NovelToon NovelToon
True Love

True Love

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: Oh_Riandini

“Kami akan menikah.”
Kata-kata sederhana, tetapi penuh makna itu meluncur dengan enteng dari bibir Oh Yoonjae. Siapa mengira ucapan itu justru keluar bukan karena Yoonjae memang ingin menikahi Lim Airin, gadis malang yang terjebak keadaan dan diharuskan untuk mengambil keputusan dengan cepat.

Lim Airin terpaksa harus menjadi ibu pengganti, karena kesalahan fatal yang menimpanya. Bukan hanya dihadapkan dengan kehamilannya yang ternyata cukup bermasalah. Lim Airin yang sedang lari dari Paman dan bibinya juga terpaksa mengiyakan ajakan Yoonjae untuk menikah. Tanpa mengetahui masalah kompleks akan menimpanya satu persatu nantinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oh_Riandini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Sudah 3 hari sejak Airin tiba-tiba menghilang. Airin meminta untuk Sujin tidak memberitahukan keberadaannya di rumah Sujin. Karena merasa Airin butuh ketenangan, maka Sujin menuruti kemauan Airin itu. Dia sendiri bisa melihat bagaimana kondisi Airin yang terlihat tertekan.

Yoonjae sendiri bingung mencari Airin kesana-kemari, sampai dia mengcancel semua rapat dan pekerjaannya di kantor. Yoonjae lebih memikirkan Airin daripada hal lainnya lagi.

Yoonjae menjatuhkan dirinya di sofa apartemennya, Yoonjae menghela napas dalam lalu kemudian melihat jam dinding.

“Sudah tengah malam,” gumamnya kemudian.

Yoonjae mengusap wajahnya pelan, lalu mengambil ponselnya yang ada di dalam saku jasnya karena bergetar. Yoonjae menautkan keningnya bingung ketika melihat nama yang tertera di layar ponselnya.

“Ada apa, Sekretaris Min? Kenapa menelpon semalam ini?” tanya Yoonjae yang merasa sedikit  bingung kenapa sekretarisnya menelepon larut malam seperti ini.

“Maaf, CEO Yoon saya tidak bisa menunggu besok lagi. Ada masalah dengan kontrak kerja dengan JK Grup. Apakah besok, anda bisa datang ke kantor? Jadwal meeting dengan para Direktur tidak bisa ditunda lagi,” ujar Se Hoon menjawab.

Yoonjae terdiam dan terlihat sedang berpikir.

“Airin masih belum ditemukan, lalu bagaimana bisa aku fokus rapat?” batin Yoonjae bermonolog.

“CEO Yoon.”

Suara panggilan Se Hoon kembali membuat Yoonjae sadar dari lamunannya. Dia berdehem pelan lalu menganggukkan kepalanya mengiyakan.

“Baiklah besok, aku akan ke kantor,” tukas Yoonjae kemudian.

“Baik, CEO Yoon selamat malam,” tutur Se Hoon lalu mengakhiri panggilannya.

Setelah memutus sambungan telepon dengan Se Hoon, Yoonjae menarik napas dalam lalu menggenggam erat ponselnya. Yoonjae menatap layar ponselnya yang mulai meredup.

Airin sendiri baru saja terbangun, setelah merasakan perutnya sedikit kaku. Mungkin karena terlalu stres, kondisi Airin jadi menurun. Airin mengeluh pelan lalu mengambil posisi duduk. Airin menyandarkan badannya pelan, lalu mengusap perutnya perlahan.

“Miane, kau pasti merasakan stres yang aku rasakan juga,” lirih Airin berkomunikasi dengan bayinya.

Setelah berkali-kali menarik napas pelan, Airin mulai tidak merasakan kaku di perutnya lagi. Airin tersenyum tipis lalu kembali mengusap perutnya.

“Anak pintar, terima kasih sudah mau berhenti memberontak. Eomma, hanya butuh menenangkan diri disini. Jadi jangan ikut cemas dan sedih seperti, Eomma,” ujar Airin lagi.

Airin berhenti mengobrol dengan bayinya setelah ponselnya di atas meja berdenting. Airin menautkan alisnya dan meraih ponselnya itu.

“Siapa yang mengirimiku pesan selarut ini?” tanyanya kemudian.

Airin membuka layar kunci ponselnya, lalu membuka pesan masuk yang ternyata dari Yoonjae.

“Kau dimana, Airin? Aku, mencarimu kemana-mana. Apa tidak bisa kita berbicara baik-baik? Jangan membuatku khawatir.”

Airin menghela napas berat membaca pesan dari Yoonjae. Dia menatap layar ponselnya dengan lekat, lalu mengusap pelan layarnya.

