah dosennya tersebut.

"Kamu udah mau berangkat kesana?" tanya Rini yang menghampirinya.

"Iya bu? Emang kenapa bu?" tanya Putri.

"Nggak apa-apa, mungkin ibu hari ini agak telat ya" kata Rini.

"Ih kok ibu ngomongnya sama saya? Emang saya pimpinannya?" jawab Putri sambil tertawa.

Mendengar jawabam Putri, Rini menjadi tertawa.

"Bukan begitu, maksudnya nanti kamu tanya-tanya lagi ibu kok belum masuk" kata Rini.

"Iya juga sih" jawab Putri.

"Ya udah, Putri berangkat duluan ya bu?" sambil menstater motor metic-nya.

"Iya Put, hati-hati ya" jawab Rini sambil tersenyum dan melihat Putri meninggalkan kampus untuk menuju kantornya.

Rini hanya tersenyum senang melihat Putri yang begitu rajin dan giat bekerja, dia juga anak yang pintar, untuk itu Rini tidak salah mengajaknya bergabung.

Putri telah banyak membantu pekerjaannya, dan itu juga memudahkannya untuk dapat jalan berdua dengan Deni yang merupakan pimpinannya.

Deni sering mengajak Rini berjalan, dan mereka juga menjalin hubungan khusus meski keduanya telah berkeluarga.

Deni merupakan cinta pertama Rini sewaktu mengecap bangku kuliah, Deni merupakan seniornya, dan mereka cukup lama berpacaran hingga akhirnya mereka dipisahkan karena orang tua Deni tidak menyetujui jika Rini bersama Deni.

Akhirnya mereka terpisah dan menikah dengan orang lain, namun lama tak bertemu, Rini akhirnya bisa bertemu kembali dengan Deni, dan Deni mengajaknya untuk kerja sama membantunya sebagai Sekretaris di kantor pemenangan milik Deni.

Dari sinilah Cinta lama mereka tumbuh kembali, dan baru dua bulan ini mereka kembali berpacaran meski harus sembunyi dari pasangan masing-masing danbjuga orang lain.

💖💖💖💖💖💖

Terimakasih saya ucapkan kepada para pembaca yang telah membaca novel karya saya ini, novel ini banyak yang saya tambah dengan bahasa saya sendiri untuk dapat dinikmati oleh kalian, untuk itu saya berharap agar para pembaca sudi kiranya memberikan LIKE, Komen, Vote, hadiah maupun Subcribe untuk meninggalkan jejak di karya saya, dukungan anda saya sangat harapkan, terutama kritik dan saran yang membangun, agar karya saya bisa lebih baik dan menambah semangat saya berkarya, jika ada nama atau tokoh didalamnya yang sama itu hanya kebetulan saja, sebab nama dan tokoh dalam novel ini adalah hasil fikiran dari Author.

1
Isnawaty Djafar
keren
Isnawaty Djafar
Lumayan
Isnawaty Djafar
Biasa
Journal. Lilac
keren kak
Agung Fathurahman
cerita selanjutnya kapan
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semangat terus author
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semangat
Elisabeth Ratna Susanti
like 👍
Putra Al - Bantani: terimakasih kak
total 1 replies
Sena judifa
lanjut thor
Putra Al - Bantani: makasih kak
total 1 replies
Sena judifa
takut tuh ren putrinya
Elisabeth Ratna Susanti
like 👍
Putra Al - Bantani: thanks kak
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
maaf baru sempat mampir di sini 🙏
Putra Al - Bantani: iya kak tidak apa2 terimakasih
total 1 replies
Ucy (ig. ucynovel)
bilang aja blm bs kasi jawaban skrg😊
Ucy (ig. ucynovel)
aku mampir lg thor
Putra Al - Bantani: terimakasih kak
total 1 replies
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
tetap semangat ya👍👍👍
Putra Al - Bantani: terimakasih kak
total 1 replies
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semangat up nya thor👍👍
Putra Al - Bantani: ok kak
total 1 replies
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
so hot😱😱
lanjut👍👍👍👍
Putra Al - Bantani: terimakasih kak
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍
Putra Al - Bantani: Thema kak
total 1 replies
Sena judifa
muara cinta kita mampir thor
Sena judifa
oh kayupun ada levelnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!