NovelToon NovelToon
SISTEM HEWAN KONTRAK TERKUAT

SISTEM HEWAN KONTRAK TERKUAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Balas Dendam / Summon
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: samsu234

Saat ujian SMA, Rio menjadi bahan tertawaan satu sekolah karena mengontrak seekor monyet kurus dekil tingkat Warrior (Trash-Rank). Semua orang menganggap masa depannya hancur, namun sebuah panel gaib tiba-tiba muncul di hadapannya:

[Ding! Sistem Push Rank Immortal Aktif!][Target: Monyet Lumpur (Identitas Asli: Sun Wukong - Segel Dewa)][Status Pengguna: SSS-Rank Hidden Power]

Di saat murid lain sibuk pamer kekuatan di sekolah, Rio memilih "mabar" di Dungeon terlarang bersama lima hewan mitologi miliknya: Sun Wukong, Serigala Kegelapan, Qilin, Phoenix, dan Ratu Laba-laba. Ketika gerbang bencana dunia jebol, Rio melangkah maju membawa squad top globalnya yang sudah berada di tier MYTHICAL IMMORTAL!

Siapa bilang dia salah kontrak?

#System #SunWukong #Overpowered #HiddenPower #Evolution #Mythology

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keluar

Mereka naik pukul enam pagi.

Bukan karena ada alarm. Bukan karena ada yang membangunkan siapapun. Rio membuka matanya dari tidur yang lebih nyenyak dari yang ia perkirakan bisa terjadi di lantai batu ruangan bawah tanah, dan mendapati bahwa Adrian sudah duduk tegak di kursi batunya — mata terbuka, tangan di lutut, menatap tangga yang naik ke atas dengan ekspresi seseorang yang sudah memutuskan sesuatu sejak tengah malam dan hanya menunggu cukup terang untuk melakukannya.

Rio duduk, mengusap matanya.

Wukong sudah di pundaknya sebelum Rio selesai bergerak — melompat dari posisi tidurnya di sisi Rio ke pundak kanan dengan cara yang menunjukkan bahwa si kera juga tidak tidur terlalu dalam malam ini.

Serigala sudah berdiri di kaki tangga.

Menunggu.

---

"Bapak sudah siap?" tanya Rio.

Adrian menatap tangga itu satu detik lagi.

"Tiga belas tahun," gumamnya. Bukan menjawab pertanyaan Rio. Lebih seperti menyebut angka itu satu kali dengan keras untuk memastikan bahwa ia benar-benar mengerti berapa lama itu sebelum melangkah keluar. Kemudian berdiri dari kursi batunya dengan gerakan yang masih lambat tapi lebih ringan dari kemarin malam — seperti tubuh yang sudah memutuskan bahwa hari ini berbeda dan mulai menyesuaikan diri dengan keputusan itu.

"Siap," katanya.

---

Dua puluh tiga anak tangga ke atas.

Adrian naik di depan, Rio di belakangnya, serigala paling belakang. Langkah Adrian di anak tangga pertama sedikit ragu — bukan karena fisiknya tidak mampu, melainkan karena ada jeda kecil antara niat dan eksekusi yang terjadi pada orang yang sudah sangat lama tidak melakukan sesuatu dan tubuhnya perlu satu detik untuk mengingat caranya.

Anak tangga kedua lebih mantap.

Ketiga lebih mantap lagi.

Pada anak tangga ketujuh langkahnya sudah tidak berbeda dari langkah normal.

---

Cahaya pagi masuk dari atas seperti sesuatu yang dituangkan — bukan tiba-tiba, melainkan bertahap seiring mereka naik, dari putih kebiruan dinding batu yang meredup bergantian dengan cahaya alami yang makin kuat makin dekat ke permukaan.

Adrian berhenti di anak tangga terakhir sebelum keluar.

Satu detik.

Kemudian melangkah keluar.

---

Rio naik setelahnya dan berdiri di samping ayahnya di antara akar-akar pohon yang tumbuh miring ke timur, di bawah kanopi lembah yang cahaya paginyaberwarna hijau muda kebiruan persis seperti yang Pak Darmawan ceritakan.

Adrian tidak bergerak.

Ia hanya berdiri dan menatap ke atas — ke langit yang terlihat dari celah kanopi pohon-pohon lembah, biru muda bersih dengan satu garis tipis awan di sisi timur yang cahaya matahari pagi mewarnainya menjadi oranye pucat.