“Aku, tidak bermaksud membuatmu cemas, Yoon. Hanya saja aku butuh menenangkan diri dan mengambil keputusan tepat untuk kedepannya. Aku, tidak mungkin melawan Nyonya Oh. Dia ibumu, wanita yang melahirkanmu. Terlebih lagi, aku tidak sepadan denganmu.”

Bukannya membalas pesan Yoonjae, Airin justru berbicara sendiri sembari terus mengusap pelan layar ponsel miliknya itu.

***

Dokter Chan terlihat serius menatap layar komputernya, sedangkan Yoonjae memandang Dokter Chan dengan ekspresi wajah yang tidak tertebak.

“Wae? Kenapa wajahmu seserius itu?” tanya Yoonjae kemudian.

Dokter Chan tidak menanggapi dan terus melihat layar komputernya dengan serius.

“Ya! Chan!” panggil Yoonjae lagi tanpa embel-embel Dokter di depannya.

Dokter Chan sendiri lalu melihat ke arah Yoonjae dengan wajah kesal.

“Bisa diam tidak? Aku, sedang mengobservasi ukuran tumormu yang ternyata tidak menyusut.”

Chan marah-marah dan kembali melihat layar komputernya. Yoonjae sendiri tersenyum getir mendengar ucapan sahabatnya itu. Seperti dugaan Yoonjae, penyakitnya tidak membaik dan justru semakin memburuk. Yoonjae lalu menghela napas dan menyandarkan badannya ke kursi.

“Lalu bagaimana? Kemoterapiku tidak ada gunanya?” tanya Yoonjae kemudian.

Dokter Chan terdiam mendengar ucapan Yoonjae, Dokter Chan lalu melihat ke arah sahabatnya itu dengan wajah iba.

“Tidak seperti itu juga, Yoon. Hanya saja mungkin ada yang salah dengan langkah yang kita ambil. Lebih dari pada itu, mari ceritakan kondisimu pada Airin dan juga keluargamu terlebih dahulu. Kalau kemoterapimu ini tidak membuahkan hasil, lebih baik kita lakukan operasi mengangkat tumor nya. Bagaimana?”

Dokter Chan kembali memberikan solusi pada Yoonjae. Bagaimanapun juga bagi Chan, Airin berhak tahu semuanya. Nantinya Airinlah yang akan terdampak paling besar atas kondisi Yoonjae. Terlebih lagi Airin sedang hamil sekarang, Yoonjae sangat dibutuhkan saat kehamilan dan juga saat Airin melahirkan nanti.

Yoonjae menatap Dokter Chan lekat, sejurus kemudian Yoonjae tersenyum kecut dan menggelengkan kepalanya.

“Tidak perlu, jangan sampai ada yang mengetahui kondisiku saat ini. Keluarga ataupun Airin, jangan sampai tahu,” ucap Yoonjae menolak ide Dokter Chan.

“Tapi, Yoon bagaimana kalau kondisimu memburuk? Kau, akan tetap diam saja dan memberikan rasa sakit yang besar pada keluarga dan juga Airin?” desak Dokter Chan lagi. Sungguh Dokter Chan tidak memahami pemikiran Yoonjae saat ini.

Yoonjae tidak segera menjawab, laki-laki setampan idol itu menatap Dokter Chan dan tersenyum lagi.

“Walaupun nantinya kondisiku memburuk, aku akan mati dengan tenang dan diam-diam. Cukup kalian sahabat-sahabatku yang mengetahui kondisiku yang buruk ini,” tandas Yoonjae yang sukses membuat Dokter Chan melebarkan matanya tidak percaya.

Airin baru saja pulang kerja, dia keluar dari gedung kantornya dan terkejut melihat Yoonjae sudah berdiri di depan mobilnya dan tersenyum ke arahnya sekarang.

“Yoon,” lirih Airin memanggil Yoonjae.

“Akhirnya aku menemukanmu, kenapa aku tidak mencarimu kesini sejak kemarin-kemarin saja,” ujar Yoonjae yang mengolok-olok dirinya sendiri.

Yoonjae berjalan mendekat pada Airin dengan langkah pelan. Tanpa basa-basi Yoonjae lalu memeluk Airin erat. Pria itu juga menghela napas lega karena akhirnya bisa menemukan Airin.

“Kenapa menghilang lama sekali?” tanya Yoonjae kemudian.

Airin tidak menjawab, gadis itu justru sedang bingung antara membalas pelukan Yoonjae atau tidak saat ini. Sejujurnya berada jauh dari Yoonjae, membuat Airin merindukan laki-laki yang sudah mengisi hatinya itu.

