NovelToon NovelToon
Kebangkitan Kaisar Asura

Kebangkitan Kaisar Asura

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yann_Story

Seorang pemuda dari Klan Lin, Lin Huang mencoba mencari jalannya sendiri di tengah keputusannya. Hingga suatu hari, kejadian tak terduga yang dia alami justru menjadi titik balik baginya untuk hidup di tempat yang hanya peduli pada kekuatan ini... Apa yang sebenarnya terjadi padanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yann_Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Asura Sesungguhnya

BOOM!

Benturan itu menciptakan gempa spasial yang luar biasa dahsyat. Dinding Pemisah Dunia milik Tian Ming hancur menjadi jutaan serpihan kaca dimensi yang melesat tajam, menggores batuan purba di sekeliling mereka hingga hancur menjadi debu.

Tian Ming terbelalak saat merasakan kekuatan fisik Lin Huang. Meskipun dia adalah master Ranah Transformasi Dewa Tingkat Puncak, hantaman tinju Asura Purba yang dilapisi Api Purba itu sanggup membuat seluruh organ dalamnya bergetar hebat. Tubuh anggun sang Ratu Iblis terdorong mundur belasan meter, meninggalkan parit dalam yang hangus di atas Dataran Darah Kuno.

"Hukum ruangmu tidak bisa menahan beban takdirku, Tian Ming!" suara Huang bergema ganda, berat dan penuh tekanan intimidasi rasial yang mutlak.

Belum sempat Tian Ming menstabilkan posisinya, Huang sudah muncul kembali di atas kepalanya. Proyeksi Dewa Iblis Asura bertangan empat di belakang punggung Huang bergerak serentak. Dua tangan memegang jalinan petir kesengsaraan ungu, sementara dua tangan lainnya menggenggam pilar Api Purba merah darah.

"Penghakiman Asura: Sembilan Putaran Meluluhlantakkan Langit!"

Keempat tangan raksasa itu menghujam turun bagai empat meteor pemusnah, mengunci radius ratusan meter di sekitar Gorgon agar tidak ada celah untuk melarikan diri menggunakan sihir ruang.

"Lancang!" Tian Ming meraung murka. Rambut ularnya mendesis gila, memanjang dan memadat menjadi perisai ular raksasa yang dilapisi oleh Kutukan Mata Merah Pembatu. "Kau hanyalah semut Jiwa Nascent! Beraninya kau menantang otoritas dewa!"

BOOOOOOOOOOMMMMMMMM!

Ledakan kolosal kembali mengguncang dimensi kuno. Perisai ular Gorgon terkoyak parah; hawa pembatu dari kutukannya langsung dinetralkan oleh panasnya Api Purba yang membakar tanpa sisa. Namun, sebagai penguasa tertinggi Benua Barat, Gorgon memanfaatkan momentum ledakan itu untuk menggigit jarinya sendiri, meneteskan darah hitamnya ke tanah.

"Sihir Terlarang: Kebangkitan Jiwa Naga Tulang!"

GELEDEK!

Sembilan naga tulang yang tadinya menarik kereta kencana milik Tian Ming melengking ngeri. Daging dan esensi darah dari ribuan pasukan Iblis yang tewas di sekitar medan perang mendadak tersedot paksa, menyelimuti kerangka sembilan naga tersebut hingga mereka bertransformasi menjadi sembilan Naga Asura raksasa berdarah hitam yang memancarkan aura setengah langkah Transformasi Dewa.

"Bunuh dia!" perintah Tian Ming, wajah cantiknya kini tampak pucat dan distorsi penuh kebencian.

Sembilan naga raksasa itu menerjang Huang serentak dari sembilan penjuru, memuntahkan kabut racun hitam yang sanggup melelehkan zirah energi apa pun.

Melihat situasi kritis ini, Penatua Jiu yang sedang bertarung dengan Ketua Faksi Gagak Hitam berteriak cemas, "Bocah, awas! Itu sihir pengorbanan jiwa!"

Namun, Lin Huang justru menghentikan pergerakannya di udara. Dia menatap sembilan naga raksasa yang mendekat, lalu menoleh ke arah Kolam Darah Asal yang bergolak kencang di ujung lembah. Resonansi di dalam dadanya sudah tidak bisa ditahan lagi.

"Kalian menggunakan darah palsu untuk menciptakan monster," Huang menggumam dingin. "Hari ini, aku akan menunjukkan kepada kalian apa itu esensi darah yang sesungguhnya."

Huang tidak menghindar. Dia justru membuka lengannya lebar-lebar, membiarkan tubuhnya melesat mundur dengan sengaja, memotong jarak langsung menuju pusat Kolam Darah Asal.

BYURRR!

Tubuh Lin Huang tenggelam sepenuhnya ke dalam cairan merah keemasan Kolam Darah Asal.

"Apa?! Dia bunuh diri?!" Long Jiao yang mengawasi dari jauh berteriak kaget. Kolam Darah Asal berisi energi ras purba yang teramat liar; kultivator biasa yang belum mencapai Ranah Ascension akan langsung meledak hancur jika nekat menenggelamkan diri di sana.

Tian Ming menyipitkan matanya, firasat buruknya mendadak melonjak tajam. "Cepat hancurkan kolam itu! Jangan biarkan dia—"

(WENG!)