Langit.

Hal yang paling biasa di dunia ini bagi siapapun yang bisa melihatnya setiap hari.

Rio menatap ayahnya menatap langit itu dan memutuskan bahwa tidak ada apapun yang perlu diucapkan.

---

Mereka berjalan ke tepi sungai.

Di pagi hari airnya berwarna hijau muda kebiruan — mineral sungai memantulkan cahaya matahari yang baru naik dengan cara yang berbeda dari sore kemarin, berbeda tapi sama indahnya dengan cara yang membuat Rio mengerti kenapa Adrian pernah menyebut tempat ini sebagai tempat paling tenang yang pernah ia temukan.

Adrian berdiri di tepi sungai.

Menatap airnya yang mengalir dengan warna hijau kebiruan itu selama waktu yang cukup panjang untuk Rio selesai duduk di atas salah satu dari tujuh batu besar, melepas sepatunya, dan memasukkan kakinya ke dalam air yang dingin.

Wukong di pundaknya mencicit protes.

"Diam," kata Rio. "Kaki gue pegel."

---

Serigala minum dari sungai di titik yang berbeda, lidahnya bergerak dengan ritme yang teratur dan tenang. Abyssal Goddess Weaver di lekukan bahu kiri Rio mengamati permukaan air yang bergerak dengan delapan mata yang tidak berhenti aktif bahkan di pagi sepagi ini.

Dunia di lembah itu sangat tenang.

Bukan tenang karena tidak ada apa-apa.

Tenang karena semua yang ada di sana — air, pohon, batu, cahaya, empat makhluk dan satu manusia yang sudah tiga belas tahun tidak melihat semua ini — sudah menemukan ritmenya masing-masing dan tidak ada yang memaksakan ritme mereka kepada yang lain.

---

Adrian berbicara tanpa menoleh dari sungai.

"Ibumu," katanya pelan, "punya kebiasaan melepas sepatunya dan memasukkan kakinya ke air setiap kali menemukan sungai atau kolam di manapun ia pergi."

Rio berhenti menggerakkan kakinya di air.

"Tidak peduli seberapa dinginnya," lanjut Adrian dengan nada yang sama — datar, terukur, tapi ada sesuatu di lapisan paling bawahnya yang tidak datar dan tidak terukur sama sekali. "Tidak peduli seberapa tidak tepat waktunya. Kalau ada air yang mengalir di dekatnya, sepatunya pasti lepas dalam dua menit."

Rio menatap kakinya sendiri yang terendam di air hijau kebiruan yang dingin.

Tidak berkata apapun.

"Saya tidak tahu kamu mewarisi kebiasaan itu," kata Adrian. Kali ini ada sesuatu di suaranya yang tidak bisa sepenuhnya dikendalikan. "Atau mungkin bukan mewarisi. Mungkin memang ada hal-hal yang tidak butuh diturunkan karena sudah ada dari awal."

---

Rio menarik kakinya dari air.

Memakai sepatunya kembali dengan gerakan yang lebih lambat dari biasanya.

Berdiri dari batu, berjalan ke tepi sungai, berdiri di samping Adrian yang masih menatap airnya.

Dua orang yang tingginya hampir sama, dengan rambut yang sama-sama tidak pernah benar-benar rapi, berdiri di tepi sungai yang di pagi hari berwarna hijau kebiruan di lembah yang tidak ada di peta manapun.

"Kita harus kembali," kata Rio akhirnya.

"Iya."

"Raymond menunggu."

"Iya."

"Dan Hana tidak akan diam selamanya."

"Tidak." Adrian menarik napas satu kali panjang — napas yang mengambil udara pagi lembah itu sebanyak yang bisa ia tampung, seperti seseorang yang tahu bahwa setelah ini udara yang ia hirup tidak akan selalu seperti ini dan ingin menyimpan cukup dari yang ini untuk dibawa ke depan. "Tapi hari ini bukan tentang Hana."

Rio menatapnya.

"Hari ini," kata Adrian, akhirnya menoleh dari sungai dan menatap Rio langsung untuk pertama kalinya sejak mereka keluar tadi, "kita pulang dulu."

---

Dua kata.