“‘Kita pulang ya? Kita bicara baik-baik dan dengan kepala dingin. Jangan pergi-pergi lagi walaupun ibuku mengusirmu lagi. Eo?” pinta Yoonjae kemudian.

Airin masih tidak menanggapi ucapan Yoonjae, dengan pelan Airin lalu melepas pelukan Yoonjae dan menatap laki-laki yang semakin terlihat kurus di hadapannya ini. Airin lalu menganggukkan kepalanya pelan.

“Eo, mari kita bicarakan semuanya sekarang,” ujar Airin menanggapi.

Airin dan Yoonjae sekarang sudah ada di apartemen. Yoonjae baru saja kembali dari dapur dengan membawa segelas susu panas. Yoonjae lalu meletakkan segelas susu itu di meja.

“Minumlah! Setelah ini kita makan malam, aku sudah memesan makanan tadi,” ucap Yoonjae.

“Terima kasih,” singkat Airin menanggapi.

Yoonjae tersenyum dan duduk di samping Airin. Yoonjae menghela nafas dalam lalu mengusap kepala gadis yang sedang meminum susunya itu pelan.

“Kemana saja sebenarnya kau selama ini, Airin_a? Tinggal dimana, kau?” tanya Yoonjae.

Airin yang sudah selesai minum susunya, mengusap pelan bibirnya dan melihat ke arah Yoonjae.

“Aku tinggal bersama Dokter Sujin,” jawab Airin.

Yoonjae melebarkan matanya tidak percaya, bagaimana bisa Sujin menyembunyikan Airin. Sahabatnya itu bahkan tahu kalau Yoonjae sedang mencari Airin dengan kebingungan.

“Jangan memasang ekspresi seperti itu! Aku, yang meminta Dokter Sujin untuk tidak memberitahumu. Aku, ingin menenangkan diri dan juga berpikir,” tukas Airin yang paham dengan ekspresi Yoonjae.

“Tapi, bagaimana bisa kau disana? Apa yang kau pikirkan lagi? Kita akan menikah. Jangan memikirkan apapun lagi!” Yoonjae mulai meyakinkan Airin lagi.

Airin tidak segera menanggapi ucapan Yoonjae. Gadis itu lalu menatap Yoonjae dan menarik napas dalam.

“Lebih baik kita pikirkan lagi pernikahan kita, Yoon. Apa, kau tidak merasa kalau kita berdua ini jauh berbeda? Aku, hanya wanita biasa tidak akan mungkin sebanding denganmu yang CEO dan memiliki segalanya seperti ini,” ucap Airin mengeluarkan apa yang dia pikirkan selama ini.

Yoonjae membuka lebar mulutnya tidak percaya. Yoonjae lalu mengusap wajahnya frustasi, dan memegang kedua lengan Airin pelan sekarang.

“Apa yang membuatmu ragu lagi? Apa karena kedua orang tuaku? Kenapa menolak menikah denganku lagi, Airin? Jawab supaya aku bisa mempertimbangkan semua alasanmu dan mengikuti kemauanmu. Tapi, kalau yang menjadi masalahmu hanya karena perbedaan diantara kita yang kau sebutkan tadi. Aku, menolak keputusanmu mentah-mentah.”

Yoonjae tetap membulatkan tekadnya untuk menikahi Airin. Dia tidak mau melepas Airin begitu saja, bukan hanya karena dia bertanggung jawab atas anak yang Airin kandung. Tapi juga karena dia sangat mencintai Airin.

***

1
ORC
mampir kak🐼
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
bagus alur nya juga, apalagi kejadian tak di duga nya 😁😭🤧
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
kok malah terharu aku nya 😭🤧
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
anak tiri mungkin
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
heh , ya itu terserah dia lah mau suka siapa sama siapa , dengan apa dan dimana . status anda apa?
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
wah /Scare/ tak di sangka'
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
gosip dari mana orang fakta
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
aaaaa /Joyful/
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
ya nanya toh buk jangan diem mulu
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
kasian Airin /Sob/
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
cih , orng begini lebih baik di punahkan
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
iya , perhatian apalagi dengan anda
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
jahat nya , masukin penjara
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
sabar napa , marah' Mulu ngk yang perempuan ngk yang laki
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
dokter apa ini ceroboh bngt
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
gmna" 🤔
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
ibu nya kah?
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
kalau mau dapat bnyk makanan dan perhatian, ini adalah tutorial nya
Ichakim
Tapi apakah Yoonjae akan tetap bisa melindungi Airin? semua bisa jadi plot twist
Ichakim
ayoooo belanja barengg xixxi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!