Belum sempat sembilan naga naga itu mendekat, seluruh cairan di dalam Kolam Darah Asal mendadak berhenti bergolak. Detik berikutnya, pilar cahaya ungu keemasan yang membubung ke langit meledak sepuluh kali lipat lebih besar, merobek pusaran awan merah di langit dimensi kuno hingga hancur total.

Sesosok figur perlahan melayang naik dari dasar kolam yang kini telah mengering tanpa sisa. Seluruh esensi darah purba telah diisap habis masuk ke dalam dada Huang, menyatu langsung dengan Sumsum Tulang Asura Sejati.

KRETEK! KRETEK! KRETEK!

Suara transformasi tulang Huang terdengar mengerikan namun agung. Di dalam Dantiannya, Jiwa Nascent Asura berkepala dua dan bertangan empat itu mendadak membuka sepasang mata ketiga di dahinya. Aura kultivasi Lin Huang merobek batas akhir Jiwa Nascent, melesat menembus dinding penghalang ranah, dan secara resmi menginjakkan kaki di Ranah Transformasi Dewa (Deity Transformation) Tingkat Awal!

Tato di dahi Huang kini sepenuhnya berubah menjadi sepasang sayap hitam legam yang nyata, yang perlahan mengepak di punggungnya. Energi yang dipancarkannya begitu masif hingga membuat sembilan naga naga ciptaan Tian Ming mendadak lumpuh di udara, gemetaran hebat akibat tekanan hierarki darah Asura Tertinggi yang telah bangkit sepenuhnya.

Huang membuka matanya yang kini memancarkan cahaya ungu keemasan yang absolut. Dia menatap Tian Ming yang kini gemetaran menahan rasa takut yang belum pernah dirasakannya selama ratusan tahun.

"Tian Ming... permainanmu telah berakhir," ujar Lin Huang. Suaranya kini bukan lagi sekadar gema, melainkan titah dari alam semesta yang menuntut runtuhnya dinasti kegelapan Benua Barat.

BOOM!

Kehadiran Lin Huang di Ranah Transformasi Dewa memicu resonansi magis yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah Dataran Darah Kuno. Riak energi dari kepakan sepasang sayap hitam di punggungnya menciptakan badai ruang yang langsung mengoyak kabut racun hitam milik sembilan naga tulang ciptaan Tian Ming.

"T-Tidak mungkin! Menembus ranah legendaris itu hanya dengan memanfaatkan Kolam Darah Asal?!" Long Jiao, sang Raja Naga Kegelapan, berteriak ngeri dari kejauhan. Keangkuhannya runtuh total; dia tahu bahwa di dunia kultivasi, seorang keturunan Asura di Ranah Transformasi Dewa adalah bencana berjalan bagi ras naga mana pun.

Jenderal Agung Tian Ming tidak lagi menunggu. Ketakutan purba yang sempat diramalkan tiga belas tahun lalu kini berdiri nyata di hadapannya.

"Semua pasukan! Serang dia bersama-sama! Hancurkan tubuhnya sekarang juga!" jerit Tian Ming menggila, kehilangan seluruh ketenangan kelas tingginya.

Mendengar perintah sang Ratu Iblis, sembilan naga raksasa berdarah hitam itu dipaksa melawan rasa takut mereka. Mereka melesat serentak, mengorbankan inti jiwa mereka untuk meledakkan seluruh sisa energi dalam satu terjangan bunuh diri ke arah Huang. Di belakang mereka, ratusan kultivator elit faksi Iblis ikut merangsek maju membawa senjata-senjata pusaka terbaik mereka.

Huang menatap gelombang kematian yang mendekat dengan pandangan sedingin es. Di dalam Dantiannya, Jiwa Nascent Asura yang kini bermata tiga mengalirkan esensi darah ungu keemasan murni ke setiap jengkal ototnya. Kecepatannya memroses Kitab Pembalik Surga Sembilan Putaran kini telah melampaui batas ruang dan waktu.

"Kalian semua... hanyalah debu di bawah kaki leluhurku," ujar Huang datar.

Dia tidak menggunakan teknik kepalan tangan lagi. Tangan kanannya bergerak perlahan ke samping hampa udara, dan untuk pertama kalinya, sebuah manifestasi senjata lahir dari energi jiwanya: Pedang Eksekusi Asura. Sebilah pedang besar berwarna hitam obsidian yang diselimuti kobaran Api Purba merah darah dan jalinan petir ungu kesengsaraan terbentuk di genggamannya.

Huang mengayunkan pedang tersebut dalam satu tebasan melingkar yang lambat namun mutlak.

"Tebasan Pembalik Surga: Pembantaian Massal Sembilan Penjuru!"

SHRIIIKKK!

Satu garis cahaya ungu kemerahan melesat melingkar, memotong hampa udara Dataran Darah Kuno. Tebasan pedang Qi itu begitu masif hingga merobek ruang menjadi parit hitam tak berdasar.

KRETEK... PYARRR!

1
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
Libz Adoel
👍👍👍👍👍
Libz Adoel
Mantappp 👍👍😍
Yann_Story: makasih😇
total 1 replies
yos helmi
🤭🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
bagus.. lebih bagus kalao sampe tamat n up minimal 3 bab / hari.. sy ng sayang kasih dukungan..
Yann_Story: siapp😇
total 1 replies
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!