Yang mengandung hal yang Rio tidak pernah benar-benar punya kata tepatnya — bukan karena tidak ada kata yang tepat, melainkan karena kata yang tepat itu adalah kata yang sudah sangat lama tidak relevan dalam hidupnya sampai ia lupa bahwa kata itu pernah ada dan pernah berarti sesuatu.

*Pulang.*

Bukan ke kontrakan yang pintunya miring dan sewanya murah.

Bukan ke lembah ini.

Ke tempat yang tidak punya alamat tapi punya definisi yang sangat sederhana dan sangat tidak sederhana sekaligus — tempat di mana orang yang pergi akhirnya kembali ke orang yang menunggu.

Atau sebaliknya.

---

Rio mengangguk.

Satu kali. Pendek.

Kemudian berbalik ke arah jalan setapak yang kemarin mereka turun, mengambil tasnya, dan mulai berjalan.

Adrian berjalan di sampingnya.

Wukong di pundak kanan Rio mencicit satu kali — nada yang Rio terjemahkan sebagai sesuatu antara *akhirnya* dan *sudah waktunya* yang keduanya benar dan keduanya tidak cukup untuk menggambarkan apa yang si kera maksud tapi cukup untuk dimengerti.

Serigala mengikuti di belakang.

Dan lembah tujuh batu — dengan sungainya yang hijau kebiruan di pagi hari dan tembaga di sore hari, dengan pohonnya yang tumbuh miring ke timur, dengan tangga batu yang sekarang sudah menutup kembali seolah tidak pernah ada — ditinggalkan dengan cara yang tenang dan tidak dramatis.

Seperti tempat yang sudah selesai melakukan tugasnya dan tidak butuh siapapun untuk menoleh ke belakang dan mengucapkan selamat tinggal.

Mereka kembali ke kota. Dan di depan rumah sederhana Pak Darmawan di gang kecil tanpa nama, seseorang sudah menunggu sejak pagi dengan kemeja putih bersih dan kopi yang sudah dingin di tangannya. Raymond Pratama melihat Adrian Albert untuk pertama kalinya setelah tiga belas tahun. Dan tidak ada satupun dari keduanya yang berhasil mengucapkan satu kata pun selama hampir satu menit penuh.*

1
SANG
Lanjut cek....
SANG
Iklan untukmu brooooo👍💪💪💪👍👍👍👍
SANG
Hadiah bunga untukmu thor👍💪👍💪/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
SANG
Semangat ya💪💪💪💪💪
SANG
Aku datang sebagai tamu baru👍👍👍👍
,
lanjut
the misterius author 🐐: nanti malam kita lanjut kan ua bg
total 1 replies
Benni Yong
mantab
Jacky Hong
jadi gk sabar pengen liat si MC jadi kuat thor
semangat upnya thor
Benni Yong: dah tak kasih vote hari ini thor
akun baru soalnya yang akun Jacky kena hapus😁
total 2 replies
Jacky Hong
gas trus up thor
semangat dah tak krim kopinya👍
the misterius author 🐐: setiap hari minggu update 3 bab bg kalau hari biasa update 2 bab bg nanti kan jadwal nya ya bg jangan lupa ajak teman teman abg baca juga
total 1 replies
SANG
Beken deh, sip deh, tenar deh, mantap deh, keren deh, pokonya top mar ko top deh. Bintang sepuluh untukmu Thor.
SANG
Namanya mulai beken💪👍
the misterius author 🐐: udah mulai tenar kah bg 🤣
total 1 replies
SANG
Namamu pasti ku ingat💪👍
the misterius author 🐐: jangan di ingat thor 🤣
total 2 replies
SANG
Semangat. Lanjut💪👍
the misterius author 🐐: parah parah emang wkwk
total 9 replies
SANG
Bunga untukmu thor/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/Sembilan belas
SANG: Haha🤣🤣🤣👍👍👍
total 2 replies
SANG
Mantap banget💪👍
SANG
Pokonya keren deh💪👍
SANG
Keren deh💪👍
the misterius author 🐐: ok thor😍
total 3 replies
SANG
Wah novel baru lagi ya Thor💪👍
the misterius author 🐐: pokok nya fresh trus thor
total 6 replies
Jacky Hong
buat chpter 6 tak kasi kopi biar semungut upnya Thor
klo bsa up besok 2 chpter🤣
the misterius author 🐐: novel kita ogah main tingal bg
total 4 replies
Jacky Hong
lanjut up thor👍
the misterius author 🐐: sudah up bg 🤣
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!